Best Magic

Best Magic
Episode 8 : Si Calon Kesatria



"Haah....!!!


Alice sangat tercengang melihat hal menakjubkan didepan nya.


"(kekuatan ini ternyata sangat mudah untuk mengendalikan nya.


ini sama seperti aku menggunakan anggota tubuhku seperti biasanya.)"


"Sihir yang kuat.


aku ga nyangka kamu bisa menghancurkan batu besar"


"Bagaimana ?


Itu terlalu mudah untuku kan"


leiya menghampiri dan memeluk ku dengan kenacang.


nampaknya leiya juga terkejut melihat dentuman serangan ku itu.


"Sihir itu pasti menggunakan mana yang besar kan?


apa tubuh mu tidak lemas.?"


"Tenang lah Nyonya Alice


aku punya banyak disini.


Lihat lah yang selanjutnya"


Aku memancarkan lima petir dari masing masing jari ku dan menyerang objek-objek didepan secara membabi buta.


*DUAARR!!


*DERRR!!


*DEERRRRR!!!!


Petir itu mengeluarkan suara yang keras, Seperti sedang terjadi badai petir.


petir itu secara acak menghancurkan pohon dan batu-batu besar disana.


"Lihat lah?


apa kau bisa melakukan yang seperti ini?!"


ejek Rozt.


"WAAAAAA...!!!


Cukup, Berhenti!!


Kalau mana mu habis kau bisa mati lemas.


~DUARR.... DUAR....!!!


"Berhenti Rozt!


kau gila, kau mau menghancur kan tempat ini..?!"


Alice memohon pada rozt dengan wajah yang panik.


"(Ini gila, kekuatan yang kau berikan sungguh Gila Dewi.


Sebenarnya apa tujuan mu memberikan semua ini)"


leiya memejamkan mata nya dan tubuh nya menggigil memeluku erat erat.


"Gawat, Leiya sangat ketakutan aku harus berhenti"


"Waaaa!!!!"


seseorang melompat keluar dari pohon besar yang terkena petir ku


"woehh kau tidak puas membuatku malu, sekarang kau mau membunuhku??!"


orang itu berteriak pada ku dari kejauhan


"(ah. bukan nya itu lambert kenapa dia disini


Waah...


jangan jangan...


diaa!!!


Dasar stalker)"


Aku mengarahkan petir-petir ku kearahnya


*DARR...!!


*DAARRR!!!


*wush


*wush


*swushhh..!


Lambert dengan cepat menghindari serangan ku berkat pergerakan nya.


Hoohh dia lumayan juga bisa menghindarnya


Tapi bagaimana dengan ini.


Aku mengarahkan kedua tangan ku dan membuat 10 sumber petir di jariku


*Swtzzz.. Swtzzz


Entah bagaimana seluruh petir ku terpotong seperti kayu.


"Haaahh...!!!!


Apa-apaan itu???!!"


*Wusshhh...!


"apa serangan mu sudah selesai pangeran?!"


dia menguhunuskan pedang nya padaku.


"(sialan, aku terlalu meremehkan nya.


Ternyata kemampuannya hebat juga)"


"Kenapa kau menyerang ku haah!!!?"


"bukankah itu salah mu karena mengendap endap..!!"


"Haaah?!


si... siapa yang mengendap endap


aku haya kebetulan lewat saja.


"(cih...


dia pembohong yang payah)"


"Cukup! Cukup!!


Alice berteriak pada kami.


"kau..


bukan kah anak dari Vizcount Rezari?


Apa yang kau lakukan disini?"


tanya Alice pada Lambert.


"(Ckkck.. ternyata dugaan ku salah.


dia kesini bukan untuk leiya tapi karena alice. padahal masih anak-anak tapi,


mata cabul nya itu tak berkedip memperhatikan alice dari tadi, dasar.)"


"Ehh begini nona


aku....


hanya kebetulan lewat sini."


jawab Lambert dengan gugup.


"Humm kukira kau sedang memperhatikan kami dari tadi seperti orang mesum."


"(Begooo.. emang itu yang dia lakuin dari tadi)"


"Eheh.. tentu saja tidak nona


Ngomong ngomong, kau mengenal ayah ku?"


"Yah dia itu teman lama ku"


"ehh. jadi kau teman nya ayah?


berapa usia mu?


"Aku??


Aku masih 45 tahun"


"(Pfftt aku tak menyangka dia seorang wanita tua.)"


"Ehhh...!!!


ehhhhh...!!!


Lambert pingsan karena terkejut mendengar nya.


"Hei..?!


orang ini merepotkan saja


leiya bisa kau mundur sebentar?!"


leiya akhirnya melepaskan pelukannya padaku.


aku menarik tubuh Lambert kesebuah pohon rindang


Leiya menarik narik lengan ku.


kelihatanya dia lapar.


"Nona alice, seperti nya leiya lapar sekarang


bisa kau antar kan dia kembali?!"


"Hahh!!


kenapa bukan kau saja."


"Jadi kau tak ingin makan bersama leiya?


ekspresi wajahnya langsung berubah saat aku mengatakan nya.


"Eh...!


jadi aku boleh ikut makan juga?!


"Tentu


asal kau mengantarnya dengan baik."


"Baiklah leiya


AYO!!!"


Alice yang sudah tak sabaran akhirnya menarik leiya bersama nya


namun baru beberapa langkah dia meninggalkan ku.


"(lah dia balik lagi)"


"aku lupa memberitahu mu rozt


kau berhati-hati lah.


dia itu salah satu kandidat kesatria kerajaan Selanjutnya, aku tahu sihir mu kuat tapi menurutku, kau sama sekali bukan tandingannya.


"Baiklah


aku tidak akan menyerang nya lagi."


"Kalau begitu baiklah


Dadahh....!!!"


lebih dari 10 menit aku menemani si cabul ini.


dia tak bangun bangun apa dia sudah mati.


aku memperhatikan nya lebih dekat.


dia perlahan membuka matanya.


lalu bangun menyosor bibirku.


"Ah... putri leiya cium aku... cium


Muahh muahh..


*Plaakkk..!


Rozt memukul wajah Lambert.


"Cepat bangun!!!


dasar orang mesum!!!


aku bukan leiya!!"


Rozt berteriak padanya.


"Ahh...


kau menampar ku terlalu keras.


lagi pula itu bukan salah ku.


kau saja yang terlalu mirip dengan putri.


"Haah, jadi kau mau bilang ini salah ku??


dasar mesum"


"Tentu saja harusnya kau memotong rambut mu itu"


"Heh, bukan urusan mu..!"


Lambert membaring kan dirinya lagi


"Lalu


kenapa kau menunggu ku disini?


bukan kah kau bilang aku hanya orang mesum?!"


"Kau sebenarnya siapa


bagaimana bisa memotong petir-petirku hanya dengan pedang?"


"hehh, itu karena aku mempelajari sihir tingkat 3, Begini-begini aku itu calon kesatria tau..!"


"Hooh jadi ada sihir yang bisa menangkis serangan seperti itu yah"


"Tentu saja,


di dunia ini ada banyak sekali sihir-sihir keren


kau anak-anak mana tahu soal itu."


"Hohh.. bukan kah kau juga anak-anak??


"memang tapi aku lebih banyak pengalamannya.


Aku pernah melawan seekor babi hutan besar sendirian dan mengalahkan nya hanya dengan sebatang kayu.


Lalu aku...-"


Hahh dia malah menceritakan pengalaman pengalamannya yang membosakan itu


tapi diluar itu semua aku memang harus mengakuinya, suatu saat dia pasti akan menjadi kesatria yang hebat.


dengan kejadian ini aku sadar bahwa masih ada orang-orang yang bisa mengatasi kekuatan petir ku dengan mudah.


Sekarang aku sadar kekuatan ku masih memiliki kelemahan.


Hmmm.


Aku rasa kekuatan fisik juga diperlukan untuk menjadikan tubuhku kuat.


Apa aku harus berlatih pedang sepertinya?!


kalau begitu...


"Lambert.. bisa kau mengantarku untuk membeli beberapa pedang"


"haah.. kau??


kenapa ingin membeli pedang?


untuk apa?!"


"yah, aku hanya ingin memilikinya


sebagai pertahanan terakhirku


kau tau toko yang bagus kan?"


"Baiklah..


tapi setelah itu kau harus mengijinkan ku untuk makan bersama adikmu di akademi


Bagaimana?


"Yah sudah, tapi hanya sekali saja"


"Okey.. ayo ikut aku ke toko pedang terbaik dikerajaan"


《5 jam kemudian》


*Hoah..


*hoahh...


"(pertama kali nya aku berjalan kaki sejauh ini.


tapi orang mesum ini sama sekali tak terlihat kelelahan.


Sekuat apa tubuh ya?!)"


"apa masih jauh?"


"yah masih beberapa jam lagi"


"B0doohhh!


harusnya kau katakan dari awal bahwa tempatnya jauh.


kita kan bisa pergi dengan kereta!"


"hehehhe....


karena ini juga bagian dari latihan harian ku


jadi sekalian saja kan"


"jadi ini latihan mu??"


"Yah setiap hari aku harus berjalan jauh demi meningkatkan stamina ku"


"bwahahha!


Kau ini sudah seperti kuda!"


"Hem. terserah kau mau bilang apa


tapi berkat latihan ini aku bisa bertarung sepanjang hari"


"Kkkk..au bisa bertarung seharian??"


"Bukan nya aku sudah menceritakan nya padamu saat aku menghadapi para goblin goblin sepanjang hari?"


"(Maaf Tuan kesatria Mesum, cerita mu begitu membosankan jadi aku tak mengingatnya)"


"Oh ya..hehhe...


aku ingat sekarang"


"ah kita sampai pangeran!"


"bukannya tadi kau bilang masih beberapa jam lagi?!"


"Ah aku hanya bercanda. haha...


Aku terkesan kau bisa sampai sejauh ini pangeran"


"Toko ini keliahatan nya sangat biasa saja.


Apa kau yakin ini toko pedang terbaik dikerajaan?"


"Tentu saja.


Baiklah ayo masuk."


"Permisi!


paman!"


"hey seharusnya kau mengetuknya lebih dulu"


"Sudahlah ayo masuk"


"(sial, dia menarik ku dengan tenaga kudanya)"


"Hooh selamat datang tuan lambert.


apa kau sedang mencari sesuatu?"


"Yah aku kesini ingin mencarikan pangeran rozt sebuah pedang"


"Oh jadi anda tuan rozt.


kau datang di tempat yang tepat tuan.


silahkan melihat lihat Koleksi senjata ku


oh ya, Kau punya uang berapa?"


"Hey, ayolah paman dia itu seorang pangeran"


"(Toko ini sangat berbeda dari yang kulihat dari luar, Sekarang aku benar-benar yakin dengan perkataan lambert)"


"bisakah kau membantuku memilih nya paman?"


"ah tentu saja tuan ikut aku sebelah sini.


oh ya...


ku rasa, pedang terlalu berat untuk tuan saat ini. bagaimana kalau sebuah dagger atau panah otomatis?"


"(dia benar, anak-anak seperti ku mustahil bisa menggunakan pedang dengan baik.


terlebih kondisi fisiku sangat payah sekarang.)"


"paman, coba berikan dia pedang itu."


Ucap lambert, tiba-tiba ia menatap serius penjual itu.


"Tapi tuan pedang itu-"


"aku sudah bertarung dengan nya tadi.


kurasa dia bisa memakai yang itu"


"Hoi.... apa yang kalian bicarakan?


aku tidak mengerti"


Aku sangat bingung dengan tingkah Lambert yang menjadi sangat serius.


"Sudahlah kau duduk saja disini, aku akan memilihkan pedang yang bagus.


paman, apa yang kau tunggu cepat lah ambil itu."


"Baik tuan."


Paman itu berjalan kebelakang tokonya dan kembali dengan membawa sebuah peti yang terlihat kuno kehadapan kami.


"Hei, apa ini?!!"


"bukalah rozt!"