Best Magic

Best Magic
Episode 10 : Teman dan Kasih Sayang



"kak?


apa kau ingin memukul ku?


"Ayo pukulah!"


"kau harus segera berhenti klopp, kau dan yang lain bersenang-senang dengan menyakiti orang.


ITU HARUS DIHENTIKAN!"


"Kak...!


kau terlalu berisik, jika kau mau memukul ku lakukan sekarang!"


"baiklah Klopp, aku akan mengajari nya cara memukul"


Anak laki-laki yang sedang memukuli rakyat jelata itu sekarang ada persis didepan lambert.


Namun Lambert hanya terdiam memaku. tiba-tiba


*BUGHH...!!


sebuah pukulan telak diarah kan ke bagian perut lambert.


lambert memegangi perut nya itu.


anak yang lain menendang kaki lambert sampai terjatuh.


"Cihh,


orang lemah tak perlu sok jadi pahlawan!"


Mereka berdua sekarang mulai menginjak injak nya.


sementara anak perempuan dibelakang mereka masih memukuli rakyat jelata itu.


(ini aneh lambert bukanlah pengecut seperti itu, walaupun lawan nya 2 sampai 3 orang aku yakin dia bisa mengalahkan nya dengan mudah.


tapi kenapa dia hanya diam begitu)


( ah! Aku sangat geram melihat Lambert di injak-injak mereka, Aku akan mengarahkan petir ku kearah mereka berdua)


*JEDUUAARRR...!!


satu dentuman petir membuat semua nya berhenti.


"Kalian berani sekali menyakiti teman ku.


kalau hanya menghina nya aku akan diam saja tapi-


belum selesai rozt bicara


Lambert berlari kearah rozt dan mencengkram kerah baju rozt dengan kuat.


"ROZT!!!"


dia berteriak dengan nada Kemarahan.


"Siapapun itu tak akan ku maafkan jika menyakiti saudara-saudara ku!!!"


"Apa yang kau katakan hah?


aku hanya mencoba membantu mu?"


"Haa....!!


aku tak membutuhkan bantuan mu sekarang, cepat kau pergi sebelum aku menghajarmu."


(sorot mata nya.


dia sangat serius ingin menghajarku)


rozt mencoba melepaskan cengkraman Lambert dari bajunya.


"Hohh....


aku hanya mencoba membantu mu tapi kau malah berniat mengahajarku.


Baiklah.


kurasa ini saatnya menguji senjata baru ku."


Rozt bersiap menggeluarkan pedang nya.


Lambert pun ternyata melakukan hal yang sama.


"jadi benar-benar ingin bertarung. jangan harap aku menahan diri"


"Berhenti!


sudah cukup..!!


Hentikan! mereka sudah melarikan diri..!


orang yang dipukuli itu memisahkan pertengkaran antara rozt dan Lambert.


"Kalian teman kan kenapa saling berteriak seperti itu?


Maaf yah, nampak nya ini semua salah ku


melibatkan kalian semua dalam masalah"


lambert berbalik dan mendatangi nya.


"aku yang seharusnya meminta maaf.


Aku Lambert Toradell, mereka semua saudara-saudara ku. aku tidak tahu kenapa mereka sekarang menjadi agresif seperti itu.


Mohon maaf kan mereka."


Lambert membungkuk.


"Ah kau salah paham sebenarnya aku yang memulai pertengkaran dengan mereka.


Saat mereka berjalan anak perempuan itu terjatuh digenangan lumpur dan aku menertawainya."


(mereka semua benar benar agresif, hanya karena ditertawakan, mereka mumukuli orang ini tanpa ampun.)


rozt berjalan mendekati orang itu juga.


"Kau, siapa nama mu?"


"Ah aku Porter. aku tinggal di sekitar sini. apa kalian ingin mampir?"


"tidak, aku harus segera pulang porter. aku takut penjaga akan mencari ku"


"Hah..? penjaga?!"


"porter, sebaiknya kau ikut dengan ku,, di istana ada seseorang yang bisa menyembuhkan luka-luka mu itu"


"istana??! Waahh!!


apakah anda seorang bangawan?"


"Ah maaf aku lupa memperekenal kan diri ku,, aku Rozt Rionel, pangeran ke 5 kerajaan Gormund"


"Kkkk au... jadi kau laki-laki yah.


hahahhaa!


maaf aku kira anda seorang putri."


"Haaah aku sudah terbiasa mendengarnya, bahkan pria disana sempat menyatakan cinta nya dihari pertama kami bertemu."


"Waaah benar kah...tuan lambert?


"Hei.. itu tidak benar!


kau seharusnya tidak memberitahunya rozt."


wajah Lambert memerah.


dia berusaha menutupi wajahnya.


"Hahaha itu benar, bahkan aku masih mengingat ekspresi mu saat menggoda ku waktu itu"


"Sial kau rozt! aku membelikan mu pedang


kau malah mempermalukan ku!"


Lambert berlari dan berusaha menangkap rozt.


"Whaahahahahah.


Tuan rozt, tuan lambert. kalian berdua terlihat sangat akrab, aku beruntung jika mempunyai teman baik seperti kalian.


tapi aku tahu itu sepertinya mustahil."


"Apa yang kau katakan Porter mulai sekarang kita juga teman mu."


lambert merangkulkan tangannya dileher rozt dan menggoyang-goyangkan nya seperti orang bodoh.


"Hei, siapa yang bilang aku teman mu bert."


"Hooh, kau yang bilang sendiri pada saudara saudara ku tadi."


Kaliean berani melukaiy TEMAN ku aku


ebbbbb~


Rozt menutup mulut Lambert yang terus berbicara itu.


*lpaaasss


*fwuahh!!


"keu mau membunuhku.


kenapa mulutku dibekap"


"Kau terlalu berisik


"Emm, baiklah.


Ayo!"


mereka berhasil sampai diistana sebelum malam.


Dan rozt dhujani banyak pertanyaan oleh ibu nya karena membawa porter ke istana jadi dia ceritakan yang sebenarnya terjadi.


beruntung ibu nya mau mendengar penjelasan itu.


akhirnya dia memanggil Priest yang bisa menyembuhkan luka-luka porter.


Setelah itu mereka bertiga (rozt, Lambert dan porter) makan dan mandi bersama di pemandian air panas dengan gembira.


"Hei.. rozt?"


sapa Lambert.


"Yoo.. ada apa?"


"Aku minta maaf karena sudah berteriak padamu.


saat itu.


Padahal kau berniat membantu ku tapi aku-


"sudahlah aku mengerti.


Kau tau bert.


aku pikir juga sama seperti mu.


jika ada orang-orang yang berani menyakiti saudara-saudara ku, aku akan menghajar nya.


"rozt.. aku benar-benar-


"Iyah aku tau


kau ingin membuat mereka memahami apa yang kau katakan tapi mustahil merubah sikap sesorang dalam sehari.


jadi kau harus terus mengingatkan mereka yahh."


"Aku mengerti."


Keheningan sekarang menyelimuti mereka.


"Ku pikir aku adalah orang yang beruntung"


"kenapa kau berpikir begitu?"


tanya Lambert.


"Setelah melihat semua nya, aku merasa aku adalah seorang yang beruntung"


"tentu saja, kau dilahirkan sebagai seorang pangeran. semua orang menginginkan hal itu"


ucap porter.


"maksud ku bukan soal itu,


Kemarin


saat aku berangkat menuju akademi. kereta ku di berhentikan oleh sekumpulan anak-anak terlantar. yah, kupikir mereka adalah pengungsi dari negara lain.


saat itu, aku benar-benar merasa aku sangat beruntung. aku tak bisa membayangkan berapa keras nya kehidupan mereka. sementara aku makan dan minum dengan enak. mereka masih memegangi perut mereka yang kelaparan."


"Kau benar-benar orang aneh"


kata Lambert.


"hah??"


"kau masih anak-anak kan?, kenapa memikirkan sesuatu yang harusnya dipikirkan orang dewasa?!"


"Entahlah, setiap malam aku selalu memikirkan, apa suatu saat aku bisa mengubah dunia ini."


"Tentu saja bisa tuan rozt. Anda adalah pangeran. yang berarti calon raja kan? aku yakin anda pasti bisa melakukan nya."


Ucap, porter


"Hah...


Fakta nya tidak begitu. benar kan bert?"


"yah, rozt mungkin adalah seorang pangeran namun posisinya dikerajaan tidak lah sekuat para pangeran yang lain. menurut ku hampir mustahil bagi rozt untuk menjadi seorang raja."


"sungguh?"


Porter benar-benar keheranan dengan apa yang dikatakan Lambert.


"itu benar, satu-satu nya cara agar aku bisa merubah dunia adalah..."


"adalah apa?"


Lambert dan porter tampak penasaran dengan apa yang akan dikatakan rozt.


"hahaha lupakan saja, aku masih terlalu kecil. jika sudah saat nya aku akan memberi tahu kalian"


"Dasar!!!"


"Anda membuat kami penasaran saja"


"Hahahaha!!!"


(setelah percakapan itu kami bertiga bercanda dan berlari-larian di kolam itu.


Mereka berdua pamit pulang setelah Mandi.


Aku merasa ada sesuatu yang sangat berbeda hari ini.


untuk pertama kali nya aku merasakan ikatan pertemanan.)


"Rozt !!"


"Ayaah?!"


Rozt dikagetkan dengan sosok ayah nya(sang raja) yang mendadak muncul di depan kamarnya.


"apa yang ayah lakukan dikamar ku..?"


(selama aku melamun ternyata ayah datang menemuiku.)


"ibu mu sudah menjelaskan semuanya.


kau anak yang baik"


ayah tersenyum dan mengelus elus rambutku.


"oh ya ayah, apa aku bisa meminta sesuatu pada mu."


"Ohh apa itu?"


"Saat aku dalam perjalanan menuju akademi di sana aku melihat banyak sekali anak-anak seperti ku, sepertinya mereka adalah korban perang yang mengungsi. mereka terlantar, bahkan banyak dari mereka yang tak bisa makan berhari hari.


bisakah ayah melakukan sesuatu untuk itu?"


"Baiklah, ayah akan segera melakukan yang terbaik yang ayah bisa lakukan"


(seperti nya ayahku Sangat bangga dengan permintaan ku barusan, dia menatap ku sambil tersenyum dan mengelus-elus rambut panjangku)


"Terima kasih ayah..!"


(sudah lama rasanya sejak kami berbincang dengan santai seperti ini, dia bilang jika didepan orang orang dia tak bisa memperlakukan ku seperti ini jadi aku menghormati keputusan nya itu.)


"Jadi kenapa ayah datang ke kamar ku?"


"Coba tebak??!


ayah sudah menemukan guru yang akan mengajari mu melatih sihir kegelapan."


"Oh yah..!


siapa dia..?"


"dia seorang petualang yang hebat


kau pasti bisa belajar banyak dari nya.


dia bilang, dia akan datang besok jadi persiapkan dirimu ya!"


"Emm apakah ayah khawatir tentang kemampuan ku ini."


"Hah.. apa yang kau katakan nak.


Apa pun bentuk kekuatan sihir mu ayah pasti akan mendukungmu.


kau dan leiya adalah harta berharga bagiku jadi tidak peduli jika kau mempunyai kekuatan kegelapan atau apapun,


Ayah akan tetep menyayangi kalian."


Rozt bangun dari tempat tidurnya dan memeluk erat ayahnya.


Rozt tersenyum penuh bahagia.


(Jadi ini rasanya.


Kasih sayang seorang ayah yang tak bisa kudapatkan saat didunia ku sebelumnya.


Rasanya.. hangat sekali)


(hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk ku, aku mendapatkan sebuah ikatan pertemanan sejati dan kasih sayang yang besar dari seorang ayah.)


(*hiksss..**...


aku benar benar beruntung bisa dilahirkan kembali)


(Baiklah sekarang saatnya tidur, Besok latihan dengan guru baru itu dimulai.


aku akan berjuang keras.)