Crawling In The New World

Crawling In The New World
Chapter 13 : Hutan Geeylig



Mereka mulai berjalan memasuki hutan, dengan adanya kabut membuat pandangan mereka sedikit terhalangi, Amir terkadang mematahkan ranting pohon di sepanjang perjalanan mereka sebagai pertanda yang nantinya akan berguna ketika berjalan pulang.


Dalam hutan Geeylig saat ini begitu sunyi, bau, dan beberapa kali mereka bisa mendengar suara jangkrik ataupun kodok. Hutan Geeylig juga memiliki rawa-rawa jadi Amir dan teman-temannya berhati-hati agar tidak masuk ke daerah yang berlumpur.


Amir dan teman-temannya menelusuri hutan semakin dalam namun belum terlihat sesosok Imp yang saat ini mereka cari.


"Hoii! Keluar kalian Imp sialan!" Gilang berteriak di tengah keheningan.


"Hei Gilang, jangan berteriak. Bagaimana kalau yang muncul justru bukan Imp?!" Shela menegur.


"Alah memang apa masalahnya? Daritadi kita belum menemukan satu pun monster untuk di basmi. Aku sudah tidak sabaran. " Gilang masih mengeluh, dirinya terlihat memainkan belait miliknya dengan memutar-mutar di antara jarinya.


"Banyak omong kamu Gilang, lagipula apasih hebatnya Class Rogue. itu cuman Class pengecut! " ejek Iqbal.


Saat ini Gilang mengenakan baju berbahan kain, dengan sepatu dan sarung tangan berbahan kulit, pada bagian bahu dan siku terpasang besi ringan sebagai pelindung tubuh nya, dia pun saat ini menggunakan sebuah tudung kepala.


Penampilan nya benar-benar menggambarkan sebagai sosok pembunuh di balik bayangan.


"Huh? bicara sesukamu Bal! lebih baik aku daripada Class Bard. Class macam apa itu, hanya bisa memainkan lagu. Kau kira kita sedang ikut ajang pencarian bakat? " Jawab Gilang dengan nada mengejek.


"Setidaknya aku tidak akan bermain licik, dan akan menghadapi musuhku secara langsung."


"Oh ya?! Keren sekali kau Bal! Nah daripada ngomong terus mending mainin satu lagu. "


"Iya benar, Kania juga bosen nih. Ayo Iqbal mainin satu lagu! " Kania menambahkan sembari bertepuk tangan.


"Lebih baik jangan, kalo aku memainkan lagu di tempat seram seperti ini. Nanti suasana hutan akan menjadi ceria,maka tidak akan cocok untuk habitat monster. Kasian lah masa mereka kita gusur. " Iqbal berkata sembari tersenyum genit.


Mata Amir masih melihat kesana kemari dengan penuh waspada, sampai dia tidak menghiraukan obrolan tidak penting dari teman-temannya.


Sampai pada akhirnya dari kumpulan kabut di depannya, Amir melihat seberkas cahaya berwarna merah. Cahaya tersebut semakin dekat, hingga Amir akhirnya tau bahwa itu sebenarnya adalah sebuah bola api yang melesat ke arah dirinya dan teman-temannya.


"MENDUDUK!" Perintah Amir dengan suara lantang.


Semuanya yang mendengar itu langsung secara reflek merendahkan tubuh nya, bahkan ada yang berjongkok.


Namun entah mengapa Gilang telat merespon hal itu dan dia terkena bola api secara telak tepat di dada nya dan membuat tubuh nya terpental ke belakang beberapa meter.


"Gilang!!" Gita berteriak dan segera menghampiri adiknya yang terkapar di atas tanah.


"Argh! Panas! Siall!"


Gilang kemudian bergulung-gulung di atas tanah berusaha memadamkan api yang berkobar di dadanya.


"Seburuk apa keadaannya?! " Gita sedikit mengangkat tubuh Gilang dengan api yang sudah padam di dadanya.


"S-sial, uhuk! Rasanya seperti aku akan mati, uhuk! " Gilang mengatakan itu sembari terbatuk-batuk.


Panas dan rasa sakit perih yang tidak tertolong menjalar di seluruh tubuh nya, bahkan membuat bajunya harus berlubang dan meninggal kan bekas gosong dimana-mana.


"Jangan mengatakan hal yang sembarangan, Nami bisakah kamu menyembuhkan Gilang? " Ucap Gita meminta tolong.


"T-tentu! " Nami langsung bergeras menghampiri Gilang.


Ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas luka Gilang, kemudian cahaya tercurah dari tangannya itu dan berkontak ke luka Gilang, secara perlahan luka tersebut menutup dan sembuh sepenuhnya.


Itu adalah Skill yang di miliki oleh Cleric yaitu [HEALING] , dimana Nami dapat menyembuhkan berbagai luka pada seseorang namun memerlukan durasi. Durasi ini tergantung dari seberapa parah luka yang di derita targetnya.


Di saat Nami sedang sibuk untuk menyembuhkan tiba tiba dari dari arah lain melesat kembali sebuah bola api, namun beruntung nya bola api itu luput dan mengenai tanah yang berada di samping Nami.


"Ada Dua?! " Mata Gita terlihat tajam.


Ia kemudian langsung mengambil panah dari wadah di punggung nya dan memasang pada busurnya.


Gita menarik anak panah nya, kini ujung panah milik nya mengeluarkan cahaya kelap-kelip, panah nya pun ia lepaskan ke arah lesatan Api sebelum nya.


[FOCUS SHOT] itu adalah skill Class Ranger yang baru saja Gita lepaskan, Skill itu membuat lesatan panah Gita bergerak lurus menuju target lesatan, dengan menghiraukan belokan yang di sebabkan oleh angin.


Namun, tidak terdengar suara seperti mahkluk yang menjerit kesakitan ataupun tubuh yang terjatuh, apa itu berarti tembakan Gita meleset?


"Hehehe.. hehehe.... hehehe...."


"Hehehehe.. hehehehe... hehehe... "


Terdengar suara tawa yang saling bersautan, kemudian dari kabut tipis muncul sesosok mahkluk bertkulit merah dengan tubuh seperti anak kecil, botak, bertanduk, tanpa memakai baju, dan memiliki sayap seperti seekor kelelawar. Jumlahnya nya ada dua, dan mereka sedang terbang mengitari Amir dan teman-temannya sembari tertawa.


Tunggu,mahkluk ini merupakan Imp. Tidak salah lagi ciri-cirinya sesuai dengan yang Amir ketahui dalam sebuah buku yang ia baca, namun saat ini mereka bersayap dan bisa terbang. Ini berbeda dengan yang Amir ketahui, apakah dia kurang mencari informasi sebelum datang ke hutan ini?


"Aku akan mengurus yang satu itu" Ucap Irza sembari memberi isyarat bahwa dia ingin melawan Imp A.


Dengan sebuah pedang panjang milik nya, ia berusaha mengejar Imp A, ketika mencapai jarak yang ideal. Irza mengangkat pedang nya kemudian sebuah cahaya kelapa kelip muncul di sepanjang bilah nya [HEAVY SLASH].


Namun sayangnya tebasan itu berhasil di hindari oleh Imp A, dia terbang dengan bermanuver ke sisi kiri Irza.


Irza pun mengikuti gerak mahluk itu dan bersiap menyerangnya nya kembali,[HEAVY SLASH] ia kembali menggunakan skill nya Imp itu berhasil menghindari lagi.


"Hehehehe.. "


Tiap berhasil menghindari Imp A akan mengeluarkan tawa seperti mengejek.


Irza pun mulai terpancing emosi dan melayang kan tebasan secara tidak terkontrol, sehingga tidak ada tebasan yang mengenai Imp A, dan sekali lagi ia menggunakan [HEAVY SLASH] dan lagi- lagi Imp A berhasil menghindar.


Disisi lain, Imp B mengaluarkan bola api dari tangannya dan melemparkan itu ke arah Gita, Gilang, dan Nami yang saling berdekatan.


[FIRE BOLT]


Sebuah bola api juga melesat dari ujung tongkat milik Bella dan bertabrakan dengan bola api milik Imp B, sehingga bola api itu bisa di hentikan sebelum mengenai target nya.


"Terimakasih Bel!" Ucap Gita


"... " Bella hanya menggangguk, dapat terlihat ia saat ini sedang kesulitan bernafas.


"Kania akan membantu!"


"Aku juga!"


Ucap Kania dan Iqbal secara bergiliran.


[FOREST FENRIR]


[MELODY OF WAR]


[FOREST FENRIR] Adalah Skill Class Druid dari milik kania, dimana ia dapat memanggil roh serigala untuk membantu nya di medan tempur dalam batas waktu 30 detik.


Kini tubuh semua orang di selimuti cahaya merah karena [MELODY OF WAR] milik Iqbal.


"Mahkluk sialan! berani-beraninya kau membakar baju dinas ku satu-satu nya" Teriak Gilang yang kemudian langsung melompat dan berlari mengejar Imp B


Serigala milik Kania juga berlari dari arah berlainan ke arah Imp B juga.


Secara bersamaan ketika sudah dekat Gilang dan Serigala melompat untuk mencapai jangkauan serang kepada Imp B yang sedang terbang.


Namun naas mereka berdua justru saling bertabrakan dan tersungkur.


"Hehehehe.. heheheee" Imp B tertawa kembali dan kembali terbang kesana kemari.


"Irza awas aku akan menyerang nya! " Ucap Shela.


"Huh?"


Irza yang sedang sibuk menyerang Imp A tidak siap atas peringatan yang di berikan oleh Shela.


[LIGHT OF BIND]


Shela melepaskan skill miliknya bersamaan saat dia memperingati Irza, sebuah bola cahaya melesat ke arah Irza. Sebenarnya niat Shela adalah mengincar Imp A namun karena posisi mahkluk itu terhadang oleh tubuh Irza, maka Shela memperingati lebih dulu.


Namun sayangnya Irza tidak sempat merespon dan justru terkena bola cahaya itu, seketika cahaya itu berubah menadi seperti tali dan mengikat tubuh bagian atas nya, membuat kedua tangan Irza saat ini tidak bisa bergerak bebas.


Itu adalah efek dari skill [ LIGHT OF BIND ] yang akan mengikat target selama 10 detik.


"Maaf za! " Shela mengucapkan Itu dengan perasaan panik.


"Yahahaha! " suara tawa kembali terdengar namun kali ini bukan dari Imp A ataupun Imp B.


Amir menyadari ada Imp ketiga yang akan hadir, samar-samar Amir dapat melihat sesosok Imp berlari mengarah ke Irza dengan membawa sebuah berlati dengan gestur ingin menusuk.


Imp C yang kali ini muncul tidak memiliki sayap, Amir kemudian langsung berlari ke arah Imp C.


Ia menggunakan tameng nya untuk menghadang ujing belati Imp C, bersamaan dengan itu ia merobohkan tubuh nya kedepan sehingga membuat dirinya bergulung di atas tanah dan Imp C sedikit terpental ke belakang dan juga tejatuh.


Amir langsung berusaha bangkit, ia memandagi sekeliling, semuanya terlihat kacau. Teman-temannya terlihat kewalahan melawan Imp, padahal jumlah mereka hanya tiga.


Spell Cost pun seperti nya teman-teman Amir gunakan dengan tidak efektif, serangan yang dilakukan tidak memiliki adanya koordinasi ,dan begitu mentah.


Amir menyadari bahwa semua teman-teman termasuk dirinya hanyalah para amatir, latihan yang mereka lakukan selama ini tidak pernah di sesuaikan dengan kondisi lapangan. Itu yang membuat mereka semua tidak siap.


Apakah mereka harus mundur? Amir mulia memikirkan itu sesaat. Namun, Amir merasa jika mindur sekarang maka mereka tidak akan memiliki keberanian lagi untuk berburu.


Amir berusaha berfikir cepat dalam momen ini.


"SEMUANYA DENGARKAN AKU! " Tiba-tiba Amir berteriak dengan lantang.