Best Magic

Best Magic
Episode 4 : Kembar



*Arghhhh...!!!


Suara jeritan itu berasal dari sang ratu.


tabib itu segera berlari kearah ratu yang terlihat kesakitan.


"yang mulia sepertinya anda mempunyai bayi kembar."


*Argggh...!!!


*OWAAAAA..... OWAAAA...!!


tangisan dari bayi kedua yang lahir di malam itu.


"yang mulia bayi ini perempuan"


tabib memberikan bayi itu pada raja.


"Anak yang ini, jika sudah dewasa akan menjadi yang paling cantik di kerajaan.


aku menamai nya Leiya."


~


~


~


"(hwaaaaa!!!..


aku.. aku...


aku .. jadi bayi...)"


"(Eehh sial, entah kenapa aku tak bisa berhenti menangis)"


-OWAAAAAA!!!


"( aaah.. aku lapar sangat lapar...


apa itu artinya.


waaaaahh sang ratu akan menyusui ku:)"


"rozt kamu lapar ya?"


"Owaaa owaaaaa!!!


(iya.. iyaa.. Lapaaarrr!!)"


"ahaa.. baiklah baiklah...


ini dia..."


"(Fwaahh......


entah sudah berapa lama aku tidak minum.)"


"Humm...


Kau seperti nya lapar sekali rozt."


perasaan senang menyelimuti sang ratu saat menyusui rozt saat itu.


Raja datang membawa leiya yang sudah dibersihkan ke hadapan ratu.


"Hey.. rozt lihat lah ini.


dia leiya adikmu"


"Leiya...


ini kakak mu orang yang akan melindungimu nanti."


tawa senang sang raja saat melihat momen anak kembarnya bertemu untuk pertama kalinya.


tokk.. tokk....!!


"Ayah ini aku Lim.


aku bersama Nathan, kami ingin melihat keadaan Ratu Mersiya dan anak nya."


"Ow silahkan.


mari masuk dan lihat adik-adik kalian."


"Wahh..


Kita punya adik kembar..."


"Kau terlalu bising Nat, tenang lah sedikit.


emm.... oh ya Yang mulia ratu selamat atas kelahirannya."


anak muda dengan kacamata itu menedekati rozt.


"Terimakasih Lim.."


Senyum sang ratu pada pangeran pertama itu.


"hooh yang ini anak laki-laki ya?


siapa namanya ayah?"


"Namanya Rozt.


apakau ingin menggendong nya Nat?"


"Tentu ayah...


aku akan sangat senang sekali."


lim datang dan memegang pundak Nathan.


"Hati hati nat jangan sampai ceroboh.."


"Iya-iya aku Tauuu!.."


"(cehh...


siapa anak ini menganggu waktu ku minum saja)"


"Weeeii... rozt...!


Aku Nathan pangeran kedua kerajaan Gormund.."


"( hooh dia ini kakak ku rupanya.)"


*OWAAA OWAAAAA


"rozt kelihatan nya tak nyaman saat digendong oleh nathan."


ucap sang ratu.


"Hahaha lihat.. dia tak ingin kau menyentuhnya."


lim mengejek nathan dengan puas.


"heii rozt ada apa?


kenapa menangis?"


Nathan terlihat sedikit panik sambil mengayun ayunkan rozt.


"Nat, sepertinya bolt masih lapar.


berikan dia kembali padaku.


sebagai gantinya, Kau bisa pergi melihat leiya yang tidur disebelah sana."


"ehh...


baik ibu ratu."


Nathan bergegas memberikan bolt kembali pada ratu merysa.


"tunggu nat...


sekarang giliran ku.."


lim menghadang nathan dengan tangan nya.


"Cihh... baiklah-baiklah.."


Lim mendekat ke ranjang leiya dan menyentuh wajah nya sesekali.


"Leiya... dia pasti akan menjadi putri yang sangat cantik nanti nya"


"Hooh tentu saja dia akan jadi wanita yang cantik, apa kau mau menikahi nya Lim?"


ejek Nathan


"JANGAN BICARA SEMBARANGAN!!!"


~4 tahun kemudian


hari ini hari pertamaku masuk ke akademi kerajaan. di usia ku yang masih 4 tahun aku dipaksa mengikuti kegiatan pembelajaraan,


orang-orang disini sangat kejam dalam mendidik anak mereka.


"rozt, ayo bersiap!"


"sebentar bu...!


Aku sedang merapihkan tas ku."


"Leiya sedang menunggumu.


Cepatlah..."


"Iya-iyaa!.."


*Huft....


"(padahal di usia segini dulu aku masih bisa bersantai.


kehidupan kedua yang menyebalkan)"


"Rozt ayo Cepat!!"


"Iya bu aku datang..."


didepan pintu keluar sudah menunggu seorang pria tua berpakaian rapih..


"Rozt... Leiya..


Pria ini bernama Maxim dia yang akan mengantar dan menjemput kalian dari akademi.


jadi bersikap hormatlah pada nya."


"Tuan rozt, nona Leiya.


Mohon kerja sama nya."


"baiklah maxim ku serah kan mereka berdua padamu."


"baik yang mulia ratu..


Tuan rozt, nona leiya mari ikuti aku."


Maxim membawa kami kedepan kereta kuda yang sangat mewah.


*wehhhhh


"(bukan nya ini berlebihan.


Anak-anak sudah pasti akan menjadi manja jika diperlakukan seperti ini)"


"silahkan Tuan!.


*Fuhyoooo


"(Bahkan didalam terlihat lebih mewah)"


*Blubb!!!


"(kursinya empuk sekali ini benar-benar nyaman)"


"Baiklah sekarang mari berangkat."


Teriak maxim dari kursi kusir nya.


leiya hanya duduk diam dikursi nya sambil melihat lihat keluar jendela. sementara aku masih memikirkan maksud dari ucapan Dewi Athena pada ku saat di altar para dewa.


dia bilang aku terlalu baik dikehidupan sebelumnya.


Setelah aku pikir-pikir


BAIK APA NYAA WOYYY!!!


seingatku aku jarang bertindak baik pada orang-orang, Aku Selalu malas belajar, selalu mengeluh tentang apapun dan yang paling parah aku sama sekali tak pernah berdoa padanya.


jadi apa maksudnya terlalu baik?


saat aku masih memikirkan hal itu..


kereta kuda tiba tiba berhenti mendadak...


*Brukkk!!


*ahhh...!!!


rozt dan leiya membentur sudut kereta.


"Tuan rozt...!


Nona leiya...! maafkan aku!"


maxim langsung bergegas menolong mereka.


*Hikss *Hikss....


leiya menangis karena lengan nya memar.


"Nona leiya.."


Maxim terlihat sangat khawatir disana.


tiba-tiba dia mengeluarkan aura seperti sihir penyembuhan pada lengan leiya.


lengan leiya terlihat mengeluarkan aura hijau disekitarnya.


"(Waaw....


ini pertama kalinya aku melihat sihir didepan mataku sendiri, Apa di akademi aku bisa mempelajari sihir seperti itu


Wahahah ini Baru keren)"


"Maxim, kenapa tiba-tiba berhenti?"


"eh... maaf tuan. didepan sana ada seorang anak yang berdiri di tengah jalan."


"baiklah-baiklah aku akan turun untuk melihatnya sebentar."


Tapi tiba tiba....


Leiya menarik lengan baju rozt.


"Kakak... jangan...!


dengan tatapan khawatir leiya memohon pada rozt agar dia tetap berada di kereta.


*UWUUU


"(sial adik ku imut sekali...!!!


satu satu nya kebahagiaan dikehidupan kedua ku saat ini adalah adik perempuan ku yang Sangat menggemaskan


anak itu...


berani sekali membuat leiya terluka.)


"tidak apa-apa leiya.


aku hanya akan melihatnya sebentar."


Aku mengusap kepala leiya untuk menenangkan nya lalu turun dari kereta.


"Nona-Nona tolong berikan aku uang..."


*Nona nona tolong berikan aku uang...


ternyata sekelompok anak anak jalanan menghadang kereta kami.


Tapi


Ehhh......


kenapa mereka memanggilku nona?!


Salah satu anak laki-laki didepan ku mengadahkan tangan nya sambil menanggis.


"Hikss hiksss...


Nona tolong beri kami uang.


Kami kelaparaan."


Sial, miris sekali ternyata saat aku makan makanan enak dikerajaan, ada seorang anak yang kelaparan dikerajaan ku.


sebenarnya apa yang dikerjakan ayah ku itu.


ahh... seingat ku aku memiliki satu koin emas dikantung celana ku.


aku merogoh kantung ku dalam dalam.


Aha...!


ketemu..!!!


"Ini.


maaf hanya ini yang kupunya.."


aku memberikan koin emas itu pada anak laki laki yang ada didepan ku.


"Wuaa terima kasih Nona.


ini cukup untuk kami semua.."


*terima kasih Nona...


serentak mereka semua berterima kasih padaku..


Heyy aku ini lelaki tahu...!


Setelah itu mereka semua pergi dengan sendirinya dan aku pun kembali kedalam kereta.


"Bagaimana keadaan leiya?"


"Dia sudah pulih tuan, beruntung itu hanya luka kecil jadi aku bisa menyembuhkannya dengan sihirku.


ngomong ngomong bagaimana tuan mengatasi anak-anak itu..?"


"Mereka hanya kelaparan. jadi aku memberikan mereka 1 koin emas."


Seketika wajah maxim menjadi sangat terkejut mendengarnya.


"Tuan dari mana anda mendapatkan Koin emas.?"


"Aku menemukannya didepan koridor istana."


"Maaf tuan, koin emas sangat lah berharga.


kau bisa membeli 1 kuda perang perkasa dengan 1 koin emas."


"(Waaao aku memberikan mereka sebanyak itu... aku benar benar tidak tahu nilai uang didunia ini)"


"ehh... begitu ya


bisa kau rahasiakan ini dari ibu ku Maxim?!"


Aku menatapnya dengan tatapan memelas.


"Tentu saja, aku hanya ingin tuan kedepan nya bisa lebih bijaksana."


"Terima kasih kalau begitu."


aku hanya tersenyum manis padanya.


Leiya mendekatiku dan langsung memelukku.


"Kakak!


"Aku baik-baik saja leiya tenang lah."


-


"(kenapa dia diam?"/


_


_


_


Pfftt dia tertidur di pelukan ku ternyata.)"


"Maxim mari kita lanjutkan perjalanan nya."


"Baik tuan!"


Maxim kembali memacu kuda dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju Akademi.