Dark Relationship

Dark Relationship
Benarkah aku sudah jatuh cinta pada Ameera?



"Aku akan keluar. Nanti aku akan kembali lagi." Ucap Abimanyu. Sedangkan Ameera dia masih termangu di tempat tidur.


"Jangan lama- lama." Abimanyu membawa serta sarapan Ameera tadi bersama nya.


"Apa ini nyata?" Meski masih bingung dengan apa yang terjadi, Ameera berjalan ke kamar mandi. Hari ini rencana nya dia akan menjenguk Soraya ke rumah sakit. Dia tidak peduli anak siapa yang Soraya kandung, mau itu anak Abimanyu atau Alif,terserah. Dia hanya ingin datang sebagai sesama wanita. Bagaimana pun Soraya saat ini sedang di timpa musibah.


Setelah selesai berpakaian, Ameera pun turun. Dan coba tebak siapa yang setia menunggu nya di ujung bawah tangga. Yups benar! Abimanyu. Dia duduk di anak tangga paling akhir sambil memegang setangkai bunga yang tentu nya ingin dia berikan pada Ameera.


"Ini untuk mu. Indah bukan? Seindah diri mu." gombalan itu sungguh mengejutkan Ameera. Dia sampai speechless tidak bisa berkata apa- apa.


Ameera terdiam. Dia bingung harus melakukan apa. Harus kah dia menerima bunga itu?? Atau harus kah di abaikan nya? tapi momen- momen seperti ini adalah momen  momen yang paling dia rindukan.


"Ambil lah.. kau boleh membenci diri ku Ra, tapi bunga ini tidak salah apa- apa pada mu. Ayo terima lah. Nanti dia keburu layu." Abimanyu terus menyodorkan bunga itu pada Ameera.


Meski ragu, Ameera tetap menerima bunga itu tapi mulut nya terkunci. Lidah nya enggan untuk mengatakan terima kasih pada Abimanyu.


"Ayo kita sarapan. Aku sudah mempersiapkan semua nya." Tanpa rasa segan Abimanyu menarik tangan Ameera tapi dengan cepat Ameera tahan.


"Kak Abi, aku ingin ke rumah sakit menjenguk Soraya. Apa kau mau ikut dengan ku?" Ameera langsung memperhatikan ekspresi wajah Abimanyu. Dia ingin melihat apakah ekspresi wajah Abimanyu akan berubah setelah dia mengatakan hal itu. Tapi seperti nya pria itu sama sekali menunjukan perubahan ekspresi apapun. Dia tetap tersenyum pada Ameera.


"Kau ingin aku pergi bersama mu? Baiklah. Kita akan ke rumah sakit setelah kita selesai sarapan? Kau setuju?"


"Ya.." Ameera pun membiarkan Abimanyu menarik tangan nya. Pegangan Abimanyu yang hangat mengingatkan Ameera saat saat bahagia nya dahulu dengan Abimanyu. Hati nya pun kembali goyah. Perasaan cinta nya pada Abimanyu tidak dapat dia pendam. Cowok ini benar- benar brengsek! keluar masuk hati Ameera sesuka Ameera.


"Kamu suka bubur ayam kan Ra? Ini aku masakin kamu bubur ayam. Itu juga ada nasi goreng dan itu roti lapis coklat kesukaan kamu. Kamu tinggal pilih." sebut Abimanyu.


"Aku akan makan roti coklat saja." Ameera mengambil makanan yang paling simpel dan cepat untuk di habiskan. Dia merasa diri nya di luar kontrol diri nya. Dia yang tadi nya membenci Abimanyu tapi jika diperlakukan seperti ini dia sendiri pun tidak kuasa mengontrol hati nya yang meledak- ledak.


"Kalau hanya roti saja tidak akan membuat mu kenyang, Ra. Ini makan bubur ini. Aku suap kan ya.." tanpa persetujuan Ameera, Abimanyu mengambil sesendok bubur lalu meniup nya pelan kemudian menyuapi bubur itu ke Ameera.


"Ayo Ra, makan dulu." pinta Abimanyu lembut.


Ameera pun menurut. Dia tahu saat ini diri nya sangat amat bodoh! Tapi siapa orang yang bisa berdiri dengan pongah di hadapan cinta. Dan itu lah yang terjadi pada Ameera. Dia pun tidak bisa berbuat apapun. Sosok Abimanyu di masa lalu sedang menyapa dan menaburkan bunga- bunga cinta di hati nya pagi ini.


Semua derita dan rasa sedih seakan menguap. Ameera benar- benar masuk dalam kenangan cinta manis nya bersama Abimanyu.


***


"Sudah lah. Tidak ada guna nya lagi kau menangisi nya Soraya. Saat ini yang terpenting adalah kau bisa kembali pulih pasca keguguran itu." Sudah sejak pagi Alif berusaha menguatkan Soraya tapi keadaan Soraya ya masih seperti itu - itu saja. Soraya terus bersedih dan bersedih.


"Tega sekali Abi melakukan itu pada anak kami Lif...! Itu darah daging nya!!" Seru Soraya yang entah untuk ke berapa kali nya itu. Soraya seakan tidak peduli dengan perasaan Alif yang ikut terluka karena pengakuan langsung Soraya ini. Dari sini saja jelas kalau Soraya telah membohongi Alif. Soraya jatuh cinta pada Abimanyu. Bahkan mereka sudah tidur bersama.


Tapi Alif yang masih mencinta Soraya hanya bisa terus menghibur Soraya di atas luka hati nya sendiri.


"Maafin aku ya Lif, aku sudah bohong ke kamu." Ucap nya terisak.


"Sudah. Jangan di pikirkan lagi." Jawab ALif.


"LIf! Aku ingin mengakhiri hubungan ku dengan Abi. Aku ingin kembali bersama mu. Aku ingin kita memulai dari awal. Aku ingin menjadi milik mu seorang Lif." Soraya memandang Alif penuh harap tapi aneh nya sorot mata Alif tidak terlihat dia welcome dengan ide nya Soraya.


"Ada apa Lif? Apa kau sudah tidak mencintai ku? Aku kenyataan aku mengandung anak Abi membuat mu cinta mu sirna? Apa sedangkal itu cinta ku pada ku Lif? Sebatas itu kah dalam cinta mu pada ku?" Desak Soraya lagi dan lagi.


"Aku tidak membenci mu Soraya. Tapi untuk kembali bersama setelah semua hal besar ini, aku minta maaf pada mu.. aku tidak bisa. Aku mencintai mu. Tapi kebodohan ku  akan aku cukup kan sampai di sini Soraya. Rahim mu sudah pernah terisi oleh benih nya. Ittu yang paling tidak bisa aku terima. Maafkan aku. Tapi tenang saja, aku akan tetap menjadi teman mu." ungkap ALif dengan sorot mata yang sangat teduh.


"Kau berubah Lif! Kau berubah setelah kau mengenal Ameera. Apa kau jatuh cinta pada nya? Ameera tidak sesuci apa yang kau pikirkan Alif! Dia sudah berkali- kali tidur dengan Abimanyu. Dia itu mantan tunangan Abimanyu. Mereka tinggal di apartemen yang sama saat mereka masih bertunangan. Jika kau tidak bisa menerima diri ku karena alasan mu tadi maka seharus nya kau pun tidak bisa menerima Ameera. Hamil atau tidak hamil itu hanya takdir Tuhan! Kebetulan saja dia tidak hamil dan kebetulan pula aku hamil. Atau jangan- jangan Ameera itu mandul! Bisa saja kan??" Ucap Soraya sengit.


"Kata- kata mu sungguh keterlaluan Soraya. Ameera bahkan tidak pernah memburukkan nama mu saat dia bersama ku. Tapi kau? Aku kecewa dengan mu." Ujar Alif.


"Mungkin sebaik nya Abi atau keluarga mu saja yang menjaga mu disini." Mood Alif tiba- tiba buruk saat Soraya memburukkan Ameera di depan nya.


"Ternyata dugaan ku benar! kau sudah jatuh cinta pada Ameera. Pada pelac*ur itu!!" bentak Soraya bagaikan orang gila.


"Sudah Soraya! Kau jangan memperburuk keadaan mu! Kau seharus nya banyak- banyak beristirahat ketimbang kau berteriak tidak jelas seperti ini."


"Aku membenci Ameera! Karena nya aku kehilangan Abi, calon anak ku dan juga diri mu! Aku membenci nya Alif! Aku membenci! aku benci dia!" teriak Soraya semakin menjadi- jadi.


Alif menjadi panik melihat Soraya yang seperti orang gila langsung menekan tombol emergency pasien. Beberapa perawat langsung datang dan memberikan suntikan penenang untuk Soraya.


Setelah melihat Soraya tertidur Alif pun keluar. Sambil berjalan keluar Alif kembali terpikirkan kata- kata Soraya perihal diri nya yang mungkin jatuh cinta pada Ameera.


"Benarkah aku sudah jatuh cinta pada Ameera? Kalau aku mencintai Ameera lantas apa yang aku rasakan pada Soraya apa? rasa iba? Sisa rasa cinta?" Alif terus berpikir.  Dan saat pintu kamar itu di tutup Alif melihat pemandangan yang menyakit kan mata. Dia melihat Ameera datang bersama dengan Abimanyu.


"Apa yang Ameera lakukan bersama Abimanyu? kenapa mereka bisa datang bersama?"  Alif menebak- nebak dalam hati.