
Namun seperti nya tidak hanya Alif yang tidak nyaman saat melihat Ameera dan Abimanyu datang, Soraya pun sama merasakan hal yang sama. Baru semalam Soraya mengatakan pada Abimanyu kalau dia benar- benar jatuh cinta pada Abimanyu, eh situasi nya malah seperti ini.
Abimanyu sengaja membawa Ameera duduk di meja yang jauh dari Alif dan Soraya. Dia sendiri tidak suka melihat wajah Alif. Bagaimana pria itu mencium pipi Ameera pada saat perta pertunangan Ameera dan ALif masih terbayang dan menyesakkan dada.
"Kita duduk di sana saja." Abimanyu menarik tangan Ameera tapi dengan cepat Ameera lepaskan dengan halus.
Kedua pasangan itu pun makan dalam keheningan di restoran itu. Tidak ada pembicaraan yang benar- benar hidup. Alif dan Soraya meninggalkan restoran itu lebih dulu dari pada Ameera dan Abimanyu.
"See? Kau lihat sendiri kan Ra, kalau hubungan mereka belum berakhir." Ulang Abimanyu untuk kesekian kali nya. Dia akan berusaha memperbaiki kesalahan yang telah dia buat sebelumnya.
"Lucu sekali mendengar hal itu keluar dari mulut mu Abimanyu." Imbuh Ameera dengan tatapan mata datar pada Abimanyu.
"Bukan kah kau yang bersikeras menikahkan aku dengan Alif dan sekarang..sudah! Sudah Jangan membuat ku ingin tertawa karena semua hal bodoh ini. Cepatlah selesaikan makan siang ini. Aku ingin pulang.." Lanjut Ameera.
Mulut Abimanyu pun auto terkunci. Membalas perkataan Ameera pun percuma. Karena semua nya memang benar ada nya.
Singkat cerita Ameera sampai ke rumah dan langsung menuju ke kamar nya. Di dalam kamar itu, Aif sudah duduk di sofa menunggu nya datang.
"Kau sudah pulang Ameera? Ayo duduk lah dulu, aku ingin menjelaskan soal kejadian tadi. Aku minta maaf karena sudah meninggalkan mu di tempat Raya. Mood nya Soraya tadi tiba- tiba buruk dan dia ingin pulang. Hanya saja setelah kami jalan tiba- tiba dia lapar sehingga kami singgah sebentar di restoran itu." Jelas Alif ke Ameera untuk setiap detail kejadian saat dia pergi dengan Soraya tadi.
"Sudah selesai?" Tanya Ameera dengan wajah cuek nya.
"Ameera, aku mohon maaf kan aku. Aku sungguh tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak enak dengan mu." ungkap nya pada akhir nya.
"Aku tidak marah pada mu Alif. Bukan kah aku sudah mengatakan kalau aku akan membantu mu untuk kembali bersama dengan Soraya. Tapi aku mohon satu hal pada mu. Please, tolong kau jaga marwah ku di depan Soraya. Meski aku ingin membantu mu tapi tidak berarti aku akan baik- baik saja marwah ku di pijak - pijak oleh wanita itu. Dia sengaja memperlihatkan kalau aku bukan lah apa - apa di banding diri nya bagi diri mu. Dan itu memang benar ada nya, tapi please! Jangan ulangi lagi. Kalau kau tidak bisa maka pikirkan cara lain untuk menyenangkan hati nya tapi dengan tidak melukai harga diri ku." Ameera sudah selesai membuka blezer nya masuk ke ruang ganti pakaian.
Alif yang cukup tahu diri akan kesalahan besar yang telah di perbuatnya pun memutuskan untuk keluar dari kamar mereka.
Saat Alif akan keluar, ternyata Abimanyu sedang berdiri di depan pintu kamar Alif dan Ameera.
"Ameera tidak ingin di ganggu oleh siapa pun. Sebaik nya kau jangan mengganggu nya." Ujar Alif dengan muka masam.
"Hal itu hnaya berlaku untuk mu, tidak berlaku untuk ku." Jawab Abimanyu cuek dan ekspresi yang menjengkelkan.
Abimanyu tetap melangkah mendekat ke pintu kamar tapi Alif dengan cepat merentangkan tangan sehingga Abimanyu terhalang untuk masuk.
"Ini kamar ku dan Ameera. Meski ini adalah bagian dari mansion rumah mu tapi ini adalah wilayah privasi kami. Kamar di mana aku dan Ameera bercinta. Ini Zona terlarang bagi laki- laki lain." Ujar nya bohong.
Abimanyu tersenyum sinis. Sorot mata nya seolah sedang mengejek apa yang Alif katakan.
"Bercinta? Kau tidak sedang membual kan Attakhalif? Kau dan Ameera bercinta? Kau memang itu benar ada nya, katakan pada ku di bagian mana dari ..hhfft nya milik nya yang ada tahi lalat nya? Kiri atau kanan?" Kau pasti paham apa yang aku maksud kan kan?" Seringai Abimanyu bak sudah tahu kalau Alif sama sekali tidak akan bisa menjawab pertanyaan nya.
"See? Kau tidak akan pernah bisa menjawab pertanyaan ku karena kau tidak pernah melihat, menyentuh atau pun merasakan nya. Hanya orang yang pernah melihat, menyentuh dan merasakan nya yang tahu di mana posisi tahi lalat itu." Bisik Abimanyu yang terdengar sangat bang*sat di telinga Alif.
"Brengsek kau Abimanyu! BUKKKKk!!!!" Entah apa yang merasuki Alif tiba- tiba hati nya panas dan tangan nya terasa gatal untuk meninju wajah Abimanyu yang menjengkel kan di mata nya itu.
Abimanyu terjungkal jatuh ke lantai. Sudut bibir nya berdarah. Wajah nya meringis kesakitan.
"Sialan kau Alif!!" Abimanyu pun bangkit dan menarik kerah baju Alif lalu melayangkan bogem nya ke wajah Alif. Kali ini Alif yang terjatuh ke lantai. Kedua pria dewasa itu pun saling pukul di depan kamar dimana Ameera sedang asik mendengarkan musik dengan handsfree nya sehingga tidak sadar kalau Alif dan Abimayu saling baku hantam di depan kamar nya.