Dark Relationship

Dark Relationship
suasana baru



"Bagaimana? menyenangkan bukan?" Senyuman di wajah Alif terlihat sangat enak di pandang. Seolah tidak ada beban sama sekali pada diri nya. Padahal hati Alif ini pasti sangat sakit melihat kebersamaan Soraya dan Abimanyu. Namun entah ini hanya untuk membuat Ameera melupakan kesedihan yang di sebab kan oleh Abimanyu tadi, yang pasti dia sangat totalitas dalam usaha nya ini. Terbukti, Ameera sama sekali tidak lagi teringat dengan peristiwa tadi.


"Iya! aku baru kali merasakan sensasi makan nasi goreng di perempatan jalan dengan tebaran debu dimana- mana. Belum lagi suara bising motor yang lalu lalang yang membuat suasana ini sangat berbeda." Jawab Ameera.


Alif yang tidak terlalu paham dengan maksud perkataan Ameera barusan langsung mengernyitkan dahi nya. Alis hitam nya saling bertaut karena otak nya tidak bisa mengekstrak apa yang Ameera maksud kan.


"Jadi apa itu sesuatu yang baik atau buruk?" Tanya nya ragu.


"Tentu saja hal yang baik lah! Aku suka dengan suasana baru ini." Sebut Ameera tersenyum senang.


"Hahaha, syukur lah!! aku kira kau tidak suka. Maaf, aku tidak terlalu pandai menyusun kata- kata seperti yang kau katakan tadi. Kalau aku biasa nya bicara to the point." Ujar Alif.


"Bicara to the point juga bagus! Tapi terlalu to the poin terkadang kurang bagus." Jawab Ameera yang kini suara nya malah terdengar sedih.


Tiba- tiba saja dia teringat dengan peristiwa tadi, dimana Abimanyu terlalu to the point dalam mengungkapkan apa yang Abimanyu rasakan. Dan ke - to the point-nan itu malah membuat hati Ameera sedih dan terasa sangat sakit. Ameera pun berhenti menyantap nasi goreng cabe hijau milik nya yang tinggal setengah itu.


"Hei? Ada apa? Apa nasi nya tiba- tiba tidak enak? Atau ada hal lain yang tiba- tiba terpikirkan oleh mu?" Alif sebenar nya bisa saja menebak apa yang menyebabkan Ameera terlihat sedih tapi dia sengaja tidak menanyakan hal itu. Dia tidak ingin Ameera semakin jatuh dalam kesedihan. Karena terkadang disaat kita sedang bersedih dan kesedihan kita itu di support oleh teman kita atau orang yang mengenal kita yang mengerti duduk permasalahan sebenarnya dari masalah kita, terkadang kita malah jatuh lebih dalam dan sulit bangkit. Dan Alif tidak ingin Ameera jatuh lebih dalam kesedihan Ameera.


Alif sangat menyadari hal itu. Tapi dia juga sangat menghargai usaha Ameera untuk terus bangun. "Baik lah! Lalu apakah setelah makan nasi goreng ini kau masih ingin makan yang lain?" tanya Alif kepada Ameera.


"Apa kau tahu di mana tempat orang menjual Ice cream singapure? Aku tiba- tiba teringat dengan jajanan seperti yang aku lihat di tiktok.


"Hmm_" ALif terlihat berpikir. Mata nya pun dia pejamkan untuk menambah efek keseriusan di wajah nya.


"Apa tidak ada?" tanya Ameera terdengar kecewa.


"Seperti nya tidak ada." Lanjut ALif yang kini ikut- ikutan pasang wajah cemberut.


"Yaaaaaaaaaaaah!" Keluh Ameera lemas.


"Kalau kau sangat menginginkan nya, kenapa tidak kita buat saja?" tawae Alif.


"memang nya kau bisa membuat nya?" Tanya Ameera dengan wajah yang tidak percaya dengan kata- kata Alif. Dalam pikiran Ameera, tidak mungkin Tuhan menciptakan makhluk yang sesempurna ini. Tampan, kaya, humble dan pintar masak. Dia pastikan akan mengalahkan chef Juna, andaikan dia memutuskan untuk menjadi seorang chef.