
Di suatu tempat yang sangat asing,dimana langit berwarna warni bagai aurora,pijakan nya ber gunduk gunduk dengan warna seputih salju dan tekstur se empuk kapuk,serta kabut kabut tipis memenuhi ruangan namun tidak mengganggu jarak pandang. Sebuah meja bundar berdiri dengan kelima kursi yang di isi oleh sebuah eksistensi yang di pahami sebagai Dewa dan Dewi.
Wujud mereka terlihat samar hanya seperti siluet cahaya yang membentuk suatu perawakan yang berbeda beda. Namun ada satu yang terlihat begitu jelas, ia tampak seperti anak kecil,berjenis kelamin laki-laki dan berumur sekitar 11-12 tahun, ia duduk bersila di atas salah satu kursi tersebut sembari memainkan bidak bidak catur di atas sebuah papan,ia adalah salah satu dewa yang menamai diri nya sendiri sebagai,King.
Atmosfir ketegangan yang tercipta di meja itu seperti tidak mengusik sedikit pun suasana hati King, pertemuan meja bundar para Dewa Dewi ini adalah sebuah peristiwa yang begitu langka. Mungkin dalam 5000 tahun, hal seperti ini hanya akan terjadi 1 kali.
"Dengan segala hormat, ku ucapkan terimakasih atas kehadiran kalian para Dewa dan Dewi yang agung.Aku yakin kalian semua sudah mengetahui alasan mengapa kita semua harus berkumpul diantara meja bundar yang sakral ini, namun untuk menyatukan persepsi kita semua, maka aku akan mengatakannya.Salah satu dunia yang kita cintai sebentar lagi,tepat nya dalam kurun waktu 2 tahun, akan hancur" Salah satu dewa dengan suara yang memberikan kesan bijak membuka pembicaraan.
"Semoga perlindungan kita senantiasa menyelimuti seluruh umat,semua dunia tidak akan bertahan secara kekal. Akan datang waktu penghakiman bagi mereka yang membangkang,dan berbahagialah bagi mereka yang selalu taat. Jika memang sudah waktunya terjadi Kiamat, maka sudah tidak ada lagi pertolongan bagi mereka" Salah seorang Dewi dengan suara seperti perempuan paruh baya menanggapi.
"Tidak, dalam kalender Surga seharusnya dunia yang kita maksudkan ini belum saat nya terjadi kiamat. Dunia itu akan hancur karena sebuah krisis, dimana ras yang masih mentaati kita akan punah seluruhnya.Menyisakan mereka yang kafir dan menentang keberadaan para dewa serta menutup diri dengan adanya cahaya ilahi"
"Para ras buangan itu yang kita maksud,Iblis.Jika mereka menjajah suatu dunia maka mereka akan menggerogoti nya secara perlahan,dan lama kelamaan dunia tersebut akan busuk. Hal tersebut tidak bisa di biarkan! " Sang Dewa dengan suara seperti pria muda bergabung dalam pembicaraan.
Sesaat suasana nya menjadi hening, dan King masih saja sibuk bermain dengan bidak bidak catur milik nya.
King disini,juga sebagai salah satu dewa yang mengatur dunia. Ke-empat dewa dewi yang hadir juga termasuk dirinya,bertanggung jawab dengan dunianya masing masing. Namun jika terjadi masalah di antara dunia mereka dan hal itu dirasa sangat genting maka sebuah pertemuan seperti ini akan di laksanakan.
Namun, sikap King yang terlihat acuh sebenarnya tidak serta merta demikian. Pembahasan mengenai masalah dunia yang sejak tadi di singgung itu tak lain adalah dunia yang menjadi tanggung jawab King. Permasalahannya berawal dari beribu tahun yang lalu, saat sebuah ras buangan yang di sebut iblis menjajaki dunia nya membuat kerusakan dan peperangan dimana mana. Selain iblis terdapat delapan ras lainya, yaitu Human, Half-Beast, Dwarf,Dragonborn, Wood Elf, High Elf, Dark Elf, dan Tiefling. Mulanya 9 ras hidup dengan menguasai wilayah masing masing di setiap penjuru dunia.
Namun Ras Iblis yang tamak mulai mencoba menginvasi seluruh wilayah.Iblis begitu kuat hingga semua ras lain berhasil di pukul mundur,memaksa ke-8 ras menekan ego nya dan menyingkirkan kebanggaan masing masing sebagai sebuah ras demi membentuk sebuah federasi dan mendiami satu wilayah yang sama untuk saling melindungi. Walaupun begitu peperangan masih sedikit di unggulkan oleh para Iblis,membuat kerugian perang masih banyak di alami federasi ras. Hingga ketika semuanya sudah putus asa, para pahlawan pemberani nan gagah muncul, mereka akhirnya berhasil mengalahkan Raja Iblis.
Namun rupanya Raja Iblis tidak benar benar mati, ia hanya tersegel dan akan bangkit sebentar lagi, tepatnya 2 tahun dari sekarang.Jika itu terjadi sudah di pastikan kali ini federasi ras akan kalah. Karena sudah tidak adanya para pahlawan. Dan hal itu sudah benar benar King pahami, maka dia tidak terlalu tertarik dengan basa basi para dewa dewi. Karena pada akhirnya semua itu butuh solusi, dan pasti tidak ada yang akan menawarkan satupun. Karena begitulah sifat para dewa dewi yang hanya mementingkan umat nya saja. Pada akhir nya pertemuan ini lebih terasa seperti penghakiman daripada rapat, hanya saja atmosfer nya belum benar benar terbentuk,dan King tidak ingin membiarkan hal seperti itu terjadi, karena dia akan malas mendengar para Dewa Dewi berusaha menggurui nya,sampai saat ini dia masih menunggu waktu yang tepat untuk membuka mulut.
“Tunggu dulu, bukan kah dunia yang kita bicarakan saat ini itu adalah dunia milik King. Namun, sedari tadi ia belum mengatakan sepatah kata pun, sebagai Dewa yang bertanggung jawab atas Dunia Levilona. Seharusnya dirimu lebih banyak berbicara,apakah kau tidak peduli dengan umatmu? ” Dewa dengan suara parau memecah keheningan.
"Apa pendapat mu soal ini, King?" tanya Dewa dengan suara bijak, nada nya terdengar serius dan begitu menyudutkan.
King menarik bibirnya, membentuk senyuman percaya diri. Wajahnya mendongak ke atas dan mulai memandangi ke-empat Dewa lainnya satu persatu.
Pertemuan ini untuk menghakimi ku? Omong kosong! Akan ku tunjukkkan bahwa diriku adalah raja dari para Dewa Dewi, menyelesaikan masalah ini adalah sepele bahkan kemarin aku sudah memikirkan solusinya sembari buang air besar.
King berdehem demi melegakan tenggorokan nya, ia sekarang sudah benar benar siap membuka mulutnya untuk membeberkan pendapat yang super keren bagi nya, tapi tunggu dulu apakah seorang Dewa memang sepantas nya memiliki watak seperti ini?
“ya ya ya~ aku tau sebenarnya kalian semua disini ingin meragukan ku kan? Aku tau apa yang ada di kepala kalian. Memang benar selama beribu tahun aku selalu tidak berkompeten, tapi untuk persoalan ini. Aku sudah lebih serius, oh tidak! akan ku koreksi kembali, supeerrr serius bahkan super duper mombastis seriussss. Jadi jangan salah, King yang Agung akan memberikan solusi untuk umat yang ia kasihi” Jawab King,salah satu matanya terpejam sembari melipat kedua tangan di depan dada.
"Jadi, apa solusi yang kau tawarkan King?"
"Hmm solusi ya.." King tampak berfikir, atau mungkin sebenarnya pura pura berfikir?jari telunjuk nya ia putar putar ke atas untuk mendramatisir aksinya .
“Sebenarnya aku kurang yakin juga sih.."
Perkataannya tersendat karena ia kecpolosan dan menunjukan sifat ketidak kompetenan nya kembali,walaupun Dewa dia pun mengutuk dirinya sendiri karena lagi lagi menunjukan sisi ketidak kerenan dirinya.
"Oh maaf,maksudku bukan begitu. Aku sudah memikirkan ini dengan matang, serius serius!tadi itu hanya... Kalian taulah semacam kebiasaan saja! Uhuk!" Ia pura pura batuk.
Ia kemudian berdiri di atas kursinya, memperlihatkan postur tubuh nya yang benar benar seperti bocah manusia,King menggebrak meja dengan segenap kekuatan nya. Bahkan sebagai dewa yang agung, King tidak sebegitu kuat sampai membuat meja itu hanya berbunyi 'Tuk..'
"Aku sudah menyiapkan nya!Bidak-bidak catur yang akan menendang bokong si Raja Iblis idiot itu!hahahahaha!!!" Ia tertawa terbahak bahak menghadap langit dengan kedua tangan memegang pinggulnya.