ARGANA

ARGANA
Part 13 (Gagal menculik Nasya)



Setelah mengajak Nasya membeli es krim akhirnya Arga mengantarkan Nasya hingga sampai kedepan rumahnya.


"Terima kasih yaa kak, mau mampir dulu atau langsung?" tawar Nasya.


"Mau langsung aja deh, itu es krim nya jangan dimakan semua, inget kesehatan" nasehat Arga sambil menunjuk kearah sekantong es krim itu.


"Iyaaaaa siappp bos" ucap Nasya hormat sambil terkekeh kecil.


"Yaudah aku pamit dulu ya, salam sama Mama dan Papa" ucap Arga lalu melanjutkan mobilnya.


Di perjalanan Arga terus melihat kearah spion, tak jauh setelah kepergian Arga ada seseorang berbaju hitam yang mengawasi rumah Nasya.


Flashback on sebelum turun


Saat mereka keluar dari salah satu toko dan melanjutkan perjalanan, tak sengaja Nasya menoleh kebelakang karena ingin menaruh tasnya di kursi belakang.


Ia melihat ada mobil yang dari awal mereka keluar dari toko hingga ingin sampai dirumahnya, mobil yang sama pun masih mengikuti mereka.


"Kak, itu di belakang ada mobil yang kelihatannya mencurigakan" ucap Nasya sambil menoleh kearah Arga.


"Iyaaa bener Sya, aku dari tadi juga curiga dari gerak geriknya, dari awal kita keluar sekolah mobil itu mengikuti kita" ucap Arga menoleh sebentar kearah spion nya.


"Aku takut kak" ucap Nasya lirih yang masih bisa di dengar oleh Arga.


"Husttt, gak usah takut oke, nanti kalau udah sampai depan rumah kita bersikap seperti biasa, seolah olah mereka tidak tau kalau kita menyadari keberadaan mereka" nasehat Arga sambil menggenggam tangan Nasya.


"Iyaaa kak" ucap Nasya sambil memakan es krim, sedangkan Arga hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya itu, masih sempat sempatnya makan es krim, tapi dia juga senang karena mungkin itu yang bisa bikin Nasya sedikit tenang.


Flashback off


Arga langsung menelfon Zidan untuk mencari tahu siapa sebenarnya pelaku dibalik ini semua.


Tut


📞 "Siapa sebenernya mereka" tanya Arga to the point. Zidan paham betul kalau Arga sudah to the point seperti tadi, tandanya dia benar benar terusik.


📞 "..........................."


📞 "Segera cari tahu, dan kerahkan semua anak buah untuk mengawasi Nasya juga Qila, aku takut kalau sasaran selanjutnya itu Qila" ucap Arga lalu mematikan telfon.


...****************...


Di markas


Kini Arga sedang berjalan menuju ruangannya disalah satu markas itu, para anak buahnya menyapanya namun dia hanya melewatinya saja.


Sesampainya di ruangan itu ia lalu menyalakan rokoknya dalam-dalam hingga pintu ruangannya ada yang mengetuk dari luar.


"Masuk" ucapnya dari dalam. Ternyata itu adalah Zidan yang mengetuk pintu tadi.


"Ada mata mata disini" ucapnya singkat.


"Aku tau, maka dari itu aku tunggu saja permainannya selesai, kita pura pura gak tau aja" ucap Arga santai.


"Oke, dan informasi dari salah satu anak buah katanya pelaku nanti malam akan mencoba menculik Nasya" ucap Zidan yang membuat Arga menghentikan rokoknya.


"Segera kerahkan semua anak buah untuk menjaga disetiap sudut rumah Nasya juga Qila. Siapa sebenarnya mereka, kok gak ada habisnya cari masalah terus dengan kita" ucap Arga.


"Belum bisa dipastikan siapa mereka sebenarnya, yang pasti kita pasti bisa gagalkan rencana mereka malam ini" ucap Zidan.


"Setelah penculikan gagal segera kumpulkan semua anak buah di markas ini, kecuali yang menjaga rumah Nasya dan Qila, seseorang yang menjadi sasaran kita harus ada disini" ucap Arga lalu menyalakan lagi rokoknya.


Kalau Arga sudah merokok tandanya masalah kini semakin bertambah, dan ruangan Arga itu kedap suara, jadi orang yang diluar tidak akan bisa mengetahui orang yang didalam berbicara apa saja.


...****************...


Malam hari pun tiba, sebelumnya Arga sudah memberitahu Nasya kalau ia dan Qila harus berhati-hati, karena malam ini ada seseorang yang akan menculik mereka.


Di saat tepat pukul 00.00 salah satu anak buah Arga kebelet buang air kecil, ia pun memberitahu temannya kalau ingin ke kamar mandi.


Di bagian sisi itu ada 2 anak buah dari Arga juga Zidan, karena yang 1 tadi sedang kebelet akhirnya tinggal lah 1 lagi yang menjaga disana.


Tiba tiba BUGHHH BUGHHH BUGHHH, tiga pukulan dari seseorang yang memakai topeng itu. Karena mendengar keributan anak buah Arga yang tempatnya tak jauh dari sana pun menghampiri tempat itu.


Terlihat disana temannya yang sudah pingsan dengan wajah lebam, tak lama teman satunya pun kembali dari kamar mandi.


"Dari mana aja sih Lo?" tanya temannya itu.


"Gw abis dari kamar mandi, yaudah sekarang ayo kita informasikan kalau ada penyusup" ucap temannya yang dari kamar mandi tadi.


Setelah mendapatkan informasi dari salah satu temannya, semua yang menjaga setiap sisi itu waspada. Tapi, ternyata mereka kalah cepat, para orang bertopeng itu sudah berhasil menuju kamar Nasya.


Nasya dan Qila yang berpura-pura tidur karena perintah Arga pun sedikit gemetar, tapi mereka tetap pura pura tertidur.


"Cepat kalian bawa mereka" suruh salah satu pria bertopeng itu.


Dibalik selimut Nasya ternyata membawa sebuah tombol yang menandakan kalau mereka ingin menculik Nasya. Setelah menyalakan tombol Nasya membuka sedikit matanya terlihat tak jauh anak buah Arga sudah sampai disana, ia sedikit tenang lalu SREEKKKK.


Saat pria bertopeng itu ingin membawa Nasya, Nasya m*****k kulit salah satu pria bertopeng itu, tak lupa Qila menendang pria bertopeng itu.


Dengan gerakan cepat, anak buah Arga mengamankan mereka, tapi ada salah satu yang berhasil kabur dari sana. Tak lama Arga dan Zidan datang.


"Kamu gapapa?" tanya Arga khawatir.


"Aku gapapa kok kak" ucap Nasya dengan senyuman.


"Kok tangan kamu ada d***h nya?" tanya Arga.


"Reflek aja gitu n******k sedikit tangan salah satu pria bertopeng itu, siapa tau itu bisa jadi petunjuk untuk kita kedepannya" ucap Nasya.


"Iyaa kamu benar, tapi jangan kayak gitu lagi ya bahaya" ucap Arga memeluk Nasya.


"EHEM" deheman dari Qila juga Zidan.


"APA" ucap Arga dan Nasya.


"Yaelah galak amat sih, inget jam" ucap Qila sambil seakan akan ia sedang melihat jam.


"Yaudah kalau gitu aku pamit dulu ya, jaga diri baik baik disini. Aku yakin mereka enggak akan lengah begitu saja apalagi gagal menculik kamu juga Qila" ucap Arga.


"Iyaa aku pasti hati hati, kakak juga hati hati yaa disana, yaudah buruan pulang sana" ucap Nasya.


"Kamu ngusir aku nih?" tanya Arga.


"Iyaaa hust hust" ucap Nasya sambil mendorong Arga keluar kamarnya. Sesampainya diluar Arga melihat kalau Zidan masih didalam.


"Itu Zidan masih didalam" protes Arga.


"Ooo iya sampe lupa, Qilaa" kode Nasya kepada Qila untuk mendorong Zidan keluar seperti yang ia lakukan tadi kepada Arga.


Sesampainya diluar mereka langsung pamit, untuk pria bertopeng yang gagal kabur sudah diamankan oleh anak buah Arga dan dibawa ke markas mereka.