
"Alif. Tolong aku!!" Soraya memohon dengan sangat pada Alif untuk segera menolong nya. Darah mulai mengalir dari ke dua paha nya.
"Soraya?!!" Alif tidak menunggu lebih lama lagi. Dia langsung menggendong Soraya dan membawa nya ke mobil nya. Sedangkan Abimanyu hanya diam tidak bergerak. Entah apa yang merasuki nya saat ini sehingga dia tidak merasakan apapun saat melihat Soraya kesakitan di depan mata nya.
"Soraya kenapa kak Abi?? tanya Ameera yang kebetulan baru keluar dari kamar nya dan tanpa sengaja melihat Alif menggendong Soraya. Ameera yang tidak tahu apa yang terjadi hanya bisa memandang heran pada Abimanyu setelah melihat ada darah di lantai.
"Soraya kenapa kak Abi?" Tanya Ameera sekali lagi sambil menuruni tangga.
"Aku tidak tahu." Jawab Abimanyu yang memang tidak mau ambil peduli dengan apa yang menimpa Soraya.
"Kau sungguh tidak berperasaan kak Abi!" Ameera pun berlari keluar tapi sayang nya Alif dan Soraya sudah tidak ada di sana. Ameera kembali lagi ke dalam untuk mengambil handphone nya. Dia ingin menelpon Alif untuk bertanya ke rumah sakit mana Alif akan membawa Soraya.
Namun baru dua langkah kaki Ameera masuk ke dalam, Abimanyu menarik tangan nya dengan kasar sehingga tubuh nya tertarik ke Abimanyu.
"Lepaskan aku kak Abi! Kau ini kenapa sih?" Bentak Ameera emosi.
"Ke mana aku pergi, itu bukan urusan mu kak Abi! Cepat lepaskan tangan ku!" Ameera sekuat tenaga menyentak tangan Abi.
"Kau harus mendengarkan ku Ameera. Karena sebentar lagi aku akan menjadi suami mu!" Bentak Abimanyu pada Ameera.
"Menjadi suami ku? Apa kau sudah gila kak Abi!! Aku ini secara hukum sudah menjadi adik mu! Kau sendiri yang mengajukan diri sebagai wali ku secara hukum. Lalu sekarang kau bilang kau ingin menjadi suami ku? Pasti ada yang salah di dalam otak mu! Sebaik nya kau pergi ke rumah sakit!" Balas Ameera penuh emosi.
"Kau suka atau tidak, aku tetap akan menikahi mu! Soraya dan Alif akan meninggalkan rumah ini!! KIta akan mulai kisah percintaan kita lagi dari awal. Aku berjanji semua nya akan baik- baik setelah ini." Abimanyu benar- benar memaksa kan kehendak nya pada Ameera. Dan Ameera, dia hanya bisa memandang jijik pada pria yang dahulu pernah dia cintai dengan sepenuh hati itu.
"Kau gila! Kau adalah orang yang paling gila yang pernah kenal kak Abi!!!'" Bentak Ameera yang sudah kehabisan stok kesabaran.
Ameera pun pergi ke kamar nya. Dia menutup pintu kamar nya agar Abimanyu tidak masuk ke kamar nya sebab dari arah belakang nya dia mendengar kalau Abimanyu mengikuti nya.
"Kak Abi sudah gila!!" Batin Ameera saat menutup dan mengunci pintu kamar nya. Setelah yakin pintu kamar nya tertutup dengan benar, dia pun mengambil handphone untuk menelpon Alif. Jujur, untuk pertama kali nya di dalam hidup nya dia takut dengan Abimanyu.