
"Penipu lo, php ih"
Sumpah kesal banget gue sama Hexa. Bayangin aja gue udah ngendarain mobil dengan kecepatan maksimal harusnya sampai ke rumah dia sejam, gue bisa sampai cuma dengan setengah jam. Kebayang gak gimana ugal-ugalan gue di jalanan, udah diteriakin bapak-bapak kumisan, adu bacot sama emak-emak rempong eh taunya gue cuma diprank dong.
Hexa sialan!
Dia masih aja cekikikan sambil megangin perutnya yang masih rata, iyalah masih rata orang gak jadi bikin adonan sama gue. Sebell.
Gue benci Hexa.
Titik!
"Udahan dong marahnya, utututu kalau ngambek jadi makin imut bang hahaha"
Gak gue jawab, udah terlanjur kesal gue.
"Lo beneran marah sama gue, Gha?"
"Menurut L?"
"El? El siapa?"
"Bodo"
"Ututu jadi gemes ih, ngambek terus sih bang"
"Gak lucu tau gak, Xa"
"Iya maaf, siapa suruh tadi kemarin lo ngeprank gue. Weks"
"Kalau yang kemarin itu gue serius, Hexa"
"Gak lucu Regha"
"Ya kan emang gue lagi gak ngelucu Hexavilia Capella Deandra"
"Wuihh keren lo sampe hafal nama lengkap gue"
"Au ah"
"Huh manyun mulu tuh bibir, maafin napa sih. Udah minta maaf berkali-kali juga gue, masih aja manyun"
"Hexa yang kamu lakukan ke saya itu jahat"
"Bodo amat"
"Tuh kan"
"Stop it. Gha, oke gue minta maaf karena udah keterlaluan tapi gue punya alasan buat ngelakuin itu"
"Apa?"
"Ergha pergi"
"Pergi? Tadi gue liat si Adit ah perasaan di kantor"
"Iya dia resign, katanya dia keterima kerja di Maroko"
"Seriously? Jauh banget ya"
Hexa cuma manggut-manggut, menunjukkan ekspresi kecewanya.
"Gue harus gimana, Gha? Gue sedih, gue gak mau kehilangan dia ih"
"Emang dia minta putus dari lo?"
"Ya gak sih, cuma takutnya aja jarak yang bikin hubungan kita renggang"
"Lo ragu? Kalau ragu ngapain diterusin"
"Bukan gitu ih, lo gak ngerti ah"
"Ya jelasin makanya biar gue ngerti"
Hexa ngambil ponselnya, dia menujukkan chatnya dengan Adit.
"Lima tahun loh, Xa. Lo yakin bakalan nunggu dia selama itu?"
"Gak tau ah gue, Gha. Gue pusing mikirinnya"
"Gue takut hubungan ini jadi hambar, dua belas tahun gue selalu bareng dia dan sekarang, tau ah"
Mata Hexa berkaca-kaca, dia berusaha ngendalikan emosinya.
Gue gak tahan, gue tarik tubuh mungilnya ke dalam dekapan gue.
Dan benar aja, airmatanya yang dia bendung akhirnya tumpah semua. Dia nangis sesenggukan, gue jadi ngerti kalau Hexa tulus sayang sama Adit.
"Nangis aja, siapa tau buat lo lega nantinya"
"Lo tau kan Gha kalau dunia gue itu cuma Ergha, gue gak siap jauh dari dia"
Gue cuma ngangguk paham. Rumit emang kalau udah pakai hati. Pasti baper.
"Lo udah ungkapin uneg-uneg lo ke Adit?"
Hexa menggeleng.
"Kenapa? Kalau ada yang mengganjal di hati lo kenapa gak lu ungkapkan aja sih? Biar si Adit juga mikir"
"Gue gak mau jadi penghalang cita-citanya, itu impiannya sejak dulu. Gue tau itu"
Gue emang gak pernah terikat dalam satu hubungan, tapi kalau gue gak nyaman sebisa mungkin gue ungkapkan gak gue pendam.
Tapi emang rumit pemikiran Hexa, dia takut ngerusak kebahagiaan Adit tapi dia sendiri malah terluka.
"Hari ini Ergha berangkat, gue gak ikut antar dia ke bandara"
"Kenapa?"
"Gue gak mau pisah dari dia"
Ribet, batin gue.
"Terus hubungan kalian gantung gitu?"
"Gak, Ergha gak tau kalau gue gak setuju"
"Ya udah gue telpon dia, gue bilang kalau lo—"
"Gha, please"
Ya ampun, gak tega. Hexa natap gue dengan tatapan pilu dan mata sembabnya.
Adit sialan, calon ibu dari anak gue dia bikin sedih.
Drrtt..
Drrtt..
Panjang umur dia, baru gue hujat malah nelpon. Hexa langsung memberi isyarat agar gue gak cerita tentang dia.
"Ya"
"Lo dimana?"
"Jalan, kenapa?"
"Nyet, gue titip Hexa ya"
"Lo mau kemana emang?"
"Maroko"
"Liburan lo? Wuih keren"
Pura-pura **** aja gue.
"Kerja gue nyet"
"Jauh banget elah, disini kan banyak"
"Ini impian gue, udah lama banget"
"Terus Hexa?"
"Makanya gue titip Hexa ke lo"
"Emang Hexa barang sampai harus lo titip"
"Dia cinta pertama gue nyet, dia berarti banget buat gue"
"Bullshit! Orang lo tinggalin gitu"
"Kalau bisa udah gue ajak dia juga kesana, tapi gak bisa"
"Ah alasan"
"Malah sewot lo. Intinya gue titip Hexa sama lo ya. Jagain dia, gue percaya sama lo. Bilang ke dia juga kalau gue sayang banget sama dia"
"Kenapa lo gak ngomong langsung aja?"
"Gue diblokir nyet sama dia"
"Kenapa?"
"Gue putus sama dia"
"Pu-putus?"
Gue lirik Hexa, gadis itu cuma nunduk dan nangis. Dia ternyata bohongin gue.
"Kenapa lo putusin dia *****?"
"Eh gue gak ada waktu buat jelasin, gue udah harus pergi. Inget omongan gue ya, Gha. Thank's"
"Eh nji—"
Sialan, main matiin aja telponnya.
"Hexa lo?"
Hexa langsung nubruk tubuh gue, dia peluk erat banget pinggang gue.
"Sakit Gha, sakit banget"
Adit sialan, maki gue dalam hati.
^^^To be continued....^^^