
“Menikah lah dengan Alif..!!!”
Kalimat itu adalah kalimat yang pertama kali keluar dari mulut sang mantan kakak ipar setelah dua tahun lama nya mereka tidak saling berjumpa.
“heeeeeeeeeeemsss..hhffff!!!” Ameera menarik nafas sambil memejamkan matanya kemudian menghembuskan nya perlahan sambil menata setiap emosi yang rasa nya meletup-letup di dalam dada nya.
“Apa masih ada yang ingin kakak kata kan pada ku? Jika tidak, maka aku undur diri dulu. Aku tidak ingin membicarakan hal yang sama dari waktu ke waktu,” Ungkap Ameera, memegang tas nya dan bersiap untuk pergi.
“Apa karena sekarang kau adalah seorang aktris besar maka nya kau bersikap arogant seperti itu kepada kakak mu, Ameera?” Ujar Soraya dengan suara nya yang sangat lembut pada Ameera.
Soraya adalah tunangan pria yang dahulu menjadi kakak ipar Ameera. Kakak tiri nya Ameera adalah istri pertama pria yang bernama Abimanyu ini. Namun kini sang kakak telah meninggal dunia. Dia meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dan dua bulan yang dari sekarang Abimanyu akan menikah dengan Soraya, sahabat nya Ayu. Hal ini merupakan permintaan dari Ayu tepat sebelum nafas nya berhenti.
Walaupun Soraya adalah sahabat kakak tiri nya, sebenarnya Soraya hampir sebaya dengan Ameera, bahkan umur mereka hanya berbeda hitungan bulan saja. Dimana Ameera lebih tua enam bulan dibandingkan Soraya.
“Kenapa bocah berwajah tante-tante ini selalu saja ikut campur!” Tukas Ameera dalam hati, memandang Soraya dengan tatapan benci yang tidak dapat ia sembunyikan.
Soraya adalah salah satu alasan Ameera pergi dari rumah itu. Sebab ide pernikahan yang serba tidak masuk akal ini keluar dari otak udang milik wanita yang bernama Soraya itu.Wanita yang selalu memasang wajah bak peri yang berhati mulia di depan semua orang. Padahal di dalam nya, beuh.. penuh dengan kebusukan yang tidak ada seorang pun mengetahui nya selain Ameera.
Salah satu bukti kebusukan hati wanita yang bernama Soraya itu adalah dia sengaja mengajukan sebuah persyaratan pernikahan yang tidak masuk akal saat akan menerima pernikahan dengan Abimanyu. Persyaratan itu adalah Soraya ingin Ameera menikah dengan Alif, seorang pria yang jelas-jelas dahulu merupakan tunangan Soraya nya.
GILAK GAK TU???!!
Alasan Soraya adalah karena dia tidak bisa membiarkan Alif terlalu hanyut dalam rasa pahit berpisah dari dirinya. Sedangkan diri nya harus memenuhi permintaan terakhir mendiang Ayu, kakak tiri nya Ameera sekaligus sahabat nya.
Namun walaupun ini adalah cara agar permintaan terakhir dari kakak nya bisa terpenuhi, dalam pikiran Ameera ini tetap tidak masuk akal. Selain itu kenapa diri nya lagi yang harus berkorban demi sang kakak?
Dahulu karena penyakit jantung yang di miliki oleh sang kakak, dia harus rela melepaskan Abimanyu, pria yang telah dijodoh dengan diri nya sedari kecil.
Dengan berat hati Ameera pun melepaskan cinta nya pada Abimanyu karena permohonan orang tua nya demi sang kakak.
Dan kini? Bahkan setelah sang kakak meninggal apa dia tetap harus berkorban? Harus kah dia berkorban sekali lagi?? Apa hidup nya memang bukan milik nya?
Ameera yang tidak bisa mengungkap kan seperti apa tumpukan amarah dalam dada nya hanya bisa menggeram diam menahan nya di dalam nya.
Ameera mengangkat wajah nya dengan akuh lalu memandang Soraya dengan tatapan yang sangat sangat tidak bersahabat. “Aku tidak ada kaitan nya dengan permintaan terakhir kakak ku. Dia ingin kau dan kak Abi menikah dan kalian sudah merencanakan pernikahan kalian bukan? Jangan bawa- bawa diri ku! Kalau kau kasihan dengan mantan tunangan mu itu, maka kau layani saja mereka berdua sekaligus!” Ucap nya tajam sambil memandang rendah serta jijik pada Soraya.
“Ameera!!!!!” Aum Abimanyu, sambil mengepalkan kedua telapak tangannya, menahan rasa amarah sebab adik ipar yang paling ia sayangi telah berani berlaku tidak sopan pada istri sah nya.
Mata Abimanyu memerah dan menatap Ameera dengan tatapan yang sudah pasti bukan tatapan lembut seorang kakak. “Apa membiarkan mu masuk ke dalam dunia aktrisan adalah penyebab kau berubah menjadi liar seperti ini Ameera!!” Ucap Abimanyu menahan rasa marah.
Jujur saja, hingga saat ini dia belum bisa melupakan Abimanyu. Meski sekuat apapun dia mencoba melupakan cinta nya pada Abimanyu, tapi perasaan itu tidak pernah goyah sedikit pun. Lalu kini pria itu sendiri yang meminta nya menikah dengan pria lain? Apakah memang tidak ada cinta yang tersisa di dalam hati nya untuk Ameera meski secuil? Mengapa dia tega melihat Ameera menikah dengan pria lain?
“Menikah lah dengan Alif karena hanya dengan itu aku bisa memenuhi permintaan terakhir kakak mu.” Ucap nya dengan helaan nafas yang tidak Ameera ketahui makna nya/
“Apa kak Abi benar- benar menginginkan ku menikah dengan pria itu?!!” Sentak Ameera dengan mata memerah.
“Aku tidak akan mengulangi kata- kata ku lagi! Kau sudah mendengar semua yang aku katakan.” Jawab Abimanyu datar tanpa ekspresi apapun.
“Baik! Kau atur saja pernikahan kami! Tapi aku ingin kita berempat tinggal di rumah yang sama. Aku tidak ingin hanya diri ku sendiri saja yang tinggal di dalam neraka. Kalian berdua harus ikut merasakan neraka itu bersama ku!” Tegas Ameera lalu pergi meninggalkan Abimanyu dan Soraya.
“Ameeraa!!!!!!” teriak Soraya, dan bersiap untuk mengejar Ameera namun segera ditahan oleh Alif.
“Sudah, biarkan saja dia pergi! Paling tidak dia sudah setuju untuk menikah dengan Alif. Itu sudah cukup.” Sebut Abimanyu dengan wajah menahan rasa kesal.
“Tapi sayang, tinggal bersama setelah menikah aku rasa itu bukan...” Ucapan Soraya terhenti sebab kini Abimanyu memandangnya dengan tatapan yang membuatnya bergidik ngeri. Bahkan saking ngeri nya, Soraya sampai menelan saliva nya.
“heem.. lain kali jika aku berbicara dengan Ameera, kau tidak perlu ikut campur Soraya. Itu hanya akan membuat situasi semakin pelik,” ujar Abimanyu, kemudian pergi meninggalkan Soraya sendiri diri sana.
Di tempat yang lain, terlihat Alif sedang berdiri sambil melihat ke luar. Sebuah pemandangan yang selalu ia lihat di kala pikiran nya sedang tidak tenang.
“Bagaimana? Apa kau sudah punya kabar terbaru?” Tanya Alif pada asisten pribadi nya yang bernama Aditya tanpa menoleh dari kaca jendela kaca di ruangan nya itu.
“Menurut informan ku, nona Ameera memang datang ke rumah Abimanyu Wijaksono, tapi itu tidak lama sebab belum sampai setengah jam nona Ameera sudah pergi lagi dari rumah itu dengan wajah yang terlihat sangat marah dan berlinangan air mata,” lapor Aditya sesuai dengan apa yang di laporkan oleh mata- mata nya pada nya.
“Aku harus berhasil menikahi Ameera, karena hanya dengan begitu aku bisa tetap bersama Soraya. Aku tidak bisa hidup tanpa Soraya, Dit!" kali ini suara Alif terdengar sangat putus asa.
"Tuan, aku bukan nya ingin ikut campur dengan apa yang ingin kau lakukan. Tapi saat ini wanita itu bukan lah tunangan mu! Dia adalah calon istri tuan Abimanyu. Seberapa pun besar cinta mu pada nya kau tidak seharus nya masuk di antara pernikahan nya dan tuan Abimanyu. Sudah lah tuan Alif, lupa kan dia. Hidup lah dengan tenang dan cari cinta untuk diri mu sendiri." Sebagai asisten pribadi nya yang telah menemani nya selama bertahun- tahun, Aditya tidak sanggup melihat tuan muda nya ini menghancurkan semua nya hanya demi seorang wanita yang jelas- jelas sengaja melemparkan diri nya ke pria lain.
"Aku mencintai nya. Aku akan berhenti untuk mendapatkan nya kembali.." tegas Abimanyu.
"Lantas, bagaimana dengan nona Ameera? Bagaimana dengan nasib nya? Apa kau tidak memikirkan seperti apa kehidupan nya setelah kau berhasil mendapatkan nona Soraya kembali?" helaan nafas panjang dan penuh kesal tidak dapat Aditya sembunyikan.
"Aku tidak peduli dengan wanita lain. Di dalam hidup ku, aku hanya mengenal satu wanita dan wanita itu adalah Soraya.." Alif berhenti sejenak dan melempar pandangan nya jauh ke luar jendela.
"Aku tidak akan mundur . Peduli setaan dengan orang lain. Tujuan ku tetap akan sama yakni aku ingin merebut Soraya kembali. " lanjut Alif kemudian berbalik, dengan posisi sedikit bersandar di kaca jendela nan besar itu ia berkata pada Aditya.
"Tolong kau atur sebuah pertemuan untuk ku dan Ameera. Mungkin ada baik nya aku bertemu dengan nya terlebih dahulu.."