
..."Jangan hancurkan mental mu hanya demi manusia."...
...-Zevan Saputra-...
...********...
...-GRUP CAP KAKI TIGA-...
Zevan: Hallo guys!
[Mengirim foto]
Nolan: Dih, kenapa lo Van? Dahi lo pakai ditempel begituan. Alay!
Zevan: Gua sakit Lan, gak peka an banget sih lo jadi temen.
Alvaro: Halah gaya lo, bilang aja tadi lo sengaja gak masuk sekolah biar bisa menghindar dari pelajarannya Bu Gina, tadi kan waktunya ulangan.
Zevan: Gua beneran sakit Al, gak percaya lo?
Nolan: Yah enggaklah, itu lagu lama lo Van, mana ada orang sakit malah main handphone, bener gak Al?
Alvaro: Yoi bre.
Zevan: GUA SAKIT PANAS, BUKAN KOMA!!!
^^^Cakra: Owh.^^^
Zevan: Huwaa Cakra, Om Alvaro sama Om Nolan jahat. Dia gak percaya kalau gua sakit, hiks.
Nolan: Umur gua masih tujuh belas tahun yah, jangan main panggil Om! Dasar kakek Zevan!
Zevan: Mbah Nolan.
Nolan: Buyut Zevan.
Zevan: Moyang Nolan.
Nolan: Lo bisa diem gak sih!
Zevan: Lo yang mulai duluan!
Alvaro: Berantem kok di WhatsApp, di lapangan dong, entar gua yang bawa golok sama celurit.
Nolan: [Emot batu]
Zevan: [Emot batu]
Zevan: Guys, ke rumah gua yuk! Mumpung sepi, bentar lagi orang tua gua mau keluar, jadi gua di rumah sendirian.
Alvaro: Ada makanan gak? Entar cuman air putih doang.
Zevan: Kalian bertiga lah yang bawa, masa gua. Gua udah sediakan tempat, gantian lo semua yang beli makanan.
Nolan: Tamu adalah raja, lagian lo sebentar lagi kan mau jadi calon.
Zevan: Calon apaan?
Nolan: Calon babu.
^^^Cakra:^^^
^^^Udah, gua aja yang bawa makanannya hitung-hitung buat jenguk si Zevan juga, dia kan lagi sakit. Al Nolan, lo berdua yang bawa minuman yah.^^^
Nolan: Oke.
Alvaro: Siap komandan.
Zevan: Hiks terimakasih trio besti ku, tenang aja di rumah gua juga ada es sirup kok, sama cemilan di kulkas, kalau kurang masih ada cadangan.
^^^Cakra:^^^
Zevan: Oke gua tunggu.
...°•••CAKRASENJANA•••°...
-Ruang tamu.
"Zevan, Mama pergi keluar dulu yah sama Ayah, kalau di rumah ada apa-apa langsung telepon Mama. Nanti secepatnya kita berdua bakal pulang," ujar Mama Zevan.
"Beres Ma, kalian berdua hati-hati yah! Gak perlu mikirin aku di rumah, aku baik-baik aja kok," jawab Zevan agar Mama juga Ayahnya tidak perlu merisaukan tentang keadaannya.
"Sebenarnya kita berdua juga terpaksa sayang, harus ninggalin kamu waktu sakit begini. Tapi Tante kamu di sana lagi hamil mau lahiran, dia butuh Mama sekarang," cemas Mama Zevan karena harus meninggalkan anak laki-lakinya sendirian.
"Iyah Ma enggak apa-apa kok, Zevan bukan anak kecil lagi. Oh yah Ma, habis ini temen-temen Zevan mau datang ke sini, boleh kan?"
"Siapa? Tiga anak itu yah? Boleh kok, Ayah izinin," sahut ayah Zevan.
"Makasih banyak Yah," jawab Zevan senang.
"Iyah, ini Ayah kasih kamu uang, mungkin aja nanti kalian laper mau beli sesuatu," tambah Ayah Zevan memberikan selembaran uang berwarna merah, dengan nominal satu juta.
"Yah, banyak banget uangnya, kalian perginya cuma sebentar aja kan?" balas Zevan seraya menerima uang tersebut.
"Iyah cuman sebentar, palingan nanti malem pulang."
"Tapi ini uangnya?" Zevan masih bingung harus digunakan untuk apa uang sebanyak itu, padahal mereka hanya pergi sebentar, tapi meninggalkan uang sebanyak itu kepada dirinya.
Nasib jadi anak laki-laki tunggal kaya raya, Zevan memiliki orang tua yang sangat kaya dan beberapa perusahaan terkenal. Jadi tidak heran, kalau Zevan sangatlah dimanjakan oleh mereka.
Apa hal ini membuat laki-laki tampan berlesung pipi itu memiliki sifat sombong? Tentu saja tidak, malahan Zevan berpenampilan sederhana dan tidak terlalu berlebihan.
Dia lebih nyaman menggunakan kaos polos, Hoodie, serta celana pendek daripada memakai baju bermerek terkenal dengan harga yang fantastis.
"Mama sama ayah berangkat dulu yah sayang, kamu jaga diri baik-baik di rumah," pamit Mama Zevan dan mulai berjalan pergi keluar rumah dengan sang Ayah mengekor di belakangnya.
"Iyah Ma, kalian berdua hati-hati yah! Titipin salam Zevan buat Tante," Zevan melihat kedua orang tuanya masuk ke dalam mobil.
Beberapa menit kemudian, selepas kepergian orang tua Zevan terdengar suara ketukan berasal dari pintu rumah. Lalu, Zevan berlari-lari kecil menuju sumber suara.
"Eh, kalian sudah dateng, cepet banget," ujar Zevan kepada Alvaro, Nolan, dan Cakra yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya, mereka bertiga datang dengan membawa dua kantong kresek berisi makanan.
"Sakit apa lo, badan kuat gitu, alasan," cibir Nolan.
"Lo jangan bikin gua marah yah Lan, yaudah yuk masuk, kita ngobrol di dalem aja," balas Zevan malas meneruskan pertengkarannya dengan Nolan, mengajak ketiga temannya itu untuk masuk ke dalam rumah.
Kira-kira, kalau laki-laki main ke rumah temennya itu ngapain aja yah?
Banyak, mulai dari main game, makan, ngopi, ngobrolin tentang masa depan, pengalaman masing-masing, keluarga, bahkan politik. Dinosaurus yang sudah punah pun bisa jadi bahan topik buat mereka, jadi terserah mau bahas apa aja, yang penting asik.
...********...
-Di depan rumah Senja.
Telah sepuluh menit berlalu namun Senja masih tidak berani mengetuk pintu, gadis berponi manis itu masih saja berdiri di depan pintu, pikirannya kacau ia berusaha mencari alasan, kira-kira kalimat apa yang akan pertama kali dia ucapkan apabila bertemu dengan Nenek.
Disaat-saat Senja masih sibuk bergelut dengan isi pikirannya sendiri, tiba-tiba suara decitan pintu membuyarkan lamunannya, Nyonya Madam Nenek kandung Senja sekarang sudah berdiri di hadapannya.
"Senja kenapa masih berdiri di luar?" tanya Nyonya Madam memandang cucu perempuannya mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala, dia dibuat syok dengan keadaan Senja yang sungguh berantakan.
"Senja sayang, dandanan kamu kok kotor banget Nak? Siapa yang melakukan ini sama kamu?" tanya Nyonya Madam khawatir.
Senja berpikir, "tadi di sekolah Senja di kira sama temen-temen lagi ulang tahun Nek, makanya dikasih kejutan," jawab Senja menggunakan bahasa isyarat, gadis itu berusaha tersenyum sebisa mungkin.
"Owalah, begitu yah, anak jaman sekarang memang ada-ada aja kelakuannya, yasudah ayo masuk dulu! Langsung mandi yah!" ucap Nyonya Madam meminta Senja untuk segera masuk ke dalam rumah.
"Nenek tahu, kamu pasti bohong Senja," batin Nyonya Madam sedih.
...°•••CAKRASENJANA•••°...