Dark Relationship

Dark Relationship
Aku benci kau Abiimanyu



Malam pun telah tiba, Ameera yang malas menghabiskan waktu nya bersama Alif pun memutuskan untuk berjalan- jalan di sekitaran taman. Dia butuh waktu untuk sendiri setidak nya sampai waktu tidur tiba. Karena kalau sudah saat  nya tidur itu arti nya dia harus kembali ke kamar yang sudah pasti ada Alif di dalam nya. Pria itu memang terkesan sangat menyenangkan . Tapi kalau ada cowok yang tampan dan menyenangkan or humoris maka kau harus lah waspada. Karena hal itu sangat tidak mungkin ada di atas bumi ini.


Yang normal nya ciptaan Tuhan itu selalu adil. Tampan kaya? maka attitude nya biasa kurang. Atau dia akan sangat menyebalkan. Kemudian jika jelek, baik itu miskin atau kaya maka attitude nya akan baik. Sikap nya menyenangkan. Humoris. Biasa nya Tuhan akan adil seperti itu.


Lalu Alif? Dia tampan, kaya dan menyenangkan? Bukan kah itu terlalu sempurna? so sangat wajar jika Ameera berhati- hati pada nya.


"Apa yang kau lakukan malam- malam begini di taman, Ameera?"


Dari belakang diri nya, dia mendengar suara Abimanyu menyapa nya. "Untuk apa dia tanya- tanya apa yang aku lakukan disini? Apa dia tidak lihat kalau aku sedang me time!" ketus Ameera dalam hati, dia sedang malas berurusan dengan Abimanyu sekarang.


Tanpa menjawab pertanyaan Abimanyu, Ameera menyelonong pergi.


"Aku sedang berbicara dengan mu! Kenapa sikap mu jadi tidak sopan seperti ini pada ku, Ameera?" Abimanyu menahan tangan Ameera dan menggenggam nya sangat kuat.


"Lepaskan tangan mu, kak Abi! Kau menyakiti ku." Ameera meronta agar tangan nya terlepas.


"Kalau aku tidak mau, kau mau apa?" Tantang Abimanyu dengan tatapan yang sangat sulit untuk Ameera mengerti maksud nya apa.


"Lepaskan aku kak Abi! Kau tidak berhak menahan tangan ku seperti ini!" Berang Ameera yang menjadi semakin dan semakin ke Abimanyu.


"Kenapa aku jadi tidak ada hak atas diri mu? Apa karena saat ini kau adalah tunangan nya Alif? Apa kau benar- benar telah jatuh cinta pada nya Ameera? Apa secepat itu kau jatuh cinta pada pria itu?!" Ucap Abimanyu penuh sindiran.


"Baru sehari sebelum nya kau marah pada ku dan Soraya karena kau menolak perjodohan itu, hari ini kau malah seperti orang yang di mabuk cinta!!" Lanjut nya sambil menatap Ameera dengan tatapan marah serta jijik.


"Itu semua terserah pada ku ! Terserah pada siapa aku jatuh cinta! Itu tidak ada hubungan nya dengan mu! memang benar kau adalah lah wali ku saat ini setelah orang tua ku meninggal karena kecelakaan dan kak Ayu meninggal karena sakit. Tapi sebagai wali ku, kau tidak berhak ikut campur dalam urusan pribadi ku! Kalau pun mendadak aku jatuh cinta pada Alif, so what?? Itu sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan mu!!" Tegas Ameera dan langsung menarik tangan nya dengan paksa hingga terlepas dari pegangan Abimanyu.


Tapi sayang nya meski pegangan tangan itu terlepas, Abimanyu masih sempat untuk menarik tangan Ameera. dan entah setan apa yang merasuki nya saat itu, dia malah mencium Ameera dengan paksa.


"PlaaaaaaaaaakKK!! Brengsek!!" aum Ameera setelah dia melayangkan sebuah tamparan yang sangat keras ke pipi nya Abimanyu.


"Brengsek kau Abimanyu! berani sekali kau mencium ku!" Amuk nya, geram. Dia langsung membersihkan sisa ciuman Abimanyu di bibir nya.


Abimanyu menarik tangan Ameera hingga tubuh Ameera tertarik ke arah nya. Kini posisi Ameera pun berada dalam pelukan Abimanyu.


"Aku pernah melepaskan mu sekali Ameera. Tapi kini aku tidak akan melepaskan mu lagi! Aku tersiksa melihat kau bersama Alif! Kau wanita ku dan selama nya akan menjadi wanita ku! Tubuh mu dahulu adalah milik ku! Aku tidaka kan membiarkan ia menjadi milik orang lain!!! Simpan kata- kata ku baik- baiik di dalam pikiran mu! Aku akan menggagalkan pernikahan mu dan Alif!!!!!!!" Abimanyu melepaskan Ameera lalu pergi meninggalkan Ameera yang masih shock mendengar apa yang Abimanyu katakan.


Entah mengapa bukan perasaan senang yang saat ini Ameera rasakan. Kata - kata Abi yang tergiang di telinga nya membuat tubuh nya gemetar. "Jadi - jadi\, hiks\~\~\~\~\~!!" Ameera terduduk dan langsung menangis. Dia sangat kecewa saat mengetahui kalau Abimanyu ternyata tidak mencintai nya. Satu- satu nya hal yang membuat Abimanyu tidak rela Ameera bersama dengan Alif adalah tubuh nya Ameera. Abimanyu tidak ingin sesuatu yang dia cap sebagai milik nya di ambil oleh pria lain. Jadi dengan kata lain\, Ameera di mata Abimanyu tidak lebih dari seonggok alat pemuas nafsu Abimanyu. Ameera benar- benar kecewa.


"Jadi dari dahulu kita bertunangan, arti diri ku bagi diri mu tidak lebih sebagai alat pemuas nafsu mu? Pantas saja kau tidak merasakan apapun saat kau meninggalkan ku! ternyata hanya aku sendiri yang bermain dengan hati selama ini! Aku benci kau Abiimanyu! Aku membenci mu!" teriak Ameera dalam hati sambil menangis sesunggukan.


"Ameera? Kau sedang apa di sini?" Bahu Ameera di sentuh dengan lembut dari belakang. Pria itu adalah Alif, yang kebetulan memang sedang jalan- jalan mencari angin malam itu.


"Hei! Kenapa kau jongkok sendirian disini Ameera? Kau tidak sedang bermain petak umpet dengan penghuni kamar ini kan?" tanya nya, bercanda. Tapi lagi- lagi Ameera hanya diam. Dia tidak mood untuk bercanda dengan Alif.


"Hmm- Ini." tiba- tiba aja Alif memberikan sapu tangan nya pada Ameera. Seperti nya sedari tadi Alif memang sudah mengetahui kalau Ameera sedang menangis.. Dia hanya pura- pura tidak tahu saja agar Ameera tidak kehilangan wajah nya di depan Alif.


"Ambil lah!! bersihkan wajah mu. Setelah itu kau temani aku jalan- jalan. Paling tidak kau pernah tinggal di sini setelah kedua orang tua mu meninggalkan? Kau pasti tahu jalan- jalan di mansion ini. Atau kalau kau bosan bagaimana kalau kita jalan kaki keluar dan mencari jajanan tepi jalan. Apa kau pernah makan makanan tepi jalan yang terkenal dengan ketidakhigenisan nya di mata para orang kaya?" Alif terus mengajak Ameera ngobrol agar Ameera lupa dengan suara tangisan nya. Alif tidak peduli seberapa banyak dia di cuekin oleh Ameera. Dia tetap berusaha untuk mengalihkan Ameera dari perasaan sedih yang Ameera rasakan saat ini.


Dan seperti nya usaha Alif tidak sia- sia. Bukti nya kali ini Ameera menggeleng lemah, merespon ucapan Alif tadi.


"Kalau kau tidak pernah makan makanan pinggir jalan, ayoo ikut dengan ku. Aku jamin hal ini akan membantu mu untuk melupakan kesedihan mu." ucap nya lagi.


Ameera pun mengangguk.


"Kalau begitu kau tunggu dulu disini sebentar." Alif kemudian berlari meninggalkan Ameera. Dia ingin mengambil sesuatu di dalam kamar.


"Ini! Pakai lah!" Alif memakaikan sebuah topi ke Ameera. "dan ini juga!!" ucap nya sambil memberikan kaca mata ke Ameera.


"Nah, coba lihat aku! Aku ingin memastikan wajah mu tidak dikenali lagi oleh orang- orang. Bisa heboh kalau sampai ada fans mu yang lihat kau makan jajanan pinggiir jalan dengan mata bengkak seperti ini. Bisa rame situs lambe- lambe." Seru nya kocak.


Ameera pun tanpa sadar tersenyum karena guyonan Alif. "Thanks ya.." Ucap nya berterima kasih.


"Aku bahkan belum mentraktir mu makan, tapi kau sudah berterima kasih pada ku! Aku bisa besar kepala ini..." Seru Alif tertawa renyah.


"Apapun itu.. Terima kasih." Ulang Ameera.


"Baiklah! baiklah! sebelum kau mengucapkan lebih banyak ucapan terima kasih pada ku, sebaiknya kita jalan saja sekarang. Tempat nya agak jauh jadi lebih baik kita mulai jalan sekarang." Ujar Alif, dan membantu Ameera untuk berdiri.


"Nah!! Kau tadi kan sudah menangis dengan penuh khidmat, aku yakin perut mu pasti akan lapar. Jadi kita mulai dari jajanan yang paling mengenyangkan dulu. Baru setelah nya kita ccari cemilan- cemilan untuk menyempil part- part yang masih kosong. Dan ya! Jangan lupa untuk membungkus beberapa untuk di bawa pulang. Siapa tahu ritual tangis tangisan itu masih belum berakhir." Lagi- lagi lawakan Alif membuat Ameera tertawa.


"Laki - laki semenyenangkan diri mu, kenapa masih tinggalkan oleh serorang wanita." Celetuk Ameera.


"Itu semua karena wanita secantik diri mu saja masih di tinggalkan oleh seorang pria. Jadi wajar jika pria seperti ku, di campakan!" sahut Alif.


"Idih! Apaan sih! gak nyambung tau !!" Balas Ameera.


"Yee nyambung kali!!" ALif pun tidak mau kalah.


Mereka berdua pun terus saling adu argumen sambil berjalan keluar dari mansion itu untuk mencari jajanan tepi jalan.