
Juan kembali ke tempat duduk rozt bersama witzy.
"Hei, kau berhasil merekrutnya?"
ucap rozt.
"Tentu saja, aku ini lumayan hebat dalam hal membujuk"
"hooh, begitu ya?
akan ku ingat itu"
Witzy tiba-tiba mengulur kan tangan nya pada rozt, menawarkan jabat tangan.
Rozt dengan senang hati menerima nya.
"Terimakasih telah mengundang ku pangeran, semoga aku tidak membebani kalian"
Ucap Witzy.
"Tenang saja, kita ini bukan lah kelompok yang di unggulkan, jadi santai saja"
Jawab, santai rozt
"oh ya, pangeran-
"Kalian berhenti lah memanggil ku begitu, Rozt saja sudah cukup"
Juan dan Witzy saling menatap.
"Oh, baiklah rozt, apa kau sudah memiliki rencana dengan kelompok kita?!"
tanya, Juan
"Belum"
"bagaimana dengan mu Witzy?
kau punya rencana?!"
"Tidak"
"Waaaa!
kalian ini, apa hanya aku yang bisa diandalkan disini"
Teriak, Juan.
"Tidak perlu terburu-buru, ujian itu kita bahkan belum mengetahui seperti apa ujian nya.
menurutku kita harus lebih fokus pada ujian tertulis"
Ucap, Rozt
"Ujian tertulis?!
bukan kah ujian tertulis-
*BRUKK!!!
belum sempat juan menyelesaikan kata-katanya, pintu kelas dibuka dengan keras.
"Murid-murid!
Ujian tertulis Telah di percepat.
Kalian harus bersiap sekarang, satu jam lagi ujian akan dimulai.
Aku sedang sibuk jadi tidak bisa menerima protes.
Terimakasih"
*BRUKK!!!
Bu Gracia menutup pintu dengan keras setelah menyampaikan berita mengejutkan itu.
*APAAAAAAAA!!!!
semua murid dikelas benar-benar panik sekarang, tidak ada yang menyangka ujian bisa dipercepat.
"Ba-
Bagaimana ini pangeran- eh
maksud mu Rozt?!"
Wajah Juan terlihat sangat panik.
"Kau sudah tau ya?!"
tanya, Witzy pada rozt
"Tidak, itu hanya kebetulan.
sudahlah ayo buka buku kalian.
ini bukan waktu nya untuk panik, mengeluh dan terus mengeluh.
waktu kita terbatas, jika ingin lulus gunakan sisa waktu ini dengan serius!"
Kata-kata itu tampaknya di dengar hampir oleh seluruh murid dikelas.
setelah mereka mendengar apa yang di katakan rozt, mereka semua berhenti mengeluh dan protes.
mereka langsung membuka buku mereka, dan mempersiapkan peralatan untuk ujian.
"Wow, kau benar-benar memotivasi mereka pangeran"
"Sudah ku bilang panggil aku Rozt
Ah sudahlah, aku tak punya waktu meladeni mu, Juan"
Rozt lalu membuka buku pelajaran nya, dan berusaha mengingat-ingat isi didalamnya secepat mungkin. begitu juga dengan Witzy dan Juan. mereka kembali ke meja mereka dan mulai belajar.
Satu jam telah berlalu, Bu Gracia membuka pintu kelas dengan pelan kali ini
*Krieeeet....
"Selamat siang, semuanya!
apa kalian sudah siap untuk ujian hari ini!"
sapa, Bu Gracia
"ini tidak adil Bu, bukan kah sebelumnya ibu bilang bahwa hari ini adalah waktunya membentuk kelompok dan setelahnya berlatih bekerja sama?!
kenapa tiba-tiba ujian tertulis nya di percepat?!"
Protes, salah satu murid
"Sudah ibu bilang sebelumnya, tidak ada waktu untuk protes.
siap tidak siap kalian harus siap
Mengerti!!!"
Semua murid hanya dia mendengar itu.
tak lama kemudian, bu Gracia membagikan kertas ulangan itu pada seluruh murid.
"Waktu ujian 90 menit.
dan ingat, JANGAN MENYONTEK!."
"Sekarang...
Waktunya...
Ujian...
Dimulai!!!"
Para murid mulai membuka lembaran soal yang dibagikan Bu Gracia.
Sekarang wajah mereka mulai serius dan ada juga beberapa yang masih berwajah putus asa karena ujian mendadak ini.
Rozt juga mulai membuka lembaran soal yang ada didepannya sekarang.
Rozt memperhatikan kertas itu dengan seksama.
dari atas kebawah.
"Ini...?!"
Rozt kelihatan terkejut setelah melihat isi kertas itu. Sementara itu, di pojok-pojok ruang kelas, ada semacam mata yang berterbangan.
Bu Gracia menggunakan sihir multivison miliknya, itu adalah sihir yang memungkinkan si pengguna dapat melihat dari berbagai sudut tergantung jumlah mata yang ada.
"Hah, mereka sangat kejam.
bukan hanya memepercepat ujian ini.
Soal nya juga sangat sulit. Tidak satupun materi yang baru kupelajari tadi keluar di soal ini. benar-benar sialan!
lalu apa-apaan itu, dia menggunakan sihir untuk mengawasi ujian?!"
Rozt sangat kebingungan dengan kondisi nya sekarang, apakah dia harus menyerah dengan ujian ini atau...
Tiba-tiba ia teringat dengan obrolan nya dengan master Trazen.
"Master, kau pernah bertanya pada ku, apa aku ingin menguasai dunia kan?!"
"Ya"
"Kenapa kau bertanya begitu, apa kah kau yakin aku mampu melakukan hal itu"
"Tentu saja kau mampu, kau adalah orang yang terpilih.
apa kau sendiri tidak yakin?!"
"Entahlah, walaupun aku mampu itu bukanlah tujuan hidupku, master."
"Hooh begitu ya, sayang sekali"
"lalu, bagaimana dengan mu master?!
apa kau sendiri tidak tertarik menguasai dunia?!
Kau adalah orang terkuat yang pernah ku temui selama ini dan aku juga merasa ada aura kepemimpinan dari mu"
"menguasai dunia tidak hanya memerlukan kekuatan, jika kau hanya mengandalkan kekuatan dalam menguasai dunia, kau hanya akan memperbanyak musuh.
Jika seperti itu terus kau akan diincar tentu nya, dan bukan hanya kau, orang-orang terdekat mu, ayah, ibu, dan saudara-saudara mu juga pasti akan diincar kan?!"
"Jadi, apa saja yang diperlukan untuk menguasai dunia, master?!"
"Hah, bukannya tadi kau tidak tertarik untuk menguasai dunia?!"
"Aku hanya bertanya, itu saja
ini hanya untuk wawasan ku"
"Hah, jujur saja aku juga tidak tau apa jawaban dari pertanyaan mu itu.
Jika aku tau, aku sudah pasti akan mengejar ambisi ku menguasai dunia kan.
tapi ada hal yang baru saja aku sadari selama ini."
"apa itu"
"Dunia itu sangat luas!
Aku mengira, aku adalah orang terkuat di kerajaan ini, namun beberapa hari yang lalu, seorang anak berumur 4 tahun berhasil melukai ku. ironis bukan?!
Jika aku menjelajahi seluruh dunia mungkin aku bisa menemukan seorang bayi yang bisa mengalahkan ku."
"Hah...
itu tidak mungkin kan"
"Memangnya apa yang tidak mungkin di dunia ini rozt?!
Hahh....
Melihat mu sekarang, seperti melihat diriku di masa lalu.
diriku masa lalu adalah orang yang bodoh, tapi kau berbeda rozt, karena itu aku yakin kau mampu menggenggam dunia di tangan mu dan menemukan sesuatu yang diperlukan untuk menggapainya. sesuatu yang tidak ku ketahui."
Mendengar kata-kata itu, rozt hanya diam merenung.
"Salah satu kesalahan ku dulu adalah meremehkan dunia, jadi kau jangan pernah melakukan kesalahan yang sama dengan ku"
"Meremehkan ya.
Master?!"
"Ya?!"
"Jika boleh tau, Apa tujuan hidup Sekarang?!"
"Hmm...
Aku ingin mengelilingi seluruh dunia sebelum aku mati. Aku juga ingin melihat segala bentuk potensi yang alam berikan pada dunia ini."
"Lalu kenapa kau mau melatih ku?!
kau bisa saja kan meninggalkan ku dan melakukan perjalanan mu?!
aku tidak mungkin dapat menghentikan mu"
"Hahahaha....
tidak kusangka kau berfikir sejauh itu.
Apa yang kau katakan itu benar, namun.
Seperti Yang ku bilang tadi, kau itu berbeda.
kau adalah orang yang terpilih.
jadi apa pun nanti yang menghalangi mu, jangan menyerah!
Buatlah hal itu menjadi batu loncatan bagi mu agar kau menjadi lebih hebat.
Aku percaya pada mu loh, Rozt"
Untuk pertama kali nya rozt melihat senyuman tulus master Trazen.
"Disaat seperti ini kenapa malah teringat hal macam itu sih"
"disaat seperti ini apa yang akan dilakukan nya yah?!"