
Hari ini adalah hari di mana SMA ku bertanding futsal melawan SMA sebelah, dan SMA ku menjadi tuan rumahnya.
Nasya POV
Aku berjalan menyusuri koridor, padahal masih pagi tapi sudah banyak siswa siswi yang berdatangan, pasti mereka sudah tidak sabar dengan pertandingan hari ini.
Melanjutkan perjalanan menuju kelas hingga akhirnya sudah sampai, aku pun menaruh kepalaku di atas meja dan menyembunyikan di kedua tanganku, hari ini seperti diriku tidak ada tenaga yang terisi didalamnya.
"Nasya, tumben berangkat pagi?" tanya Qila.
"Iya lagi pengen aja" ucapku lesu.
"Kenapa? masih belum baikkan sama kak Arga?" tanya Qila.
"Entahlah Qil" ucapku lalu memejamkan mata.
Tiba tiba aku terbangun karena ada yang mengelus kepala ku, ternyata itu kak Arga.
"Kenapa? sakit?" tanyanya dan aku hanya menggelengkan kepalaku.
"Aku gak maksa kamu buat lihat aku tanding nanti, tapi aku berharap kamu datang" ucap kak Arga mengelus sebentar kepalaku lalu menuju pintu kelas.
"Aku usahakan" ucapku lalu kembali menelungkup kepalaku ke kedua tangan.
'Saat bangun aku melihat ke se keliling ternyata kelas sangat sepi, mungkin pada kumpul di lapangan futsal' batinku.
Dari ruang kelas banyak teriakkan para siswa siswi yang aku dengar, aku tak berniat untuk kesana.
...****************...
Arga POV
'Semoga dia datang, entahlah nanti bagaimana kalau gak ada dia' batinku.
Pertandingan pun di mulai, awalnya aku masih fokus tapi lama kelamaan aku melihat kanan kiri tidak ada Nasya yang melihat pertandingan ini.
Tanpa aku sadari bola pun direbut oleh tim lawan karena aku melamun.
"Bro, fokus bro fokus" ucap Zidan.
"Gimana sih lu Ga, yang bener dong" ucap salah satu anggota tim kami.
Saat ini point ketinggalan agak jauh, biasanya aku gak kayak gini, kenapa cuman gara gara ini bisa sampai gak fokus
"Arrggggghhhhhh" ucapku sambil menarik rambut.
"Udah tenang yaa, sekarang yang terpenting bagaimana caranya kita bisa mengejar point itu, ini adalah babak terakhir buat kita" ucap Zidan.
...****************...
Nasya POV
Tiba tiba tanganku di tarik oleh Qila menuju lapangan.
"Apa sih Qil?" tanya ku.
"Gak kasian apa kamu sama kak Arga, lihat tu dari tadi di marahin sama tim nya gara gara gak fokus, ini juga sekolah kita ketinggalan jauh poin nya, masak kamu gak mau dukung dia sih?" tanya Qila.
"Masalahnya itu ada d-dia" ucapku terbata-bata.
"Iya aku tau Sya, fokus ke kak Arga aja oke, kamu pasti bisa" ucap Qila menyemangati diriku.
Awal awal aku mencoba untuk menyemangati kak Arga masih ada perasaan ragu, tapi lama kelamaan menjadi penuh semangat, kak Arga pun sempat noleh ke arahku lalu tersenyum.
"Ayokk kak Arga semangat kak semangat" ucapku yang banyak tatapan dari siswi lain dan aku tak memperdulikan nya, di tambah ada seseorang dari tim lawan juga yang menatap ku.
Di ujung sana ada seseorang yang selalu melihat ke arah Nasya, dari muka seseorang itu seperti sangat merindukan sosok Nasya, karena sudah lama tak bertemu mungkin gitu.
'Ooo itu cowok kamu Sya' batin seseorang itu ketika melihat Nasya menyemangati kearah Arga.
...****************...
Arga POV
Kini point yang ketinggalan jauh saat ini menjadi seri, aku tidak mau mengecewakan Nasya yang sudah menyemangati ku, aku harus bisa menang, dan di detik detik waktu hampir habis, sekolah ku berhasil memenangkan pertandingan ini walaupun di awal tadi sempat ketinggalan kalah jauh point nya.
"Keren lu Ga" ucap salah satu tim ku sambil menepuk bahuku.
"Coach bangga sama kalian semua, gak sia sia latihan kita, dan kamu Ga, Coach bangga sama kamu. Strategi yang cukup bagus" puji Coach padaku.
"Terima kasih Coach" ucapku.
Aku mencari seseorang yang tadi sempat menyemangati ku, aku melihat kearah kanan dan kiri, namun aku masih tidak menemukan nya.
Saat melihat ke arah ujung, yang ku lihat ia sedang mengobrol dengan tim lawan ku tadi sempat mencetak poin hingga sekolah ku ketinggalan jauh. Perasaan tidak suka, cemburu, marah tiba tiba muncul, lalu aku duduk di pinggiran lapangan tanpa meminum air sedikit pun, padahal dari mulai pertandingan aku belum minum air sedikit pun hingga selesai pertandingan.
...****************...
Nasya POV
Saat aku ingin menghampiri kak Arga, tiba tiba ada seseorang yang memanggil ku dari belakang dan ternyata.
"Halo Nana apa kabar?" sapa orang tersebut yang tak lain adalah mantan kekasihku dulu.
"H-hai kak" sedikit kaget. "B-baik kok kak, kakak sendiri apa kabar?" tanyaku menyapa balik.
"Lama yaa kita gak ketemu, bdw aku udah pindah sekolah di Indo lo" ucapnya.
"I-iya kak, syukurlah" ucapku lalu melihat ke arah lapangan, ternyata kak Arga sedang menatap ku dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Kak duluan yaa mau ada urusan" pamit ku lalu pergi menghampiri kak Arga.
"Iyaa Nana, kapan kapan aku main ke rumah yaa" ucapnya yang masih aku dengar walaupun hanya sedikit.
Aku pun menghampiri kak Arga yang kelihatannya sedikit kesal karena aku mengobrol dengan kak Bayu.
"Kak ini air" ucapku sambil memberikan air.
...****************...
Arga POV
"Kak ini air" ucapnya sambil memberikan air mineral kearahku.
"Taruh aja, lagi gak haus" ucapku.
"Yaudah" ucapnya lalu ingin pergi, namun tangannya terlebih dahulu aku genggam.
"Duduk" ucapku "siapa dia?" tanyaku kepada Nasya sambil melihat ke arah orang yang tadi mengobrol dengannya.
"D-dia" sambil terbata-bata "dia seseorang yang dulu pernah singgah, namun ternyata dia bukan orang yang seperti aku pikirkan" ucapku sambil menunduk.
"Ooo jadi selama ini yang akan kamu ceritakan itu masalah ini?" tanya kak Arga.
"Iya kak, maka dari itu aku nunggu waktu yang tepat, aku juga baru tau dia kalau dia dari SMA sebelah, dulu ia sekolah diluar negeri" ucapku.
"Ya sudah" ucapku lalu meminum air putih yang di berikan Nasya.
"Huu tadi katanya gak haus, di minum juga" ledek Nasya padaku.
"Yeayy biarin lah, mumpung gratis" ucapku.
"Hadeh untung ganteng wkwk" ucap Nasya ketawa kecil. "iyain deh, bdw kak.......a-aku s-sudah siap menceritakan yang selama ini aku belum bisa ceritakan ke kak Arga."
"Kalau belum siap gak apa apa, jangan dipaksain" ucapku sambil mengelus rambutnya.
"Aku udah yakin dengan keputusan ku kak" ucapnya mantap.
"Yasudah kalau begitu, kakak ngikut aja gimana baiknya" ucap kak Arga.