Best Magic

Best Magic
Episode 2 : Makan bersama



"haaaaaah!!!


Mana mungkin!!"


rey benar benar tekejut dengan apa yang dikatakan seraphim.


"Aku mengatakan yang sebenarnya, dia adalah pemimpin sekaligus yang terkuat disini Dewa Odin."


"yah memang benar tubuhnya memang layak nya seorang kesatria tangguh tapi sikapnya sudah seperti-


~Plaakkk!!


seraphim lagi-lagi memukul kepala rey.


"berhenti berkata hal bodoh, jika dia mendengarnya tak ada yang bisa menyelamatkan mu."


Rey hanya mengangguk dan mengiyakan apa yang dikatakan seraphim untuk menghindari masalah pada dirinya.


akhirnya mereka berdua sampai di sebuah pintu yang sudah terbuka sedikit.


dari celah itu keluar cahaya yang menyilaukan


mata.


"kita sampai, jaga sikap mu saat kita masuk ke dalam sana."


"ckckck.. seorang anak perempuan berani sekali mengajari orang dewasa tata kerama."


Wajah seraphim memerah dan sudah seperti gunung api yang akan meletus.


terlihat dia sedang mencoba menahan amarah nya.


*Huffft...


Hembusan nafas panas keluar dari tubuh seraphim.


"Kalau begitu Terserah lakukan saja sesukamu."


seraphim menyudahi percakapan itu dengan nada dingin dan bergegas membuka pintunya.


saat pintu dibuka cahaya terang yang tadi hanya melewati celah pintu kini bisa sepenuhnya dilihat oleh rey.


*Woaaaa!!!


"Megah..


Megah sekali."


rey tertegun melihat disain ruangan dan interior-interior yang sangat sangat menakjubkan di ruangan itu.


"Sera..


Rey...


silahkan duduk!"


suara yang sangat menenangkan, terasa lembut seperti sutra yang indah.


suara itu datang dari wanita cantik yang duduk di tengah kursi makan itu.


dia terlihat bercahaya dan memiliki sayap putih yang indah di belakangnya.


"(Cantiknya Hwaaaaa!....


Jadi wanita ini yang membuat tempat ini penuh dengan cahaya terang... dia sudah pasti benar benar seorang dewi..)"


rey sangat takjub akan kecantikan dari wanita itu.


"Rey...


apa ada masalah?


kenapa kau hanya diam disana?"


dengan lembutnya wanita itu menegurnya.


"ahh tidak...


aku tidak apa-apa.."


"apa benar aku boleh duduk disini?"


rey berdiri didepan kursi yang dekat dengan wanita itu.


wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan.


wajah rey tak dapat berpaling dari kecantikan wanita itu, karena terlalu terfokus pada wanita itu, rey tidak menyadari bahwa Odin tepat duduk didepan nya dan dia pun perlahan lahan mendekati wajah ray.


~Boooo!!!


"Hwaaaa!!


Kakek!! kau gilaa!!


kenapa mengangetkan ku seperti itu!"


"Hwhahaha...


itu karena kau Terus memandangi Athena.


mata mu nampak seperti ingin keluar dari kelopak mata mu."


rey hanya terdiam malu mendengar ucapan odin.


"(bagaimana bisa aku bisa berhenti memandangi wanita tercantik seperti ini, dasar kakek gila dia mengganggu kesenangan ku saja)"


"Sudah-sudah


mari kita mulai makan semua nya."


Ucapan wanita itu membuyarkan semua gumaman-gumaman dalam hati rey seketika.


rey menenangkan diri nya.


(hufftt.. tenang rey.. tenang... dihadapan dewi cantik ini aku harus bersikap keren..")


Rey perlahan mengambil sendok di meja lalu sekilas melihat sekeliling ruangan.


nampak banyak tatapan-tatapan sinis dari orang-orang yang ada di meja makan pada rey.


Sejak awal dia datang banyak dari mereka seperti memandang rendah rey.


tapi karena rey terlalu fokus pada kecantikan Dewi Athena dia baru menyadarinya sekarang.


"(Cihhh... banyak sekali orang yang tidak menyukai keberadaan ku disini.)"


"bagaimana?


apa kau menyukai makanan nya rey."


"Eh...?!"


Ucapan wanita itu lagi lagi membuyarkan lamunan rey.


rey lalu mengambil suapan pertama dengan buru-buru.


"Eummm...


Makanan ini sangat enak."


rey menjawab dengan senyum lebarnya.


"Syukurlah."


jawab nya singkat.


"emm, ngomong ngomong aku belum mengetahui namamu."


"araa...


"Maaf, aku terlambat memperkenalkan diri.


Aku Athena orang yang memanggilmu kesini saat kau sekarat."


"Aaahh... kau yang menyelamatkan ku?


Jadi sebenarnya apa yang terjadi pada ku?


apa aku sudah mati?"


"kau pria yang tak punya sopan santun.


kita sekarang berada di meja makan, jaga sikap mu itu."


Seorang pria dengan tatapan tajam memperingati rey dengan tidak ramah.


"oh maaf atas ketidaksopanan ku tuan."


rey hanya tersenyum sinis membalas peringatan pria itu.


"Cihh.... Dasar...!"


"Ares Sudahlah.."


athena mengangkat tangan kanan nya menyuruh pria itu berhenti.


suasana diruangan itu terasa canggung sekarang.


"Makan lah dulu rey..


aku akan menjelaskan nya pada mu setelah ini."


Athena melerai percakapan tidak menyenangkan itu dengan kata-katanya.


Suasana agak sedikit membaik setelah ucapan athena.


Rey lalu melanjutkan memakan makanannya.


rey yang terlihat kelaparan melahap semua makan yang ada didekatnya sampai dia benar benar kekenyangan.


"(Fwaaahh... ini benar benar lezat.. hidangan terbaik yang pernah kusantap rasanya benar benar seperti disurga...")


"rey apa kau masih ingin makan??"


Athena menanyakan nya karena rey masih terus memperhatikan makanan makanan yang ada dimeja dengan air liur dimulutnya.


"ah tidak tidak...


aku sudah kenyang Dewi."


Athena hanya tersenyum manis mendengar ucapan rey.


"Baiklah rey kau bisa ke ruangan ku untuk mendengarkan cerita lengkapnya."


"Aku menunggu mu disana."


Athena lalu bangkit dari tempat duduk nya lalu berjalan keluar dari ruangan.


setelah itu yang lain pun menyusul athena keluar.


kecuali Ares dia masih menatap tajam rey dari tempat duduknya.


"Hei manusia...


aku rasa aku butuh peregangan untuk mencerna makanan ini.


bagaimana???"


"hah,, apa maksudmu??


rey hanya mengelengkan kepalanya.


"Cihh...


ayo keluar dan bermain sebentar.."


Ares bergerak dengan kecepatan luar biasa, dia langsung duduk dimeja tepat dihadapan rey.


"(Ya tuhan, pria ini menyeramkan kalau aku bertarung melawan nya mana mungkin aku menang.)"


"kalau kau ketakutan lebih baik untuk mengatakan nya sekarang.


aku tak sudi melawan sesorang yang punya mental lemah dan ketakutan seperti bayi."


ares terus mencoba untuk memprovokasi rey agar menerima tangangan nya.


tapi rey berfikir realistis dan pesimis. bahkan jika ia bertarung sekuat tenaga dia takkan bisa untuk menandingi monster itu.


rey bangkit dari tempat duduknya dan mengertak meja dengan keras.


"ah maaf...


lain kali saja, aku tak ingin membuat dewi athena menunggu."


setelah mengatakan itu rey keluar dengan sikap seperti seorang kesatria hebat.


"haaah..


apa paan itu??


pengecut kau manusia."


Ares berteriak teriak diruangan itu setelah kepergian rey.


"aah


aaaa...


Waaaaaaaaa!!! sialaan!!!


aku lupa menanyakan dimana ruangannya.."


rey berteriak kebingungan kesana kemari seperti orang bodoh.


"kenapa berisik sekali?!


Waaaaaaa!!!


siapa kau...?!


Rey terkejut karena tiba-tiba ada seseorang disampingnya.


"Waaaa!!!


kau sendiri siapa?


apa yang kau lakukan disini?


seorang wanita berpakaian maid berteriak histeris saat melihat rey yang mencurigakan.


"aaa... ku adalah tamu dewi athena tapi aku sepertinya tersesat bisa kah kau membantuku?"


"Ow maaf, aku membuatmu terkejut"


Wanita itu terlihat agak tenang setelah rey menjelaskan siapa dirinya.


"Ruangan dewi Athena ada di lantai tiga dibagian barat istana, setelah dekat kau pasti langsung tau dimana tempatnya."


maid itu mengatakannya dengan sangat ramah.


"ah disana ya.


terima kasih mbak.


kalau begitu aku pergi dulu"


Rey juga membalas senyuman kepada maid itu.


ray akhirnya sampai di lantai tiga istana.


rey sekilas melihat kiri kanan dan masih mencari ruangan athena.


dan pandangannya berhenti pada satu ruangan yang terlihat cerah.


"haah jadi itu maksud dari maid itu aku bisa langsung mengetahuinya."


rey langung bergegas menuju ruangan itu.


dengan beberapa ketukan rey mengetuk pintu yang ada didepan nya.


tok.. tok..


"Silahkan masuk"


suara lembut athena menyambut kedatangan rey diruangan nya.