
Rozt membuka peti itu perlahan-lahan
"emm...
apa ini tidak salah?!"
tanya rozt dengan wajah bingung.
"(yang benar saja, pedang itu hanya seukuran jari telunjuk!)"
"rozt, pedang ini adalah salah satu pedang langka yang menyerap energi sihir pengguna nya"
jawab Lambert.
"Jadi maksudmu?"
Lambert mengambil pedang mini itu dan meletakan nya di telapak tangannya.
*Swusshh....!!!
Pedang tersebut sekejap membesar seukuran pedang yang ada dipinggangnya.
"astaga pedang itu membesar!
tapi itu juga terlalu besar untuk ku gunakan"
protes, rozt.
"Aku tahu biar ku jelaskan.
Pedang ini adalah pedang yang mengkonsumsi mana si pengguna selama menggunakannya.
jadi pedang ini agak sulit untuk digunakan apalagi dalam pertarungan.
aku saja hanya bisa menggunakan nya paling tidak 15 detik"
jelas, Lambert.
benar saja setelah 15 detik pedang itu menyusut ke bentuk semula
"Kau tahu, pedang ini bahkan lebih spesial dari pedang lainnya. pedang ini seperti pedang yang lapar akan mana.
dia akan terus menyerap mana pengguna nya selama pertarungan.
kau sendiri tahu akan apa yang akan terjadi jika seseorang benar-benar kehabisan mana.
Sebab itu lah paman Jie tak pernah menjualnya pada siapa pun"
Rozt terdiam sejenak. dia masih berusaha mencerna apa yang di jelaskan Lambert.
"aku memperhatikan mu saat latihan tadi. aku menyadari kau orang yang aneh"
"Aneh?"
"ya, Kau hampir menghancurkan seluruh tempat latihan oleh petir mu itu, tapi kau sama sekali tak terlihat lemas. bagaimana bisa orang normal melakukan hal itu."
"tapi... itu.."
rozt terlihat cangung.
"ada apa tuan?"
tanya, paman Jie.
"(petir itu bukan sihir kan, apa bisa?!)"
Rozt terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"(sudahlah, tak ada salahnya ku coba)"
"berikan aku pedangnya."
Lambert lalu memberikan pedang itu pada rozt.
Rozt perlahan menyentuh dan meletakkan pedang itu di telapak tangan nya.
"Baiklah pedang, kudengar kau sangat kelaparan. jika tidak keberatan makan lah petir-petir ku!"
rozt mulai mengalirkan Petir dengan jumlah besar pada telapak tangan nya.
*Sreettt....
*Sreetttt.....!!!
"Sekarang bolt pikirkan bentuk pedang yang sesuai dengan mu."
Lambert berteriak cukup keras.
"Baik-Baik!"
Rozt berusaha berkonsentrasi, membayangkan bentuk pedang yang ia inginkan.
"Sekarang pedang, Berubah lah!"
Petir-petir yang dialirkan rozt lenyap.
Seperti terhisap sesuatu.
"(ah, apa yang terjadi?!
apa pedang ini, menghisap habis petir yang ku alirkan tapi dia bahkan tak bertambah besar sedikitpun)"
Rozt benar-benar tak mengerti dengan situasi ini. Petir yang dia alirkan tidaklah sedikit namun seketika bisa lenyap.
Lambert dan paman Jie pun tak bisa berkata apa-apa, mereka baru saja melihat aliran petir sekejap dihisap sampai habis. sungguh pemandangan yang tidak masuk akal.
"Sial, apa kau sangat kelaparan hah?!
Baiklah.
Rozt mengalirkan seluruh petir yang ada di tubuhnya pada pedang itu.
Makan!!!
Ayo Makan lah!!!"
situasi di ruangan itu sangat kacau petir menyambar keseluruh toko.
Paman Jie hanya bisa menunduk ketakutan, sementara Lambert berusaha menghentikan Rozt.
"h...hei berhenti rozt, kurasa ada yang salah dengan pedang itu.
Jika kau terus memeberinya makan kau akan kering."
"aku ingin lihat seberapa lapar dia."
*Hiyaaaa!!
tiba-tiba pedang itu mengeluarkan aura biru yang mencurigakan.
"Paman...!!!
apa yang terjadi?!
kenapa setelah diberi makan sebanyak itu dia malah mengeluarkan aura begitu?"
Mendengar kata-kata Lambert, paman Jie yang tadi hanya menunduk, perlahan bangun untuk melihat aura yang di katakan Lambert.
"haaaaaaa!
Tuan lambert aku tak percaya bisa melihat ini dalam hidupku.
Pedang ituu....
dia...
dia akan bervolusi."
Rasa takut paman Jie mendadak sirna, kini ia terlihat sangat antusias dengan kejadian itu.
"Tuan rozt aku tak tau apa yang kau lakukan tapi apapun itu Bertahanlah sebentar lagi"
Paman jie meneriaki rozt dengan wajah yang sumringah.
"Waaaaaaaa....!!!
sudah sebanyak ini, dia masih belum kenyang.
dasar pedang serakah!
tidak masalah sampai seharian pun kau memakan petir-petir ku.
Aku tak akan kehabisan petirku sama sekali!"
*Hiyaaaaaahhh!!!!"
pedang itu bergetar kencang sekarang dia berusaha melepaskan diri dari cengkraman rozt.
"Wahahaha kau sudah kenyang.
tidak-tidak makan lah lagi, makan!
makannn!!!"
Paman jie terlihat sangat antusias melihat kejadian itu sementara lambert wajahnya penuh rasa khawatir.
*Swessshhhh
Pedang itu berusaha memberontak di tangan rozt
"(wahaha, ku rasa dia kekenyangan)"
"Berhasil!
dia membesar
dia membesar...!"
teriak paman jie
*Swusssshh...!!
pedang itu akhirnya membentuk sempurna seperti pedang yang ada dipikiran rozt
"Baiklah karena kau sudah menyerah aku akan hentikan petir-petirku"
"WOAAHHH HEBAATTT...!!!
Tuan rozt selamat!
anda sudah berhasil menjinakan nya.
seperti nya sekarang dia benar-benar mengakui anda sebagai majikan nya"
"apa maksudmu paman?"
tanya Lambert.
"Tuan lambert lihat lah!
pedang itu bahkan tak kembali menjadi kecil, padahal tuan rozt sudah tidak mengalirkan petir padanya."
"Jadi maksudmu dia?"
"Benar dia sudah kenyang!
Dia sudah berhenti menyerap sihir pengguna nya.
Dia berevolusi!
"Hei paman jie!
kau tak bisa seperti itu!
pedang itu berevolusi berkat kekuatan rozt"
Lambert terlihat kesal karena perkataan paman Jie.
"yah..
tapi maaf saja aku tidak jadi menjualnya"
"paman!!!
Kau ini!!
Lambert menarik pedang nya dan menodongkan nya pada paman Jie.
"cukup lambert!
jika dia memang tak ingin menjualnya kita tak bisa memaksanya"
"Tuan rozt memang bijaksana walau masih anak-anak"
"Baiklah paman pedang ini akan aku kembalikan pada mu"
"Ah... tuan rozt memang sangat pengertian"
rozt melemparkan pedang itu padanya.
"paman, kau salah besar jika bilang pedang itu sudah tidak menyerap sihir lagi, bahkan dia menyerap lebih banyak mana sekarang.
dia seperti nya trauma pada petir ku jadi dia berhenti menyerapnya. aku takut, jika ada orang yang menggunakan nya akan langsung terhisap sampai kering. itu saja dariku
Baiklah ayo pergi.. bert!!"
"Tidak-tidak itu tidak mungkin
kau salah tuan rozt, setelah dia berevolusi dia sudah jinak aku sangat yakin"
"Hei-heii paman jie.
kau sangat yakin dengan dirimu.
kalau begitu kenapa tidak kau coba saja.
tapi kau tau kan.
kalau kau mati aku akan menjarah semuanya"
lambert tersenyum meledek nya.
Keringat dingin bercucuran dari kepala nya setelah mendengar kata-kata lambert
"(Hehh tak kusangka orang seperti lambert bisa melakukan intimidasi)"
"Ayo rozt, hari sudah mau gelap"
"Ttt.. tunggu tuan rozt..!!!
Kalau kau memang sangat menginginkan nya aku bisa menjual nya pada mu dengan harga khusus"
"Jadi berapa-
"40 koin emas.. aku akan menjualnya padamu."
"(Hahh... mahalllllll
aku hanya membawa sekitar 3 keping dikantung ku"
"Ahh.. sayang sekali
aku tak punya sebanyak itu paman jadi lupakan saja."
"Jadi berapa yang kau punya?"
Rozt menunjukan padanya 3 jari.
"30??"
"bukan, hanya 3 keping!!
"Haaahhh, bukan nya kau seorang pangeran kenapa uang saku mu sedikit sekali?!"
"Aku mengatakan yang sebenarnya paman."
"Haah maaf kalau begitu,, aku tidak bisa menjualnya-
"tunggu paman aku akan menambahkan 7 koin emas bagaimana paman?"
Lambert memotong pembicaraan mereka.
"apa yang kau ingin kan bert!?"
rozt menatap tajam lambert namun
dia hanya tersenyum dan meremas pundak rozt.
"Terima saja paman, aku takut pedang itu membawa hal negatif kedalam toko mu.
lagi pula siapa yang mau membelinya?
resiko nya terlalu tinggi
jika ada pembeli yang mati di toko mu, reputasi tokomu bisa hancur"
*Haaaahhhh...
paman Jie menghela nafas nya
"kau memang hebat dalam bernegosiasi tuan.
baiklah aku setuju, 10 koin emas"
"YOSHAAAA MANTAAP JIWAAA..!"
Teriak lambert
"(Hahh... kok perasaan gw gaenak ya)"
~
~
~
"Baiklah ini emas mu paman.
senang berbisnis dengan mu.
"yah.. Sama-sama tuan.
maafkan aku atas sikap tidak sopan ku tadi"
"Tak usah dipikirkan, aku tau kau orang yang baik."
"Hmmm....
jangan lupa datang lah lagi!!"
mereka berdua akhirnya meninggalkan toko dengan rasa gembira.
"jadi bert.
bisa kau jelaskan apa tujuan mu membantuku?"
"haahh.. kau ini bicara apasih?
dan juga apa-apaan itu memanggilku bert. bert, dari tadi.
aku ini lebih tua dari mu, kau harusnya menghormati ku kan."
"Haahh..
nama mu terlalu panjang jadi aku singkat saja"
"hehh paling tidak panggil aku kak"
"mana sudi!"
"Bwahhahaa"
~
~
~
dalam perjalanan pulang mereka melihat sekelompok orang yang terlihat seperti para anak-anak bangsawan terlihat sedang membully satu anak rakyat jelata.
"Hoi.. bert?
rozt menujuk kearah itu.
"cih... mereka!"
Bert berlari mendekati mereka.
"Berhenti! Klop, sadam, Rika
apa yang kalian lakukan?!"
Lambert tiba-tiba langsung memarahi anak-anak bangsawan itu.
"Hooh kak lambert,
dari mana kau tiba-tiba datang merusak suasana saja.
kau ingin menjadi pahlawan?"
*hahahaha!!
tawa anak-anak itu
"Rasakan!"
*BUGHH!!
salah satu anak itu memukul wajah lambert dengan keras.
"Sudah lah berhenti menganggu kami kak, kami sedang bersenang-senang
bukankah seharusnya kau berlatih"
"Ya benar, lanjutkan latihan tidak berguna mu itu sana"
"hahahaha!!!"
mereka menertawai Lambert.
Lambert kali ini memperhatikan ketiga nya dengan tatapan tajam.
"Kalian...!"
Bert mengepalkan tangan nya seakan bersiap untuk meluapkan emosinya.