ARGANA

ARGANA
Part 12 (Ancaman dari seseorang)



Di kantin


Saat ini Nasya, Arga, Qila juga Zidan sedang menunggu pesanan mereka, karena di kantin sekolah itu bisa diambil sendiri bisa dianterin oleh mba kantin.


"Eh Sya, ternyata cowokmu sudah bener bener bisa mengontrol ego nya wkwk, tadi dia gak kepancing dengan Bayu" ucap Zidan.


"Syukurlah kalau begitu kak" ucap Nasya lega.


"Lagian kalau di pikir pikir lagi seperti aku menghabiskan sia sia tenagaku hanya untuk ngeladenin orang kayak dia" ucap Arga.


"Bener banget, jossss kak Arga" ucap Qila mengacungi dua jempolnya.


Tak lama makanan datang, mereka pun melahap makanan itu hingga suara seseorang membuat Nasya tersedak karena kaget.


"Halo semua" sapa orang itu.


"Uhuk uhuk."


"Minum dulu ini, pelan pelan minum nya" ucap Arga menyerah minuman Nasya dan mengelus punggung Nasya.


"Eh maaf maaf Sya" ucap seseorang itu.


"Kak Bayu kenapa kesini?" tanya Qila.


"Gak ada sih, tadi mau makan niatnya, tapi mejanya udah penuh semua jadi kesini" ucap Bayu.


"Coba lihat meja yang paling pojok itu, disana lo kosong, kesana aja kak" ucap Nasya lalu melanjutkan makanannya.


"Ooo iya ya, yaudah aku kesana, sorry ganggu gaes" ucap Bayu sambil meninggalkan mereka.


"Baguslah kalau nyadar" ucap Nasya yang ternyata masih bisa di dengar oleh Bayu.


"Hus, kamu ini kok kayak gitu, tapi gak papa sih aku suka" ucap Arga.


"Dasar gombal huuu" ucap Nasya.


"Gak papa kalik, sama cewek sendiri bebas dong" ucap Arga.


"EHEM, ingat tempat" ucap Qila.


"Sensi amat sih kak wkwk, lagi pms?" tanya Nasya.


"Iyaa nih, jadinya pengen marah marah mulu" ucap Qila.


"Hati hati Dan, cewek kalau pms seperti singa wkwk" ucap Arga terkekeh lalu di tatap tajam oleh Qila dan Nasya.


"Masak sih?" tanya Zidan.


"E-enggak kok" ucap Arga karena dapat jiwitan dari Nasya.


"Haha gimana sih bro, tadi bilang itu sekarang bilang ini" ucap Zidan tertawa.


"Gak usah ketawa" ucap Nasya dan Qila bersamaan.


"Kak Zidan minum ku habis, aku minta punya kakak ya?" tanya Qila.


"Nih ambil aja, habisin aja deh" ucap Zidan diangguki Qila.


"Yaudah ayok ke kelas" ajak Nasya.


"Skuyyyy" ucap ketiga orang itu. Zidan dan Arga mengantar Qila dan Nasya, setelah mengantar barulah mereka menuju kelasnya.


...****************...


Di kelas


Saat ini Nasya dan Qila sedang fokus memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi di depan.


Tiba tiba ada notif dari ponsel Nasya, karena penasaran dengan nomor tak dikenal itu ia pun membukanya.


Disana terlihat nomor itu mengirimkan foto foto masa kecil dirinya bersama Bayu, karena dulu memang Nasya dan Bayu berteman baik sebelum adanya kejadian itu.


Terlihat nomor itu mengetik sesuatu yang sangat panjang, hingga saat Qila mengajar Nasya mengobrol ia tidak menjawabnya.


"Lihat ini Qil" ucap Nasya.


"Ini kan foto foto kamu kecil sama kak Bayu, dan apa ini kamu jangan pernah melupakan masa masa ini, bagaimana pun Bayu adalah orang yang sangat berarti dalam hidupmu, jangan sampai ada orang yang berani menggantikan posisinya, atau orang itu tidak akan pernah selamat, siapa sebenarnya orang itu, kok berani beraninya mengancam seperti ini" ucap Qila kesal.


"Sudahlah Qil gapapa" ucap Syafa lalu kembali fokus kepada guru.


Setelah terus terusan berkutik dengan buku buku yang sangat melelahkan, akhirnya bel pulang pun berbunyi.


Seperti biasanya, dua orang lelaki itu sudah stay didepan kelas mereka. Siapa lagi lelaki itu kalau bukan Arga dan Zidan.


Kelas sudah sangat sepi, saat ini hanya tinggal Qil, Nasya, Zidan dan juga Arga. Karena yang ditunggu tak kunjung datang, para lelaki itu menghampiri mereka berdua didalam kelas.


"Kok tumben lama sekali gak keluar?" tanya Zidan.


"Iya nih, lagi nunggu Nasya yang dari tadi seperti melamun dan tidak mau diajak pulang" ucap Qila.


Arga mengambil kursi lalu duduk disebelah Nasya, "heyyy, ada masalah apa em? kok sampe melamun begitu" tanya Arga. Bukannya menjawab Nasya malah menangis, lalu dengan sigap Arga membawanya ke dalam pelukannya.


"Kenapa em? coba sini cerita dulu supaya lega" ucap Arga.


"Aku takut" hanya itu yang Nasya ucapkan lalu kembali menangis, karena Nasya tidak mau cerita Arga menatap Qila mengisyaratkan untuk dirinya saja yang menjelaskan.


"Jadi begini kak, tadi saat jam pelajaran itu ada seseorang nomor gak dikenal mengirimkan foto fotonya Nasya waktu kecil, disana juga ada kak Bayu, dan orang itu mengancam, kalau ada yang menggantikan posisinya Bayu bakal tidak akan selamat " ucap Qila.


"Udah udah jangan dipikirin, aku kan ada disini sekarang, gak usah takut lagi ya" ucap Arga dengan lembut sambil mengelus kepala Nasya.


"Iyaaa kak, ayok pulang" ucap Nasya. Lalu, mereka berempat menuju parkiran, seperti biasanya Nasya bersama Arga, sedangkan Qila bersama Zidan.


...****************...


Di mobil Arga


Setelah kejadian dikelas tadi yang Nasya mendapatkan ancaman dari nomor tidak dikenal, saat ini ia berubah drastis, sekarang lebih menjadi pendiem.


"Sya" panggil Arga sambil menoleh kearah Nasya, namun sang empu tetap tidak menoleh kearah Arga, tatapannya kosong kedepan. "Sya" panggil Arga lagi sambil memegang tangan Nasya.


"AAAAA TOLONG, JANGAN SAKITI KAK ARGA" teriak Nasya tiba tiba, Arga yang mendengar Nasya berteriak langsung saja menepikan mobilnya, kebetulan jalanan juga sedang sepi.


"Sya, are you oke?" tanya Arga lembut sambil mengelus kepala Nasya.


"I-iya kak, aku gapapa" ucap Nasya sambil menoleh kearah Arga.


"Heyyy, kalau ada apa apa cerita yaa, aku siap dengerin, dan jangan terlalu dipikirkan, kalau dipikirkan terlalu nanti kamu sakit oke" ucap Arga lembut.


"Tapi aku masih takut kak" ucap Nasya dengan suara kecil sambil menunduk.


"Coba lihat aku" ucap Arga, lalu Nasya perlahan menoleh kearah Arga. "Aku janji bakal ngelindungi kamu semampuku, aku juga bakal baik baik aja" ucap Arga meyakinkan Nasya.


"Iyaaa kak, aku cuman masih takut aja" ucap Nasya.


"Iya gapapa, kamu harus percaya kalau aku bisa jaga diri aku, dan aku bisa jaga kamu" ucap Arga.


"Iyaaa kak, aku percaya sama kamu, aku juga selalu doain untuk kita semua semoga selalu dilindungi Yang Maha Kuasa" ucap Nasya.


"Coba bawa sini ponsel kamu" ucap Arga.


"Mau dibuat apa kak?" tanya Nasya.


"Mau tak sambungin dengan ponselku, jadi semisal orang itu mengubungi kamu lagi, aku bisa ngecek lokasinya dan supaya pelakunya cepat ketemu" ucap Arga.


Lalu Nasya merogoh sakunya mengambil ponselnya, ia lalu menyerahkan kepada Arga, setelah selesai di pasang alat penyambung, ponsel Nasya dikembalikan kepada sang pemilik.


"Nah kalau kayak gini kan kita bisa lacak lokasi pelaku, sekarang jangan takut lagi ya" ucap Arga.


"Iyaaa kak, ini udah mendingan" ucap Nasya.


"Yaudah, kalau gitu ayok beli ice cream" ajak Arga.


"Gassssss" ucap Nasya bersemangat.


Karena Arga sudah tau, apa yang bisa bikin mood Nasya kembali, kalau gak ice cream, coklat, seblak, bakso, sate, kebanyakan makanan dan minuman daripada belanja.