ARGANA

ARGANA
Part 2 (Double date di pasar malam)



Sesampainya di rumah bernuansa biru dan cukup luas serta bertingkat.


"Terima kasih yaa kak, udah dianterin sampai rumah, bdw mau mampir enggak?" tawar ku.


"Aku langsung aja, kapan kapan deh mampir, ouh iya nanti malam ada pasar malam, ayok kesana, nanti aku jemput, mumpung besok kan hari Sabtu gak sekolah" tawarannya.


"Boleh deh, nanti kabari yaa kalau mau berangkat, atau chat aja" ucapku.


"Aman mah itu, yaudah aku pulang yaa" ucapnya lalu pergi dan tak terlihat lagi.


Aku pun memasuki rumah, tak lupa menyalami mama yang sedang berada diruang TV.


Lalu aku naik ke atas untuk mandi dan mengganti pakaian, karena mengantuk aku langsung tidur sampai melupakan makan siang ku.


________________________________________


"Nasya bangun, itu dibawah ada temen mu" teriak mamaku.


"Hoaammmm, siapa sih ganggu aja" ucapku lalu turun kebawah dengan rambut yang acak acakan dan juga baju yang berantakan.


"Astaga anak ini, gak malu apa itu ada temen mu masak penampilan mu kayak gini" ucap mamaku lalu tertawa bersama temen ku yang baru saja mamaku sebut.


Perlahan aku mengucek mata dan menghampiri siapa sih orang itu, seketika aku melotot "KAK ARGAA" ucap ku dengan lantang.


PLETAK suara mama menyentil jidatku "ish mama, sakit tau" ucapku sambil mengusap jidat.


"Buruan siap siap sana, ditunggu tuh" ledek mama kepadaku.


"Baiklah, tuan putri mau siap siap dulu" ucapku dengan PD lalu berlari ke arah tangga bersiap siap, sebelum benar benar sampai aku dengar mamaku berkata.


"Siap siap yang cantik, pangerannya udah nungguin" yaaa kurang lebihnya begitu, namun aku tak menghiraukan dan aku langsung menggunakan jurus ku untuk mandi secepat kilat.


Beberapa menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dan memilih baju apa yang cocok ku kenakan, setelah lama memilih aku memutuskan menggunakan sweater putih dengan celana jeans hitam dan sepatu putih.


"Cantik banget sih aku, oke saatnya kita turun" ucapku memuji diriku, padahal aku hanya sedikit menggunakan polesan make up.


Tuk tuk tuk


Suara langkah kakiku menuruni tangga


"Cieeee couple an nih ye" ucap mamaku.


"Ihh apa an sih ma, enggak ya" ucapku dan aku baru sadar kalau kak Arga menggunakan sweater putih, jeans hitam serta sepatu putih.


"Kak Arga tuh yang ngikutin aku duluan" elak ku.


"Mana ada, kamu tuh yang ngikutin aku, orang aku duluan" bela kak Arga.


"Udah udah sana buruan jalan, jangan malam malam, Arga jagain anak mama, kalau nakal jewer aja" ucap mamaku.


"Siap ma Arga bakal jagain semampu Arga hingga jiwa raga Arga" ucap kak Arga agak lebay.


"Dih dramatis amat yak, eh tunggu kok manggil mama sih?" tanyaku.


"Gapapa biar lebih akrab aja" ucap mamaku.


"Yayaya terserah, kami berangkat dulu ma" ucapku menyalimi mama diikuti kak Arga.


Kalau pada nanya, Kamu nanyak? gak gitu yaa, Papaku dimana, Papaku lagi di luar kota, besok baru pulang.


Dijalan


"Kak, kenapa tadi gak chat aku dulu sebelum ke rumah?" tanyaku.


"Yeay makanya jangan ngebo mulu, tuh liat ada panggilan masuk gak?" tanya balik kak Arga dan aku langsung mengecek HP ku.


📞 Panggilan tak terjawab Kak Arga (30) panggil masuk.


"Ahaha yaa maap, ketiduran tadi" ucap ku sambil cengengesan walaupun gak kelihatan karena aku memakai helm.


"Emm kak Arga" ucapku sambil mengetok ngetok helm nya.


"Hemm kenapa?" tanyanya.


"Di depan berhenti yaa, mau beli roti" ucapku lalu diangguki.


Kami pun berhenti di tukang penjual roti bakar yang cukup rame.


"Mau rasa apa, biar aku yang pesen" ucap kak Arga.


"Emm coklat keju deh" ucapku dan diangguki kak Arga, kak Arga ikut mengantri sambil se sekali melihat kearah ku.


Dorrrr


"Eh astaga, jadi orang tu jangan ngag- eh tunggu, ternyata kamu Qil" ucapku.


"Iya dong, eh kamu sama siapa kesini?" tanya Qila.


"Sama kak Arga, tuh lagi di ngantri" ucap ku sambil menunjuk kearah kak Arga yang ternyata sedang ngobrol dengan kak Zidan.


"Kamu sendiri hayo, pasti bareng kak Zidan" ledekku.


"Ehehehe, iyaa kak Zidan yang ngajak aku ke pasar malam" ucap Qila dan aku terkekeh.


Kami berbincang-bincang banyak hal hingga tak menyadari ada 2 orang yang sudah didekat kami, kalau saja 2 orang tersebut tidak berdehem kami tidak akan menyadari nya.


"EHEM, serius amat ceritanya" ucap seseorang tersebut yang tak lain kak Arga.


"Ehehe seru kak, yaudah ayok keburu malam" ajakku melanjutkan perjalanan ke pasar malam, yang sedikit lagi sampai.


"Gas, Zidan sama Qila sekalian bareng gak?" tawar kak Arga.


"Boleh deh, ayok Qil" ucap kak Zidan dan kami pun melanjutkan perjalanan hingga kami pun tiba di tempat yang dituju.


"Wahh seru nya, ayok kak kita kesana" tunjuk ku ke salah satu wahana disana.


"Nanti, makan dulu nih, kita duduk disitu" ucap kak Arga sambil berjalan menuju bangku dan meja bundar yang cukup untuk 4 orang.


Mungkin karena laper aku sampai makan buru buru dan belepotan.


"Gak bakal ada yang minta kalik, tuh belepotan lagi, nih lap" ucap kak Arga menyerahkan tisu.


"Yayaya, gak peka amat sih ni para cowok gak beliin minum" ucapku.


"Cewek kebiasaan nyindir yaa, gak to the point langsung" kini kak Zidan berbicara.


"Yakali langsung to the point, makanya cowok itu harus peka" ucap Qila.


Mereka para cowok pun beli minum untuk kami pastinya para cewek, aku sedikit terkekeh karena kak Arga nitip HP nya ke aku, dan tak sengaja melihat wallpaper nya yaitu foto ku waktu kecil.


Tak lama mereka membawakan minuman yang aku gak tahu namanya yang penting rasa coklat.


"Terima kasih kakak baik" ucapku.


"Kalau ada maunya baru gitu" ucapnya cemberut.


"Yaudah yuk kita coba wahana nya" ucapku lalu mencoba wahana satu persatu.


"Kak kak tolong fotoin aku sama Qila dong" pintaku ke kak Arga.


Setiap selesai menaiki wahana aku dan Qila selalu berfoto ria, ada juga sih foto bareng kak Arga, Qila juga bareng kak Zidan, tapi banyakan aku dan Qila wkwk, maklum cewek.


Kini tinggal satu wahana yang belum aku coba, yaitu wahana bianglala, aku sebenarnya ragu mau naik tapi aku juga penasaran jadi aku nekat naik.


Kami berempat menaiki bianglala tersebut, aku duduk disamping kak Arga dan berhadapan dengan Qila.


Tiba tiba sesampainya kami di paling atas, mesinnya mati dan aku reflek memeluk kak Arga.