
(hmm...
Aku penasaran seperti apa orang yang akan mengajari ku.
Apa dia sungguh bisa diandalkan seperti yang ayah bilang.)
Rozt bersiap pergi ketempat Latihan dengan membawa pedang baru miliknya.
(Haahhh...
hari ini cerah sekali
Baiklah, Ayo berangkat..!)
~
~
~
(Ah dia sudah menunggu ku disana)
Dari kejauhan rozt melihat seseorang sedang bersandar di sebuah pohon besar.
dia terlihat seperti pria besar.
Rozt berjalan mendekatinya perlahan.
"Pak!
Maaf membuat mu menunggu."
Orang itu tidak menggubris ucapan rozt sama sekali.
(Menyebalkan, dia tak menjawab ku sama sekali)
"Oi pak!
kau mendengar ku tidak?!"
Rozt membentak nya, namun
*SHESHHHH...!!!
(Ehhhh sialan, dia malah tidur.
baiklah akan ku buat dia bangun sekarang)
*Strechh... Strechhh...!!
Rozt mengalirkan listrik dari bawah kaki orang itu.
"Hei... Heii...
bocah, apa-apaan petir itu?
Kau mau menyerang ku dengan itu?"
dia bangun dan menodongkan pedang besarnya kearah rozt.
(Hah..
bukan nya dia tertidur tadi.
bagaimana bisa menyadari arus listrik ku)
"Haha...
kau menyadari nya ya?!
Maaf, aku hanya mencoba membangun kan mu"
"Hahhh?
memang nya Siapa yang tertidur?
Paman tidak tidur kok!"
dia tiba-tiba saja menglus-elus kepala rozt sekarang Dan wajah nya nampak sekali seperti lolicon.
Rozt tidak senang dengan itu dan langsung, mengusir tangan itu dari kepalanya.
"Apa sih, sudah jelas ku lihat tadi kau tertidur!"
"hahaha kalau begitu maaf!"
Orang itu tersenyum menyeringai.
"Baiklah nona kecil, ada perlu apa kau dengan paman?"
"Aku Rozt Rionel, kemarin ayah ku menyuruh ku latihan dengan mu ditempat ini.
apa benar kau guru yang dimaksud ayah?"
"Ehh...
ehhhhhh
Kau laki laki?!"
"Heh tentu saja pak, apa kau tidak lihat celana panjang yang kupakai"
"Kenapa wajah mu-"
tiba-tiba wajah nya berubah menjadi murung.
dia memalingkan wajahnya dan berjalan menjauhi rozt
"Hei paman kau mau kemana?
Bukan kah kau harus melatihku"
(Chezzz orang ini merepotkan saja)
Dia duduk kembali dipohon itu dan kembali menatap ku.
"Melatih apa?
Aku disini hanya untuk mengawasimu tau!"
"Apa maksudmu?"
"Kesepakatan ku dengan Sang raja hanya menjaga anak nya yang sedang berlatih sihir kegelapan dan mencegah kekacauan itu saja.
sesungguhnya nak kau tidak layak menjadi murid ku, kecuali kau seorang wanita"
"Hah!!!
jadi maksudmu aku lemah atau bagaimana?!"
"Ah.. tidak juga, hanya kau masih terlalu kecil. ku kira anak yang dibicarakan raja itu berumur 15 tahun"
(Sialan, tidak hanya meremehkan ku dia juga seperti tak berniat sama sekali melatihku sama sekali.
dia hanya ingin bermalas-malasan disana.
menyebalkan!
bagaimana bisa ayah mempekerjakan orang seperti ini.)
rozt berjalan kearah nya dan mendekati wajah sombong nya itu
"jangan sombong hanya karena kau petualang kelas tinggi.
aku yakin dengan kekuatan ku yang sekarang aku masih bisa menandingi mu"
"Hooh....
jadi kau bilang kau setara dengan ku bocah!!
Orang itu segera berdiri dan melempar rozt.
(Ckkk... dia kuat!)
Rozt terpental hampir 10 meter dari sana.
"Begini saja bocah, jika kau bisa menggores sedikit saja tubuhku, aku akan melatih mu dan bilang pada raja agar tak perlu membayar ku sedikit pun.
tapi kalau kau gagal, berhenti mengganggu ku dan lanjutkan saja latihan mu sendiri.
Bagaimana?
oh... dan Tentu saja aku tak akan menggunakan pedang ku jadi tak perlu khawatir"
(apa-apaan itu, dia berpose layak nya seseorang petarung profesional yang sering ku lihat di tv dulu.
dan dia juga mengingatkan ku pada satu nama...
ODIN!
Aku baru menyadari nya wajah bentuk tubuh dan sikap nya sedikit mirip dengan kakek itu
hanya saja dia terlihat lebih prima sekarang
Kalau dia benar-benar ada hubungan nya dengan odin.
aku tak akan punya kesempatan menang.
tapi jika seperti ini terus dia akan terus meremehkan ku.)
"Baiklah, aku akan mencoba untuk mengahajar mulut sombong mu itu"
"Bocah yang berani, Ayo mulai dari mu
sekarang coba serang aku!"
"Aku akan membungkam mulut mu sekarang Paman!"
Petir mulai keluar dari jari-jari rozt.
(ini adalah tehnik yang ku pelajari saat aku bertarung dengan Lambert.
Aku mengalirkan petir pada sepuluh jari ku dan menjadikan nya masing masing sebuah tombak untuk menyerang musuh dengan kecepatan tinggi.)
*FINGER SPEAR..!
"Oh waw!
kau ternyata lebih ahli dengan petir.
Ku kira kau pengguna sihir kegelapan"
*JEEDAR..!!
Petir mulai menggelegar disekitar orang itu.
"jangan terlalu banyak bicara pak tua.
sebaiknya kau segera menghindar kalau tak mau mati."
Petir-petir itu sekarang mulai mengarah padanya.
"Hehh...
Masih terlalu cepat bagimu untuk membuatku bergerak"
dia tersenyum dan menganggkat kedua tangan nya.
tiba-tiba Sebuah bola hitam keluar dari kedua tangannya itu dan membentuk sebuah perisai besar.
*CTINGG CTINGG!!
suara petir rozt yang menabrak perisai nya itu. seperti sebuah batu yang dilemparkan kearah pelindung besi.
(baiklah kali ini Aku akan fokus pada satu titik.)
(dia terlalu percaya diri bahwa perisai nya itu bisa menahan serangan apapun dari ku. sekarang aku akan merapatkan kedua tangan ku dan menyerangnya dengan satu serangan yang kuat)
Petir rozt mulai menyatu dan membuat sebuah peluru petir besar tembakan petir yang menggelegar.
~BAANGG!!
Kali ini Suara yang terdengar seperti perisai tersebut telah tertembus.
(hahaha seperti nya kali ini serangan ku berdampak sedikit.)
Asap-asap bermunculan karena serangan rozt yang secara tak langsung mengahanguskan beberapa pohon disana.
haahhh....
haahh....
haahhh....
(satu serangan besar seperti itu membuatku sedikit kelelahan.
ternyata stamina ku benar-benar buruk)
~Sweshh...
angin berhembus menyapu semua asap akibat serangan rozt.
"Apa-apan itu!"
sudah terlihat jelas sekarang.
perisai itu, hanya penyok di bagian tengahnya.
(Sialan, dengan serangan besar itu pun dia masih bisa menahan nya.
serangan jarak jauh seperti tak kan bisa melukainya)
"Fhyooo...!
Hebat juga seorang bocah bisa merusak Perisai Special ku.
Tapi maaf saja-"
*BLUKBUKK.....
(Menyebalkan...!!!
benar-benar menyebalkan!)
Perisai miliknya yang tadi terkena dampak serangan rozt mulai beregenerasi, tak lama kemudian perisai itu kembali ke bentuk asalnya.
"Bwahahah..
itu sia-sia saja tau..!"
Rozt sangat terkejut melihat bagaimana serangannya tak berpengaruh sama sekali.
(Sial...
kaki ku gemetar?!
apa aku sedang ketakutan melihat nya!?)
(Tenang lah!
Masih banyak cara untuk melukainya.
Salah satu nya-)
Rozt menarik Vortra dari sarung nya. itu adalah pedang baru yang di belinya kemarin, dia menamainya Voltra.
(Ini adalah cara terakhir yang ku punya.
Dan sialnya tubuh ku mungkin hanya bisa bertahan sebentar)
(tak peduli seberapa kuat Voltra, jika aku kehabisan tenaga aku akan kalah.)
(Baiklah ini adalah Pertaruhan, jika gagal Selesai sudah.)
Rozt mengalirkan petir ke seluruh tubuhnya dan juga voltra.
"Bersiap lah paman!
Aku datang!"
*ZRETTTTT!!!
Rozt bergerak cepat berkat petir nya.
(kali ini, aku pasti bisa merobek perisai menyebalkan nya)
*HYAAAAAAA!!!
*SRTTT...!!
*SRTTTTT!!...
Rozt melancar kan serangan beruntun pada nya. Rozt menyerang dari berbagai sudut.
Namun Perisai itu malah menyelimuti seluruh tubuh orang itu.
Setelah lebih dari 10 kali menyerang rozt melihat perisai itu mulai tidak bisa bertahan.
Keretakan ada dimana-mana.
"Baiklah Sedikit lagi!!"
(ah...
sial, kenapa rasanya aku seperti melambat..!)
"Waw! waww!
Nak kau bersemangat sekali."
saat rozt hendak melanjutkan serangan perisai itu terbuka dengan sendirinya.
"Apa yang-
Dia...
dia datang dengan tinju Hitam ditangan nya
"Kau pikir aku hanya akan bertahan?
Hah jangan berfikir bodoh, bocah tak berpengalaman."
*BUGH...
*ACKKK...!!!
pukulan itu mengenai perut rozt dengan telak.
dia terlempar jauh dari sana
darah mulai keluar dari mulut rozt.
(Sakit sekali!!!)
(ini rasa sakit terhebat yang pernah kurasakan
bahkan lebih menyakitkan dari terkena tembakan pistol)
*ARGHHHHH...!!!
*ARGHHHHH!
rozt berterik teriak sekuat-kuatnya.
"Nak, kau lumayan hebat.
diusia 4 tahun kau bisa memanfaatkan sihir petir untuk menambah kecepatan mu
sungguh jenius!"
*hahh... haaahh... hahhh....
(Tubuhku sudah tak bisa digerakan, aku sudah mencapai batasan ku)
"Hem, kalau saja kau masih bergerak seperti diawal, aku pasti tak bisa mengenai mu.
sepertinya tubuh mu sudah tak bisa dipaksakan untuk bergerak secepat itu lagi ya?
Tapi sayang sekali nak.
mari tepati apa yang kita sepakati diawal"
(dia tersenyum?!)
(dasar bajingan gila dia merasa senang karena menghajar anak-anak)
"Paman
Aku tak pernah bilang aku sudah menyerah kan?"
"Apa maks-
*SERTTTTT!!!!
Pedang rozt bergerak dengan sendirinya dan menyerang orang itu dari belakang.
dengan reflek yang luar biasa orang itu berhasil menunduk sebelum pedang itu menancap di kepalanya. Namun tidak diduga
darah mengucur jatuh dari kepalanya nya yang angkuh itu.
dia lalu menatap rozt dengan tatapan tajam.
"apa....
Apa yang kau lakukan?!"
"Heh...
kau lengah paman!
apa kau tak sadar sekarang aku sudah tak memegang pedang ku"
"Kkkau ...
mengendalikan pedang mu dengan aliran listrik...
dan menyerang ku dari belakang?!"
(Tak kusangka bocah sepertinya mempunyai pengendalian sihir yang begitu baik.
dia benar-benar jenius).
*CRANGGG....!!!
Voltra kembali ketangan rozt setelah menggores telinga nya.
"Aku berhasil menggoresmu bukan?!
Berarti aku yang-
(ahh..)
(apa ini..)
(aku..)
(kesadaraan ku...)
(Sepertinya tubuhku sudah tak kuat lagi)
(Ckkk... menyebalkan sekali)
(padahal aku mau menginjak-injak harga dirinya sekarang)
(Ah..)