
"YA AMPUN HEXA, ANAK GADIS JAM SEGINI BELUM BANGUN JUGA"
Sumpah demi apapun teriakan mama itu lebih melengking dari nyanyian seriosa penyanyi ahli.
"Hexa masih ngantuk ma, abis nonton drakor marathon"
"Bodo amat, mama gak peduli. Cepat bangun, pacar kamu udah jamuran nunggu di bawah"
"Pacar?"
"Iya si Regha, Regha itu"
"Mama pacar Hexa itu Ergha bukan Regha ih"
"Lah siapa suruh namanya mirip"
"Mama ih"
"Udah cepat bangun, mandi sana. Anak perawan jam segini baru bangun gimana kalau kamu nikah terus tinggal sama mertua yang ada diomongin terus kamu tiap hari, hih"
"Selalu aja ngomongnya begitu"
"Emang faktanya, kan?"
"Tau ah! Ma, jadi yang di bawah itu Regha atau Ergha?"
"Hm Regha kayaknya, eh tapi kayaknya Ergha deh. Eh—"
"Mama"
"Berisik ah! Udah kamu mandi dulu terus liat sendiri yang di bawah itu Regha atau Ergha"
***
"Pagi cantik"
Gue mendelik tajam, ini hari minggu woy. Dan si kunyuk itu merusak tidur nyenyak gue. Iya si kunyuk ternyata yang datang.
Regha.
Dia cuma nyengir sambil garuk-garuk kepala. Asli males banget gue.
"Lo ngapain sih pagi-pagi udah kesini, gak tau gue masih ngantuk apa"
"Eh sewot bener neng, sorry deh. Kalau gak mendesak gak bakalan gue ke rumah lu sepagi ini"
"Terus lo mau apa?"
"Xa"
"Hm"
"Adit mana?"
"Adit?"
Gue ngerti maksud dia, Adit yang dia bicarakan itu pacar gue. Erghaditya, karena nama mereka mirip si Regha manggil Ergha ya Adit. Katanya jijik disamain nama panggilannya, apa bedanya sama dia saat yang lain manggil Ergha tetap cuma dia yang manggilnya Adit. Pernah gue tanya alasan dia kenapa bisa manggil Ergha seperti itu. Dia jawab karena dia suka, dia suka manggil pacar gue dengan sebutan Adit. Dia homo gak sih? Ish.
"Lo gak buta, kan? Gak nyasar juga, kan? Ini rumah gue bukan Ergha, lo pikir kita kumpul kebo"
"Eh iya lupa hehe"
Buset, itu cowok cuma nyengir doang. Ck.
"Xa, gue mau ngomong serius sama lo"
Matanya mengerling menatap sekitar rumah gue.
Dia cari apaan sih.
Dia terkekeh sambil merogoh saku celananya.
Mata gue mendelik saat dia mengeluarkan kotak merah beludru.
Maksudnya apa?
Dia buka kotak beludru itu, astaga cincinnya cantik banget.
"Xa, lo mau gak?"
"Maksud?"
"Hm gimana ya ngomongnya"
Dia menggaruk kepalanya lagi, gue lihat dia menarik nafasnya dalam.
"Jadi ibu dari anak gue, Xa"
"Ya ampun, ini anak mama dilamar?"
Belum kelar keterkejutan gue, mama malah teriak melengking kayak gitu.
Bikin jantung gue mau copot!
***
"Xa, jadi dia bukan pacar kamu?"
"Hm"
"Bukan pacar kok berani ngelamar gitu, Ergha cemen ah kalah start"
"Ma"
Gue pusing, pusing banget sumpah!
Regha benar-benar buat kepala gue mau pecah. Kita baru aja kenal, kurang lebih seminggu dan dia tiba-tiba datang ngomong gitu.
Ah! Pusing!
Hexa mau pindah aja ke planet, mama.
Gue melirik ponsel gue, wallpapernya masih foto gue sama Ergha. Ergha, pacar gue. Calon suami gue, itu yang gue mau. Tapi kenapa yang datang duluan malah Regha sih?
Kesel ah!
Gue mengecek ponsel gue, makin bete aja. Gak di balas dong chat gue.
Ergha gue itu lagi butuh lo, gue galau. Bimbang, merana hiks.
Regha
Orang gila, sumpah Regha gila. Nyesel gue waktu itu ikut Ergha ke tongkrongannya. Coba aja kala gak ikut, pasti gak akan ketemu cowok semenyebalkan Regha.
Fix! Dia cowok rese, egois, menyebalkan tapi ganteng.
Tuh kan, au ah gue mau tidur daripada makin kepikiran si Regha rese.
***
Pacar
Sorry Xa, aku baru kelar futsal. Ada apa? Nelpon sampai ratusan kali gitu? Hihi kangen banget ya?
Bodo ah, gak gue bales. Males.
Gak tau aja dia kalau gue lagi sebell sama dia.
Pacar calling...
Males ah, gue lempar ponsel gue ke kasur. Sumpah hari ini gue kesal banget.
Tok
Tok
Tok
"Xa, ada pacar kamu tuh di bawah"
"Bodo ah ma, aku lagi gak mau ketemu Regha"
"Xa, gak boleh gitu"
"Ma, bilang aja Hexa tidur"
"Ih mamanya sendiri disuruh bohong"
Bodo, gue tutup wajah gue pakai bantal. Asli bad mood parah.
"Xa, bukain. Ini aku Ergha bukan Regha. Emang Regha ngapain kamu tadi?"
Eh, itu beneran Ergha?
"Xa, si kunyuk itu bener ngelamar kamu?"
What?
Mama, gak bisa jaga rahasia banget ish.
"Ma, jangan bilang ke siapa-siapa kalau Regha ngelamar Hexa"
"Iya"
"Ma"
"Iya Hexa"
Dasar mama lain di mulut lain di hati.
"Xa, aku butuh penjelasan kamu ya. Kamu ada main sama Regha di belakang aku?"
Gue langsung buka pintu dan melotot.
"Kamu nuduh aku?"
Ergha menarik sudut bibirnya.
"Siapa tau, kan?"
"Kalau udah gak percaya sama aku lagi buat apa hubungan ini dilanjutin, kenapa gak pu—"
"Hush, kamu itu ngomongnya suka sembarangan"
"Kamu duluan yang mulai"
"Tapi bener Regha ngelamar kamu?"
"Gak, dia cuma minta pendapat tentang cincin itu ke aku kok. Bukan ngelamar"
"Tapi kata mama kamu—"
"Udah gak usah didengar, biasa kalau udah tua pendengaran suka rada—"
"Hexa, sembarangan banget kalau ngomong mama kutuk jadi malin kundang mau?" sahut mama tak terima.
***
"Regha gila, stres. Ish"
Gue gak sengaja stalking akun instagram dia. Ya ampun kenapa dia ganteng banget woy.
Gue scroll ke bawah fotonya dari masih pakai seragam sekolah sampai kemeja formal. Damage parah. Makin suka eh astaga gue khilaf.
Gue perhatikan satu foto yang menarik perhatian gue, senyum dia manis. Kayak lollipop, jadi pengen jilat kan, eh.
...
...
Dasar jempol terkutuk, kenapa dia tekan love. Malu *****.
Regha.auriga
Ehem, mulai stalker ig gue ya.
Cayo calon ibu dari anak-anakku, semangat lihat kegantengan gue. Gue bibit unggul kok, anak kita pasti akan ganteng dan cantik kayak gue pastinya. Haha
Dan DM dari Regha sukses bikin jantung gue mau copot, elah.
^^^To be continued...^^^