Death ITS Not My End

Death ITS Not My End
bagi kamar (astagfirullah Kevin bukan mahram)



saat Kevin masih dalam keadaan pingsan, Chizuru merasa belum puas dengan kejahilannya dan ingin melanjutkannya dengan mengajak Esmeralda. Awalnya, Esmeralda menolak namun akhirnya setuju setelah dipastikan bahwa kejahilannya tidak akan menjadi terlalu vulgar. Mereka berdua merencanakan kejahilan pada Kevin yang lebih bersifat lucu dan menggoda.


Setelah beberapa saat, Kevin akhirnya sadar dengan posisi terbangun di pangkuan Esmeralda. Dia merasa kaget melihat Esmeralda dengan dada yang meski tertutup kain, masih terlihat cukup besar. Kevin segera berpindah posisi untuk duduk, namun terkejut lagi ketika menyadari bahwa Esmeralda telah melepas jubahnya dan hanya mengenakan kaos, dengan belahan dadanya yang terlihat. Rasa kagetnya semakin bertambah saat melihat Chizuru yang telah melepas zirah dan hanya mengenakan tank top, yang juga menampilkan ukuran dada yang tak kalah besar dari Esmeralda.


Esmeralda memeluk Kevin, sehingga tangan Kevin berada diapit di antara kedua dadanya. Kevin merasa pipinya memerah saat melihat pemandangan ini. Kemudian, Chizuru duduk di pangkuannya sambil memeluk leher Kevin. Keduanya menggoda Kevin dengan pertanyaan mengapa dia terlihat tidak nyaman, padahal dia sering membaca situasi seperti ini di buku. Mereka berdua berpose dengan wajah menggoda, namun tetap menjaga batas-batas yang pantas.


Kevin merasa semakin deg-degan saat mereka berdua secara bersamaan mengusap dadanya. Dia merasa kaget dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan kedua temannya ini. Saat tangan mereka mencapai perut Kevin, Chizuru dengan santainya mengatakan bahwa perut Kevin terlihat bagus dengan six-pack-nya. Namun, Kevin tiba-tiba mimisan lagi dan pingsan, kejadian yang membuat Esmeralda dan Chizuru tertawa dengan puas.


Setelah mereka puas dengan kejahilan mereka, Esmeralda dan Chizuru mengenakan baju mereka yang biasa dan meletakkan tubuh Kevin kembali di kasur. Mereka berdua merasa lega bahwa kejahilan mereka tidak terlalu vulgar dan berharap Kevin dapat pulih dengan baik. Mereka menghentikan kejenakaan mereka dan memastikan Kevin dalam keadaan yang nyaman sebelum melanjutkan perjalanan mereka dalam menghadapi fate pertama yang penuh tantangan.


setelah Kevin bangun dari pingsannya, dia langsung duduk dengan posisi yang terkejut. Saat melihat Esmeralda dan Chizuru, Kevin secara refleks memeluk tubuhnya sendiri. Chizuru dan Esmeralda pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi dan bertanya kepada Kevin dengan ekspresi polos, "Kevin, ada apa denganmu?"


Kevin merasa agak bingung karena baru saja mereka berdua melakukan hal mesum padanya, tapi sekarang mereka berdua bertingkah seolah-olah tak ada yang terjadi. Dalam kebingungannya, Kevin berpikir mungkin saja itu hanya mimpi buruk, jadi ia berdiri dengan cepat dan berkata, "Tidak apa-apa, itu hanya mimpi buruk."


Setelah Kevin pergi meninggalkan mereka, Chizuru mengumpat kesal, "Bisa-bisanya dia menyebut interaksi kita sebagai mimpi buruk." Esmeralda hanya bisa menggelengkan kepala sambil mencoba menahan tawa.


Kevin akhirnya menemui Viktor yang masih terus fokus mengawasi di jendela. Kevin melihat Viktor sangat fokus pada sesuatu dan ia pun bertanya, "Kenapa kamu terlihat sangat fokus, Viktor?"


Viktor tidak menjawab dan tetap terfokus pada apa yang ia lihat di luar. Kevin yang penasaran melihat keluar jendela dan sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Di kejauhan, terlihat sebuah pusaran listrik besar yang mempesona dan mengerikan. Gelombang listrik berputar dengan indahnya, menciptakan efek visual yang estetik dan keren, namun pada saat yang sama, juga menimbulkan perasaan takut.


Kevin mengamati pusaran listrik tersebut dengan kagum dan kekaguman. Ia tidak pernah melihat sesuatu yang seindah dan sekuat itu sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dalam pikirannya tentang apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana pusaran listrik itu terkait dengan fate pertama yang mereka hadapi. Dalam keadaan penasaran, Kevin tetap terpaku melihat pusaran listrik tersebut, mencoba memahami kekuatannya yang menakjubkan.


Adegan selanjutnya, setelah perangkap selesai dipasang dan percakapan mereka berakhir, gelombang pusaran listrik semakin mengecil dan akhirnya menghilang. Saat itu, Ryota masuk ke ruangan dan memberitahu bahwa perangkapnya sudah siap. Dia bertanya kepada mereka mengapa mereka terlihat seperti baru saja melihat bintang jatuh.


Ketika Chizuru dan Esmeralda bergabung, mereka berlima berkumpul untuk membahas situasi. Viktor mengingatkan mereka untuk tetap waspada karena musuh bisa datang kapan saja. Ia juga melaporkan bahwa beberapa inkarnasi lain dalam gedung sepertinya telah dirampok oleh inkarnasi lainnya.


Ryota memberitahu mereka bahwa ia telah memasang berbagai perangkap di sekitar apartemen. Ia juga menemukan beberapa bahan makanan di kamar-kamar lain. Setelah diskusi yang cukup lama, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sebelum tidur, mereka melakukan pembagian kamar. Hasilnya, Kevin dan Chizuru berbagi satu kamar, sedangkan Ryota dan Esmeralda berbagi kamar yang lain. Viktor, sebagai yang berjaga, memindahkan kasurnya ke dekat jendela.


Namun, Chizuru protes karena harus berbagi kamar dengan Kevin karena Kevin adalah seorang pria. Kevin juga ikut protes, tetapi Esmeralda memberikan alasan bahwa ia ingin berada bersama kekasihnya, yaitu Ryota. Hal tersebut membuat Kevin dan Chizuru kaget dan berteriak bersama, "APA?!"


Viktor yang sedang minum kopi langsung menyemburkan kopi yang baru masuk ke mulutnya. Kevin dan Chizuru bertanya bagaimana dan kapan hubungan mereka terjalin, tetapi Esmeralda menarik tangan Ryota dan membawanya ke kamar sambil menguncinya sebelum Ryota sempat bicara.


Di dalam kamar, Ryota memandang Esmeralda dengan perasaan bingung. Esmeralda menjelaskan bahwa hal tadi hanyalah akal-akalan untuk membuat Kevin dan Chizuru berbagi kamar. Dia mengungkapkan bahwa Chizuru memiliki perasaan cinta terhadap Kevin, dan Kevin juga mencintai Chizuru, namun keduanya merasa malu untuk mengakui perasaan mereka.


Esmeralda dengan senang hati menjaili Ryota dengan penjelasannya, membuat Ryota merasa jijik bahkan sampai ingin muntah. Esmeralda kemudian memegang tangan ryota sambil bertanya, "Mengapa? Apa kamu ingin melakukannya denganku?" Mendengar itu, Ryota refleks melompat dan memutuskan untuk tidur di sofa.


Esmeralda, dalam hati, berkata, "Ya, seenggaknya kasur itu untuk diriku sendiri. Aku bisa berguling-guling di sana."


Adegan selanjutnya, Viktor yang sedang mengawasi situasi dari jendela melihat beberapa kali sambaran petir yang cukup besar. Ia merasa penasaran dan mengambil teleskopnya untuk melihat lebih jelas. Melalui teleskop, ia melihat bahwa petir tersebut mengenai tangan seorang inkarnasi yang merupakan salah satu dari tiga pria yang mereka temui sebelumnya.


Viktor terkejut melihat inkarnasi tersebut seolah menyerap petir ke dalam tubuhnya dan melepaskannya kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Petir tersebut mengenai beberapa inkarnasi lain di sekitarnya. Viktor dengan cermat mengamati perilaku inkarnasi tersebut dan mencatatnya di dalam buku kecilnya.


Ia mencatat bahwa inkarnasi tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap dan memanipulasi petir. Hal ini memberikan informasi berharga bagi mereka dalam menghadapi musuh-musuh mereka di masa depan. Viktor menyimpan buku kecilnya dengan hati-hati, berencana untuk membagikan informasi tersebut kepada timnya nanti.


Setelah selesai mencatat, Viktor memperhatikan situasi di luar sekali lagi. Ia menyadari bahwa kekuatan dan kemampuan inkarnasi lainnya sangat beragam, dan mereka harus tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi tantangan yang akan datang.