
Arga POV
Saat ini aku berjalan menuju ke kelas, hari ini rasanya semangat ku hilang untuk ke sekolah, tapi tidak dapat menjadi alasan untukku tidak menuntut ilmu.
Kejadian kemarin membuat ku selalu saja mengingat seseorang itu, takut takut bila nanti ia mendekati Nasya lagi. Gak akan ku biarkan dia mendekati Nasya.
Sesampainya di kelas
"Tumben lo bro berangkat pagi, biasanya juga siang mau bell masuk baru berangkat" ucap Zidan sambil menepuk pundak ku dan ku jawab dengan deheman.
"Aelah bro lemes amat sih, ooo iya denger denger ada anak baru, satu kelas sama kita juga" ucap Zidan yang langsung membuat ku menoleh kearahnya.
'Apa yang aku takutin selama ini akan terjadi, gak gak semoga bukan dia' batinku.
"Siapa namanya?" tanyaku.
"Namanya itu B-
Kringggggg
Bel masuk berbunyi, padahal baru saja ingin mendengarkan info lebih dari Zidan. Tak lama pak guru pun datang.
"Baik anak anak, kita kedatangan murid baru, ayoo silahkan masuk" dammm seperti dapat kejutan yang ditakutkan benar, itu adalah Bayu mantan dari Nasya, dan anak baru yang ingin Zidan sebutkan tadi ialah ia.
"Silahkan perkenalan diri terlebih dahulu."
"Perkenalkan nama gw Bayu Gatra Satjawinata biasa dipanggil Bayu, salam kenal semua" ucapnya lalu melirik ke arah gw, entah kenapa ia tersenyum tipis melihat ke arah gw.
"Silahkan Bayu kamu duduk di bangku yang kosong" ucap pak guru sambil menunjukkan bangku kosong di pojok belakang dekat dengan meja Arga dan Zidan
"Itu bukannya anak yang nyamperin cewek lo ya?" tanya Zidan.
"Iya, dia mantan nya Nasya."
Pelajaran pun dimulai, para siswa siswi dengan tekun mendengarkan penjelasan bapak/ibu guru didepan.
...****************...
kringggggg
Bel istirahat pun berbunyi, saat nya menuju tempat mengisi perut.
"Hallo kak, eh bdw denger denger ada murid baru yaa dikelas kakak?" tanya Qila.
"Iya ada" jawab Zidan.
"Kenapa kak Arga tumben diem aja?" kini Nasya yang bertanya.
"Gimana enggak diem sya, murid baru itu mantan kamu" jawab Zidan.
"H-hah, kok bisa sih malah ikut sekolah disini, aku takut kak" ucapku lalu menunduk.
"Gak usah takut, ada aku yang jagain kamu, gak usah dipikir aneh aneh yaa" ucap kak Arga sambil mengelus rambut ku dan tak lama makanan kami datang.
Saat sedang asik asik memakan tiba-tiba ada seseorang yang mendekati meja kami.
"Hay, boleh gabung enggak?" tanyanya.
"Enggak, tuh masih ada bangku kosong banyak, disana aja" ucap Qila judes.
"Gw gak nanya sama lo, boleh gabung enggak Na?" tanyanya padaku.
"Enggak" ucapku lalu melajukan makan, aku melihat kearah samping ternyata kak Arga tersenyum tipis melihat jawaban ku.
'awas ya lo ga, gw bakal ambil cewek gw lagi' batin Bayu lalu pergi ke meja kosong.
kringggggg
Bel pulang sekolah pun berbunyi, kini siswa siswi berhamburan pergi kerumah masing-masing.
Saat ini aku sedang berjalan sendirian menuju parkiran, karena Qila sedang ada urusan jadi pulang duluan, sedangkan kak Arga sedang ada urusan juga.
"Na, Nana, Na tunggu" teriak seseorang yang suaranya familiar ditelinga ku, lalu aku pun menoleh kebelakang ternyata itu Kak Bayu.
"Gimana kak?" tanyaku padanya.
"Ayok pulang bareng, udah lama kan kita gak pulang bareng bareng" ucapnya.
"Sebelumnya terima kasih kak, aku bisa pulang sendiri kok" ucapku lalu berjalan menuju halte.
Tin tin tin
"Ayok Na, bareng aku aja" tawarnya lagi lalu menarikku untuk masuk ke mobilnya.
"Enggak mau kak, jangan paksa aku" ucapku sambil meronta ronta.
"Kalau aku bilang ikut ya ikut" ucapnya lagi sambil memaksa Nasya masuk kedalam, namun ada seseorang memukulnya.
"Jangan sentuh cewek gw" ucapnya yang tak lain itu kak Arga.
"Baru juga diterima Nana, bangga lo ha? gw lebih dulu deket sama dia, daripada lo orang baru" ucapnya.
"Masa lalu yaudah masa lalu, sana cari yang lain, kayak gak ada cewek aja sampe ngerebut cewek orang" sindirku.
"Nana itu milik gw, kalau gw gak bisa lo juga gak akan bisa dapetin dengan dia" ucapnya lalu kak Arga pun memukul nya lagi dan lagi.
"Denger tu denger" ucap kak Arga.
"Aku gak akan nyerah buat bisa dapetin kamu lagi Na" ucapnya lalu pergi meninggalkan kami.
"Kamu gak papa kak?" tanyaku sambil memegang pipi yang memar akibat kena pukul.
"Gak papa, cuman luka kecil doang, yaudah ayok aku anter pulang" ucapnya lalu aku pun menaiki motor sport nya.
...****************...
Di rumah Nasya
"Ayo kak mampir dulu, mau aku obatin luka nya" ucapku sambil mengajak kak Arga masuk kedalam rumah.
Sesampainya diruang tamu aku mengambil es batu dan kain untuk mengompres luka kak Arga, dari arah taman ternyata ada Mamaku.
"Loh, Nak Arga kenapa? kok sampe lebam lebam gitu" tanya Mama.
"Gapapa kok Ma, luka biasa ini, kan Arga LAKIK- Awwsss" aku meringis saat lukaku terkena air es.
"Katanya LAKIK, tapi gitu aja ngeluh" ledekku.
"Ma, Arga diledekin Nasya" adu Arga pada Mamaku, walaupun belum lama kenal tapi keakraban kak Arga dan keluarga ku sangatlah dekat sekali.
"Nasya, kasian Arga nya" bela Mamaku.
"Sebenarnya anak Mama itu Naysa atau kak Arga sih, hadeh" ucapku pura pura memegang kepala.
"Loh loh, kamu kenapa, pusing?" tanya kak Arga panik.
"Kayang" jawabku singkat.
"Kayang versi terbaru. Ouh iya Ma, Papa dimana Ma?" tanyaku.
"Papa di kantor, bentar lagi pulang kayaknya, soalnya mau ke luar kota besok."
Tak lama suara mobil Papa pun terdengar dari garasi, dan langkah kaki pun mulai memasuki rumah.
"Papa" ucapku lari memeluk Papa.
"Heyyy, putri kecil Papa, kenapa em?" tanya Papa sambil mengusap kepalaku.
"Ehehe endak Papa" ucapku.
"Loh ada Arga juga."
"Hehe iya Pa, apa kabar Pa?" tanyaku.
"Papa baik, bagaimana kabarmu dan juga orang tua mu?" tanya balik papa.
"Semuanya sehat Pa."
"Syukurlah, kapan kapan mari kita kumpul bersama" tawar Papa.
"Wah ide bagus itu Pa, okedeh Pa nanti Arga sampein ke Mama sama Papa Arga."
"Tunggu tunggu, itu kenapa kok bisa lebam gitu."
"Tadi ada yang ganggu Nasya si B-
"Enggak kok Pa, tadi ada preman yang ganggu ibu ibu, terus kak Arga ngebantuin" bohong Nasya dan lalu melihat Arga supaya Arga mengiyakan.
"Eh iya Pa, tadi Arga bantuin, kasian soalnya sama ibu ibu nya."
"Ouh yasudah, kirain ada apa, Papa ke kamar dulu ya bersih bersih" pamit Papa.
"Iyaa Pa" ucapku dan kak Arga.
"Mama nyusul Papa dulu yaa, babai."
"Babai Ma" ucap kami berdua.
Setelah kepergian Mama dan Papa, kak Arga melihat ku seperti ingin meminta penjelasan ku kenapa berbohong tadi.
"Aku gak mau Mama dan Papa khawatir kalau dia kembali" ucapku sambil menunduk.
"Heyyy, sini tatap aku, gak usah takut, ada aku yang jagain kamu, gak akan aku biarin dia ganggu kamu lagi" ucap kak Arga sambil menenangkan ku.
"Iyaa kak, aku percaya kok, ayokkk nonton film horor kak."
"Yaudah ayok" lalu kami pun nobar film horor di TV ruang tamu.
"Sya sya, seru yaa film nya, horor nya tuh dapet gitu" tapi krik krik krik gak ada suara jawaban, ternyata Nasya tertidur di sofa.
"Hadeh kebiasaan" ucapku lalu mematikan TV dan menggendong Nasya ke kamarnya, tak lupa ku selimuti dan mengecup kening nya.
Saat di bawah ternyata ada Mama yang berada di dapur.
"Ma, Arga pamit dulu yaa, Nasya tidur diatas habis nonton film horor tadi, kalau Nasya bangun Arga pulang".
"Yasudah, hati hati yaa Nak" ucap Mama.
setelan berpamitan aku kembali kerumah untuk merebahkan tubuhku, rasa capek, lelah, letih, lesu jadi satu.