Best Magic

Best Magic
Episode 3 : Takdir dan Misi Yang baru



"Dewi, Aku datang seperti yang kau minta."


"hum...


baiklah silahkan masuk rey.."


pintu pun terbuka dengan sendirinya dengan ajaib.


terlihat Athena sedang duduk dikursi megahnya, dia melambaikan tangan nya pada rey dengan senyum manis diwajahnya.


wajah rey memerah melihat senyuman itu. dia lalu bergegas masuk dan duduk di kursi panjang yang ada disamping ruangan.


Athena lalu bangkit dari kursi megah itu dan menghampiri rey.


"Bisa kah kau mulai menjelaskan, sebenarnya apa yang terjadi pada ku?"


"hum...


tentu saja."


athena lalu memegang pundak rey dan berkata pelan-pelan


"hari itu...


kamu sebenarnya memang sudah mati.


setelah kematian mu itu aku membawa mu kesini."


"ah...


jadi begitu ya.


yah...


memang tidak masuk akal jika aku bisa tetap hidup setelah tertembak seperti itu."


senyum pahit diperlihatkan rey setelah mendengar penjelasan athena.


"rey...!


dengar kan aku dulu.


sebenarnya ada sesorang yang menginginkan kematian mu, dan berdoa padaku untuk mengabulkan permintaannya."


wajah rey berubah menjadi sangat terkejut dan rasa penasaran muncul begitu saja.


"hahhhh!


siapa???


siapa yang mengingginkan kematian ku?"


"Seorang nenek tua, dia lah orang yang memintanya.


kau sendiri pasti mengenalinya kan."


"Jangan-jangan!


nenek yang sebelumnya ku berikan makanan?!"


"Benar tapi-


"hahh....


aku sudah menduga nya, sepertinya dia tak menyukai makanan yang kuberikan lalu mengutuk ku yah..."


rey menundukan kepalanya.


"aku belum selesai bicara, dia memang berdoa untuk kematian mu tapi alasannya bukan karena makanan."


Athena tertawa kecil sambil menutup mulut dengan tangan nya.


"haah lalu dosa apa yang aku lakukan sehingga dia mengutukku ?"


"Begini rey...


dia sama sekali tak mengutuk mu kok.


Saat muda, Nenek itu terus memberi manfaat kepada orang-orang disekitarnya.


Karena itu para dewa memeberikan nya sebuah anugerah.


dia ingin kau mati karena dia di berikan kemampuan untuk mengetahui masa depan sesorang.


dia lalu melihat sedikit masa depan mu kau tau apa yang dia lihat?"


"tentu tidak."


"hum....


dia melihat masa depan mu dipenuhi penderitaan yang tak ada habisnya menempa mu, saat itu lah dia bersungguh sungguh berdoa agar kau di hindarkan dari penderitaan mu itu."


"haah!!!


lalu Dewi, apakah benar masa depan ku hanya dipenuhi penderitaan saja?.."


"ehhh entahlah...


aku juga tak bisa melihat masa depan sesorang."


"haah!!!


bukannya kau adalah dewi?!


seharusnya kau pasti tau masa depan manusia kan?!"


"dengar rey...


nampaknya kau meremehkan masa depan, masa depan tak semudah itu ditentukan.


menilai sifat manusia bukan lah hal mudah jadi masa depan akan terbentuk dari sifat manusia itu sendiri.


dan aku prediksi jika sifat mu terus seperti ini aku agak yakin bahwa yang dikatakan nenek itu benar."


rey kembali tertunduk lesu dan ada kesedihan yang mendalam pada dirinya sekarang.


"memangnya...


memangnya apa yang salah dengan sifat ku!?"


"aku selalu.. selalu melakukan yang terbaik dalam hidup seperti yang diajarkan nenek"


sedikit air mata menetes saat rey mengatakan itu.


Athena kembali mendekatkan wajahnya. dia mengusap air mata yang ada di wajah rey.


"kau benar.


aku selalu memperhatikan mu loh.


kau menjalani hidup mu dengan sangat baik.


tapi karena sifat mu yang terlalu baik itu kau nantinya akan sering dimanfaatkan orang-orang yang mengambil keuntungan dari kebaikan mu itu


orang-orang itu hanya akan membawa penderitaan untuk mu rey."


senyuman athena terlihat jelas didepan mata rey yang sekejap menghilangkan kesedihan nya itu.


"jadi dewi, karena itu lah kau membawa ku kesini."


"kau benar, aku ingin memberikan mu kehidupan yang baru.


kehidupan yang layak untuk orang seperti mu."


"kehidupan layak, maksudmu aku akan kembali ke dunia ku lagi?"


"bukan!


bukan begitu.


dunia ini sangat berbeda dengan dunia mu yang sebelumnya


dunia ini mungkin akan mengajarkan mu untuk tidak terlalu banyak berbuat baik"


"apa maksudmu nyonya aku sama sekali tak paham dengan itu."


"begini..."


Athena membelai rambut rey dan bicara pada nya.


tapi dunia ini sangat berbeda dengan dunia mu sebelumnya.


dunia ini seperti hal nya dunia fantasi, sama halnya yang ada pada cerita dongeng.


disana kau mungkin akan bisa menyadari bahwa sifat terlalu baik mu itu akan membawa mu dalam penderitaan..l


jadi aku ingin kau menjalani hidupmu dengan menyenangkan sekarang apa kau bersedia?"


"Aneh, sekali.


bukankah Dewi harusnya senang jika aku berbuat baik."


"Hahahah...


kau memang polos sekali ya Rey.


"hmm..."


"Jika kau berbuat baik di kehidupan mu sebelumnya, kau akan diberikan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya"


"Maksud mu kehidupan di istana seperti ini?!"


"Yah.. kau benar!


tapi jujur saja, disini itu sangat membosankan tau! ingin rasanya aku turun dari langit ini dan menjalani hidup normal."


"Hahaha...


aku baru tahu menjadi Dewi itu membosankan.


padahal hidup ditempat yang damai seperti ini adalah impian ku."


"begini saja rey!


Aku akan memberikan mu sebuah misi!"


"Misi!?"


"benar!


Jika kau berhasil menyelesaikan misi yang ku berikan padamu, dikehidupan selanjutnya aku berjanji akan membiarkan mu tinggal disini."


"Waahh!!!


benarkah?!


Memangnya apa misi ku?!"


"Bantulah orang-orang yang menderita disana, dan ciptakan lah kedamaian dengan cara mu sendiri."


"Kedamaian?!


apa di dunia itu akan ada banyak penderitaan- penderitaan yang lebih besar dari dunia ku yang sebelumnya."


"tentu saja, jika kau masih terlalu baik saat hidup didunia itu maka penderitaan yang akan kau terima lebih besar dan tentu saja kedamaian itu tidak akan pernah terwujud."


Rey tiba-tiba terdiam, Ia seperti nya memikirkan baik-baik akan tugas nya itu.


Athena menepuk pundak rey, membangunkan nya dari lamunan nya itu.


"tidak usah khawatir, kali ini aku akan memberikan sedikit kemampuan ekstra sebagai hadiah karena sudah melakukan yang terbaik didunia sebelumnya."


"kemampuan.?


apakah itu kekuatan fisik, harta yang melimpah atau senjata keren?."


tiba-tiba mata rey menjadi bersemangat setelah mendengar kata-kata hadiah yang diucapkan athena.


"petir!


Aku akan mengubah mu menjadi sebuah petir!"


"haaah jadi petir!?.."


"ehheh...


hanya itu yang bisa kuberikan rey.


sambil menunggu kehidupan mu selanjutnya kau akan ku ubah menjadi petir."


"jadi petir!!!


maksudmu aku akan berada di langit sambil menunggu giliran kelahiran ku kembali."


"yaa, apa boleh buat


tidak akan lama kok hanya sampai kau dilahirkan kembali."


"hehh..


baiklah sepertinya ini memang ujian yang harus kulalui."


"bagus kalau kau bisa mengerti rey.


seperti yang kuharapkan dari mu.


jadi apa kau sudah siap untuk kehidupan baru mu rey?"


"Yah aku siap!"


jadi petir atau apapun itu aku sudah siap!"


"ahaha....


aku kagum dengan semangatmu rey


aku akan mendoakan mu agar selalu bahagia"


setelah ucapan athena itu tubuh rey seperti bermandikan cahaya dan perlahan-lahan menjadi transparan.


"(tubuhku, perlahan-lahan sudah mulai tak terlihat.


hahhh jadi aku akan memulai kehidupan baru ku.. baiklah apapun itu aku siap!)


*Siupppp!!


cahaya terakhir yang ada pada rey akhirnya menghilang.


"Semoga kau bisa bersenang senang rey."


ucapan terkahir dari athena untuk kepergian rey.


~10 tahun kemudian


"Uwaaaaa membosankan... sudah berapa lama aku menjalani kehidupan menjadi energi alam seperti ini. Mendengar nya bilang dengan enteng bahwa ini tidak akan lama, aku jadi sedikit membenci nya sekarang."


keluhan rey beruabah menjadi gemuruh yang mendatangkan badai di sebuah kerajaan.


dicuaca ekstrim seperti itu seorang ratu sedang berjuang menjalani persalinannya.


petir petir terus menggelegar di langit hitam.


sampai tiba tiba kilatan cahaya turun bersamaan dengan kelahiran seorang putra mahkota ke 5 kerajaan Gormund.


*OWAAAAA.... OWAAA...


tangisan seorang bayi laki laki terdengar dari ruangan bersalin kerajaan.


Sang raja dengan keadaan cemas langsung membuka pintu ruangan itu dan menanyakan keadaan istri dan anaknya itu.


"Seorang anak laki laki lahir dibawah guyuran hujan dan gemuruh petir


Yang mulia saya yakin anak ini pasti menjadi laki-laki hebat dimasa depan."


ucap seorang tabib yang membantu persalinan sang ratu.


sang raja lalu mengahampiri bayi itu dan menggendong nya...


"Yah..


anak ku pasti akan sangat hebat...


aku memberi nya nama..."


"Rozt!"