
"Astaga-! Astaga-! Bagaimana bisa aku telat lagi minggu ini-!"
Di pagi hari yang cerah, seorang gadis berlari terburu-buru sambil memegang tali tas di punggungnya, Dia hampir terlambat untuk ke sekolah, dia berlalu dengan cepat ke stasiun kota Osaka yang akan mengantar nya ke sekolahnya.
Begitu sampai di stasiun, dia berhenti di depan Rel kereta, menunggu kereta nya datang, menunggu sambil mengatur nafas dan memegang dadanya agar lebih tenang. Begitu nafas nya tenang, dia berdiri tegak dan merapikan diri nya yg berantakan karena berlari tadi.
Dia tiba tiba terdiam karena mengingat alasan nya terlambat
"Mimpi bodoh-!" katanya sambil bergumam merutuki diri nya sendiri
Flashback satu jam yang lalu
Gadis itu bergelung nyaman di ranjangnya, tidak terganggu dengan Alarm yang sudah menunjukkan keterlambatan nya, gadis itu masih sibuk dengan dunia mimpinya
Dia bermimpi bertemu seorang lelaki di suatu tempat yang indah, lelaki yg bertubuh gagah dan tampan, menatapnya dengan lembut dan menggengam tangannya erat dan hangat seolah tidak ingin kehilangan dia, lalu lelaki itu membawa nya ke taman yang penuh dengan bunga Dandelion
"Lihat, seperti diri mu, simple tapi indah"
Secara bersamaan angin bertiup kencang dan membuat benih benih Dandelion itu terbang ke langit, Dia hanya bisa menatap takjub pemandangan di depan nya.
"Tringggg Tringggg Tringggg" Suara Alarm mulai memasuki telinga nya dan memanggilnya ke dunia nyata, dia terbangun dan melihat jam Alarm nya
"APA?! SUDAH JAM SEGINI?!" gadis itu berteriak panik sambil berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka setelah itu kembali ke kamar untuk memakai seragam nya dengan terburu buru, begitu selesai dia langsung menyambar tas nya yang berada di meja belajar, dan berlari kepintu keluar rumah, memakai kaos kaki dan sepatunya secepat kilat
"Aku pergi dulu-!" Katanya sambil berlari keluar rumah secepat yang dia bisa, melupakan sarapan nya, dan di sini lah dia sekarang
Di stasiun menunggu kereta nya tiba, tepat setelah dia mengakhiri kilas balik nya, kereta cepat itu sudah tiba dan membuka pintunya, gadis itu masuk dan duduk di kursi yang paling dekat dengan pintu keluar.
Dia menutup mata dan menghela nafas begitu melihat jam di hp nya, "Hah~ masih sempat, syukurlah" , Katanya
Tanpa sadar ada seorang lelaki yang duduk di sebelahnya sedang memakai Headphone dan memperhatikan seragam nya, sekali lihat orang itu tau bahwa gadis di sebelahnya merupakan anak sekolahnya, tapi karena tidak pernah melihat nya, mungkin gadis ini adik kelas nya, orang itu tidak memperdulikan nya dan mengalihkan pandangan
7 menit berlalu, dan kereta cepat itu berhenti di stasiun yang kedua orang itu tuju, begitu gadis itu menyadari nya, dia segera berlari keluar dan tanpa sadar menjatuhkan buku pelajaran jepangnya, Buku itu di ambil oleh orang tadi dan menghela nafas
"Aku harus mengembalikan nya, tapi anak itu sudah berlari jauh" lelaki itu berkata dalam hati dan membawa buku gadis tadi di tangannya dan berjalan santai menuju sekolah
×××××
"Mio-chan-! Akhirnya kau datang juga, kenapa kamu terus menerus terlambat minggu ini?" Teman Mio yang merupakan sahabatnya yang bernama Nana yang duduk di depan bangku nya langsung menanyai nya begitu Mio duduk di bangku nya yang terletak di pinggir jendela kelas.
"Hehe, maaf, sepertinya aku terlalu larut dalam mimpi." Mio hanya bisa tertawa kecil dan menyengir
"Mimpi? Mimpi yang sama itu?" Nana yang penasaran pun memutar tubuhnya kesamping dan menatap sahabatnya itu
Mio hanya meletakkan tangannya di atas meja dan menidurkan kepalanya di lengannya,
"Iya, mimpi indah dan misterius itu, terulang terus selama seminggu ini, aku jadi penasaran wajah sebenarnya lelaki itu, kenapa aku hanya bisa mengingat tatapan nya-?!" Mio mengacak acak rambutnya dan mendengus frustasi, Nana yang melihatnya hanya tertawa.
"Sabar atu, siapa tau itu jodoh kan" Kata Nana sambil membenarkan posisi duduk nya menghadap depan karena sang wali kelas sudah memasuki kelas untuk memulai pelajaran.
Mio mendengus lagi sambil merapikan rambutnya, begitu selesai dia menatap keluar jendela dengan tatapan menerawang
Dia mengalihkan pandangan dan memperhatikan guru tanpa mendengar perkataan nya, hanya melihat dan diam. Mencatat pelajaran, Tanpa di sadari sudah waktunya makan siang
Mio tidak membawa bekal nya, menyadari itu dia berjalan keluar dan berjalan ke taman sekolah, berada di kelas selama hampir 3 jam membuatnya suntuk, dia tidak merasa lapar, tapi tiba tiba dia merasa haus, lalu dia berjalan menuju mesin minuman dan membeli yogurt, bersender di tembok sambil menutup mata dan meminum nya dengan tenang.
"Hei, permisi, kau gadis itu kan?" Tiba tiba suara khas lelaki memasuki telinga nya dan menggangu waktu tenangnya, Mio membuka mata dan melirik lelaki itu.
hei tunggu dulu, kenapa dia merasa familiar dengan lelaki itu?
"Hallo? Kau baik baik saja?" Lelaki itu menggerak-gerakkan tangannya didepan wajah Mio yang seolah berpikir
Mio tersadarkan dan merasa sedikit malu, "Ah maaf, apa kita pernah bertemu?"
"Salam kenal, Aku Yamamoto Kei, panggil saja Kei, ini buku mu bukan?" Kata nya sambil memberikan buku bahasa jepang milik Mio
Mio menatap heran sambil menerima buku itu, "Kenapa bisa ada pada mu?"
"Ah itu, kamu menjatuhkan nya waktu berlari dari stasiun" Kei tersenyum hangat dan semakin membuat Mio merasa familiar
"Terima kasih, Aku Aoki Mio, dan sepertinya aku adik kelas mu, salam kenal Kei-kun" Mio sedikit membungkukkan tubuh nya dan membalas senyuman hangat itu dengan senyuman manis
Bersamaan dengan itu, bunyi bell masuk terdengar, "Kurasa sudah saat nya aku pergi, terima kasih atas bantuan nya, Kei-Kun" Mio membungkuk sekali lagi dan berlari kecil sambil memeluk buku pelajaran nya menuju ruang kelasnya.
Tanpa di sadari, Kei terpanah oleh senyuman manis Mio, Kei menutup mulutnya, berusaha menyembunyikan wajah terkejutnya, Kei yang tidak pernah memperdulikan gadis mana pun kecuali ibu nya, tiba tiba terpanah oleh satu gadis. Dia merasa familiar dengan senyum itu, kenapa dia baru merasakan nya sekarang? bukankah dia tadi sudah bertemu dengan gadis itu? Kenapa dia baru menyadari nya?
×××××
Tanpa di sadari, hari ini berlalu dengan cepat, waktu pulang sekolah tiba, dan hal yang paling di sadari oleh Kei adalah, Senyum gadis itu tidak akan pernah bisa hilang dengan mudah, Otak nya menolak untuk melupakan itu barang sejenak saja, dia bahkan tidak mendengarkan yang di bicarakan gurunya sama sekali setelah jam makan siang itu.
Kei yang sedang mengganti sepatunya di loker sepatu yang dekat dengan pintu keluar masuk sekolah, tiba tiba mendengar sesuatu
"Baiklah, sampai jumpa Nana~"
Suara itu!
Kei segera berbalik dengan cepat dan memakai sepatunya dengan terburu buru, lalu langsung berlari mengejar Mio
"Mio! Hei!" Kei memegang tangan Mio menahan nya untuk berhenti berjalan, Mio yang terhenti pun menoleh dan menatap dari tangannya hingga mata orang yang menahan nya itu
"Iya Kei-kun? Ada urusan apa lagi? Bukankah urusan kita sudah selesai saat senpai memberikan buku ku?" Mio menatap heran kepada lelaki yang tampak familiar ini
"Hmm..Berikan nomor mu"
"Hah? Apa?"
×××××
TBC