
Ciara berjalan tergesa-gesa menuruni tangga sembari menenteng tas ransel di pundaknya. Ciara langsung mengambil roti yang ada diatas meja makan dan memakannya dengan cepat.
"Makannya pelan-pelan Ra"
"Aduh, mah. Ini Ciara udah telat, Ciara harus cepet-cepet berangkat!"
Belum habis roti yang tadi ia makan, Ciara langsung berlari keluar dari rumah saat melihat jam yang menunjukkan pukul 06.50
"Mah, Ciara berangkat!"
"Hati-hati!"
Ciara berlari dengan cepat meninggalkan rumahnya dan menuju kearah halte bus yang tak jauh dari kawasan perumahan tempat ia tinggal. Tampak sudah ada bus yang berhenti didepan halte, Ciara mempercepat langkahnya. Namun Bus itu terlanjur pergi setelah penumpang terakhir naik.
"Tunggu pak!"
"Pak, berhenti sebentar pak!"
Ciara berteriak dari kejauhan, namun suaranya tidak terdengar oleh supir Bus itu. Supir Bus itu justru membawa bus itu semakin cepat sehingga Ciara tidak sanggup berlari lagi karena jaraknya sudah terlalu jauh.
"Aduh, habis gue. Pasti nanti dihukum sama Pak Yogi!"
"Woi!" Seorang pengendara motor berteriak kepada Ciara karena Ciara berdiri ditengah jalan dan menghalangi jalan pengendara motor itu.
"Minggir, atau gue tabrak?!"
"Iya, iya, sabar!"
Ciara mendengus kesal dan segera kembali ke tepi jalan. Pengendara motor itu memperhatikan Ciara dari atas sampai bawah, membuat Ciara jadi bingung. Ciara menatap balik pengendara motor itu.
"Kenapa lihat-lihat?"
"Lo yang kemarin di Malioboro kan?"
"Iya, kok mas nya bisa tahu?"
Pengendara motor itu membuka helmnya, ia menatap Ciara kesal.
"Woi, udah gue bilang gue itu perempuan. Masih bisa-bisanya manggil gue mas" kata cewek itu.
"Oh, lo yang kemarin nolongin gue kan? Yang pake jaket baseball?"
"Iya, itu gue. Lo masih SMA kan? Lo SMA dimana?"
"Gue di SMA 2 Yogyakarta"
"Wih, kita satu sekolah. Tapi kok gue jarang liat Lo disekolah? Udah, ayo naik! Gue anterin" ajak cewek itu.
"Wah, beneran?"
"Kalo lo ngga mau, ya udah gue tinggal"
Cewek itu menyalakan mesin motornya dan hendak pergi meninggalkan Ciara, namun Ciara langsung berlari dan mencegah cewek itu pergi.
"Eh, eh, jangan! Please, gue ikut! Ya, ya, ya?"
"Buruan naik!"
Ciara tersenyum senang, ia langsung naik keatas motor cewek itu. Cewek itu langsung menancap gas dan membawa motor itu dengan cepat.
"Woi, Woi! Lo kalo bawa motor ngotak dikit kek!" kata Ciara sambil menepuk-nepuk bahu cewek itu.
"Ini gue bawa motornya udah pelan kok!"
"Pelan apanya? Lo bawa motor kayak orang kesurupan!"
Tak sampai 5 menit mereka akhirnya sampai di SMA 2 Yogyakarta. Padahal jarak antara rumah Ciara dan sekolahnya sangat jauh, jika naik bus bisa sampai 15 menit. Setelah memarkirkan motor, Ciara langsung turun dari atas motor.
"Makasih ya, gue ke kelas dulu" kata Ciara
"Wait! Kita belum kenalan, nama lo siapa?" tanya cewek itu
"Ciara!" seru Ciara tanpa menoleh kearah cewek itu.
"Gue Helen!"
"Ngga nanya!"
"Yee, dasar adek kelas!" batin Helen.
Kring! Baru saja Ciara menginjakkan kakinya masuk kedalam kelas, bel sudah berbunyi menandakan jam pelajaran pertama. Ciara menghela napas lega, untung ada Helen tadi. Jika tidak, bisa-bisa dia nanti dihukum sama Pak Yogi keliling lapangan gara-gara terlambat.
Ciara menghampiri tempat duduknya, tampak Cakra sudah duduk manis di kursi samping tempat duduk Ciara sambil menatap heran Ciara.
"Kok tumben kamu telat?" tanya Cakra.
"Kamu kesiangan?" tanya Gino.
"Pasti kemarin kamu ngga tidur kan, makanya kesiangan?" kata Cakra.
"Nanti pas istirahat, mau ke kantin?" ajak Gino
"ADUH! UDAH JANGAN NANYA DULU!" Ciara menutup kedua telinganya, cewek itu pusing dengan kedua laki-laki yang sibuk melontarkan banyak pertanyaan kepada dirinya.
"Kamu kenapa? Kok tiba-tiba marah? Kamu lagi datang bulan?" tanya Cakra.
Ciara yang baru saja ingin duduk di bangkunya langsung menatap tajam Cakra, Cakra langsung mengalihkan pandangannya.
Selang beberapa menit Pak Andi, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia datang kedalam kelas itu.
"Selamat pagi anak-anak!" Sapa Pak Andi.
"Baik anak-anak silahkan dikeluarkan bukunya, hari ini bapak punya tugas untuk kalian" Pak Andi tersenyum, wah ini tanda-tanda tugas kelompok.
"Aduh pak, baru kemarin presentasi, masa tugas lagi?"
"Iya loh pak, kami ini sudah sangat tertekan dengan presentasi"
"Tugas individu aja ya pak? Kalo kelompok susah pak, nanti ujung-ujungnya ngga selesai"
"Mendingan jam kos aja pak"
Pak Andi hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap murid-murid, ia lalu mengambil spidol dan menulis sesuatu di papan tulis.
TEKS PROSEDUR, itu yang ditulis oleh Pak Andi.
"Jadi anak-anak, tugas kalian hari ini adalah mencari informasi mengenai teks prosedur, mulai dari pengertian, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, dan contohnya"
"Tugas ini dikerjakan secara individu dan akan dipresentasikan besok Sabtu"
"HAH? YANG BENER PAK?" Semua murid-murid kaget.
"Udah ngga usah protes, silahkan kalian kerjakan tugasnya. Bapak tinggal sebentar, soalnya pagi ini bapak ada tugas jaga di lab" Hari ini kelas 12 ada ujian sekolah, jadi beberapa guru diminta untuk menjaga di Lab menjaga kemungkinan jika ada anak-anak yang menyontek saat ujian sedang berlangsung.
"Horeee, jam kos!"
"Ayo putar musik, kayaknya kelas sebelah juga jam kos!"
"Widii, jam kos!"
Murid-murid bersorak gembira, biasanya kalo guru-guru sudah pergi untuk menjaga di Lab nanti pasti bakal jam kos sampai istirahat. Kan lumayan tuh, bisa bebas ngapain aja di kelas hehe.
"Ciara, kamu gimana?" tanya Cakra dan Gino bersamaan. Kedua cowok itu saling bertatapan sinis lalu membuang muka satu sama lain.
"Ayo ngerjain bareng aku, nanti aku bantuin deh" kata Gino
"Sama aku aja, nanti aku sekalian kasih jawabannya" sahut Cakra tidak mau kalah.
"Bareng aku aja" ajak Gino
"Ra, sama aku aja" sela Cakra.
"Udah! Gue mau ngerjain sendiri, udah kalian diem atau gue tabok nanti pake sepatu!" ujar Ciara sambil menatap tajam kedua cowok itu.
Jujur, selama beberapa hari ini Ciara agak sedikit lelah dengan sikap Gino dan Cakra yang kerjanya cuma bertengkar terus, membuat mood nya hancur. Ada saja yang mereka ributkan, seperti jadwal piket, rebutan tempat duduk disamping Ciara, rebutan penghapus, rebutan pulpen, ah pokoknya banyak lah! Pokoknya tidak ada hari tanpa bertengkar.
"Ciara, nanti mau ngerjain tugasnya bareng aku ngga?" Gino tersenyum cengengesan sambil menatap Ciara yang masih cemberut.
"Em, boleh"
"Ya udah, mau dirumah aku aja?"
"Okey, nanti sore ya?"
"Gue ikut!" Cakra menatap sinis Gino, sementara Gino hanya tersenyum tipis kearah Cakra. Mereka seperti anjing dan kucing saja.
"Lu ngga usah ikut!" kata Gino
"Terserah gue!" Cibir Cakra.
Ciara menghela napas dan menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Gini dan Cakra yang tidak ada habis-habisnya.
"Oke nanti, kita ketemu di rumah Gino" kata Ciara.
.......
.......
Visual karakter:
Cakra Mahesa
Ciara Grace Natalie
Devandra Axel
Albertus Theo Samuel
Vino Rafael Pratama
Gino Satriya Bimantara
.......
.......
Oke itu untuk visual karakter nya semoga kalian suka
Halo semuanya jangan lupa vote dan like ya, makasih udah mampir ❤️💐✨