
Tok Tok Tok
"Eh ada den Zidan, silahkan masuk den" ucap bi Lina art keluarga Arga.
"Terima kasih yaa Bi" ucap Zidan ramah.
"Ouh iya Bi, Arga dimana ya???" tanya Zidan lagi.
"Den Arga ada di kamarnya, dari tadi Bibi suruh makan tapi enggak mau, coba den Zidan bujuk den Arga supaya mau makan" ucap Bibi.
"Iya Bi, nanti Zidan coba bujuk Arga, Zidan ke atas dulu ya Bi" ucap Zidan menuju kamar Arga setelah diangguki oleh Bibi.
_________________________________________
Di kamar Arga
Setelah kejadian tadi siang disekolah, Arga pun kini sedang berada di balkon rumahnya, ia sedang berpikir bagaimana caranya supaya Nasya memaafkan dirinya.
DOR (anggap saja suara orang yang lagi dikagetin).
"Eee buset, APA" ucap Arga menoleh ke arah Zidan.
"Yaelah ngegas amat sih bang, awas ntar kesambet baru tau, dari tadi ngelamun bae" ucap Zidan.
"Gw lagi bingung, apa gw keterlaluan yaa terhadap Nasya??? sampai sampai dia diemin gw terus" ucap Arga.
"Sebenarnya wajar kalau lo kayak gini, siapa juga yang mau ceweknya deket sama cowok lain, apalagi cowok itu mantan kekasihnya. Lo gak sepenuhnya salah, gw bukan bela lo ataupun Nasya, tapi disini yang gw lihat, lo itu terlalu tidak bisa nahan ego lo, lo terlalu langsung meluapkan ketidaksukaan lo didepan langsung. Saran gw lo coba lawan ego lo itu, supaya gak keterusan, setelah bisa ngendaliin itu ego, baru lo coba minta maaf ke Nasya, karena percuma kalau ego lo masih bisa ngendaliin lo, yang ada lo kayak gini terus nantinya" ucap Zidan.
"Iya juga sih, gw awalnya juga mikir kayak gitu, tapi entah kenapa malah gw yang gak bisa nahan ego gw, gw bakal coba buat ngelawan ego gw, gw gak mau terus terusan kayak gini, gw gak bisa didiemin terus sama Nasya" ucap Arga.
"Gw akan slalu ada buat lo juga bro, sekarang lo makan dulu, kasian tu Bi Lina sampe minta tolong ke gw buat bujuk lo makan" ucap Zidan.
"Gw gak laper, gw lagi pengen nenangin pikiran gw aja" ucap Arga.
"Gw tadi ada bawa roti, kalau lo gak mau makan nasi makan roti aja, setidaknya perut lo ada isinya" ucap Zidan sambil menyerahkan roti kesukaan Arga.
"Thanks bro, gak tau lagi mungkin kalau gak ada lo" ucap Arga memakan roti itu.
"Alah gak usah lebay lo, tu dihabisin rotinya, gw pamit dulu ya, tadi gw cuman mampir lihat keadaan lo, dan semoga masalah lo sama Nasya cepat selesai, kalau butuh bantuan tinggal ngomong ke gw aja" ucap Zidan.
"Iya pasti, dan hati hati lo dijalan" ucap Arga lalu Zidan pun pergi meninggalkan kamar Arga.
Setelah kepergian Zidan, Arga kini sedang memikirkan bagaimana besok kalau ia mencoba meminta maaf kepada Nasya, untuk malam ini ia fokuskan untuk mengatur mengendalikan egonya dahulu.
Saat turun dari kamar Arga, ternyata di ruang tamu ada Mama dan Papa Arga yang sedang menonton TV.
"Malam juga Nak" ucap Mama dan Papa.
"Zidan mau pamit dulu Ma, Pa" pamit Zidan.
"Kenapa buru buru Nak???" tanya Mama.
"Tadi Zidan mampir sebentar Ma, Pa, cuman lihat Arga aja" ucap Zidan.
"Ooo yasudah, hari hati dijalan yaa Nak, salam buat Mama dan Papa dirumah" ucap Mama.
"Iyaa Ma, Pa, nanti Zidan salamin" ucap Zidan bangkit dari sofa lalu menyalimi tangan Mama dan Papa Arga, setelah itu ia menuju parkiran dimana sepeda motornya berada.
Zidan itu kalau keluar malam ia lebih suka menggunakan sepeda motor daripada mobil, karena katanya suasana malam itu lebih enak daripada suasana siang, iya lah karena siang kan panas wkwk.
...****************...
Di kamar Nasya
Saat ini Qila sedang menginap dirumah Nasya, karena kedua orang tua Qila sedang ada pekerjaan di luar negeri untuk beberapa hari ini, daripada dirumah karena bosan ia menginap dirumah sahabatnya, dan itu disambut baik oleh Nasya beserta kedua orang tuanya.
"Qil, apa gw keterlaluan dengan kak Arga??? ya siapa suruh kayak gitu, kan gw jadi gak enak dengan kak Bayu, sebenarnya gw juga gak sepenuhnya salah" ucap Nasya.
"Disini itu gak ada yang salah ataupun yang benar, karena ya memang sama sama emosi aja, kalau dari yang gw lihat kak Arga itu wajar kayak gitu, karena lo disitu kekasihnya, dan mana ada cowok yang rela kekasihnya malah dekat dengan mantan kekasihnya. Gw gak bela siapa siapa disini, gw menilai apa yang gw lihat, dan buat lo itu sebenarnya lo terlalu membela kak Bayu, makanya kak Arga makin cemburu, tapi lo juga gak salah, karena kalau gak ada pembelaan takutnya kak Bayu malah lebih menjadi jadi" ucap Qila panjang lebar.
"Iyaa sih bener, gw juga mengakui kalau gw terlalu bikin kak Arga cemburu, tapi ya dibalik itu ada baiknya juga, yaa gw sebenernya gak bisa juga diem dieman kayak gini, tapi biar dia renungin dulu apa kesalahannya" ucap Nasya.
"Yaudah kalau memang itu pengen kamu, sekarang ayok nonton film apa gitu, horor apa kartun gitu" ajak Qila.
"Yaudah gasss, kartun aja deh, kalau horor malah gak bisa tidur nantinya" ucap Nasya.
Langsung saja mereka menonton kartun kesukaan mereka di laptop Nasya, mereka berdua sangat suka dengan Spongebob Squarepants dan Upin Ipin, kartun kesukaan sejuta umat wkwk.
...****************...
Di sisi lain
"Awal yang bagus untuk gw misahin lo dari Nasya, karena lo gak pantes Arga untuk Nasya, cuman gw yang pantes buat dia, lo gal ada apa apanya dibandingkan gw, lo bisanya bikin dia kesel, bikin dia gak nyaman, dan gw akan buat dia nyaman sama gw" ucap seseorang itu sambil menghisap rokoknya.
Lalu ia mematikan rokoknya, ia mengambil sebuah bingkai foto yang ternyata disana ada foto dirinya juga Nasya, di foto itu terlihat Nasya yang sangat bahagia bersama dirinya sekarang, tapi takdir memisahkan mereka.
"Nasya, gw gak akan rela kalau lo dimiliki orang lain selain gw, apalagi orang itu Arga, gw sangat tidak rela, kalaupun lo lebih memilih Arga daripada gw, maka tidak ada satupun yang boleh miliki lo, gw bakal lakuin segala macam cara supaya lo bisa kembali dengan gw, gw yakin bisa dapetin hati lo lagi, kita akan sama sama lagi Nasya HAHAHAHA" ucap Bayu sambil meminum alkohol yang berada diatas mejanya.