
Setelah berpamitan dengan master Trazen, Rozt langsung berangkat menuju akademi.
(Hah...
kalau begini, aku jadi ingat saat pertama kali berangkat ke akademi bersama leiya, sungguh kenangan yang berarti.)
Rozt berjalan santai kali ini, dia tak ingin lagi pergi dengan kereta kuda.
Sesampainya dia di akademi, rozt langsung menuju ruang kelas nya.
disana teman-teman sekelasnya seperti sedang membahas sesuatu yang penting. begitu juga leiya yang sedang asyik mengobrol dengan temannya.
(Hmmm...
apa mereka sedang membahas tentang ujian kelulusan besok?!)
(seperti nya di duniaku yang sebelumnya ataupun yang sekarang, ujian kelulusan memang hal yang penting)
(aku terlalu sibuk berlatih dengan master, sampai tak punya persiapan dengan ujian akhir ini)
tiba-tiba orang yang duduk di sebelah rozt membuka percakapan.
"Pangeran, apa kau tidak gugup seperti yang lain?!"
"Memang nya apa yang terjadi kalau kita gagal saat ujian itu?"
"Hmmm...
tidak terjadi apa-apa, kau hanya harus mengulang nya lagi tahun depan.
namun, kau tau kan?!"
"Ah, maksud mu Nilai kita berkurang Dimata keluarga dan masyarakat ya?!"
"Itu benar, apalagi kau seorang pangeran. kau tak boleh gagal.
ujian ini seperti menentukan masa depan mu"
"Hah, kau benar juga.
harusnya aku fokus dengan ujian itu.
terimakasih telah mengingatkan ku, Juan"
"Ya, walaupun berkata begitu aku juga sangat gugup dengan ujian itu. padahal aku sudah latihan. tapi tetap saja aku masih kurang percaya diri."
"Sudahlah, tidak ada habisnya jika terus difikirkan.
kau kan sudah latihan, jika hasilnya buruk. kau hanya harus berlatih lebih keras. Master ku pernah bilang bahwa, keberhasilan adalah hasil dari latihan."
"kau benar pangeran, harusnya aku percaya dengan latihan yang telah ku lalui selama ini"
"Yah, aku yakin kau dapat melalui ujian lebih baik dari ku"
"Ah, pangeran rozt bisa saja"
"Hahaha"
tak lama kemudian, Bu Gracia memasuki ruang kelas.
"Anak-anak apa kalian sudah siap dengan Ujian kelulusan yang akan dia adakan besok?"
*SIAP BU!
semua murid serentak berteriak.
"baiklah, hari ini ibu akan memberitahu kan beberapa tahapan yang akan kalian lalui saat ujian.
yang pertama adalah ujian tulis, ini bertujuan untuk menguji sejauh mana pemahaman kalian.
yang kedua adalah ujian praktek tentu nya.
oh ya, di ujian ini kalian akan di uji secara kelompok. itu artinya hari ini kalian bebas memilih anggota kelompok kalian.
1 kelompok berisi 3 orang. jika sampai besok belum ada yang mendapatkan kelompok, ibu akan menetapkan kelompok orang itu secara acak.
apa ada yang ingin kalian tanyakan?"
Leiya mengangkat tangan nya.
"Ya putri leiya, apa ada yang ingin kamu tanyakan?!"
"Jika ujian praktek itu berkelompok, bukan kah seharusnya kita di beri waktu untuk melatih kerja sama tim?
kenapa pemberitahuan ini mepet sekali?!"
"Ckckck...
Putri, kalian semua yang ada disini telah saling mengenal selama 12 tahun, ujian ini juga bertujuan untuk menguji seberapa jauh kalian mengenal teman-teman sekelas kalian.
selama 12 tahun, kalian harus nya telah mengetahui apa potensi dan kelemahan teman-teman kalian. seharusnya kalian juga telah saling akrab kan?
kalau begitu bukankah ujian nya akan jadi mudah. hehehe...."
Leiya hanya bisa terdiam mendengar jawaban itu. Namun tampaknya murid-murid yang lain masih menyimpan banyak pertanyaan tentang ujian kelulusan besok. namun tak satupun dari mereka berani menanyakan nya.
"Tapi Bu, bukankah itu tidak adil"
Rozt tiba-tiba saja berbicara seperti itu.
itu membuat seluruh kelas kini memperhatikan nya.
"Apa maksud mu pangeran?"
"Tentu saja itu tidak adil bagi murid yang nanti ditetapkan secara acak bukan?!"
"Ahaha ya, seperti nya pendapat mu benar juga. tapi itu bukan urusan ku kan, suruh siapa kalian tak bargaul dengan yang lain.
jadi nya saat ini kalian susah sendiri kan"
(haaaah!
apa-apaan itu
Bu Gracia, dia egois sekali!)
"apa kalian ada yang ingin bertanya lagi?"
Murid-murid disana tak bergeming sama sekali.
"Baiklah jika sudah tidak ada yang ingin ditanyakan, hari ini tidak ada pelajaran. kalian hanya harus fokus membentuk kelompok yang sesuai dengan kalian. setelah kalian membentuk kelompok, kalian bisa langsung latihan di area lapangan belakang.
Jadi selamat berlatih!"
Setelah mengatakan itu Bu Gracia lalu keluar ruangan. Setelah Bu Gracia keluar, suasana kelas mulai gaduh, banyak dari mereka yang panik karena ujian besok.
Orang-orang disini sekarang sibuk untuk membentuk kelompok mereka.
Leiya menerima banyak tawaran bergabung dari berbagai kelompok sementara Rozt...
(hah...
meskipun aku seorang pangeran, tidak ada yang mau mengajak ku ya, apa karena aku pengguna sihir kegelapan?!)
(sudahlah, aku pasrah saja dengan pilihan Bu Gracia besok.)
*Hahhh!!!
"Juan!, kau mengagetkan ku saja!"
"Haha, maaf. seperti nya kau sedang memikirkan sesuatu yang penting ya?
apa tentang ujian besok?!"
"yah begitulah"
"Pangeran, jika kau belum memiliki kelompok bergabung lah dengan ku!"
"apa kau serius!?"
"tentu, apa kau bersedia, pangeran?!"
"baiklah aku bersedia"
"Wah, keren. kita bisa menjadi tim yang hebat"
"lalu, dimana rekan kita yang satu nya?!"
"ah.. sebenarnya aku masih belum memiliki rekan. kau adalah yang pertama pangeran ehehehe"
"ahhh sudah ku duga, kau dan aku sama-sama murid buangan."
"jangan bicara begitu pangeran. kita ini adalah murid spesial jadi rekan kita juga harus orang yang spesial"
"Loh?!
memang nya siapa orang spesial nomer 3?!
Ah, jangan-jangan!"
"tentu saja putri leiya kan"
"hah...
entah kenapa, aku bisa membaca jalan pikiran mu, Juan"
"tunggu apa lagi pangeran, kau harus segera mengajak putri leiya bergabung dengan kit sebelum dia bergabung dengan kelompok lain"
"Kenapa aku?!
bukankah kau yang berencana mengajaknya!"
"Kau kan kakak nya!
Jika pangeran yang bicara, peluang putri mau bergabung dengan kita jadi lebih besar"
"Baiklah-baiklah,
aku akan bicara dengan nya"
Rozt berjalan mendekati meja leiya.
"Ah, permisi leiya
apa kau mau bergabung dengan kelompok ku?"
Mendengar kata-kata dari kakaknya itu wajah leiya berubah datar.
"maaf, cari lah orang lain.
aku sudah membentuk kelompok ku sendiri."
jawab leiya dengan ketus.
"Ah.. kalau begitu baiklah.
maaf kalau aku mengganggu"
Rozt segera menjauh dari tempat leiya
(apa-apaan itu, kenapa leiya menjadi dingin seperti itu padaku?!)
"bagaimana pangeran?!"
Juan lagi-lagi menyentuh pundak rozt yang membuat lamunan nya berantakan.
*Hahh!!!
"Juan!
berhenti mengagetkan ku seperti itu!"
"waaah!!!
maaf pangeran, aku tak bermaksud mengagetkan mu"
"Sudahlah...
ngomong-ngomong Rencana mu gagal, leiya sudah membentuk kelompok nya sendiri"
"Kau tenang saja pangeran.
kalau itu gagal, kita akan merekrut orang spesial nomer 4"
"Siapa itu?!"
"itu dia!"
Juan lalu menunjuk kearah pojok tempat duduk.
"ah!
dia kan orang yang-
"tidak masalah kan, pangeran?"
"yah...
Jika dia mau bergabung aku sih tidak keberatan"
"baiklah aku akan mengajak nya sekarang, kau tunggu disini saja"
"iya-iya"
Juan pun pergi mendekati orang yang duduk di pojokan itu.
mereka terlihat bicara panjang lebar, entah apa yang mereka bicarakan. sementara Rozt hanya memperhatikan nya dari ke jauhkan
(Apa sih yang di rencanakan nya?!
kenapa lama sekali)
(aku jadi penasaran)
(setahu ku orang itu bernama Witzy, dia seorang bangsawan)
(aku pernah melihat dia bersama ayah nya berkunjung ke istana menemui ayahku)
(Tapi kemampuan nya itu kan...)