Dark Relationship

Dark Relationship
Cemburu? Ngapain juga aku cemburu



"Apa kau yang memberitahu Soraya kalau kita akan pesan gaun di sini?" Tanya Ameera dengan wajah bete nya ke Alif. Meski pun kata- kata nya tadi hanya bercanda tapi yang gak juga seperti ini. Mood Ameera langsung buruk saat melihat Soraya yang datang dan malah nempelin Alif. Padahal kan untuk apa coba dia mempelin Alif, secara ukuran tubuh Alif dan Abimanyu itu tidak sama. Alif lebih tinggi dan sedikit kurus seperti opa- opa Korea. Sedangkan Abimanyu psotur tubuh nya berotot seperti cowok- cowok Turki, meski tidak terlalu tinggi.


"Alig, menurut mu gaun yang ini bagaimana??" Soraya datang dan tanpa rasa malu menarik tangan Alif. Terlihat jelas dia sangat ingin memonopoli Alif.


Ameera benar- benar jengah dengan situasi ini. Dalam pikiran nya lebih baik dia pulang saja. Tapi dia tidak enak hati dengan kak Raya yang sudah bersusah payah mengeluarkan semua koleksi terbaik nya untuk bisa Ameera pilih.


"Dia siapa?" tanya Raya sambil memberikan gaun pengantin yang lain nya pada Ameera.


"huff!! Aku harus jawab apa ya kak Raya. Ini cerita nya panjang sekali. Bahkan kalau harus aku ceritakan seperti nya akan mengalahkan seri cerita Jodha Akbar atau serial tersanjung yang unlimited season nya itu." jawab Ameera dengan muka bete yang tidak bisa dia sembunyikan.


"Kalau cemburu, jambak aja." Saran Raya menjerumuskan lalu Raya tertawa.


"Cemburu? Ngapain juga aku cemburu kak. Wanita itu adalah wanita yang calon suami ku cintai. So, kalau kasus nya seperti ini, aku bisa apa coba?" Jawab nya antara serius dan bercanda.


"Wah!! Kalau begitu berat memang ini Ra. Mungkin ada baik nya kita ngopi sambil membahas ini ruangan kerja ku. Bagaimana? Untuk mereka berdua, sudah biarkan saja. Kalau kau saja tidak ingin menjambak nya, apalagi aku. Wanita gatal seperti itu bukan level kita." Raya pun membawa Ameera pergi.


Tanpa sepengetahuan Ameera, Raya memberikan kode pada staff nya untuk berhenti melayani Alif dan Soraya. Raya tidak ingin rumah design nya jadi terkotori dengan hal- hal kotor seperti itu.


Raya tentu saja tahu kalau wanita yang bersama calon suami Ameera tadi adalah calon istri seseorang. Dan orang itu adalah kakak ipar nya Ameera.


Raya juga pernah bertemu dengan wanita itu saat dia menemani kakak nya Ameera untuk memesan baju ke Raya. Dari situ saja sudah terlihat wanita itu bukan lah wanita benar. Masa sahabat nya meninggal lalu suami nya di ebat.


Dan sekarang\, malam nempel seperti ulat bulu ke calon suami Ameera. Kalau bukan Ja*lang ya berarti sekelas pelac*ur pasti nya. Kira- kira begitu lah pikir Anulika Rayana.


Itu lah mengapa Raya membawa Ameera ke atas agar dia bisa menyuruh staff nya mengusir wanita itu dan Alif secara tidak langsung.


"Ck! kenapa aku tidak bisa memesan gaun dari tempat ini?" Sentak Soraya marah karena saat dia ingin memesan gaun pengantin yang menurut nya pas dengan style nya, staff Raya malah mengatakan kalau mereka tidak bisa mengerjakan untuk waktu yang Soraya inginkan.


Staff Raya sengaja menawarkan mode gaun yang sangat kontra dengan mode gaun yang Soraya pilih karena dia yakin Soraya pasti tidak akan ingin memakan mode itu. Dengan begitu dia akan berhasil membuat Soraya pergi dengan sendiri nya dan tidak jadi memesan gaun di tempat ini.


"Tempat apa ini!" Ketus Soraya pergi, persis seperti perkiraan Staff Raya.


"Alif!! Aku ingin pulang! Kau antarkan aku pulang ya?!" Seru nya dengan muka kesal.


Alif yang memang masih memiliki rasa cinta yang teramat besar pada Soraya tentu saja sangat paham dengan perubahan mood Soraya ini. Hal yang paling Soraya benci di dunia ini adalah jika dia gagal mendapatkan apa yang dia inginkan.


Biasa nya di saat- saat seperti itu Alif selalu ada untuk nya. Hati Alif pun goyah dan jatuh dalam cinta toxic nya lagi.


Alif melihat ke sekeliling tempat itu. Dia mencari keberadaan Ameera. Bagaimana pun tadi Alif datang Ameera ke tempat ini. Paling tidak dia harus mengatakan pada Ameera kalau dia akan mengantarkan Soraya pulang, baru setelah nya dia akan kembali menjemput Ameera.


"Kau lihatin apa Alif? Kau mencari Ameera?" Sentak Soraya marah.


"Ameera itu tunangan ku Soraya, paling tidak aku harus mengabari nya kalau aku mengantarkan mu pulang." Ujar Alif yang tanpa sadar mengakui Ameera sebagai tunangan nya di depan Soraya. Memang sebelum nya dia berlaku mesra dengan Ameera di depan Soraya, tapi kan itu hanya sekedar lakon saja untuk membuat Soraya cemburu. Tapi barusan bukan lah sebuah lakon. Itu terucap begitu saja.


"Tunangan?" Tanya Soraya dengan nada tidak percaya.


"Maksud ku, paling tidak aku ada pria yang harus bertanggung jawab pada nya sampai kau dan Abi menyelesaikan semua urusan kalian."  Alif langsung melarat kata- kata setelah melihat ekspresi tidak suka di wajah Soraya.


"Apa aku telpon aja biar cepat?" Usul Alif.


"Gak ada waktu! Aku ingin pulang sekarang." Soraya pun langsung merampas handphone Alif dan menarik Alif pergi.


Meski tidak enak hati dengan Ameera, Alif terpaksa pergi dengan Soraya dan meninggalkan Ameera di tempat itu.