ARGANA

ARGANA
Permulaan + Part 1 (Mencoba Mendekati)



Perkenalkan nama ku Nasya Putri Marcella, aku merupakan siswi dari SMA XXX yang berada di kota B, disini aku bertemu seseorang yang membuat ku slalu jengkel dan slalu saja mengganggu ku, hingga pada akhirnya simak ceritanya dibawah:).


Nama ku Argantara Putra Leomarta, aku juga merupakan siswa dari SMA XXX yang berada di kota B, disini aku yang slalu suka menjahili dan mengganggu Nasya, sampai udah seperti hobi.


Nama ku Qila Widya Mandala, aku sahabat baik Nasya, dan kami juga duduk satu bangku.


Namaku Zidan Cazorla Frans, aku sahabat baik Arga, dan juga kami duduk satu bangku.


______________________________________


Pada tahun 2020 aku menjadi peserta didik baru di salah  satu SMA NEGERI yang berada dikota B, sebut saja SMA XXX. Disana aku masih belum  kenal banyak teman baru, dikarenakan teman satu SMP ku dan aku itu berbeda kelas.


Aku pun saat itu mulai beradaptasi dengan teman baru dan  mulai beradaptasi dengan lingkungan baru juga. Singkat saja cerita masa MPLS saat kelas 10.


Kita memasuki waktu dimana aku duduk di bangku kelas 11 dimana itu ada sebuah kejadian yang mengharuskan aku bertemu oleh seseorang yang sangat menyebalkan bagi ku dan selalu saja mengganggu ku.


Aku mengikuti salah satu ekstrakulikular yang berada di sekolah ini, biasa disebut ekstrakulikular Pra Bela Negara (PBN).  Ekstrakulikular ini hampir sama dengan Paskibra.


Bedannya di ekstrakulikular ini itu ada jadwal buat yang ikut jaga didepan gerbang sekolah untuk mengecek siswa siswi menggunakan helm atau tidak, kurang lebihnya seperti itu.


Aku memutuskan untuk keluar dari ekstrakurikuler tersebut walaupun sebenarnya sangat disayangkan namun apa boleh buat, aku tidak mengikuti ekstrakulikuler apapun.


______________________________________________


Pagi ini aku berangkat ke sekolah dengan tidak bersemangat, tidak tau kenapa, yang pasti hari ini hari yang sangat membuat ku badmood.


Di tengah perjalanan menuju kelas aku sempat dipanggil oleh seseorang dari belakang, lalu aku pun menoleh nya.


"Nasya, boleh minta nomor Qila?" tanya kak Zidan.


"Boleh boleh kak, ini nomornya....." ucapku


"Terima kasih yaa Nasya, jangan kasih tau Qila kalau semisal dia nanya kamu dapat dari mana nomor dia" ucap kak Zidan.


"Aman lah itu, cieee suka sama Qila" ledek Nasya.


"E-ehehe, proses pdkt dulu sya" ucap kak Zidan lalu pergi.


Banyak pasang mata yang melihat kearah ku, karena siapa yang gak kenal kak Zidan dan juga kak Arga, mereka berdua sama sama siswa populer di sekolah. Udah pinter, ganteng, jago futsal.


Aku tak memperdulikan tatapan mereka, lalu aku melanjutkan perjalanan ku di kelas.


______________________________________


Sesampainya di kelas, baru saja melangkahkan kaki ku di dalam kelas sudah ada suara nyaring yang memanggil namaku, siapa lagi kalau bukan Qila.


"Nasyaaaaa" teriak Qila saat melihat ku baru saja memasuki ruangan kelas.


"Hmmmm, apa" ucapku


"Ish kamu itu, judes amat sih, belom ketemu kak Arga ya, wkwkwk" ucap Qila dan langsung aku pelototi.


"Mulutnya dijaga yaa dek, ngawur aja kalau ngomong" ucapku.


"Nih buat kamu (sambil menyodorkan paper bag)".


"Loh, ini dari siapa? Perasaan aku gak pernah pesen apa apa deh" ucapku sambil melihat paper bag itu.


"Tadi kak Arga nitip, sebenarnya mau dikasihkan kamu tapi kamu belum datang jadi di titipkan ke aku" ucap Qila.


"Terima kasih yaa, apa maksudnya coba kasih barang segala, positif aja mungkin ngefans sama gue" ucapku.


"Hust, eh bdw itu boneka, sweater, sama jam tangan kesukaan kamu semua" ucap Qila saat melihat ku membuka paper bag tersebut.


"Emm iya juga sih, bdw kamu punya nomor nya kak Arga enggak? atau nanti aja deh kita samperin buat tak tanya apa coba maksudnya kasih itu semua" ucapku.


Kringggggg kringggggg kringggggg


Tak lama bell berbunyi tanda masuk, segera kami duduk ditempat masing-masing lalu mengeluarkan buku pelajaran jam tersebut, dan tak lama Ibu guru pun datang.


Setelah lama berkutat dengan buku dan pulpen waktu yang ditunggu-tunggu semua siswa siswi adalah waktu istirahat, dan benar saja tak lama bell istirahat pun berbunyi.


Kringggggg kringggggg kringggggg


Ibu guru pun keluar kelas dan aku serta Qila berjalan menuju kantin. Saat ini di kantin ramai sekali sehingga kami pun melihat ke kanan dan ke kiri bangku mana yang akan kami tempati, karena hampir semua bangku sudah ditempati.


"Dek, sini gabung" ucap kak Zidan pada ku.


"E-em iya kak" ucapku lalu kami berdua menghampiri kak Zidan dan kak Arga.


"Maaf ya kak kami ikut gabung, soalnya udah penuh bangku nya" ucap Qila tak enak.


"Santay" kini kak Arga yang menjawab, "buruan pesen" ucapnya lagi.


"SABAR, masih milih" ucapku ngegas, siapa coba gak ngegas masih milih disuruh cepet cepet.


"Samain aja deh, tapi versi pedes" ucap Qila.


"Kakaknya?" ucapku menawari.


"Samain aja" ucap mereka berdua.


"Sama kayak aku atau Qila? soalnya aku gak suka pedes" ucapku.


"samain kayak punya kamu" ucap kak Arga kepadaku, "kalau Zidan samain kayak punya Qila" ucap nya lagi.


"Oke" ucapku lalu pergi memesan makanan.


Tiba tiba dari belakang ada seseorang yang menepuk pundak ku, ternyata itu kak Arga.


"Apa" ucapku.


"Ya mau ikut bantu bawa lah, yakali kamu kuat, ndak bakalan biar aku aja" ucap kak Arga sambil tertawa kecil.


"Gak lucu" ucapku lalu tak lama pesanan datang, aku hanya membawa minum dan makanan nya dibawa oleh kak Arga.


"Widih soswite amat berdua" ledek Qila.


"Diam gak, aku ambil lagi nih makanan nya biar gak makan sekalian" ucapku ingin mengambil mangkok Qila yang berisi bakso namun ditahan oleh sang pemilik.


"Eits yang jangan dong, iya iya sorry" ucap Qila dan ku jawab dengan deheman.


Saat lagi asik makan tiba tiba aku tersedak bakso.


"Uhukkk, uhukkk, uhukkk" lalu kak Arga segera mengambil minum dan memberikan kepadaku "terima kasih kak".


"Makanya makan tuh jangan buru buru" ucap kak Arga menasehati lalu aku pun mengangguk.


Beberapa saat kemudian semua makanan sudah habis tanpa sisa, kami pun lalu membayar dan kembali ke kelas karena bell masuk sudah berbunyi.


"Kak Arga, nanti sepulang sekolah aku tunggu ditaman belakang" ucapku lalu menyusul Qila.


______________________________________


Taman belakang


Nasya POV


"Sorry udah nunggu lama kak?" tanyaku.


"Yang ngajak siapa, yang telat siapa" ucap kak Arga.


"Yaudah, aku langsung pulang aja" ucapku membalikkan badan lalu dicegah kak Arga.


"Sensi amat sih, yaudah sini duduk" ucapnya lalu aku pun duduk disampingnya.


"Mau ngomong apa em" ucapnya menatapku dan tersenyum.


'Astaga jantung ku serasa mau copot' batinku.


"Ditanya malah bengok, jadi gak?" tanyanya


"Iya iya sebentar, kenapa kakak kasih aku jam, sweater sama boneka?" tanyaku.


"Ya gapapa, soalnya aku tau kamu lagi pengen beli itu" ucapnya.


"Aku kan bisa beli sendiri, bukan dibeliin orang lain" sambil mengambil paper bag "ini aku balikin, aku gak bisa nerima ini" ucapku.


"Buat apa di kasih ke aku lagi, itu untuk kamu" ucapnya.


"Gak bisa kak, aku gak bisa nerima, apalagi cuman gara gara aku pengen barang itu" ucapku menjelaskan.


"Aku gak mau nerima barang itu, itu udah punya kamu" ucapnya tak terbantahkan.


"Gini, aku ganti uang kak Arga, baru aku bisa nerima barang itu, gimana?" tanyaku.


"Gak perlu, itu buat kamu, masak untuk cewek sendiri pake harus dibayar" ucapnya.


"Cewak cewek ngawur, aku bukan cewek kak Arga yaa, GeEr amat" ucapku sebal sambil cemberut.


"Jadi mau gak?" tanyanya.


"Kita baru kenal kak, aku gak bisa" ucapku.


"Aku bakal berusaha buat kamu juga suka ke aku, tapi aku mohon barang yang aku kasih untuk kamu aja, jaga baik baik ya" ucapnya lagi "ayok aku anterin pulang".


"Terima kasih kak, tapi aku bawa motor sendiri" ucapku.


"Sama sama, aku ngikutin dari belakang sampai rumah kamu" ucapnya lalu aku mengangguki.