
"wid"
Widia menoleh dan melihat gio berdiri di tangga mengarah ke atap sekolah
seketika Widia berlari dan memeluk gio
"gio tolongin teri dia tadi pingsan gue takut banget".
ucap Widia karena ketakutan dia asal main peluk gio
"oke Wid Lo tenanng dulu ya"
ucap Gio sambil mengelus ngelus bahu widia
"kalian ngapain"
teriak seseorang dari kejauhan
ya orang itu adalah terecia,dia berlari ke arah gio setelah sampai dia ingin menjambak rambut Widia namun langsung ditepis oleh gio
"Lo apaan sih cia Widia tu lagi syok Lo ngak liat dia lagi nangis gini!"
"Halah itu palingan cuman akal akalan dia aja dasar cewe ganjen!"
"stop ngatain gue ganjen cia,gue ngak pernah gatel ke gio tapi gio nya sendiri yang deketin gue!".
marah Widia karena sudah sangat emosi dengan kata kata terecia yang mengatainya cewe ganjen
"udah stop sekarang pokus sama teri dulu deh"
teriak Tomi,Dimas,caca dan Kelly bersamaan
seketika widia dan gio menoleh ke arah teri yang pingsan
"udah Lo tenang dulu Wid teri cuman pingsan aja"
ujar gio
Widia mendekat ke arah teri
tiba tiba mata teri terbuka lebar
"Ter Lo udah sadar gue khawatir banget sama Lo"
ucap Widia senang melihat teri sadar
tapi tiba tiba teri berdiri tegap mata nya menatap ke arah Widia
"Ter Lo baik baik aja kan?"
"saya bukan teri"
ucap teri dengan pelan namun penuh penekanan
"maksud Lo apa Ter lo bercanda ya"
"saya Dina arwah penasaran yang sering ngikutin kalian berdua "
ucapnya lagi
"dina?"
tanya Widia lagi
dan arwah Dina yang ada di tubuh teri hanya mengangguk
Widia bingung kenapa arwah Dina merasuki tubuh teri
"kenapa kamu masuk ke tubuh teri?"
tanya Widia dengan hati hati
"karena cuman dia yang bisa dengan mudah untuk dirasuki"
"baiklah sekarang kamu mau apa?"
tanya Widia
gio dan teman temannya hanya melongo melihat interaksi Widia dan teri yang sedang dirasuki itu
sedangkan terecia dan caca tidak mengerti maksud semua hal itu
dan Kelly sudah nangis nangis pengen pulang
"guys pulang aja yuk perasaan gue ngak enak banget"
rengek Kelly
"udah diem aja Lo pikir gue nggak takut apa"
ujar caca
"dasar cewek aneh cocok deh temenan sama teri sama sama aneh"
ucap terecia
seketika gio menatap tajam ke arah terecia
"Lo bisa nggak sih nggak ngehujat orang terus!"
bentak Gio kepada terecia
seketika terecia diam tidak berani menjawab
" arwah saya belum tenang karena saya meninggal tak wajar"
ucap arwah Dina yang ada di tubuh teri
"tak wajar maksud kamu....."
"saya mati bunuh diri karena saya hamil dan pacar saya tidak mau tanggung jawab"
ucap arwah Dina memotong ucapan Widia
Widia dan teman temannya terdiam mendengar perkataan arwah Dina
"5 tahun yang lalu saya sekolah di SMA ini juga tapi karena suatu masalah akhirnya saya bunuh diri di atap sekolah ini dan alasan kenapa saya ngikutin kalian berdua karena saya tau hanya kalian yang bisa bantu saya"
ucap arwah Dina
"bantu kamu maksudnya?
tanya Widia kurang mengerti
"saya bunuh diri karena pacar saya nggak mau tanggung jawab dia nggak mau nikahin saya karena alasan dia yang masih ingin bebas
pacar saya sendiri adalah anak geng motor saat itu saya pergi ke base camp dia dan minta tanggung jawab dia tapi dia nolak untuk nikahin saya dan karena itu saya memutuskan bunuh diri karena saya takut berkata sama orang tua saya"
ucap arwah dina sedikit terdengar sedih
saat arwah Dina menceritakan itu seketika suasana menjadi dingin dan horror
terecia sendiri mulai ketakutan
"terus kamu mau minta tolong apa sama kita?"
ucap Widia
" pacar saya tidak tau kalau saya bunuh diri karena dia pergi ke luar negri bersama orang tua nya saat kejadian itu"
"arwah saya sendiri tidak tenang karena pacar saya yang tidak tau kejadian itu dan sampai sekarang dia mencari keberadaan saya"
cerita arwah dina
Widia dan teman temannya hanya diam mendengarkan cerita arwah Dina
"dan saya mau kalian bantu saya dengan cara mencari pacar saya dan memberi tau dia kalau saya sudah mati"
nama pacar saya beni dia tinggal di perumahan elit nomor 125
ucap Dina lagi
saat mengatakan itu tiba tiba tubuh teri rubuh
dan arwah Dina sudah keluar dari tubuhnya
Widia..........