Dark Relationship

Dark Relationship
Alasan sebenarnya



Ameera beraktivitas seperti biasanya. Dia pagi- pagi sekali pergi syuting karena memang ada sebuah film layar lebar yang sedang di bintangi saat ini.


"Aku antar ya?" Alif menawarkan tumpangan pada Ameera. Namun belum sempat Ameera menjawab, Abimanyu sudah menarik tangan Ameera paksa untuk ikut bersama nya.


"Dia akan pergi dengan ku." Ujar Abimanyu dengan tampang no ekspresi sedikit pun. Padahal kan dia baru saja membawa tunangan orang lain sesuka hati nya.


"Kak Abi maaf, tapi aku ingin pergi dengan Alif. Aku dan Alif ada janji ke designer pagi ini sebelum syuting ku mulai." Bohong Ameera. Ya, Ameera bahkan terpaksa berbohong demi agar diri nya bisa terhindar dari Abimanyu. Pria yang paling ingin di hindari saat ini.


"Aku tidak peduli." Abi memandang Ameera dengan tatapan bossy seolah dia lah pemilik diri Ameera.


"Ameera sudah mengatakan kalau dia tidak ingin pergi dengan mu Abimanyu. Kau seharus nya tidak memaksakan kehendak mu pada nya. Kalau kau tetap memperlakukan Ameera seperti ini maka aku terpaksa akan membawa Ameera pergi dari sini. Aku tidak peduli kau itu wali atau apalah nama nya saat ini. Kau menyakiti nya maka kau tidak boleh ada di dekat nya." tegas Alif.


"Aku bisa saja menggagalkan pernikahan Ameera dan diri mu, Alif. Aku punya hak untuk hal itu." Balas Abimanyu penuh kesombongan.


"Kalau begitu, arti nya kau tidak bisa menikahi Soraya. Karena syarat yang Soraya ajukan adalah pernikahan ku dengan Ameera. Aku rasa kua tidak ingin hal itu juga di batalkan, kan Abimanyu. Karena kalau sampai hal itu di batalkan maka lahan yang tadi nya di wariskan oleh Ayu ke diri mu akan hilang. Jangan kau kira aku tidak tahu menahu tentang hal itu. Kau sangat menginginkan lahan itu karena di sana hampir seluruh para tetua keluarga mu di makam kan. Maka nya kau sampai rela menikah dengan Ayu dan meninggalkan Ameera. Tapi sayang nya setelah meninggal pun Ayu ternyata tidak mewariskan lahan itu secara cuma- cuma pada mu. Tetap saja ada syarat dan ketentuan berlaku. Jadi Abimanyu, pikir kan baik - baik setiap langkah yang akan kau ambil ke depan nya. Kau menginginkan lahan itu? Atau kau menginginkan Ameera?" Alif menyunggingkan senyuman yang sangat menjengkelkan pada Abimanyu, pertanda kalau dia sudah tahu kalau Abimanyu tidak akan bisa berbuat apa- apa lagi.


"Lepaskan tangan nya." Perintah Alif yang kini di turuti oleh Abimanyu.


Alif kemudian mengambil tangan Ameera dan membawa Ameera keluar dari rumah itu. Sedangkan Abimanyu hanya bisa menatap kepergian Ameera dan Alif dengan perasaan kesal. Andaikan dia tidak harus melakukan semua hal itu demi keluarga nya, maka dia tidak perlu harus kehilangan Ameera. Abimanyu mengepal kuat kedua tangan nya. Rahang nya mengeras saking menahan rasa marah yang bagaikan air yang menggelegak di dalam hati nya.


Sementara di luar Ameera dan Alif sudah berada di dalam mobil Alif. Mereka bahkan sudah meninggalkan mansion besar milik Abimanyu itu.


"Kenapa Ameera? Kenapa wajah mu kotak seperti itu? Apa kau sedang bersaing kotak kotak kan dengan Spongebob?" canda Alif sambil mengendarai mobil sport yang berwarna hitam kuning.


Ameera tidak langsung menjawab pertanyaan Alif. Dia malah tersenyum tapi senyuman itu seolah sedang mengejek seserang. Dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah diri nya sendiri.


Ya! Ameera saat ini sedang tersenyum mengejek pada diri nya sendiri yang selama ini sama sekali tidak tahu alasan sebenarnya Abimanyu menikahi kakak tiri nya yang bernama Ayu.


Satu - satu nya hal yang Ameera tahu adalah, kakak tiri nya itu sakit dan ingin Abimanyu menjadi istri nya. Lalu ayah dan ibu nya Ameera menyetujui hal itu meski Abimanyu sebenarnya adalah sudah menjadi tunangan Ameera.


Sebagai anak dari istri kedua tidak banyak yang Ameera bisa perjuangkan dalam hidup nya. Apalagi mendiang ibu nya dulu memang selalu mengutamakan kakak Tiri Ameera dengan berbagai alasan. Ya karena sakit lah atau apalah yang di dalam kaca mata Ameera sebenarnya hanya ada satu alasan saja yakni supaya mendiang ibu nya itu di terima di keluarga besar mendiang ayah nya. Dan ujung- ujuing nya Ameera lah yang selalu berkorban. But, itu sudah hal biasa. Tidak perlu di sedih sedihkan, karena meski pun sangat sedih bagi Ameera, air mata nya saja sudah malas untuk keluar.


"Aku baru tahu soal lahan itu." Ucap Ameera menunduk lalu kembali tersenyum.


'Benar kah? Aku sudah lama tahu soal lahan itu. Sejak Abimanyu meminta Soraya menjadi istri nya, Soraya menceritakan semua nya." Jelas Alif.


"Awal nya aku marah pada Soraya karena Soraya bertele- tele ini dan itu pada ku. Aku kan tidak bego- bego amat Ameera, tentu saja aku merasa ada yang mengganjal,  kenapa Soraya tidak keberatan sama sekali dengan permintaan terakhir Ayu? Ya, I know mereka adalah bestie dunia akhirat tapi gak juga sampai mengorban kan masa depan seperti itu kan?" Alif berhenti menjelaskan sesaat.


"Lalu ?" tanya Ameera pura- pura tidak tahu alasan Soraya mengapa menyetujui pernikahan dengan Abimanyu. Padahal dari cara Soraya menatap serta memegang atau menyentuh Abimanyu sudah sangat jelas Soraya tergila- gila pada Abimanyu.


"Apa kau percaya dengan semua cerita yang Soraya kata kan pada mu?"


"Tidak ada alasan bagi ku untuk tidak percaya. Kau sudah saksi kan sendiri bagaimana reaksi Abimanyu saat aku mengungkapkan soal lahan yang di waris kan oleh Ayu pada nya? Ekspresi nya sama sekali tidak bisa berbohong. Dari hal itu saja aku bisa jamin kalau apa yang Soraya katakan benar." Jawab Alif.


"Kalau kau memang mempercayai Soraya itu adalah hak mu Alif. Dan aku minta maaf aku tidak bisa berbuat apa- apa soal lahan yang di waris kan oleh kak Ayu karena nama ku sudah lama di coret sebagai ahli waris keluarga ku sendiri. Satu - satu nya hal yang bisa aku lakukan saat ini adalah membantu mu dengan cara menikah dengan mu. Dengan pernikahan kita otomatis pernikahan Soraya dan Kak Abi pun akan di selenggarakan. Setelah kak Abi mendapatkan warisan itu, maka Soraya bisa bercerai dari kak Abi. Dan kau dan Soraya bisa kembali bersama." Ujar Ameera pada Alif. Meski di dalam hati nya dia percaya Soraya pasti sudah membodohi Alif. Mungkin beberapa hal dalam cerita Soraya memang benar, tapi pasti tidak seluruh nya. Namun mau bagaimana lagi? Satu- satu nya orang yang mengetahui soal ini semua hanya Soraya, secara Ayu kan sudah meninggal.


"Thanks ya Ameera. Aku akan menjamin hidup mu setelah kita bercerai." Ujar Alif.


"Tidak perlu Alif. Aku ini bukan cewek kere. Kalau hanya uang untuk makan besok dan lusa, di dompet ku masih ada." Balas Ameera merendah.


"Cih! Memang nya sejak kapan dompet artis kelas atas isi nya hanya cukup untuk makan besok dan lusa?" sarkas Alif sambil mencibir.


"SeriuS! kalau uang cash mah aku hanya cukup untuk besok dan lusa. Tapi kalau segala jenis kartu- kartuaan aku mah banyak." Ujar Ameera yang di sertai oleh tawa renyah nya.


"Emang paling bisa !!" Seru Alif yang tanpa sadar mengacak- acak rambut Ameera.


"Heei! Itu tangan higenis apa gak?" protes Ameera.


"ya higenis lah neng!" Jawab Alif yang semakin mengacak- acak rambut Ameera.


"Nah, sebagai tanda terima kasih ku, kau boleh memesan gaun pengantin sesuai kehendak hati mu. Meski pernikahan ini tidak akan bertahan lama. Ini tetap merupakan pernikahan pertama mu dan aku. Jadi mari kita persiapkan dengan sungguh- sungguh. Paling tidak, kita bisa tersenyum jika melihat foto or video nya kelak." Usul Alif.


"Benar juga! Masa seleb nikah pakai baju dari Wedding Orginizer! Ck! Gak banget sih!" Seru Ameera yang sangat menyetujui ide Alif.


"Kalau begitu, pulang Syuting aku jemput dan kita ke rumah design nya Anulika Rayana. Kita pesan di sana saja. Aku dengar hasil nya sangat bagus. Soraya dulu pernah juga memesan gaun pertunangan kami di sana." Sebut nya bersemangat.


"Yaaaaah! tadi nya aku seneng banget mendengar nama kak Anulika Rayana tapi setelah mendengar nama Soraya, apa aku cari designer lain?" Canda Ameera.


Alif jadi tidak enak hati pada Ameera. Dia sama sekali tidak bermaksud apa- apa saat mengatakan kalau dahulu Soraya memesan gaun pertunangan mereka di sana.


"Maafkan aku. Kalau kau memang merasa tidak nyaman. Kita cari designer lain saja." Ujar Alif cepat.


"Hahaha, aku hanya bercanda Alif. Aku mah gak peduli. Aku suka dengan hasil kerja kak Raya. Dan tidak mungkin hanya karena Soraya aku pindah ke rumah design yang lain." Wajah murung dan sedih yang tadi Ameera pasang di wajah nya kini sudah berganti dengan wajah senang, puas karena kejahilan nya berhasil membuat Alif merasa tidak enak pada nya.


"Ck! kau ini memang benar- benar seorang akris sejati Ameera! Aku sampai tidak tahu kapan kau sedang serius, kapan kau sedang bercanda! Akting mu benar- benar bagus!!" puji Alif tapi dengan gigi nya yang semua nya merapat.


Mereka berdua pun akhir nya tertawa bersama....