Best Magic

Best Magic
Episode 5 : Belajar



Kami menempuh perjalanan beberapa menit setelah insiden itu.


"akhirnya...


tuan rozt nona leiya kita sudah sampai"


maxim turun dari kursinya membuka kan pintu kereta untuk kami.


aku menepuk-nepuk wajahnya.


"leiya kita sudah sampai, bangunlah!"


Leiya akhirnya terbangun setelah beberapa menit aku berusaha memabangun kan nya.


leiya meregangkan tubuhnya lalu mengusap kedua matanya perlahan lahan.


"Kita sampai kak?"


*KYAAAAAA


adik ku memang yang ter imut sedunia


"yaah kita sudah sampai.


ayo turun."


Leiya turun lebih dulu, dan aku menyusul nya.


saat kami turun pandangan seluruh murid juga tertuju pada kami berdua.


yah jelas saja kereta ini memang terlalu mencolok.


jadi ini lah dia.


Akademi di dunia ini.


dan hal yang paling menarik adalah keberadaan yang disebut sihir itu.


didunia ku sebelumnya memang tak ada yang namanya sihir seperti ini, namun disana teknologi sudah sangat maju. berbeda dengan ini. kurasa aku seperti hidup di zaman


Romawi.


"Aku akan menjemput saat Petang.


jadi aku permisi dulu."


Maxim akhirnya pergi meninggalkan kami.


sekarang hanya ada aku dan leiya yang memegang erat satu lengan ku.


baru saja berjalan beberapa langkah seorang wanita datang menghadang kami.


"Permisi Tuan muda?


Aku Gracia Jurgmund,


aku adalah wali kelas kalian di akademi.


Oh, dan juga selamat datang di akademi Wu Ziang.


Akademi terbaik di kerajaan Gormund!"


"(heeh... wanita ini bersemangat sekali.


nampak nya ia memang ingin mendapat perhatian dari putra-putri raja)"


"ah.. Salam kenal.


aku rozt Rionel


dan dia adik ku Leiya Rionel


apakah kami terlambat."


"aha... tidak kok!


Baiklah mari ku antar ke ruang kelas kalian"


*Waah mereka berdua imut!


*iya mereka cantik!


*Putri kerajaan memang tidak ada tandingannya.


kata-kata itu terus terdengar dari murid-murid lainnya saat kami melewati mereka.


Haaahh...


semua orang selalu memandang ku sebagai perempuan.


Karena kami kembar, wajah ku tak terlalu berbeda dengan leiya.


terlebih lagi aku juga memanjang kan rambutku, satu-satu nya perbedaan ku dan leiya hanya pada celana panjang dan rok yang kami pakai.


sebenarnya aku juga ingin memotong rambutku agar terlihat layak nya lelaki sejati, tapi.


entah kenapa aku lebih menyukai rambut panjang ku.


"baiklah kita sudah sampai.


Ayo masuk dan perkenalkan diri kalian."


Ucap Gracia


"Permisi."


seperti dugaanku,


kami memang menjadi pusat perhatian.


Hufttt...


ini semua karena kereta kuda mewah itu.


leiya sepertinya sangat gugup.


dia mencengkram lengan ku lebih kuat.


"Aku pangeran ke 5 kerajaan Gormund, Rozt Rionel dan ini adik ku Leiya Rionel dia seperti nya tak bisa bicara apapun sekarang. dia memang orang yang pemalu jadi aku mewakilinya.


Jadi semua, mohon bantuan nya teman teman"


aku mengakhiri kalimat itu dengan senyuman.


*Waah jadi dia laki laki, sayang sekali.


*tidak ada beda nya mereka semua sama sama imut.


*yah, yang berbeda hanya pakaian nya.


Dan setelah itu perkenalan itu kami berjalan menuju kursi yang tersedia.


Leiya duduk disampingku dan kami pun mengikuti pelajaran dengan baik.


Nyonya gracia mengajarkan kami cara membaca dan menulis.


yah karena huruf didunia ini berbeda dari dunia ku sebelumnya, jadi aku terpaksa harus memperhatikan nya.


Tapi kebanyakan anak-anak disini sudah bisa membaca dan menulis.


kecuali aku seorang


Yaaahh, karena hanya aku yang selama ini menghabiskan waktu untuk bermain.


~


~


*Fwaah selesai juga..


Aku tak ingat kapan terakhir belajar seperti ini.


Walaupun pemikiran ku Seperti orang dewasa tetap saja aku masih sulit untuk mempelajari kata-kata dunia ini.


Tapi Dewi athena sudah mengingatkan ku untuk melakukan yang lebih baik.


jadi karena aku di dunia sebelumnya tidak suka belajar, di dunia ini aku harus rajin belajar.


baiklah-baiklah aku pasti....


aku pasti bisa!


Leiya tiba-tiba mencolek ku.


"kakak..


kau lapar?"


"aah...


aku tidak lapar kok"


aku kembali fokus pada buku ku dan mencoba untuk membacanya


~Kruukkk...!


Ya ampun, ternyata leiya sedang kelaparan.


Kakak macam apa aku ini, tidak peka dengan adiknya sendiri.


dia terlalu malu untuk pergi sendiri.


"Leiya...


sepertinya aku sedikit haus.


kau mau mengantar ku membeli minuman?


leiya kembali menggandeng lengan ku.


padahal aku baru saja ingin fokus belajar.


hehh..


adik ku ini walau pun dia menjadi penyemangat hidupku tapi dia kadang memang merepotkan.


"Hmmmm...."


aku merasakaan seseorang sedang mengikuti kami.


tapi aku menghiraukan nya, orang-orang yang ada disini kan hanya anak-anak jadi tak mungkin akan menjadi masalah merepotkan.


lagi pula aku seorang pangeran.


bwahaha....


tak ada yang berani macam macam pada bangsawan sepertiku.


Setelah Kami sampai di ruangan makan akademi. aku melihat sekeliling.


disini bukan hanya ada anak berumur 4 tahun tapi ada juga anak yang berumur 7 dan 8 tahun.


pantas saja leiya tak berani untuk pergi sendiri, tempat ini sangat ramai.


Aku membeli beberapa minuman dan mengantarkan leiya juga untuk membeli cemilan.


minuman di dunia ini rasanya aneh.


aku belum terbiasa dengan rasanya.


Tidak ada yang lebih baik dari Air susu yang biasa ku minum.


Namun entah dari mana, tiba-tiba datang seorang menabrak ku dengan keras.


~Brukkk!!


Minuman yang ku pegang tumpah semuanya.


"Ohh maaf pangeran kecil, aku tak melihat mu saking kecilnya."


orang itu terlihat sedang mengejek ku.


humm...


dia itu pangeran ke 4 Alex Rionel.


dia berumur 8 tahun sekarang dua kali lebih tua dari kami, dan dia anak kedua dari ratu Isabelle.


"kakak..."


wajah leiya mulai khawatir saat bertemu dengan bajingan kecil ini.


"kak?!


sepertinya kau memang sengaja melakukan nya, apa aku salah?"


"haha. memang nya kenapa itu kan salah mu karena terlalu kecil adikku."


"baiklah kalau begitu aku minta maaf."


aku memilih pergi dari pada meladeni bocah tengik itu.


maaf saja tapi aku tak ingin menghadapi bocah-bocah itu.


ya walaupun aku juga seorang bocah sekarang..


"Hahaha...


Rozt pengecut!


kau hanya bisa lari!


Hehhh bocah itu...


padahal aku sudah mengalah dan meminta maaf, sebenarnya apa mau nya.


kami kembali ke kelas dan aku juga kembali berusaha untuk memahami sedikit huruf huruf yang membingungkan ini.


huruf demi huruf.


kalimat demi kalimat aku akan berusaha memahaminya.


setelah beberapa menit...


Fwaaah!


sudah ku duga aku memang benci balajar.


kepala ku sakit saat mencoba memaksa mengingat nya.


Bayangan besar tiba tiba datang dihadapan ku...


Ohh..


ternyata dia adalah anak laki laki yang duduk di depan kursi ku.


"Ohh nona leiya


aku lambert orang paling tampan di akademi ini sangat mengagumi kecantikan mu itu. jadi terima lah hadiah ini."


dia memeberikan ku sebuah kado kecil seukuran telapak tangan ku.


apa-apan ini melihat lencana nya bocah ini 3 tahun lebih tua dariku.


"Ehm...


maaf, seperti nya kau salah orang.


aku Rozt rionel dan aku anak laki laki jadi berhenti menghina ku."


Muka pucat langsung menghiasi wajah bocah lambert ini saat aku mengatakan kebenarannya


*Whaahhahha!!!!


seluruh murid di kelas tertawa karena kelakuan nya itu.


lambert lari keluar kelas karena malu yang amat sangat itu.


Hahhh... gara-gara dia


Lagi-lagi konsentrasi ku buyar


aku menyerah dan memutuskan untuk melanjutkan belajar besok.


*Tang!!!


*Tang!!


*Tang!


bel berbunyi sangat keras.


nyonya gracia kembali ke kelas dengan membawa sebuah bola kristal berwarna biru seukuran kepala anak-anak


"anak-anak, kali ini Kita akan mulai untuk mempelajari sihir-sihir dasar. tapi sebelum itu kalian satu persatu maju dan pegang bola kristal ini.


bola kristal ini akan mengukur berapa besar mana yang kalian miliki jadi mulai dari arnold, ayo maju kedepan.


"baik..!


anak itu lumayan hebat bola kristal nya menyala dengan terang.


yosshh...


ini yang aku tunggu, belajar sihir.


Sial aku jadi tak sabaran.


"Tuan Rozt, silahkan maju!"


Panggil Gracia.


bagus sekarang giliran ku.


"silahkan sentuh bolanya dan alirkan mana mu kedalam nya."


"bagaimana cara mengalir kan mana ku nyonya ?"


"coba kau bayangkan mana di tubuh mu mengalir di telapak tangan mu, lalu setelah itu kau alir kan ke bola kristal ini."


baiklah baiklah aku bisa..


aku bisaa...!


Seluruh tubuhku seperti menyala.


sungguh perasaan yang luar biasa. jadi ini yang dinamakan mana.


"bagus rozt sekarang alirkan mana mu ke bola kristal.


~Swushhhh~


eh...


eh...!!!


bola itu-


kenapa tidak menyala!?


tidak menyala sama sekali!??