
"Rozt...
Ayo cobalah lagi.
kali ini kau harus lebih berkonstentrasi."
ucap Gracia.
*Ufffft
sial! kenapa begini
aku bisa merasakan energi yang disebut mana itu ditubuhku, tapi kenapa aku gak bisa mengalirkan nya keluar.
Ayo....
~Puff.....!
Ayo...
~Swezzzz....!!!
haaahh Berapa kali pun aku mencoba nya, bola ini sepertinya tak akan bisa menyala.
aku menyerah saja untuk hari ini..
"bu gracia, aku sudah lelah bagaimana kalau kucoba lagi besok."
"aku mengerti...
kalau begitu sekarang Leiya yang maju kedepan."
aku berjalan kembali ke tempat duduk ku dengan rasa putus asa.
"Leiya!
kau pasti bisa!"
aku meneriaki nya dari tempat duduk ku.
"umm...
Aku akan berusaha.."
Leiya perlahan merasakan mana yang ada ditubuhnya
lalu perlahan memegang bola kistal itu.
~Winggggg...!!
Bola kristal itu bersinar sangat terang.
mungkin itu menandakan dari semua yang ada dikelas mana leiya adalah yang paling banyak.
"Wow!!!
kerja bagus leiya mana mu seperti nya sangat melimpah, kau pasti bisa menjadi penyihir yang hebat di masa depan"
melihat kejadian itu murid-murid yang lain takjub dengan itu, dan memberikan leiya apresiasi.
Leiya merasa sangat senang karena dia sudah mulai bisa berbaur dengan lingkungan barunya
"Terima kasih bu!"
leiya menberi hormat pada nyonya grace dan berjalan kembali ke tempat duduknya ...
hebat!!!
mana milik leiya sangat banyak
sedangkan aku sama sekali masih belum mengetahui apapun tentang mana miliku
Mungkin ini agak sulit karena aku bukan orang dari dunia ini.
"Baiklah anak-anak Kalian semua telah mengetahui jumlah mana kalian, sekarang kita akan mulai mempelajari jenis-jenis sihir dasar yang digunakan dikehidupan kita.
Sihir yang biasa digunakan adalah sihir tingkat pertama, Sihir tingkat pertama juga punya banyak jenis.
yang Pertama adalah sihir Api.
Sihir api adalah jenis sihir yang di dasari pembentukannya oleh element api.
Contohnya kita bisa membuat obor dengan tangan kita seperti ini.
~ Wuzzz...!
Api berukuran sedang menyala dikedua tangan Bu gracia
*Woaaa Hebat!
*keren!!!
*keren, tangannya mengeluarkan api!
Sorak murid-murid dikelas.
Yang kedua adalah sihir air.
Sihir Air adalah jenis sihir yang di dasari pembentukannya oleh element Air.
Sihir ini jarang dimiliki oleh kebanyakan orang jadi kalian yang punya jenis sihir ini pasti sangat beruntung.
Aku saja tak memilikinya."
dan Masih ada banyak jenis sihir element yang lain seperti angin, tanah, Cahaya, kegelapan, dan petir.
masing masing dari kalian pasti memiliki kemampuan setidaknya satu jenis sihir itu."
Jelas Bu gracia kepada murid-muridnya.
"Woaah...
terrnyata banyak sekali jenis-jenis sihir yang ada
kira kira kemampuan ku, ada di jenis sihir apa?!
Api?? Air?? Tanah?? petir??
*haaaah Petir!!
aku sudah bertahun-tahun hidup menjadi energi menyebalkan itu.
Harusnya aku pasti memiliki jenis sihir petir.
"Bu?
Bagaimana cara kita mengetahui jenis kemampuan sihir apa yang kita miliki."
Tanya Rozt.
"Kalau begitu, kalian semua mari ikuti aku."
bu gracia menuntun kami kesebuah tanah lapang yang ada di belakang akademi
disana hanya ada padang rumput yang luas.
"Kita akan mengetahui jenis sihir kalian disini.
leiya bisa kemari?!"
Leiya berjalan mendekati bu gracia.
Hummm...
Syukurlah, dia perlahan sudah mulai percaya diri
"Leiya sekarang arah kan mana yang ada ditubuhmu ke tangan mu secara perlahan.
dan coba pegang tongkat ini."
nyonya leiya memberikan seperti tongkat sihir kecil yang biasa nya digunakan di film-film.
leiya mengambil tongkat sihir itu.
"Sekarang leiya.. ucapkan mantranya!
Magic Test!"
*Magic Test!
~Wushh. ~Wush.....
Angin berhembus pelan keluar dari tongkat sihir yang pegang leiya
"Waaah ternyata sihir angin.
Itu mengagumkan nona leiya."
wajah leiya terlihat sedikit memerah karena pujian bu gracia.
hebat sekali!
leiya punya kemampuan angin.
jika benar aku mempunyai sihir jenis petir kita bisa membuat sihir badai besar.
Whahaha....
selangkah menjadi Combo penyihir terhebat.
semua murid rata-rata hanya memiliki jenis sihir bertipe tanah dan api ada sedikit juga yang mempunyai jenis sihir yang sama seperti leiya.
"Kalau begitu yang terakhir..
Rozt!
apa kau masih lelah?..."
Bu gracia menanyakan itu dengan eksepresi khawatirnya.
aku berdiri dengan percaya diri yang tinggi.
"Baiklah kalau begitu ambil ini."
nyonya gracia menyodorkan tongkat sihirnya pada ku..
"Alirkan ketangan mu yang memegang tongkat sihirnya dan katakan mantra nya"
"Aku mengerti!"
*Magic test!
~Blebbb》
~Blebbb....》
Sebuah cairan hitam keluar dari bayangan ku dan membentuk bola didepan mata ku.
"Ini..."
tatapan Bu gracia berubah, dia menyuruh beberapa anak menjauh dari tempat ku.
"Semuanya menjauh lah sedikit.
itu adalah Sihir kegelapan.
sihir ini agak berbahaya dari jenis sihir yang lain.
kau harus benar benar mempelajari nya dengan baik rozt, dan juga jangan kau gunakan sihir mu untuk sementara waktu, selain kau tak tahu batas mana mu aku khawatir itu akan merugikan dirimu sendiri dan orang lain yang ada di sekitar mu"
Haahh!!!
ini Aneh....!!!
dimana petirku?!
bukan kah aku sudah nenjadi petir selama bertahun-tahun.
kenapa kemampuan ku malah kegelapan.
Sial, sekarang aku malah terlihat suram Dimata mereka.
tatapan murid murid lain agak ketakutan melihat jenis sihirku.
"Aku mengerti Bu
aku akan mendengar nasehat mu"
kecemasan nampak di wajah Bu gracia.
setelah pengujian itu, Bu gracia memberikan buku-buku panduan untuk melatih jenis sihir kami masing masing.
dia juga mempersilahkan kami untuk melatih mantra-mantra baru yang ada dibuku panduan di area ini.
Ya kecuali aku tentu saja.
yah, lagi pula aku juga tak bisa membacanya.
aku terus saja kepikiran oleh jenis sihir ku ini.
aneh sekali rasanya jika aku tak memiliki kekuatan petir sedikitpun.
setelah menjadi petir bertahun-tahun, aku sekarang merasa ada yang kurang tanpa petirku.
aku membaringkan diri didekat pohon besar yang terlihat rindang disana
sedangkan leiya dan yang lain melatih sihir sihir mereka.
aku menatap kedua tangan ku dan berhayal petir bisa muncul dari sana.
tapi tentu saja hal bodoh itu tidak akan terjadi.
aku menghabiskan sisa waktu itu dengan beristirahat.
tak terasa hari sudah senja dan kami semua akhirnya pulang.
"Anak-anak hari ini latihan kita cukup sampai disini.
Sampai jumpa minggu depan."
Bu gracia mengantarkan kami semua keluar akademi.
maxim sudah menunggu kami didepan gerbang dari 1 jam yang lalu.
dia memang orang tua yang loyal.
dalam perjalanan pulang aku kembali melihat perkampungan kumuh dari para gelandangan itu dari jendela kereta.
sementara leiya tertidur karena kelelahan.
aku tak mendengar satu pun canda tawa anak anak dari wilayah itu.
benar-benar tempat yang suram.
Sesampai nya dirumah aku langsung beristirahat tanpa melakukan kegiatan apapun lagi.
keesokan harinya.
aku tak ingin membuang waktu dan memutuskan belajar seharian penuh di ruang perpustakaan istana.
aku ingin melanjutkan pelajaran ku tentang huruf-huruf dan kalimat di dunia ini.
Sihir kegelapan.
nampak nya sihir ini sangat berbahaya.
bu gracia pun sampai tak membiarkan ku melatih sihir tersebut di akademi.
Aku kemudian memanggil salah satu pelayan yang bertugas menjaga perpustakaan dan menanyakan hal itu.
"Permisi?
bisa aku bertanya sesuatu pak.."
"Tentu saja tuan.
apa yang ingin anda tanyakan?"
"aku ingin tahu tentang jenis sihir kegelapan. apa bapak bisa menjelaskan nya."
"ahh...
tentu tuan.
sihir kegelapan adalah salah satu sihir yang mempunyai lebih banyak kehancuran dari pada manfaatnya.
sihir kegelapan juga biasanya dipakai oleh penyihir penyihir jahat untuk mencelakai orang"
"apakah seburuk itu?"
"aaah....
tidak juga sih...
Hanya saja selama melatih sihir kegelapan itu yang biasanya sering membawa keburukan pada sekitarnya. namun tuan tau kan, panglima perang kerajaan Gormund juga seorang dengan sihir kegelapan.
dan yang ku tahu dia adalah orang yang baik pada semua orang."
"hooh...
jadi sebenarnya kekuatan sihir apapun akan bisa bermanfaat tergantung si pemakai pak?"
"Benar tuan...
walaupun sesorang punya kekuatan mulia seperti sihir penyembuh tapi digunakan untuk jalan yang salah tentu saja akan berakibat buruk."
"Aku mengerti pak.
terima kasih telah menjelaskannya.."
Dia hanya tersenyum sambil memberi hormat dan kembali membersihkan beberapa buku yang penuh debu.
Entah kenapa setelah mendengar penjelasan nya aku menjadi sedikit agak tenang.
ternyata sihir kegelapan tidak buruk juga.
mungkin suatu saat aku bisa menjadi sekuat panglima perang.
Hehehee...
tentu saja bisa jika aku berusaha dan belajar dengan keras aku bisa menjadi sekuat apapun yang ku mau.
sekarang aku harus menyelesaikan step pertamaku yaitu belajar membaca.
Lihat lah dewi athena aku akan berusaha keras untuk melakukan yang lebih baik dikehidupan kedua ku ini.
aku mengepalkan tangan ku ke udara dengan penuh semangat namun tiba tiba..
~Krieeet... Krieeet!!
Sesuatu yang menakjubkan terjadi
aliran listrik menyambar keluar dari kepalan tangan ku.
Ba...-
Bagaimana bisa?!!!
Wahh!!!!
Wahhh!!
Inii...-
Petir kan!!!