
17 tahun kemudian.
Aku bermimpi. Aku memasuki sebuah bangunan tua megah. Sebuah bangunan
pemerintahan Belanda. Tembok besar berwarna putih menjulang tinggi. Aku memasuki bangunan itu waktu itu aku berusia 20 tahun. Disana tidak ada orang 1 pun. Seperti masuk kedalam rumah hantu yang masih bagus terawat. Aku berjalan masuk sendirian dan ketakutan. Aku berjalan menghampiri sebuah meja dan bersembunyi dimeja itu. Kupegang meja itu dan banyak debu halus menempel dimeja itu. Saat kuperhatikan debu dijariku. Ada 2 orang yang tidak bisa kulihat wajahnya dan pakaiannya menangkapku dan menarik kedua tanganku. Saat itu aku sangat sangat ketakutan dan aku terbangun dari mimpiku.
***
1 tahun kemudian, aku memasuki sebuah rumah Tiongkok kuno yang ada di kota Semarang. Ada perasaan aneh saat masuk ke tempat itu. Aku merasa sangat ketakutan. Kaki ku terasa lemas. Dada ku terasa sangat sakit. Seperti ada seseorang yang berjalan mengikuti dibelakangku sejak aku masuk ketempat ini. Seseorang yang kurasakan tidak terlihat itu seperti menarik jiwaku dari depan. Rasanya badanku tidak enak. Kakiku semakin lemas dan jiwa ini terasa ingin lepas dari raganya. Tapi pikiranku masih bisa kukendalikan. Aku menolak tubuhku ketakutan dan aku lawan dengan mengalihkan pikiranku berbicara dengan temanku, Angelina.
***
Setelah dewasa, aku kerap merasakan sakit hati yang luar biasa. Dadaku terasa sesak dan hatiku sangat sedih tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Aku suka menangis tiba-tiba saat hatiku terasa sedih dan dadaku sesak.
***
Seperti biasa, setelah aku kelelahan bekerja, kepalaku sangat sakit. Tiba-tiba saja aku tidak sadarkan diri saat aku di dapur.
Aku tersadar dalam mimpi yang sangat-sangat menakutkan lagi. Kali ini lebih menakutkan dari mimpi-mimpiku sebelumnya.
Aku di era modern berada disebuah bangunan Tiongkok kuno dengan halaman bangsal yang terbuka dan sangat luas. Di bangsal itu ada 3 peti mati orang Tiongkok kuno.
Peti mati pertama terbuka dan seorang mayat laki-laki terbangun dari peti mati itu dan duduk. Mayat itu loncat dari peti dan berdiri mencari seseorang. Orang-orang yang hadir disitu semua berlari ketakutan membubarkan diri. Mayat itu berjalan dan mencari seseorang hingga mayat itu keluar dan dipukul terjatuh. Mayat itu dibakar oleh seorang biku.
Mayat di peti mati kedua terbangun. Seorang wanita tua juga terbangun dan keluar dari peti untuk mencari seseorang. Dan wanita itu ternyata mencariku. Wanita tua itu berhasil menangkapku dan membawaku ke alamnya. Kulihat alam itu adalah kehidupan di jaman lampau. Aku sangat ketakutan. Dan entah bagaimana aku bisa keluar dari alam itu. Sedangkan wanita tua itu tertinggal di alam tempat dia berasal.
Aku tiba lagi di era modern. Setibanya, kulihat mayat di peti ketiga bangun dan berdiri di depan mataku. Seorang pria sekitar umur 40 tahun. Aku lebih takut. Dan aku berlari mencari sebuah tempat terpencil untuk bersembunyi. Mayat ketiga ini lebih kuat dan hebat dari kedua mayat sebelumnya.
Aku bersembunyi disebuah celah tembok. Nafasku terengah-engah ketakutan. Aku berkeringat banyak. Kulihat dari sisi ekor mataku, mayat ketiga itu berjalan menuju tempatku tanpa ragu. Dia segera menemukanku. Sedangkan aku yang sudah terjepit di celah tembok sudah tidak bisa berkutik selain menyerah. Aku hanya ketakutan. Mayat ketiga itu menemukanku dan menarik bajuku dan membawaku ke alamnya. Akupun dengan ketakutan yang sangat luar biasa tidak bisa melawan.