
Hari ini sikap Ciara kepada Cakra sangat aneh, setiap gadis itu bertemu dengan Cakra dia pasti langsung membuang muka dan memasang wajah jutek.
Kini jam telah menunjukkan pukul 14.00, bel belum berbunyi dan banyak murid-murid yang mengomel karena seharusnya ini sudah jam untuk pulang.
"Bu, ayo doa Bu!"
"Ini udah jam 2 lho bu, ayo Bu"
"aaa, gue pengen pulang"
"Sabar anak-anak" kata Bu Anita yang mengajar jam pelajaran terakhir di kelas itu.
KRIIING! Sesaat kemudian terdengar suara bel berbunyi, sontak murid-murid langsung berbondong-bondong keluar menuju ke halaman sekolah. Ciara yang duduk di bangku paling belakang berjalan menyelip diantara murid-murid yang berlomba-lomba untuk pulang.
"Aduh!" Ciara terjatuh saat seseorang tak sengaja menabraknya dari belakang.
"Ra, kamu ngga pa pa?" Cakra berjalan mendekati Ciara dan mengulurkan tangannya kepada gadis itu, namun Ciara tidak menghiraukannya dan berjalan pergi meninggalkan Cakra.
"Lah, malah ditinggal" Guman Cakra.
Cakra hanya tersenyum dan berjalan menyusul Ciara yang semakin menjauh, rasanya Cakra ingin tertawa melihat wajah Ciara yang tampak marah.
Wajahnya semakin lucu saat dia marah.
"Ciara" Panggil Cakra.
"Apa?" Kata Ciara ketus.
"Ayo pulang bareng!" ajak Cakra antusias sambil merangkul Ciara.
"Ngga, aku naik gojek nanti" tolak Ciara dengan wajah yang masih cemberut.
"Nanti uang kamu habis, udah ayo sama aku"
"Udah aku bilang enggak, ya ngga mau Ca" balas Ciara dengan melepaskan tangan Cakra dari bahunya.
Cakra menarik tangan Ciara dan mencegah gadis itu pergi, "Kamu kenapa? Kok tumben kayak gini? Kamu marah?"
"Ngga, aku ngga marah" kata Ciara.
"Tapi dari muka kamu tuh kelihatan marah gitu? Tuh, tuh, liat muka kamu udah kayak kuntilanak"
Plak! Ciara langsung memukul dahi Cakra, Cakra meringis kesakitan dan menatap Ciara sambil tersenyum tipis, "Sakit Ra!"
"Rasain!"
Ciara berbalik dan pergi meninggalkan Cakra, namun kalimat yang diucapkan Cakra membuat gadis itu menghentikan langkahnya sejenak.
"Kamu cemburu?" ledek Cakra.
Ciara menoleh, "NGGA! Aku ngga cemburu! Siapa juga yang cemburu" balas Ciara kesal.
Cakra berjalan seperti anak kecil mendekati Ciara dan menggoda gadis itu, "Iya kan? Kamu cemburu kan? Oh, jadi kamu cemburu liat aku sama Helen tadi didepan kelas?" tanya Cakra bertubi-tubi.
"Ngga!"
"Waah, Ciara cemburu. Berarti kamu suka dong sama aku? Iya kan? Iya kan?" Kata Cakra.
"NGGAAA! Udah diem! Males aku dengerin suara kamu!" kata Ciara ketus.
"Berarti kamu suka sama aku Ra? Iya kan? Ya kan?" tanya Cakra.
Plak! Ciara memukul dahi Cakra lagi karena kesal dengan pertanyaan cowok itu yang bertubi-tubi. Ciara memutar bola matanya malas dan segera menuju ke halaman untuk memesan gojek.
"Ra!"
Cakra tidak menyerah, ia langsung menggendong gadis itu dan membawanya menuju ke mobilnya. Ciara tersentak dan langsung memukul punggung Cakra.
"CAKRA!"
"Kamu ngapain? Turunin ngga!" Kata Ciara yang masih memukul punggung cowok itu.
"Ngga mau" balas Cakra.
Halaman sekolah masih tampak ramai dengan murid-murid, murid-murid yang melihat tingkah Cakra dan Ciara langsung bersorak dan bersiul mendukung mereka.
"Woii Cakra, ceilah langsung sat set nih"
"Waah si anak baru itu gendong Ciara cuy!"
"Cieee Ciara sama Cakra!"
"Langgeng ya"
"Ngga usah malu, liat tuh banyak yang dukung kita" ledek Cakra sambil tersenyum kemenangan.
"Udah turunin aku Ca! Ini banyak orang lho" kata Ciara.
Cakra tidak menghiraukan ucapan Ciara, setelah sampai di mobilnya, ia menurunkan Ciara dan meminta gadis itu untuk masuk kedalam mobil.
Cakra membuka pintu mobil dan mempersilahkan Ciara masuk, dengan wajah kesal gadis itu masuk kedalam mobil.
"Mukanya ngga usah cemberut kayak gitu Ra" Cakra terkekeh melihat wajah Ciara.
"Gimana aku ngga kesel coba, kamu tadi gendong aku mama banyak orang lagi! Nanti kalo misalnya ada yang ngira kita pacaran gimana?"
"Kalo misalnya nanti anak-anak pada nyebarin gosip kalo kita pacaran gimana? Nanti kalo ketahuan sama guru BK gimana? Apalagi kalo nanti bisa ketahuan sama ortu aku gimana?" Ciara melontarkan banyak pertanyaan dan omelan kepada Cakra namun hanya dibalas dengan anggukan oleh cowok itu.
"Aaa!" Cakra meringis kesakitan saat Ciara tiba-tiba langsung menjambak rambutnya dengan keras.
"Lepasin Ra! Ah, aaah!"
Ciara melepaskan rambut Cakra dan menatap cowok itu dengan kesal, "Ya habisnya kamu juga sih!" kata Ciara kesal.
"Eh, eh, ini kita mau kemana?" tanya Ciara saat melihat ini bukan jalan menuju kerumahnya.
"Kita ke Cafe, kan kamu belum makan siang. Aku juga laper nih" jawab Cakra.
"Ngga! Aku mau langsung pulang!" tolak Ciara.
"Terserah, kita sore ini ke Cafe. Ngga ada penolakan" Kata Cakra sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Ciara.
Tak berapa lama kemudian, mereka sampai di sebuah Cafe. Dakara Kopi, itu nama cafenya. Cafe yang cukup terkenal dan banyak dikunjungi orang-orang karena tempatnya yang Instagram able, dan makanannya yang enak.
"Kita kesini?" tanya Ciara saat Cakra menghentikan mobilnya di parkiran Cafe.
"Ngga, kita ke kuburan" jawab Cakra sambil keluar dari mobilnya.
"Yee, kan aku cuma nanya" balas Ciara mendengar jawaban Cakra.
Mereka keluar dari mobil dan berjalan memasuki Cafe itu, Ciara mencari tempat duduk sementara Cakra sedang memesan di kasir. Ciara melihat sekeliling, Cafe ini lumayan luas dan tempatnya sangat menarik, rasanya ingin Ciara mengambil foto disini namun sedang banyak pengunjung.
"Ra" Sapa Cakra seraya duduk disamping Ciara.
"Kamu duduk disana, jangan disini" Ciara menunjuk kursi yang ada dihadapannya.
"Aku maunya disini, ngga boleh?" tanya Cakra sambil menopang wajahnya dengan satu tangan.
"Ngga! Kurang jelas, aku bilang ngga" kata Ciara sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Cakra.
"Bodo amat" balas Cakra yang mendapat tatapan tajam dari Ciara.
Ciara mendorong cowok itu agar menyingkir dari sampingnya, namun hal itu tidak membuat Cakra pindah. Cakra justru dengan santainya melihat ponsel dan tidak menghiraukan tingkah Ciara yang terus mendorong dirinya agar pindah tempat duduk.
"Ayo Ca, pindah"
"Ngga mau, wleee!" Cakra menjulurkan lidahnya kearah Ciara.
Selang beberapa menit seorang pelayan dari Cafe itu menghampiri meja Cakra dan Ciara untuk mengantarkan pesanan.
"Ini pesanannya ya, selamat menikmati" ucap pelayan itu ramah.
"Makasih mas" kata Ciara dan Cakra bersamaan saat pelayan itu hendak pergi.
Ciara dan Cakra langsung bertatapan, lalu Ciara membuang muka dan segera menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja.
"Makasih" kata Cakra.
"Sama-sama" balas Ciara. Ciara menoleh dan melihat wajah Cakra dengan kebingungan.
"Lah kok jadi kamu yang bilang makasih?" tanya Ciara.
"Biar kamu ngga lupa terimakasih sama aku, ini udah aku traktir lho" kata Cakra.
"Iya, makasih mas-Cakra" kata Ciara penuh penekanan.
Cakra tersenyum dan menatap gadis itu lekat. Ciara tampak lucu dimatanya, apalagi saat wajahnya marah dia tampak seperti emak-emak yang habis ngomelin anaknya.
"I love you" Guman Cakra.
Bersambung ......
Halo guys, jangan lupa untuk vote dan like ya. Makasih udah dukung karya aku selama ini, ❤️💐✨