
Gadis itu tetap memeluk Kei posesif dan menatap Mio sinis. Kei terkejut dan masih berpikir. Apa apaan gadis ini.
Siapa sebenarnya gadis yang tiba tiba datang ini? Apakah...dia pacar Kei? Oh tidak..
Tunggu sebentar, Tidak? Tidak apa? Aku bahkan tidak menyukai Senior ku ini-!
Mio tampak gelisah dan sibuk dengan pikiran nya sendiri. Tetapi masih menyangkal perasaan aneh di dada nya yang entah kenapa membuatnya merasa tidak rela.
Kei melepaskan pelukan itu begitu menyandari siapa yang di depan nya dan menatap gadis itu, "Sedang apa kau di sini?" Kei menoleh dan menatap Mio, "Kemarilah, jangan takut begitu, dia bukan siapa siapa" Kei mengulurkan tangan dan melambaikan nya di depan wajah Mio, membuat Mio kaget dan kembali ke dunia nyata.
Kei menyadari itu dan mengambil tangan Mio lalu menggenggam nya pelan.
"Yakkk siapa gadis inii?" Gadis itu merenggut kesal dan menatap sinis Mio lagi, Kei menutup mata gadis itu dan mendorong nya pelan, "Jangan gitu juga liat nya, kasian dia takut gegara kamu." Kei membuka mata gadis itu lagi dan menatap nya datar
Tiba tiba gadis itu menyadari sesuatu dah terkejut, dia menutup mulutnya, "Dia pacar mu?!" Teriak histeris gadis itu. "Aku kira kamu suka cowok, 17 tahun hidup gak pernah deket ma cewek" Gadis itu tertawa kecil dan mengulurkan tangan.
"Salam kenal maniss~ Aku Yamamoto Mina." Gadis itu tersenyum manis hingga matanya ikut tersenyum dan tidak terlihat.
Eh? sebentar, Yamamoto? Bukannya Yamamoto nama Marga Kei?
Mio bertanya tanya dalam hati sambil menyambut tangan Mina dan menggengam nya, "Ah..Sa-salam kenal, aku Aoki Mio." Mio tersenyum canggung namun tetap terlihat manis.
"Aaaaa~ lihat inii, di mana kau temukan gadis semanis iniii." Mina tanpa sadar menangkup muka Mio dan menguyel uyel pipinya dengan gemas.
"A-ah, p-permisi-" Mio terkejut dan pasrah kedua pipinya di mainkan oleh orang yang baru bertemu dengannya ini.
Mina tersadar dan segera melepas tangannya, "Astaga, maafkan aku, kamu terlalu maniss~" Mina hanya bisa tertawa kecil dan menyengir
Cantik...
"Oh iyaa, aku lupa bilang sesuatu hehe." Mina tersenyum dan memeluk lengan Kei, "Dia pacar ku."
Seketika Mio merasa tersambar petir di hati nya dan terdiam sesaat.
Kei melepas tangan Mina dengan wajah datar, "Apanya pacar hm? Sepupu doang, tuh liat Mio jadi salah paham." Kei melambaikan tangannya di depan wajah Mio, dan membuat Mio tersadar dari lamunannya
"Hah? Eh? Apa?" Mio berkedip kedip bingung.
Mina tertawa lepas dan memeluk Mio, "Hanya bercanda Mioo, aku sepupunya Kei kok." Mina terkekeh dan menepuk kepala Mio pelan. Wajah Mio tampak masih mengolah kalimat Mina
"Ehhhh?!" Mio membelalakkan matanya begitu memahami perkataan itu, "Se-sepupu? bukan pacar dong..?" Mio mengerjap ngerjap tanda masih belum percaya.
"Ey~ jelas tidak" Mina tertawa kecil, Mina mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya di telinga Mio, tangan kanannya tampak menutupi pergerakan bibirnya, "Mau tau gak? Kei gak suka cewek tau." kata Mina dengan suara biasa, seperti ingin menyinggung Kei.
Kei hanya menggeleng kan kepala dan menjitak Mina pelan, "Jangan nyebar Hoax"
Mio tertawa karena kedua saudara sepupu ini, "Sudah lah, jangan saling mengejekk~" Mio masih tertawa dan tersenyum cerah.
"Aaaaa~ heart attack~" kata Mina
"Sudah sudah, ayo makan siang." Kei berlalu pergi sambil menahan senyum
lalu hari itu di lalui dengan mereka bertiga makan dan bermain seharian, mengobrol bermacam hal sedangkan Kei yang tidak tau apa apa hanya diam dan mendengarkan.
Tanpa terasa matahari mulai terbenam. Langit kemerahan dan matahari yang turun perlahan, pandangan cantik yang sering di lewatkan orang orang.
Mio yang sedang duduk di bangku taman Mall itu tersenyum sambil memakan creeps nya
Mina sudah pulang beberapa menit lalu, dan hanya Kei yang menemani nya sekarang.
Mio berhenti memakan creeps nya dan menerima minuman itu dan tersenyum, "Terima kasih, Kei-Senpai." Mio meresap minuman itu dan kembali memakan Creeps nya.
Kei ikut meresap minuman nya dan menatap langit, lalu mengingat kejadian hari ini dan tersenyum kecil.
Kaki kecil Mio terayun ayun dan wajah nya berseri gembira, sepertinya Mio juga menikmati hari ini.
Kei melirik dan terkekeh kecil, "Manis" gumam nya sepelan mungkin, lalu mengalih kan pandangan pada sekitar.
Mio menoleh dan melihat Senpai nya itu dan tersenyum, "Senpai," yang di panggil pun menoleh, "Terima kasih banyak atas hari ini, ini menyenangkan" Mio tersenyum lebar, dia benar benar senang hari ini.
Mio menyelesaikan makannya dan berdiri sambil memegang minuman nya, "Senpai, sudah mau malam, sampai jumpa" Mio masih tersenyum dan membungkuk kan badan nya
"Ah, biar ku antarkan" Kei ikut berdiri dan membuang sisa minuman nya
×××××
Mio membanting tubuh nya di ranjang dan menghela nafas panjang, dia kelelahan setelah keluar rumah seharian.
Dia bahkan belum berganti baju, tapi Mio sudah tertidur pulas dan memasuki alam mimpi.
.
.
.
.
Mio berjalan melewati padang rumput itu sambil merentangan kedua tangannya, membiarkan rumput rumput itu menyapa tangannya, dia menutup mata dan menikmati angin yang sayu sayu menerpa badan nya, dress putih cantiknya ikut menari nari kecil menyambut angin itu.
Mio membuka mata dan tersenyum manis lalu berlari ke arah sesosok pria dan langsung memeluk nya erat.
"Aku sudah menunggu mu" pria itu balik memeluk tubuh mungil Mio. Membuat Mio tersenyum lebar.
"Apa kamu menunggu lama?" Mio mendongak dan tersenyum, dia menatap mata itu, mata yang memancarkan kasih sayang.
Pria itu hanya tersenyum dan membelai rambut Mio lembut.
"Apa kau tidak ingin mengingat ku?"
Kata lelaki itu sambil mengelus pipi Mio, kedua matanya berubah, menyorotkan kesedihan, tetapi bibirnya tetap tersenyum.
Dan semua menjadi gelap, sunyi, lelaki itu tiba tiba menghilang bersamaan
"A-apa? Apa yang terjadi? Ini di mana?" Mio melihat sekelilingnya dengan cepat, Ruangan gelap tak berujung itu, kosong, tidak ada apa apa di sini.
Lalu muncul setitik cahaya di belakang Mio, Mio membalikkan badan dan segera berlari menuju cahaya itu.
"T-tidak akan sempat" dan dia terjatuh, lututnya berdarah, dan begitu dia melihat ke depan, jalan yang berbatu, yang bisa membuatnya terjatuh berkali kali dan menambah luka di tubuhnya.
Mio menghela nafas, dan menutup matanya
Membuat matanya lagi dan melihat langit langit kamarnya.
×××××
TBC