ARGANA

ARGANA
Part 6 (Penjelasan Nasya)



Nasya POV


'Semoga keputusan yang ku ambil saat ini benar, mungkin memang seharusnya aku ceritakan ke kak Arga, daripada kedahuluan ia tau dari orang lain' batinku.


Nasya pun menjelaskan kejadian dimana Bayu pernah bolak balik selingkuh, namun ketauan juga akhirnya dengan Nasya, dan Nasya ingin memutuskan hubungan dengan Bayu. Namun, Bayu mengancam akan berbuat yang tidak tidak padanya, tapi Nasya tetap kekeh ingin putus, bahkan ada suatu kejadian Nasya pernah diculik oleh suruhan Bayu, namun teman Ayah Nasya melihat dan menolong Nasya, dan saat itu Bayu juga diajak pindah oleh kedua orang tuanya ke luar negeri.


"Emmm kak" lalu menunduk. "M-maaf yang tadi, m-maaf juga belum bisa kasih kepastian selama ini untuk kak Arga, dan maaf untuk semuanya" ucapku dan tanpa diminta air mataku jatuh.


"Heyyy gak apa apa, maaf juga aku udah egois sama kamu, maaf belum bisa ngertiin kamu selama ini, aku hanya mementingkan ego sendiri gak mikirin perasaan kamu, udah udah jangan nangis nanti jadi jelek kayak kodomo hehe" ucap kak Arga bercanda sambil menghapus air mataku.


"KOMODO" ucapku sambil ngegas. "Iyaa kak, yaudah ayok pulang, sangking lamanya sampai gak sadar kalau sekolah udah sepi" ucapku lagi.


"Hahaha kamu sih nangis nya lama, yaudah ayok, aku anterin" ucap kak Arga.


"Kak, mulai hari ini, detik ini, jam ini, sekarang aku terima kak Arga jadi cowokku sekarang" ucapku sambil menunduk malu.


"Terima kasih Sya, sekarang aku akan menjaga kamu dari orang yang ingin mengganggu kamu, termasuk Bayu Bayu itu" ucap kak Arga bersungguh-sungguh.


Kami berdua pun berjalan menuju ke parkiran bersama, kak Arga masih setia menggenggam tanganku hingga diparkiran sekolah, saat di parkiran kami melihat Qila dan Zidan masih mengobrol sambil asik memakan Cilung (Aci di gulung).


"Heyyy anak muda, pulanglah kalian berdua, sudah jam berapa ini" ucap kak Arga.


"Wahai 2 manusia yang berbeda jenis, apakah ada sekolah udah mau tutup baru saja ingin pulang? memanglah 2 manusia aneh" balas kak Zidan.


"Udah udah, kalian ini ribut terus kayak kucing dan tikus" ucapku.


"Tau tu, eh bdw cieee udah baikkan nih ye, udah main gandeng aja " ledek Qila.


"Ish apa an si Qil" ucapku pura pura sebel.


"Yaudah kami duluan bro" pamit kak Arga dan kami pun langsung pergi meninggalkan sekolah.


Sebenarnya saat mereka dari pertama ngobrol di lapangan hingga Arga mengantarkan Nasya pulang ada seseorang yang sedang melihat kegiatan yang mereka lakukan dari tadi.


"Kalau aku gak bisa memiliki kamu Sya, maka orang lain gak akan juga bisa memiliki kamu, aku gak bakal rela kalau ada orang baru yang memiliki kamu" ucapnya saat melihat Arga membukakan helm Nasya.


"Terima kasih banyak kak Arga, mau mampir dulu enggak?" tawar Nasya.


"Enggak dulu deh, kapan kapan aja aku mampir, salam untuk Mama dan Papa, maaf karena calon menantunya belum bisa mampir" ucap kak Arga.


"Idih, menantu menantu, belum juga nikah" ucap Nasya.


"Yaudah ayok sekarang nikah aja" ucap kak Arga sambil memegang tangan Nasya.


"Ngawur kak Arga ini, kita kan masih sekolah ih" ucap Nasya mencubit pelan bahu Arga.


"Atit sayang, tuh kan jadi banyak lukanya" ucap Arga bercanda dan menirukan suara bayi.


"Halah lebay, buruan pulang kak keburu gelap" ucap Nasya.


"Ihhhh kamu kok tega banget ngusir aku, aku aduin ke Mama loh nanti" ucap Arga sok dramatis.


"Utututu bayi besar, cup cup cup, besok lagi yaa, sekarang pulang gih istirahat sama bersih bersih, bau kecut tau gak kak Arga" ucap Nasya bercanda sambil menutup hidungnya.


"Ih mana ada, orang wangi kayak gini kok" ucap Arga lalu mendekap kepala Nasya ke ketiaknya.


"Ih juorok kak Arga, kak lepasin kak" ucap Nasya meronta ronta.


"Gak mau wlekkkk, siapa suruh bilang aku bau" ucap kak Arga.


"Masih mau lagi enggak?" tawarnya dengan senyum jahil.


"Enggak kak engga, kapok aku" ucap Nasya lalu di Arga tertawa ngakak melihat ekspresi Nasya yang menurutnya lucu kalau lagi kesal.


"Lucu amat sih kalau lagi kesal, ayok neng om culik" ucap Arga.


"Gak mau om, om nya belom mandi" ucap Nasya. Lalu mereka berdua tertawa bersama sama hingga ternyata Mama Nasya sudah berada didekat mereka.


"Owalah ada calon menantu Mama, kirain siapa tadi kok rame banget" ucap Mama lalu Arga menyalimi tangan Mama Nasya, begitu juga dengan Nasya.


"Hehe iya calon Mama mertua. Ma, masak Nasya bilang kalau Arga bau" adu Arga kepada Mama Nasya.


"Nak, gak boleh kayak gitu, menantu Mama selalu wangi terus" ucap Mama.


"Emang bau kok Ma, tadi soalnya kak Arga habis tanding futsal bareng SMA lain" ucap Nasya tak mau kalah.


"Wlekkk, Mama bela aku ahaha, kasian deh gak dibela Mama" ledek Arga.


"Sebenarnya anak Mama itu Nasya atau kak Arga? kok Mama lebih membela kak Arga" tanya Nasya sambil membuat wajah seakan-akan sedang merajuk.


"Anak Mama jelas kamu, Arga kan menantu kesayangan Mama" ucap Mama terkekeh.


"Wlekkkk, dengerin tu kata Mama" ucap Arga.


"Iya iya, bela aja terus" ucap Nasya.


"Haha sudah sudah kalian ini, kapan kapan main kesini ya Nak Arga, Mama kedalam dulu, tadi Mama hanya melihat kok rame banget ternyata kalian berdua" ucap Mama lalu masuk kedalam rumah.


"Iya Ma" ucap keduanya secara bersamaan.


"Yaudah sana pulang" ucap Nasya.


"Iya iya ini loh mau pulang" ucap Arga.


"Ngomong doang, itu mesin motornya belum dinyalakan" ucap Nasya sambil menunjuk kearah motor Arga yang masih anteng.


"Yaudah aku pulang dulu ya, buruan istirahat gih, jangan telat makan, jangan begadang" ucap Arga lalu mencium kening Nasya.


"Siap kak Arga" ucap Nasya sambil tertawa kecil.


"Good girl" ucap Arga lalu mulai menjalankan motornya kearah jalan raya, dan Nasya melambaikan tangannya, dirasa motor kak Arga sudah tidak terlihat ia masuk kedalam rumah.


...****************...


Di depan rumah Qila


"Terima kasih kak udah nganterin, mau mampir dulu enggak?" tawar Qila.


"Aku langsung pulang aja ya, next time aku mampir kok, salam buat orang tua kamu" ucap Zidan.


"Yaudah, kak Zidan hati hati yaa, jangan ngebut ngebut" ucap Qila diangguki Zidan.


"Yaudah aku pulang dulu" ucap Zidan mengelus kepala Qila dan langsung menyalakan motornya hingga kearah jalan raya.


Qila melambaikan tangan, lalu dirasa kak Zidan sudah tidak terlihat, Qila pun masuk kedalam rumahnya.