
Di kerajaan, Raja kerajaan Gormund mengumpulkan para bangsawan untuk menghadiri pertemuan yang di adakan sang raja. Disana sudah hadir para Duke, Marquis, Count, dan juga para pangeran.
Mentri kerajaan Shirvan, membuka rapat itu dengan pembahasan mengenai peperangan dengan negara tetangga, Yormund.
"Hasil peperangan kemarin sangat luar biasa. tentu nya kerajaan mendapatkan keuntungan yang besar.
wilayah adorine kini menjadi milik kerajaan gormund. itu semua berkat para bangsawan yang selalu mendukung usaha kami dan juga para kesatria dan prajurit yang telah melaksanakan tugas mereka dengan baik."
Ucap, Lim
Raja lalu memberikan isyarat pada mentri,
Bahwa sudah waktunya sang raja untuk bicara.
"Sekarang, aku akan menentukan siapa yang akan menjadi penguasa di daerah adorine.
Sudah ada beberapa calon yang menurut ku pantas dan ku percayai, yaitu
pangeran Lim dan pangeran Richter.
Aku mengundang kalian semua kesini, untuk memilih diantara mereka berdua siapa yang lebih layak untuk menjadi penguasa adorine.
Jika hanya aku yang memilih akan ada kecemburuan dari pihak yang tidak terpilih.
oleh karena itu aku meminta bantuan kalian."
Setelah itu, Mentri kerajaan membagikan sebuah kertas di masing-masing meja para bangsawan.
"Tuliskan nama orang yang menurut kalian pantas di kertas itu."
ucap, sang raja.
Para bangsawan pun lalu menulis kandidat yang mereka pilih.
Tak lama kemudia Mentri kembali mengambil kertas tersebut.
namun salah satu bangsawan melakukan protes pada raja.
"Yang mulia, apa calon penguasa hanya mereka berdua?!
bagaimana dengan pangeran Rozt?!
bukankah dia juga berhak?!"
Orang yang bicara itu bernama Vinbert, dia adalah Duke dia daerah bernama Spirant dia juga ayah dari Lambert.
"Sebelum aku menetukan kandidat penguasa, aku sempat bertanya langsung pada rozt.
Namun sepertinya dia tidak tertarik dengan daerah itu"
ucap, raja.
"lalu bagaimana dengan pangeran yang lain"
tanya, Vinbert
"aku mengaggap yang lain masih belum pantas untuk menguasai daerah itu"
jawab, raja
"tapi yang mulia-
"sudahlah Vin, yang mulia sangat memperhatikan anak-anak nya, jadi dia sudah tau mana yang menurut nya pantas."
ucap, Duke Monsir
Duke Monsir adalah penguasa di daerah bernama Jungma, daerah yang berbatasan langsung dengan Spirant yang dipimpin Vinbert.
"Kau!"
Kelihatan Duke Vinbert kesal dengan ucapan Duke Monsir.
"jika sudah tidak ada yang ingin dibicarakan, aku akan membacakan hasil dari pemilihan ini"
Perkataan Mentri itu menyudahi pembicaraan para Duke.
Setelah itu Mentri mengumumkan pangeran yang layak di berikan daerah adorine.
"Bedasarkan suara yang dikumpulkan, pangeran yang layak menjadi penguasa adalah...
Pangeran...
Lim Rionel!"
Mendengar pernyataan itu, semua bangsawan bangkit dari kursi nya dan memberikan tepuk tangan untuk pangeran Lim.
disisi lain, terlihat raut wajah pangeran Ritcher yang kesal karena hasil itu.
Pangeran Lim lalu memberikan sambutan.
"Terimakasih karena para bangsawan yang terhormat telah mempercayakan wilayah adorine padaku. aku akan berusa keras agar tidak mengecewakan kalian"
"Wah!!! Selamat ya pangeran Lim!
"Kau memang pantas pangeran lim!
"Kedepannya kita harus sering bicara ya!"
ucap para bangsawan itu.
"Karena pemilihan ini sudah selesai kita masuk ke topik selanjutnya"
Mentri lalu kembali membagikan kertas ke meja para bangsawan.
"Sesuai dengan laporan yang ku berikan di meja kalian. Semalam, wilayah Baron Diaz diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
"Anehnya mereka sama sekali tak mencuri apapun dari kediaman nya.
namun mereka hanya mengacak-acak rumah milik Baron Diaz setelah itu mereka membakar nya dan untung saja Baron Diaz beserta keluarga nya selamat."
"lebih aneh lagi, menurut laporan Baron Diaz, orang yang menyerang hanya berjumlah 4 orang"
Ucap Mentri menutup pernyataan nya.
"Mustahil!
apa benar 4 orang bisa mengacau dan membakar kediaman seorang Baron?!"
"Sulit dipercaya, bukankah prajurit yang dimiliki Baron Diaz sangat kuat"
"dia benar, salah satu penyihir nya bahkan pernah menang di turnamen kerajaan."
"Orang macam apa mereka itu!"
Ucap para bangsawan itu.
"Aku mengerti dengan kegelisahan kalian, Kami juga sudah mengirim pangeran Nathan untuk melakukan penyelidikan kesana."
"Kami hanya ingin mengingatkan kalian, Para Duke, Count, Marquis dan yang lainnya agar berhati-hati, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi."
Ada seseorang berbadan kecil yang menggunakan dua pisau, ada wanita berambut panjang yang mampu menggunakan sihir api yang luar biasa"
"lalu ada dua orang laki-laki yang hampir memiliki tinggi yang sama. mereka berdua tidak melakukan penyerangan malam itu. mereka seperti hanya memperhatikan kedua rekan nya dari jauh."
"Jadi hanya dua orang yang menyerang kediaman Baron Diaz?!"
tanya salah satu bangsawan.
"Benar!"
"Oleh karena itu, kalian harus memeperketat keamanan di daerah kalian masing-masing, jika ada seseorang dengan ciri-ciri yang ku terangkan tadi, segera lah melarikan diri atau bersembunyi ditempat yang aman."
"Kekuatan mereka seperti nya di luar perkiraan kita, maka dari itu aku menyarankan agar tidak melawan mereka."
ucap, menteri
"Apa kau meremehkan kami, hah?!
ucap, salah satu bangsawan.
"Aku tidak bermaksud begitu.
setelah ku analisa, seperti nya mereka hanya mencari sesuatu di kediaman Baron.
jika itu perampokan atau rencana pembunuhan, Baron Diaz pasti tidak akan selamat."
"Karena itu aku sarankan agar kalian tidak melawan"
ucap, Mentri
"apa kau menyarankan kami untuk diam melihat rumah kami diacak-acak lalu dibakar?! seperti itu Mentri shirvan?!"
"benar"
jawab pelan, mentri
"Kau sudah kehilangan akal Mentri!
jika mereka mengacau di wilayahku, akan ku habisi mereka!"
Ruang rapat itu kini memanas tampak banyak bangsawan tidak setuju dengan saran Mentri shirvan, perang mulut pun terjadi disana.
Sementara itu di suatu tempat, terjadi sebuah pertemuan antara anggota organisasi yang bernama ZEDIA.
"Apa sudah mengetahui lokasi dimana benda itu berada, Horn?!"
"Yah, kami agak kesulitan mencari benda sialan itu. namun kita menemukan pentujuk yang sangat penting, Friz "
Horn lalu memberikan sebuah gulungan kertas pada Friz.
"Setelah penyerangan semalam kami menemukan itu.
Yahh, ternyata Baron itu benar-benar merepotkan, pengawal nya lumayan kuat. benarkan Liza?!"
"Huh, mereka masih bukan tandingan ku!"
ucap Liza.
"Haha...
tapi dia berhasil melukai tangan kiri mu kan?!
apa tangan mu Masih terasa sakit?!"
"Itu hanya kecelakaan kecil, kau tak perlu mengkhawatir kan ku!"
"Liza, Lain kali berhati-hati lah."
ucap Friz.
"hahaha benar, jika yang kau lawan lebih kuat dari mu, kau bisa mati loh!"
ejek, Horn
" berisik kau, sialan!"
"sudahlah!
setelah membaca informasi ini, letak benda itu ada di selatan kerajaan artinya itu ada di wilayah Spirant"
"Horn, Liza!
segera menuju lokasi itu."
ucap, Friz
"Apa Fanny dan Grimmer tidak ikut?!"
tanya, Horn.
"Mereka berdua akan menjalankan misi yang lain, untuk sementara kalian hanya berdua
apa kalian merasa tidak mampu?!"
"Apa-apaan pertanyaan itu?!
Sendiri pun aku mampu menyelesaikan nya."
Terus, Liza
"Kau yakin?!"
"Tentu saja!"
Jawab lantang, Liza
"Hahhh...
kau terlalu percaya diri, di penyerangan sebelumnya luka mu itu lah akibatnya."
Ucap, Friz.
Mendengar itu Liza hanya bisa terdiam, karena apa yang dikatakan Friz adalah kebenaran bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.
"Horn, kau yang menjadi pemimpin di misi ini."
"Haha...
baiklah"
"segera lah bersiap, beso berangkatlah sebelum matahari terbit"
"Siap!"
Teriak, Horn dan Liza