
Pagi yang cerah, dengan udara yang sedikit mendung, saat ini Nasya sedang berjalan menuju kelas, sesampainya disana ternyata kelas masih sepi, karena ini masih pagi dan ditambah mendung, jadi siswa siswi masih belum pada datang.
Nasya lalu menelungkup kepalanya dikedua tangannya, karena saat ini rasanya ia tidak semangat untuk kesekolah.
Hujan semakin deras, dengan suara petir, Nasya lupa membawa jaket, akhirnya ia kedinginan.
"Nih pake jaket gw" ucap orang itu.
Nasya yang menyadari ada seseorang yang sedang mengajaknya ngobrol pun melihat kearah orang itu, ternyata itu adalah Bayu.
"Gak usah kak" ucap Nasya menolak.
"Gak usah bandel, Lo tu gak bisa dingin, nih pake jaket gw, dulu lo sering pake ini" ucap Bayu masih kekeh memberikan jaket.
"Yaudah, terima kasih kak" ucap Nasya lalu memakai jaket itu, karena cuaca semakin dingin.
"Nih ada teh anget juga, tapi gw beli dikantin, jangan lupa diminum, gw pergi dulu" ucapnya lalu meninggalkan Nasya.
Ternyata dari tadi ada sepasang mata yang melihat itu semua, ia tampak menahan emosinya karena melihat Nasya dan Bayu didalam kelas tadi.
Ia adalah Arga, Arga menahan amarahnya ketika melihat Bayu memberikan jaket kepada Nasya, Arga mendengar kalau jaket itu adalah jaket yang dulunya selalu Nasya pakai waktu masih bersamanya.
Setelah itu Arga pergi dari sana, ia berniat ingin membolos pada hari itu, dan sekarang ia menuju rooftop.
Entah kenapa tiba tiba hujan berhenti, mendung berganti dengan cerah, dan sekarang cuaca sudah tidak mendukung melainkan panas.
"Apa gw keterlaluan sama Lo??apa gw salah kalau gw cemburu?? kenapa sih lo gak ngertiii aargghhhhhh" teriak Arga sambil menarik rambutnya.
Lalu ia menuju sofa yang berada disana, sofa yang sudah lama tapi masih bisa diduduki, disana juga ada tempat untuk berteduh jadi gak terlalu panas.
****************
Di Kelas
Hari ini dikelas tidak ada pembelajaran, karena guru guru sedang rapat, tapi kami belum diperbolehkan untuk pulang.
"Sya sya, aku dapat chat dari kak Zidan, katanya kak Arga gak tau kemana" ucap Qila memberitahu Masya yang sedang menelungkupkan kepalanya.
"Terserah dia aja Qil, biar dia sadar kesalahannya, aku capek kalau terus terus berantem, biar kayak gini dulu sementara" ucap Nasya.
"Yaudah kalau gitu, ayok ke kantin ngisi perut, laper tau" ajak Qila.
"Yaudah ayok" ucap Naysa lalu mereka berdua berjalan menuju kantin.
Diperjalanan ada banyak siswa siswi yang berada didekat rooftop.
"Permisi kak, ini kenapa ya kok rame rame??" tanya Qila ramah ke salah satu kakak kelasnya, karena kelas 12 itu berada didekat rooftop.
"Itu lagi ada yang berantem dek diatas" jawabnya.
Kami pun menerobos kerumunan itu, dan ternyata yang berantem ada Kak Arga dan Kak Bayu, sedangkan kak Zidan lagi berusaha memisahkan mereka.
"KAK ARGA, KAK BAYU, STOPPP" teriak Nasya, seketika mereka berdua berhenti berantem.
"Semuanya mohon maaf sebelumnya karena keributan ini, sekarang bubar yaa" ucap Qila lalu mereka pun meninggalkan rooftop tersebut, sisalah Zidan, Qila, Nasya, Arga dan Bayu.
"Kalian berdua ini gak ada habis habisnya berantem terus, gak capek apa?? buat kerusuhan terus" ucap Nasya.
"Dia yang mulai duluan" ucap Bayu.
"Bohong, dia yang samperin aku kesini terus ngajak berantem" sanggah Arga.
"Cepat minta maaf, lo kan yang mulai dulu" ucap Arga.
"Dih, lo lah yang minta maaf, kenapa harus gw??" tanya Bayu balik.
"CEPETAN MINTA MAAF" ucap Nasya yang tambah emosi.
"Gw minta maaf" ucap Bayu duluan lalu ingin mengajak salaman. Tapi, Arga tidak mau menerima uluran tangan dari Bayu.
"Kak Arga, Kak Bayu udah mau ngajak salaman itu, kenapa tidak diterima??" tanya Nasya kesal.
"Males" ucapnya lalu membuang muka.
"Cepat salaman juga, atau aku laporin ke guru BK supaya orang tua kakak dipanggil kesekolah" ancam Nasya.
"Ish, iya iya, gak usah pake ngancam segala kalik" ucapnya lalu menerima jabat tangan Bayu.
"Gw juga minta maaf" ucapnya dengan terpaksa.
"Nah gitu dong, pelukan biar gak berantem lagi" ucap Nasya.
Mereka pun akhirnya berpelukan, walau dibalik pelukan itu ada obrolan sedikit.
"Awas aja, gw bakal rebut Nasya dari Lo" ucap Bayu lalu memukul pelan punggung Arga.
"Gak akan gw biarin" ucap Arga berbisik kepada Bayu.
"Nah gitu dong, oke sekarang udah sama sama minta maaf, udah baikkan, jangan berantem lagi yaa" ucap Nasya tersenyum.
"Gw pamit dulu" ucap Bayu lalu pergi meninggalkan rooftop.
Tinggallah Nasya, Arga, Qila juga Zidan yang masih berada di rooftop itu, mereka berempat duduk di sofa yang ada disana, sofa itu cukup besar jadi bisa untuk 4 hingga 6 orang.
"Kak, coba jelasin ke aku sejujur jujurnya, kenapa bisa sampai berantem dengan kak Bayu??" tanya Nasya serius.
Flashback
Saat sedang melamun sendirian di rooftop, tiba tiba ada langkah kaki seseorang, tapi Arga tidak memperdulikan itu siapa. Namun, orang itu lalu berbicara.
"Jauhin Nasya" ucapnya dengan keras, lalu Arga melihat kearah orang itu, ternyata itu Bayu.
"Punya hak apa lo nyuruh nyuruh gw jauhin cewek gw, lo tu bukan siapa siapanya" ucap Arga tak kalah keras.
"Lo gak pantes dengan Nasya, sifat lo yang slalu nuntut dia bikin dia gak nyaman sama lo, Nasya memang gak ngomong ke lo, tapi gw tau Nasya lebih daripada lo, sekali kali pahami perasaan dia, bukan egois kayak gini, GAK PANTES TAU LO SAMA DIA, ucap Bayu teriak didepan wajah Arga dan menekan kata gak pantes.
"Sia**n Lo, gak usah ikut campur hubungan gw sama Nasya, lo itu cuman benalu yang slalu nempel kemana mana, dan harusnya lo tau diri juga, tau malu kalau masih ada urat malu, lo itu cuman MASA LALUNYA" ucap Arga menekan kata masa lalu.
BUGHHHHHHHHHHH BUGHHHHHHHHHHH
Dua pukulan melayang kearah wajah Arga, mendapat pukulan yang tiba tiba membuat Arga memuncak hingga menyerang balik Bayu.
BUGHHHHHHHHHHH BUGHHHHHHHHHHH BUGHHHHHHHHHHH BUGHHHHHHHHHHH
"Gw udah sabar ngadepin lo yang slalu menjadi orang ketiga dalam hubungan gw, gw PERINGATI sekali lagi, jauh jauh dari gw dan Nasya, atau gw akan buat hidup lo maupun keluarga lo menderita" ancam Arga.
"Gw gak takut dengan ancaman lo, lo siapa ngatur ngatur gw" ucap Bayu lalu mereka kembali memukul satu sama lain. Hingga Zidan datang dan memisah mereka berdua, namun sulit untuk memisahkannya, dan Nasya pun datang lalu memisahkan mereka berdua.
"Gitu ceritanya" ucap Arga.
"Dasar sok jagoan" ucap Nasya lalu meninggalkan Arga.