Crawling In The New World

Crawling In The New World
Chapter 14 : Abu Kematian



"Semuanya jangan bertindak gegabah! Kita pasti bisa memenangkan ini.. " Amir mulai berbicara.


Amir menjelaskan tentang rencananya. Irza, Shela, dan Iqbal nantinya akan menghadapinya Imp A. Gilang, Gita, dan Bella akan menghadapi Imp B. Amir, Nami, dan Kania akan menghadapi Imp C.


Inti dari rencana Amir adalah tiap tim akan menyerang tiap Imp yang sudah di bagi dengan cara mengepungnya terlebih dahulu.


Dengan begitu pastinya Imp tersebut akan lebih kesulitan jika harus menghadapi tiga orang sekaligus. Mungkin rencana ini terdengar licik dan kotor. Namun, tetap saja ini masalah hidup dan mati. Amir dan teman-temannya memiliki keuntungan dalam hal jumlah, namun minim akan pengalaman.


Jadi mengepung adalah hal paling mudah dan efektif untuk mereka saat ini.


Amir juga memberi tahu bahwa, sepertinya para Imp memerlukan waktu jeda sebelum mereka menggunakan sihir nya kembali, jadi pancing mereka menggunakan itu terlebih dahulu. Sehingga momen terbaik untuk menyerang adalah saat jeda penggunaan sihir nya.


Kemudian, para Imp juga memiliki ekor. Untuk Imp yang terbang akan memberi kesulitan lebih, jadi jika bisa tangkap ekor nya. Dengan begitu mereka akan bisa membatasi ruang gerak Imp itu, dan bisa memanfaatkan hal itu juga untuk menyerang.


Terakhir, Amir juga memperingatkan. Untuk tidak perlu menggunakan skill untuk saat ini. Karena Amir tau tiap skill teman-temannya saat ini membutuhkan satu Skill Point dan karena mereka saat ini baru level satu maka, jumlah Skill Point mereka masih lima.


Untuk mengisi kembali Skill Point mereka harus beristirahat ataupun bermeditasi. Namun, hal itu tidak akan mungkin di lakukan di medan perang.


Ditambah Imp sendiri adalah monster tingkat rendah, yang tidak memiliki armor dengan kulit yang tidak keras. Harusnya dengan serangan biasa saja sudah cukup untuk mengalahkan mereka.


Akhirnya semuanya pun mengangguk paham, dan mencoba rencana sederhana milik Amir.


Irza masih menghadapi Imp A, namun kali ini tujuan dia tidak untuk melukai Imp tersebut namun untuk memancing sihir mahkluk itu.


Ia mundur ke belakang, dan menarik-narik empat jari nya di hadapan Imp A. Seperti menantang mahluk itu untuk segala menyerang dirinya.


Disisi lain Iqbal dan Shella bergerak memutari Imp A dengan memastikan diri mereka tidak di perhatikan mahkluk itu.


"Yahahaha!" Impa A tertawa.


Dari tangannya muncul sebuah bola api.


Irza sudah besiap-siap untuk menghadapi bola itu, kuda kudanya ia kuatkan. Dirinya bersiap untuk melompat.


*Whoosh!


Bola api dari Imp A meleset ke arah Irza.


Irza melompat ke kanan dan kemudian bergulung di atas tanah, Bola Api itu akhirnya luput dan mengenai tanah di tempat sebelum Irza melompat.


"Sekarang!" Irza berbicara dengan nada tinggi.


Dari belakang Imp A, Shela sudah bersiap siap.


"Monster Jelek!" Teriak Shela sembari memukukkan tongkat sihir nya ke arah kepala Imp A.


Tongkat milik Shela, terbuat dari kayu dengan ujungnya merupakan besi ringan dengan sesuatu semacam kristal yang berada di tegah nya.


Walau mungkin serangan dari tongkat Shela tidak bisa membunuh Imp, tapi seharusnya sudah cukup membuat monster itu merasa pusing untuk sesaat.


"Hiyaaa!"


Imp A berteriak, pukulan dari Shela sepertinya cukup membuat mahkluk itu kesakitan.


Imp A terbang dengan terhuyung-huyung,dia menjadi kehilangan keseimbangan untuk sesaat.


"Horaaaa!!!" Teriak Iqbal.


Dirinya memanfaatkan keadaan itu untuk meraih ekor Imp A lalu membanting nya di atas tanah.


"Hiiiii!"


Impa A berteriak kembali dan meracau kata-kata yang Amir dan teman-temannya tidak ketahui. Sepertinya mahkluk itu saat ini merasa ketakutan, ia sudah tau bahwa nyawanya saat ini berada di ujung tanduk.


"Irza lakukan!!!" Teriak Iqbal.


"Uh.. iya.. sebentar.. baiklah.. "


Namun dia sedikit ragu-ragu. Irza ingin mengakhiri ini secepat mungkin , namun entah kenapa saat melihat Imp A tak berdaya dia merasa kasihan.


Tapi dia mengingat kembali, bahwa di dunianya saat ini berlaku makan atau dimakan. Mau tidak mau ia harus bisa beradaptasi.


"Maaf... "


Irza meminta pengampunan sebelum akhirnya melayangkan tebasan ke arah perut Imp A dan akhirnya membelah tubuh monster itu.


Dalam waktu beberapa detik setelahnya mata Imp A terlihat kosong, kemudian tubuh monster itu berubah menjadi tumpukan abu dan meninggalkan sebuah potongan kirstal berwarna ungu di antara abu nya.


Gilang, Gita, dan Bella saat menghadapi Imp B pun mengikuti rencana Amir. Mereka langsung mengepung mahkluk itu.


Imp B melihat ke sekeliling nya dan menyadari bahwa dirinya sedang terpojok.


Ia mengatakan beberapa kalimat yang tidak bisa di mengerti, namun dari nadanya mahluk itu terdengar sangat marah.


"Aku pancing dia, kak Gita siapkan panah. oke?" Gilang memberikan jempol ke arah Gita.


Gita pun hanya menggangguk tanda dia setuju.


"Woi lihat aku! Aku disini!" Gilang berusaha membuat suara-suara untuk mengalihkan fokus Imp B kepada dirinya.


Imp B yang mungkin terasa terganggu atas tingkah Gilang pun berteriak seperti monyet yang marah ke arah dirinya.


Kemudia tiba-tiba sesuatu menembus bahu Imp B dari belakang, dan Gilang dapat melihat sebuah mata anak panah mencuat dari bagian depan bahu monster itu.


"Bagus Kak Git!' Ucap Gilang mengapresiasi serangan dari Gita yang tepat sasaran.


Namun mahkluk itu belum mati ia hanga terhuyung dan kemudian jatuh di atas tanah dengan posisi tengkurap.


Bella mengarahkan ujung tongkat nya langsung ke arah Imp B, sepertinya ia ingin melepaskan skill [FIRE BOLT].


"Tidak perlu Bel! Simpan skill mu! " Perintah Gilang.


Dia berlari ke arah Imp B kemudian melompat sebelum akhirnya ia menusukkan dua belati miliknya ke punggung Imp B.


"UGHHK!"


Imp B kemudian meregang nyawa, sebelum akhirnya berubah menjadi abu dan meninggalkan sebuah kristal berwarna ungu.


"Haha, gila mudah sekali! Tidak menantang." Ucap Gilang sembari menebaskan kedua belati nya di udara.


"Kita baru saja membunuhnya." Ucap Bella dengan membuang muka ke arah tanah.


"Maafkan kami.. " Gita mengungkapkan penyesalan nya.


Dari ketiga tim sepertinya, tim milik Amir yang tidak berjalan mulus.


Imp C bergerak dengan begitu gesit dan ia memainkan belatinya begitu tangkas.


Sedari tadi Imp C belum mengeluarkan sihir nya, Amir khawatir jika menyerang secara langsung saat ini maka mahkluk itu akan mengeluarkan sihirnya di jarak yang tidak mungkin Amir hindari.


Saat ini Amir, Kania, dan Nami juga sedang mengepung mahkluk itu dengan melingkarinya.


Imp C menerjang Amir dengan belati yang sudah dia siapkan untuk menebas leher Amir.


Amir langsung menahan belati itu dengan perisainya.


Imp C kemudian menggunakan tangan satunya yang bergerak bebas untuk mengeluarkan sihir Api. Amir mengetahui hal itu dan segera ingin melompat untuk menghindar.


Namun dari belakang Kania sudah mendekat dan hendak memukul Imp C dari belakang, Tiba-tiba Imp C memutar tubuh nya dan mengarahkan Bola Api di tangannya ke arah Kania kali ini.


Kania pasti tidak siap akan hal itu, Amir kemudian melakukan sebuah tindakan cepat.