ARGANA

ARGANA
Part 11 (Meminta maaf)



Pagi ini Arga memutuskan untuk meminta maaf kepada Nasya, ia tidak ingin berlama-lama seperti ini.


Saat ini sekolah masih sepi, Arga baru kali ini datang lebih pagi dari biasanya, karena ia tau kalau Nasya sering berangkat pagi, jadi itu alasan ia berangkat pagi.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya orang yang Arga tunggu dari tadi pun memasuki ruangan kelas. Lalu ia menghampiri Nasya dibangkunya.


Qila tadi memang berangkat bersama dengan Nasya, tapi saat diperjalanan menuju kelas ia dipanggil oleh kak Zidan. Karena tak enak mengganggu Nasya akhirnya pergi ke kelasnya terlebih dahulu sambil menunggu Qila.


"Sya, aku mau minta maaf sama kamu, maaf kalau aku selama ini sudah terlalu egois, dan gak bisa menjaga egoku sendiri. Aku gak mau kita diem dieman kayak gini Sya, aku janji akan lebih mengontrol lagi egoku" ucap Arga sambil memegang tangan Nasya.


"Aku juga minta maaf sama kak Arga, maaf kalau aku beberapa hari kemarin membuat kak Arga cemburu, itu juga aku lakukan supaya dia gak menyakiti kak Arga, aku takut kalau kak Arga kenapa napa" ucap Nasya.


"Tenang aja, aku gak akan kenapa napa kok, percaya sama aku, sekarang kita baikkan yaa?" tanya kak Arga lalu diangguki Nasya.


"Iyaa kak, semoga kita bisa melewati ini semua bersama sama, dan semoga kita selalu bisa menyelesaikan ini semua dengan baik baik" ucap Nasya.


"Cieee cieee udah baikkan nih ye" ucap Qila dari depan kelas bersama Zidan.


"Iyaaa donggg" ucap Nasya.


"Bro ayok ke kelas, udah mau bel tu" ajak Zidan.


"Sayang, aku ke kelas dulu yaa, belajar yang rajin, jangan ngobrol sendiri, nanti istirahat aku kesini lagi, kita ke kantin bareng" ucap Arga yang nyaris membuat pipi Nasya panas seperti berjemur di bawah matahari.


"Kakak barusan panggil aku apa? coba diulangi lagi" ucap Nasya.


"S A Y A N G Sayang" ucap Arga dengan sedikit keras, dammmnnn berhasil membuat pipi Nasya kembali seperti kepiting rebus.


"EHEM, sayang sayangan mulu, ayok" ucap Zidan yang sudah lelah menyaksikan dua sejoli itu.


"Udah sana kak, ditungguin kak Zidan itu" ucap Nasya.


"Tunggu tunggu, itu pipi kenapa sampe merah kayak gitu? hayooooo" goda Arga.


"Enggak, mana ada merah, orang habis di gigit nyamuk" elak Nasya.


"Bohong banget, orang tadi belom merah kayak gitu" ucap Arga sambil mencubit pipi Nasya.


"Ihhh kak Arga, sana masuk ke kelas kak Arga" ucap Nasya.


"Yaudah aku ke kelas dulu ya SAYANG" sambil menekan kata sayang, lalu mencium kening Nasya.


"Iyaaa hati hati, jangan bolos" ucap Nasya saat Arga menuju pintu keluar kelas.


"Udah berapa abad gw nungguin lo berdua" ucap Zidan.


"Ya bodo amat, itu kan urusan lo" ucap Arga sambil meninggalkan Zidan dan Qila.


"Anaknya siapa sih, yang nungguin siapa, yang ditinggal siapa, herman gw" ucap Zidan geleng geleng kepala.


"HERAN" sahur Arga yang tak jauh dari mereka.


"Ya itu lah, kakak ke kelas dulu ya,. belajar yang rajin" ucap Zidan.


"Iyaa kak, kakak juga yaa, jangan bolos, jangan ngobrol sendiri" ucap Qila.


"Iy-."


"Cepeten woyyy, lama amat sih" teriak Arga.


"Astaga, sabar kalik" ucap Zidan tak kalah teriak. "Yaudah babay" ucap Zidan lalu melambaikan tangan dibalas lambaian tangan balik oleh Qila.


Zidan menyusul Arya yang tak jauh darinya, ia berlari supaya langkahnya dengan Arga bisa sama.


"Tungguin napa sih, buru buru amat kayak di kejar kucing" ucap Zidan.


"Lagian lo yang lama, gw sampe pegel nungguinnya" ucap Arga.


"Sadar bro sadar, yang dari tadi lama itu siapa" ucap Zidan.


Mereka berdua sampai diruang kelasnya, terlihat disana sudah lumayan rame siswa siswi yang berada didalam kelas.


"Halo" sapa balik Arga dengan ramah.


'Lah kok dia malah biasa aja si, gw harus pancing lagi deh' batin Bayu.


"Eh nanti ke kantin bareng yuk" ajak Bayu ingin terlihat ramah.


"Maaf ya Bay kayaknya gak bisa, lain kali aja deh" ucap Arga.


"Emm okedeh" ucapnya yang diikuti dengan suara bel masuk.


Tak lama guru pun memasuki ruangan kelas.


"Selamat pagi semuanya" ucap Bu guru.


"Pagi Bu" ucap seluruh siswa siswi.


"Baik semuanya, ini adalah pertemuan terakhir kita, karena minggu depan kalian sudah ujian untuk menentukan lulus atau tidaknya dari SMA ini" ucap Bu guru.


"Baik Bu."


"Oleh karena itu, Ibu berharap materi yang Ibu sampaikan ini bisa di simak dan di cermati dengan baik" ucap Bu guru.


"Iyaa Bu."


Lalu Bu guru menjelaskan materi terakhir yang ada di mata pelajarannya, diikuti oleh seluruh siswa siswi yang mendengarkan dan menyimak apa yang disampaikan beliau.


Tak terasa bel istirahat sudah berbunyi. "Baik semuanya silahkan kalian semua istirahat terlebih dahulu, Ibu akhiri sekian terima kasih, selamat siang" ucap Bu guru.


"Siang Bu."


Arga dan Zidan sedang membereskan buku buku kedalam tasnya masing-masing, lalu mereka berdua bangkit dari tempat duduknya untuk menuju pintu kelas, belum sampai mereka di pintu kelas ada yang memanggil mereka.


"Arga, Zidan, mau kemana kalian?" tanya Bayu.


"Kami ada urusan" ucap Zidan lalu pergi bersama Arga meninggalkan Bayu.


'Jadi sekarang kalian udah berani menghindar dari aku, lihat saja pembalasan ku' batin Bayu.


...****************...


Di kelas Syafa


"Syaaaa ayok buruan, udah laper tau aku" ucap Qila.


"Ish bentar tau Qil, sedikit lagi" ucap Nasya yang masih menulis PR hari ini.


"Tau lah Sya, udah laper aku, aku duluan" ucap Qila meninggalkan Nasya dikelas. Sedangkan Nasya, ia tidak mendengar apa yang Qila barusan katakan.


"EHEM, belom selesai?" tanya seseorang itu.


"Ish jangan ganggu aku Qil, katanya laper yaudah sana duluan" ucap Nasya tanpa melihat seseorang itu.


"Coba lihat sini dulu sebentar" ucap Arga. Orang itu adalah Arga, tapi Nasya mengira itu Qila.


"Ish apa lagi sih Qil-" belum selesai Nasya melanjutkan perkataannya sudah dipotong oleh Arga.


"Qil Qil apa? orang Qila udah keluar tadi bareng Zidan" ucap Arga.


"Eh kak Arga hehe, astaga bisa bisanya ninggalin aku sendirian disini" ucap Nasya.


"Kan ada aku, yaudah ayok makan dulu keburu bel, kasian itu perutnya bunyi mulu" ucap Arga terkekeh.


"HEH kak Argaaaaaa, yaudah ayok" ucap Nasya. Arga lalu menggandeng tangan Nasya menuju kantin, banyak pasang mata yang melihat mereka berdua, tapi mereka berdua tidak memperdulikan itu.


Tak jauh dari mereka berdua ada sepasang mata yang melihat itu dengan meninju tembok yang berada disana.


'Ooo udah baikkan? oke oke tunggu permainan selanjutnya, akan ku buat kalian mohon mohon sama aku' batin Bayu.


Ya benar, orang itu adalah Bayu yang saat ini tengah melihat Arga dan Nasya bergandengan tangan menuju kantin, dengan Nasya yang tertawa karena lelucon yang diberikan oleh Arga, itu membuat Bayu semakin murka.