Best Magic

Best Magic
Episode 1 : Kehidupan setelah Kematian



'Hoaaahh!!!


Sial sekali hari ini!


dimusim panas ini harusnya aku berlibur sekarang. benar-benar bos yang menyebalkan..."


"Permisi, aku ingin memesan!"


teriak seorang perempuan yang membangunkan Rey dari lamunan nya..


'ah... maaf!


mau pesan apa?"


setelah melayani pembeli itu Rey kembali duduk dikursinya dan mengipasi dirinya dengan papan menu makan cepat saji tempat dia bekerja.


'haaahh!!


aku terlambat menyadari nya, Ternyata hidup seorang diri benar benar sangat sulit.


andai saja aku bisa menyampaikan rasa penyesalan ku ini pada Nenek."


memikirkan itu suasana hatinya memburuk dan dia memutuskan untuk tidak mengingat ingat tentang Neneknya.


ia beralih dan melihat ke arah pintu masuk. nampak didepan ada seorang perempuan tua yang sedang mengacak acak tempat sampah yang ada didepan tokonya.


Rey berdiri dan berlahan berjalan menghampiri Perempuan tersebut. perempuan itu tampak tidak bisa berdiri tegap dan lesu karena kelelahan


"Apa yang kau lakukan nek? tempat sampah yang kau koreki itu membuat sampah sampah didalam nya menjadi berserakan dan membuat toko ku kotor.


Jika bos ku melihat ini sudah pasti aku akan kena omelan!"


perempuan tua itu bangun dengan susah payah dan segera memunguti sampah yang berserakan karena ulahnya.


"Ahh tunggu nek!


aku tak menyuruhmu untuk memunguti sampah itu"


" bukannya kau bilang kau akan terkena masalah jika aku mengotori tokomu!?"


rey lalu membungkuk dan memberi isyarat pada perempuan tua itu untuk naik kepunggungnya.


"ayo!


aku antar kedalam.


diluar sangat panas,nenek pasti sangat laparkan..?"


perermpuan tua itu sedikit terharu dengan sikap rey, ia kemudian bergerak pelan menaiki punggung rey.


ray menurun kan perempuan tua itu disalah satu kursi yang ada di dekat meja kasir.


"tunggu sebentar aku akan siapkan beberapa makanan untuk nenek."


ray pergi dengan cepat kedapur dan memanggang daging.


dia memberikan hamburger satu porsi burger kepada perempuan tua itu.


''hanya itu yang aku bisa berikan nek"


"terima kasih nak"


ray hanya tersenyum lalu pergi keluar toko untuk mernbereskan beberapa sampah yang masih berserakan disekitar sana.


setelah beberapa menit rey selesai merapihkan tempat sampah itu dan beranjak masuk kedalam tokonya kembali.


dia mengambilkan air mineral dikulkas dan memberikan nya pada perernpuan tua itu.


lalu dia duduk didepan perempuan tua itu dan sedikit berbincang denganya.


''nak, sepertinya toko mu sangat sepi hari ini apakah, tidak apa apa memberikan makanan gratis pada ku."


''yahh seperti yang nenek lihat toko ini sedang sepi karena sekarang semua orang bisa memesan makan dengan Handphone jadi mereka agak malas keluar rumah untuk pergi ketoko kecil seperti ini.


apalagi dicuaca panas begini.''


''tapi nenek tenang saja aku masi mempunyai cukup uang untuk membayar makanan nya."


Rey tersenyum pada nenek itu dan kembali ke meja kasir.


setelah beberapa menit, nenek itu selesai makan dan menghampiri rey untuk mengucapkan terimakasih lalu dia pergi dari toko itu.


''hahaha...


Syukurlah, setidaknya walau sedikit hidupku ada gunanya untuk orang lain."


ray membawa sebuah lap dan berniat untuk membersihkan meja tempat nenek tersebut makan.


rey berjalan pelan menuju meja namun


DUAARRR!!


pintu depan toko nya ditendang dengan keras oleh sekelompok orang beberapa orang langsung masuk kedalam toko keluar. ray yang terkejut jatuh dan duduk dilantai sambil gemetar.


ternyata orang yang itu menodongkan sebuah pistol pada rey dan menyuruhnya untuk memasukan semua uang yang rey miliki kedalam tas yang dia pegang.


''apa....?


apa ini perampokan???"


"tapi ini bukan bank atau toko perhiasan kenapa orang orang ini menjarah sebuah toko kecil."


dalam ketakutan itu rey terus bertanya tanya pada dirinya sendiri dengan apa yang sebenarmya terjadi.


tiba tiba orang yang berdiri didepan nya menembak dengan tepat perut rey tanpa aba aba.


*Ackkkkkkkk...!!


darah mengucur banyak keluar dari mulut dan perutnya yang tertembak..


"Woy! kenapa menembaknya''


Teriak salah satu rekan perampok itu.


''dia terlalu lama, aku sangat geram."


sedikit pertengkaran terjadi pada orang-orang itu.


''Sakit...


Apakah sesakit ini tembakan dari sebuah pistol kecil.."


Ray memegangi perutnya dan jatuh dalam posisi terlungkup.


saat itu Badan nya terasa sangat dingin. tatapan mata nya kabur dan hanya cahaya putih nampak kabur yang dia lihat. tapi rasa sakit yang ada pada tubuhnya masih terasa sangat menyakitkan.


''ah....


aku akan segera mati ya?!


baiklah aku berharap aku bisa segera bertemu Nenek."


detak jantungnya berhenti dan nafas dari hidungnya juga sudah menghilang,


rey mati dengan senyuman di wajahnya.


"Waaaaaa......! Sakiiiit....!!!!


PLAKKK!!


sebuah tinju mendarat di kepala Rey.


''Berisik!!!


dasar anak bodoh, kau terus menerus teriak seperti itu kau pikir hanya kau saja yang memiliki telinga."'


Rey sadar dan terbangun berkat pukulan itu. dia melihat anak perempuan bersayap yang berdiri dihadapannya.


''Hei... kau ini malaikat atau apa?!''


"hehh aku adalah dewa agung Seraphim Bersujud lah sekarang manusia."


"haaah ..!!!


Dewa?!!"


"jadi aku benar benar sudah mati ya?"


seraphim kembali memukul rey.


*Ackkk!!


"tapi aneh, kenapa aku masih merasa sakit."


Rey mencubit dirinya untuk memastikan hal itu.


"Kau memang sudah mati tapi berkat berkah dari Dewa Athena kau bisa dihidupkan kembali di altar para dewa."


''haaah!!


Dewa ??


kebangkitan??


Berkah??


Kau bicara apa sih??"


DUAARR!!


Dewa seraphim kali ini menendang rey dengan keras ke sebuah pilar disudut.


Awww!!!


''Bocah sialan kali ini aku akan membalas mu. sekalipun kau anak perempuan aku ga akan ragu!"


*Arhhhh!


rey berteriak sambil berlari kearah seraphim. dia mempersiapkan tinju ditangan kanannya.


seraphim hanya tersenyum dan terbang kesana kemari menghindari pukulan rey.


"Hei...


kau memukul kearah mana?!


Ledek Seraphim


"Berisik!"


tiba tiba rey berlari lalu melompat sekuat tenaga untuk menangkap seraphim.


*Hyaaaatt!!!'


-BRUKKK!!


Rey merasa seperti habis menabrak sebuah tembok besar.


Rey bangun dan terkejut bahwa dia menabrak searang pria yang terlihat tua dengan rambut putih panjang namun memiliki tubuh yang kekar perkasa.


itu membuatnya sedikit ketakutan.


''Hwaaaa!!


Maaf pak,aku tak bermaksud untuk mengejar anak mu, tapi asal kau tahu dialah yang lebih dulu mencari masalah dengan ku"


rey bersujud berulang kali di kaki pria tua itu.


''Sera!"


suara serak keluar dari mulut nya.


Seraphim yang dari tadi berterbangan dia langsung turun memenuhi panggilan pria tua itu.


''eeehh yah...


apa kau memanggilku.."


seraphim sedikit terkekeh-kekeh melihat keadaan rey yang terlihat sedang memimta ampun pada orang tua itu.


''Apa ini anak yang diberikan berkah dari dewa athena?!"


Orang tua itu bertanya dengan nada keras pada seraphim.


"Benar dia adalah orang nya.


tapi lihat lah dia, hanya orang payah yang bahkan tak bisa menenagkap ku


chehehe...."


-PIAKK!!


pukulan keras menghantam kepala seraphim.


''Dasar bodoh kita harus memperlakukan tamu dewa athena dengan baik Cepat minta maaf padanya!."


Seraphim perlahan mendekati Rey.


"Hmm.. Maaf!"


"Yah, maaf kan aku juga.


Oh ya, Aku rey Wilson. salam kenal.''


Pak tua itu menggaruk rambut nya dan mendekati ray.


''ohh Rey ya?!


karena kau sudah sadar sebaiknya kau ikut makan bersama kami.


sera antarkan dia keruang makan."


''cehh... menyusahkan saja"


''apa kau bilang!?"


"Ahh tidak tidak..


maksudku baik paman aku segera mengantarkan anak sialan ini, eh maksudku Tamu ini."


seraphim keliatan berkelit kelit didepan pria tua itu.


setelah mengatakan itu pak tua tersebut pergi dengan cara jalannya yang aneh, dia berjalan


mengangkang.


"Pfftttt...


Wkakaka apa-apaan cara jalan mu kakek."


Rey tertawa keras melihat cara jalan yang aneh dari kakek itu.


"Sttttt!!!


seraphim refleks menutup mulut rey yang sedang tertawa keras.


"jangan banyak bicara, Cepat bangun dan ikuti aku."


'hey kenapa sih, kok kamu jadi aneh begini."


''berisik!


sudah cepat kemari!"


"oh ya sera, Pak tua itu bukan ayahmu ya?!"


mendengar pertanyaan itu seraphim mengeluarkan aura amarah pada dirinya.


"berani sekali manusia rendahan memanggil ku seperti itu.


"Akhhh...


Maaf"


"Satu hal lagi, Kau juga harus hati-hati jika bicara dengan orang tua itu


dia sebenarnya...