Dark Relationship

Dark Relationship
Kau masih ingat restoran ini Ameera?



"Yakin tidak mau aku antar?" tanya Raya sekali lagi tapi Ameera terus menolak nya.


"Betul kak Raya. Aku pakai grab saja." dengan halus Ameera sekali lagi menolak.


"Kalau begitu, hati- hati di jalan. Aku pergi duluan. Sky rewel di rumah." Raya pun berpamitan pada Ameera karena dari tadi Nathalie menelpon nya dan mengatakan kalau Sky terus- terusan menangis.


"Sudah kak Raya! Sana pergi. Tidak akan ada penculik yang berani menculik ku di depan rumah design mu.' Seloroh Ameera.


"Ameera, hati- hati."


****


Tidak lama setelah Raya pergi sebuah Honda Civid Type R keluaran terbaru tahun 2023 tiba- tiba berhenti di depan Ameera. Kaca mobil itu turun perlahan.


"Masuk lah." perintah pria berkaca mata hitam yang duduk di kursi supir.


Ameera yang memang sudah menduga siapa orang yang mengendarai mobil itu pun memalingkan wajah nya ke arah lain. Dia seolah tidak melihat ada mobil di depan nya. Telinga nya juga bagaikan sudah tuli, sehingga apa yang orang itu katakan barusan tidak dia indahkan.


"Apa aku harus menarik mu untuk masuk Ameera Putri?" Kali ini suara pria itu naik satu oktaf.


Awal nya Ameera tetap cuek tapi saat pintu mobil itu hendak terbuka, perhatian Ameera pun teralihka. Dia yang tidak ingin ada keributan di depan tempat nya Raya pun akhir nya masuk ke dalam mobil itu.


Mobil itu pun langsung melaju dengan sangat cepat, tepat setelah Ameera selesai memasang sabuk pengaman nya.


"Dia mana Alif? Kenapa dia meninggalkan mu di tempat itu sedirian?" Tanya nya dengan suara berat nya pada Ameera.


"Bukan urusan mu." jawab Ameera singkat.


"Tentu saja itu adalah urusan ku dan akan menjadi urusan ku. Pertama dia meninggalkan wanita ku. Dan kedua dia membawa pergi calon istri ku. Apa dari dua hal itu, itu tetap menjadi sesuatu yang bukan urusan ku?" lirik kan mata Abimanyu sangat mengintimidasi saat ini.


"Akhiri sandiwara mu dengan Alif. Aku pun akan mundur dari pernikahan ku dan Soraya. Aku tidak peduli lagi soal lahan itu. Aku hanya hidup hingga menua bersama mu dan anak- anak kita kelak." Ujar nya dengan suara yang mulai melembut.


"Aku mencintai mu Ameera. Aku tidak sanggup melihat kau bermesraan dengan pria lain. Kita mulai lagi hubungan kita dari nol. Kau bersedia kan?" mohon nya sambil terus mengendarai mobil nya.


Untuk pertama kali nya di dalam hidup nya dia meluapkan semua amarah yang selama ini dia pendam pada Abimanyu.


"Oke, jadi kau membutuhkan kata maaf dari ku kan Ameera? Baik! Aku minta maaf! Aku minta maaf karena keputusan yang aku ambil membuat mu terluka. Sudah kah? Sekarang kau bersedia mengulang semua nya dari awal dengan ku?"


Ameera benar- benar ingin memukuli Abimanyu dengan kedua sepatu nya. Bagaimana bisa dia jatuh cinta pada pria seperti ini?? Pria yang dengan mudah nya mengucapkan kata maaf tanpa memiliki rasa bersalah sama sekali. Kata- kata yang keluar dari mulut flat, tidak terkesan ada nya penyesalan sama sekali di sana.


"Turunkan aku disini kak Abi." Pinta Ameera sambil menahan rasa kesal nya.


"Tidak!" jawab Abimanyu terus mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh.


"Kau turunkan aku atau aku loncat." Ancam Ameera.


"Kau kira mobil ku iniĀ  bajaj Ameera! Buka lah kalau memang kau bisa membuka pintu itu." Ucap Abimanyu, sombong.


Ameera pun berusaha membuka pintu di dekat nya tapi percuma. Apa yang Abi katakan benar ada nya. Ameera pun tidak bisa berbuat apa- apa lagi selain memasang wajah masam nya selama perjalanan itu.


"Kita makan siang dulu di luar baru setelah nya kita pulang."


"Terserah!" Sahut Ameera, masam.


Abimanyu pun membawa Ameera ke restorant favorit mereka dahulu saat mereka masih bertunangan. Siapa tahu semua rasa cinta itu bisa kembali bila mereka kembali makan di tempat bersejarah ini.


"Kau masih ingat restoran ini Ameera?" tanya Abimanyu sambil membukakan pintu restoran itu.


"Seperti nya aku tidak ingat." Jawab Ameera cuek.


Abimanyu hanya bisa tersenyum mendapati perlakukan cuek Ameera pada nya. Dia juga sangat menyadari kalau hal ini tidak akan mudah.


Ameera dan Abimanyu terus berjalan hingga pandangan mereka berdua sama- sama terhenti pada Alif dan Soraya yang sedang makan berduaan di restoran itu.


"Ameera?" seru Alif dalam hati. Entah mengapa perasaan bersalah menyusup di hati nya. Apa karena tadi dia meninggal kan Ameera lalu tiba- tiba kepergok makan siang berdua dengan Soraya di tempat ini? Entah lah! Sekali lagi Alif tidak bisa memahami alasan nya.