
"Selamat Ameera? Alif." Soraya menyalami Ameera dan Alif bergantian. Senyum di wajah nya terlihat sangat tulus. Seolah tidak ada beban saat melihat mantan tunangan nya bertunangan dengan wanita lain.
"Terima kasih Soraya." Jawab Ameera yang sengaja mengeratkan dekatan tangan nya ke Alif. Mata Ameera beralih ke Abimanyu yang berdiri diam di samping Soraya. TIdak terlihat ekspresi apa pun di wajah pria itu sehingga sulit bagi Ameera untuk menebak apa yang dirasakan oleh pria itu saat ini. Entah dia senang atau tidak senang dengan pertunangan Ameera ini.
"Kami akan menikah terlebih dahulu dari kalian. Apa kalian tidak keberatan dengan hal itu? Terutama dengan mu Abi, kau kan saat ini adalah wali nya Ameera. Jadi posisi mu kini bukan lagi kakak ipar nya tapi sudah menjadi kakak nya, apa kau tidak apa- apa jika Ameera menikah terlebih dahulu?" untuk mencairkan suasana, Alif pun berinisiatif mengajak Abimanyu bicara.
"Aku sama sekali tidak keberatan. Malah itu akan sangat baik untuk nya dan untuk semua orang." Jawanb Abimanyu dengan nada suara yang sangat datar, dan malah terkesan dia tidak peduli dengan Ameera.
Jujur! Meski telah lama membuang semua perasaan nya tapi ajaib nya saat mendengar Abimanyu bicara seperti itu hati Ameera seolah di tikam dengan sangat dalam. Ameera kini malah semakin yakin kalau memang tidak ada rasa cinta yang tersisa di hati Abimanyu untuk nya.
"Bagus lah kalau kak Abi tidak keberatan dengan hal itu. Karena untuk saat ini, menikah dengan Alif merupakan hal yang paling aku nanti kan. Mungkin karena aku tidak mengenal sosok Alif sebelum nya maka nya aku menolak ide pernikahan ini. Tapi beberapa hari ini kami sudah sering bertemu. Alif yang datang terlebih dahulu ke apartemen ku. Kesungguhan nya untuk pernikahan ini membuat aku tersentuh. Aku yakin kami pasti akan menjadi pasangan yang bahagia ke depan nya. Mohon kak Abi dan Kak Soraya mendoa kan kami." Ucap Ameera tersenyum kaku pada Abimanyu.
"Sayang, kita ke sana? Aku sudah mempersiapkan sesuatu untuk mu. Aku harap kau menyukai nya. Abi` Soraya, aku dan Ameera ke sana dulu. Aku punya sedikit surprise untuk nya." Alif pun menarik tangan Ameera menjauh dari Abimanyu dan Soraya.
Setelah Ameera dan Alif sudah pergi, Soraya pun mengalungkan tangan nya ke tangan Abimanyu. Maksud hati dia ingin terlihat mesra bersama Abimanyu seperti yang di pertontonkan oleh Ameera dan Alif barusan. Tapi tanpa di duga Abimanyu malah melepaskan pegangan tangan Soraya.
"Aku bukan Alif Soraya. Kalau kau ingin melakukan hal- hal bodoh seperti yang Alif dan Ameera tadi lakukan maka kau cari saja pria lain. Aku bukan tipe pria seperti itu! Yang suka mengumbar kemesraan di depan umum.' Ucap Abimanyu. Kini pandangan terlihat sangat dingin. Dan pandangan itu kini tertuju pada Alif yang sedang memperlihatkan video kebersamaan nya beberapa hari ini bersama Ameera di depan para undangan.
Abimanyu mengepal tangan nya yang dia sembunyikan di dalam saku celana nya. Mata nya sama sekali tidak berkedip melihat semua adegan kemesraan yang Ameera dan Alif pertontonkan di depan nya.
"Aku lelah Soraya, aku akan kembali ke kamar ku. Kau nanti tolong tunjukan pada Ameera dan Alif di mana kamar mereka." Ujar Abimanyu pada Soraya.
"Bukan nya mereka akan tidur sekamar sayang di kamar nya Ameera?" tanya Soraya. Seingat Soraya, Abimayu sudah setuju waktu itu jika Ameera dan Abimanyu akan tinggal di kamar yang sama. Tapi mengapa saat ini Abimanyu malah mengatakan Ameera dan Alif tidur di kamar terpisah?
"Kau ini lucu sekali sayang. Kau tidak setuju mereka sekamar karena status mereka saat ini masih bertunangan. Lantas bagaimana dengan kita? Kita juga masih berstatus bertunangan. Tapi kita sudah tinggal sekamar sejak kita bertunangan." protes Soraya namun dengan cara yang lembut seperti biasa nya.
"Aku sangat tahu diri ku, Soraya. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Karena aku sudah menjanjikan itu pada mendiang Ayu. Dan yang berikut nya, aku sangat mengenal diri ku. Aku tidak akan membiarkan diri ku sampai lepas kontrol pada mu. Jadi meski kau tidur tanpa busana di samping ku, aku yakin aku tidak akan melakukan apapun pada mu. Tapi aku tidak menjamin hal yang sama bisa Alif lakukan." Sebut Abimanyu, dan menatap ke arah Alif dengan tatapan benci.
"Lihat lah dia! Mantan tunangan mu itu! Dia menatap Ameera penuh naf*su seolah dia sudah tidak sabar untuk memakan Ameera. Aku khawatir kalau dia sekamar dengan Ameera dia akan~ " Tiba- tiba Abimanyu diam dan tidak melanjutkan kata - kata nya.
Tangan nya semakin kuat mengepal saat melihat Alif mencium pipi Ameera di depan semua orang.
"Apa- apaan dia?! Apa maksud nya mencium Ameera seperti itu di depan umum! Dia dan Ameera masih bertunangan! Dia tidak berhak mencium Ameera. Dasar laki- laki bajiangan. Dia sengaja mencari kesempatan dalam momen ini." Ucap nya geram dan penuh rasa marah. Andaikan memungkin kan, dia ingin melayangkan bogem panas nya ke wajah Alif. Namun untuk saat ini rasa tidak mungkin untuk dia lakuan.
Abimanyu terpaksa menahan diri nya meski rasa tidak rela Ameera di cium oleh laki laki lain mengoyak ngoyak hati nya.
"LIhat lah sayang! Alif seperti nya sangat mencintai Ameera." Sorak Soraya bersemangat.
"Apa dia selalu seperti itu pada orang yang dia cintai, Soraya?" Tanya Abimanyu ke Soraya. Tapi Soraya yang di tanya malah menunduk dan tersenyum getir.
"Dia adalah pria yang menyenangkan tapi dia melihat nya seperti ini, baru pertama kali di dalam hidup ku. Bahkan saat bersama ku, aku tidak pernah melihat sebahagia hari ini. Mungkin Alif benar- benar telah jatuh cinta pada Ameera." kali ini suara Soraya terdengar sangat getir. Tersirat kecemburuan dan kekecewaan dari cara nya mengatakan kalimat terakhir nya tadi.
"Aku kembali ke kamar ku Soraya. Jangan lupa untuk menunjuk kan yang mana kamar Ameera dan yang mana kamar Alif." Ucap Abimanyu yang kemudian meninggal tempat pesta itu.
"Aku harus menenangkan diri ku!!!" ucap Abimanyu pada diri nya sendiri. DIa membutuhkan semua sebuah ketenangan. Apalagi setelah melihat wanita yang paling dia cintai di cium oleh pria lain.