Dark Relationship

Dark Relationship
beri aku satu kesempatan sayang



"Alif? kau di mana?" tanya Ameera dengan suara yang sengaja dia pelan kan, khawatir kalau Abimanyu masih ada di luar kamar nya dan tahu kalau dia menelpon Alif.


"Aku sedang di rumah sakit, Ra. Soraya baru saja keguguran." Jawab Alif terdengar sedih.


Ameera yang tadi nya ingin meminta Alif untuk menjemput nya agar dia bisa keluar dari rumah itu, akhir nya terpaksa mengurungkan niat nya. Dengan otak nya masih waras Ameera sangat tahu kalau Alif tidak mungkin meninggalkan Soraya yang dalam kondisi seperti itu. Selain itu, ada kemungkinan juga kalau anak yang di kandung oleh Soraya itu adalah anak nya Alif.  Seketika itu juga kepala Ameera menjadi sangat pusing. Dia pusing karena harus berada di dalam kondisi seperti ini.


"Aku turut berduka Alif. Sampai kan belasungkawa ku pada Soraya." Ucap Ameera dengan tulus dalam rasa kesedihan karena tiada pun yang berada saat ini di samping nya.


"Akan kau sampai kan pada Soraya. HMm ~ Ameera, maaf aku tidak bisa lama- lama bicara karena di dalam sana Soraya membutuhkan ku." Ucap Alif.


Dari cara Alif bicara, Ameera menangkap makna kalau Alif tidak ingin bicara dengan nya lebih lama lagi. Dan Ameera pun cukup tahu diri. Dia sadar lah diri nya bagi Alif. Yang tentu nya bukan siapa- siapa bila di bandingkan dengan Soraya.


"Baiklah. See You Alif." Pamit Ameera lalu mematikan telpon nya.


Ameera menekukkan kaki nya dan menenggelamkam kepala nya di antara kaki nya. Dia benar- benar merasa sendiri saat ini. "Kenapa takdir ku selalu seperti ini Tuhan? Apa aku tidak boleh memiliki tempat untuk bersandar? Pertama ayah ku yang kau jemput lebih dahulu. Lalu ibu ku? Kau juga memberikan nya pada kak Ayu? Kemudian kak Abi yang kau rampas dari ku di saat aku sedang sayang- sayang nya. Kini Alif? Apa hidup ku harus penuh dengan kekosongan seperti ini? Kalau memang ini adalah garis kehidupan yang telah kau tentu kan untuk ku, akan ku terima Tuhan." Ucap nya penuh kepasrahan.


Ameera pun memejamkan mata, berharap malam akan berganti siang sehingga hari nya penuh rasa sendiri ini akan segera berakhir.


Pelan- pelan Ameera pun jatuh dalam dunia mimpi jauh menyenangkan hati nya dari pada dunia nyata yang tidak pernah memberikan nya sebuah senyuman.


Keesokan pagi nya..


"Hmmmm......." Ameera meliuk kan badan nya sambil pelan- pelan membuka mata nya.  Dan orang pertama yang Ameera lihat saat mata nya terbuka sempurna adalah Abimanyu.


"Kak Abi?! Bagaimana kau bisa masuk kak??? Bukan kah kamar ini sudah aku kunci?" Ameera benar- benar terkejut saat melihat Abimanyu sudah ada di dalam kamar nya. Entah sejak kapan laki- laki itu ada di dalam kamar nya. Dia sama sekali tidak ada ide mengenai hal itu. Satu- satu nya hal yang Ameera tahu Abimanyu sudah duduk dengan senyum manis memandang pada nya.


"Ayo bangun lah sayang. Aku sudah masak kan sarapan untuk mu. Kau ingin bangun dan makan sendiri atau aku yang suapi?" tanya nya. Tidak tampak sedikit Abimanyu yang tempramen dan egois seperti hari yang kemarin.


Ameera pun langsung bangun. " Aku akan bangun tapi aku tidak lapar. Ini masih terlalu pagi untuk sarapan. Aku bahkan belum mencuci muka ku dan gosok gigi." Ujar Ameera sengaja untuk menghindari interaksi lebih lanjut dengan Abimanyu.


Sesungguh nya di dalam hati nya, saat ini Ameera sangat bingung melihat Abimanyu. Sempat terpikir oleh Ameera apa mungkin Abimanyu in punya kepribadian ganda yang bisa muncul kapan saja? Ameera pun mendadak merasakan ngeri yang teramat sangat.


"Tidak masalah sayang kalau kau memang ingin sarapan nanti. Akan aku buat kan sarapan yang baru untuk mu." Senyuman yang manis pun menutup kalimat yang Abimanyu katakan.


"Pergi lah mandi. Setelah itu turun lah untuk sarapan. Aku akan mengajak mu untuk jalan- jalan. Kita sudah lama tidak pergi liburan berdua kan?" Ajak Abimanyu dengan sangat manis membuat Ameera semakin bingung dengan perubahan sikap nya yang serba dadakan ini.


"Kak Abi, apa kau tahu kabar terbaru Soraya? Dia keguguran kak. Apa kau tidak pergi ke rumah sakit. Bisa saja anak itu adalah anak mu kan kak?" Meski takut untuk menanyakan itu pada Abimanyu, tapi entah mengapa malah hal itu yang keluar dari mulut nya.


"Dan bisa juga itu bukan anak ku kan, Ameera? Bisa jadi itu adalah anak nya Alif. Bukti nya dia masih sering keluar bersama mantan pacar nya itu. Siapa yang tahu apa saja yang mereka lakukan di luar sana tanpa sepengetahuan ku. But, sudahlah. Aku tidak ingin membicarakan soal mereka. Aku hanya ingin membicarakan soal kita." Abimanyu menyentuh lembut pipi Ameera.


"Bagi ku kini hanya diri mu yang terpenting sayang. Aku sudah melepas semua nya. Aku tidak peduli hal yang lain. Please beri aku satu kesempatan sayang." Abimanyu mengambil tangan Ameera dan mencium nya. Semua yang Abimanyu lakukan saat ini persis seperti apa yang dahulu Abimanyu kerap lakukan pada Ameera.


Rasa nya Ameera ingin menetes karena pagi ini dia seperti menemukan Abimanyu nya yang dahulu. Abimanyu yang sayang dia cinta dan sangat mencintai nya.


"Apa kah saat ini aku masih dalam dunia mimpi Tuhan? Karena kalau itu benar, please~! Jangan biarkan aku untuk bangun! Aku suka tinggal dalam dunia mimpi mu ini." Ucap nya dalam hati saking tidak percaya nya dengan sikap Abimanyu yang seratus delapan puluh derajat berbeda dari sebelum nya.