
Shanaya, Carel beserta Keenan kebagian tugas untuk menjaga Yaffa, sementara anggota lain yang terbagi menjadi 3 team pergi sesuai dengan tugas mereka.
Setelah berita Jesselyn yang mengalami kecelakaan, anggota Andromous yang semula sibuk bahkan sampai ada yang kembali ke kampung halaman untuk sebuah keperluan menghentikan kegiatan mereka. Kirei dan Zayden sampai memesan ticket pesawat saat itu juga.
Team lain ada yang menjaga Jesselyn di rumah sakit, ada yang membeli bahan masakan dan ada yang membantu memberikan keterangan kepada petugas berwajib yang sedang menyelidiki tentang kasus kecelakaan Jesselyn.
Sedangkan Yaffa, Shanaya, Carel dan Keenan berada di basecamp Andromous sembari menonton Frozen II yang diinginkan oleh Shanaya. Memang mereka terlihat santai dan fokus dengan televisi yang menayangkan film tersebut tapi pikiran mereka tidak benar-benar fokus. Pikiran mereka terbagi, antara film, Jesselyn, Yaffa dan keadaan keluarga mereka.
Sampai film selesai diputar, mereka hanya diam hingga suara mesin kendaraan terdengar. Seketika pandangan keempatnya teralih, pintu terbuka dan Galen diikuti yang lain masuk sambil menggerutu kesal. Tanpa berbicara panjang, Galen langsung berjalan kearah Yaffa yang duduk bersandar di sofa. Dia berbaring dan paha Yaffa dibuat sebagai bantalannya. Ekspresi Galen benar-benar terlihat emosi, sampai anggota Andromous yang tidak satu team dengan Galen merasa sangat heran. Tidak biasanya Galen emosi seperti ini pasti ada alasan yang sangat menjengkelkan bagi mereka.
Yaffa mengusap kepala Galen lembut. Membiarkan lelaki itu menutup matanya, "Kenapa?" Yaffa menoleh pada Carel yang baru saja bertanya pada Zayden, salah satu anggota yang satu team dengan Galen tadi.
"Orangtua jiĕ Jesse datang bersamaan keluarga laki-laki yang dijodohin sama jiějiě. Mereka memaksa masuk kedalam dan malah ngejelekin kita." jelas Zayden, dia meminum segelas air putih yang baru di ambil olehnya. Benar, tadi orangtua Jesselyn datang bersama keluarga laki-laki itu, Leon. Dua keluarga itu memaksa masuk dan menjelekan Andromous, mengatakan bahwa Andromous membawa pengaruh buruk untuk Jesselyn. Padahal sudah jelas Andromous yang menolong Jesselyn, tidak hanya Jesselyn tapi mereka saling menolong dengan semua anggotanya.
Anggota Andromous mengerti sekarang. Alasannya sungguh menjengkelkan, bahkan Shanaya mulai men-judging keluarga itu.
Dibanding yang lain, Saguna hari ini terlihat lumayan tenang. Jarang-jarang seorang Saguna seperti ini. Dia santai memakan popcorn yang dibuat Keenan tadi kemudian bertanya, "Ter, katanya beberapa hari lalu adek tiri lo ulang tahun ya? Lo ga dateng?" Saguna menggantikan peran Jesselyn untuk sementara. Yakni menanyakan keadaan anggota Andromous, entah tentang keluarga ataupun masalah lain.
Terra yang ditanya mengangguk cepat, "Dateng kok udah dikasih izin Abian gue kak. Tapi yaa gitu deh, hehe." kekehan yang keluar dari belah bibir Terra dihadiahi jitakan oleh Abian, "Gue ngga nangis ya!" lanjut Terra karena takut Saguna dan anggota lain ikut berpikiran buruk.
"Bohong banget. Nangis sesenggukan dia tuh." sahut Abian dengan nada yang menyebalkan. Lidahnya terjulur seolah mengejek Terra setelah Saguna dan Keenan, sebagai yang tertua saat ini menatap sang kekasih serius. Abian sangat puas karena pasti Saguna dan Keenan akan menginterogasi Terra. Salah siapa memaksa datang ke rumah penuh luka itu. Silahkan terima nasib saja dengan mendengar petuah dari keduanya, belum lagi dengan Jesselyn nantinya.
Keenan berganti tempat dengan Hikaru agar lebih dekat dengan Terra. Menatap Terra tanpa mengalihkan pandangan lantas berkata, "Udah gua bilang kan? Untung lo bisa pulang. Coba kalau lo tetep dipaksa tinggal disana buat selamanya, mau? Ga usah batu deh jadi orang." kata-kata yang Keenan ucapkan memang cukup tajam. Bisa saja orang yang berbicara dengan Keenan sakit hati jika tidak mengetahui maksud ucapannya tapi berbeda dengan Andromous yang sudah terbiasa dan sudah mengerti. Terra yang biasanya akan tetap menjawab dan menyanggah seluruh ucapan orang kini hanya terdiam sambil menunduk.
Semua ucapan Keenan benar. Fakta bahwa Papa Terra sering memaksa anaknya untuk tinggal bersama dengan keluarga baru yang bahkan tak pernah Terra anggap keluarga. Ini juga salah satu alasan Abian dan Andromous melarang Terra untuk menemui sang Papa.
"Keenan bener Ter, lo harusnya ga maksa kesana. Gue tau kalau Abian ngga bakal ngasih izin lo segampang itu kecuali lo yang bener-bener maksa dia dan ngebujuk Abian." Saguna turut menimpali, tangannya terulur untuk mengangkat dagu Terra agar menghadap kearah Keenan di hadapannya.
Selama hampir dua menit Terra hanya melihat tatapan tajam Keenan yang menghunusnya. Kemudian Keenan menghela nafas dalam, "Buat semuanya. Gua ga mau ada salah satu dari kalian maksa buat nemuin orang yang bikin kalian sakit. Sampai gua tau ada yang ngelanggar, siap-siap aja gua panggil." kalimat yang kali ini ditunjukkan untuk semua anggota tentu diangguki. Karena tidak ada satu pun anggota Andromous yang berani menentang amarah Keenan.
Setelahnya Keenan kembali seperti semula. Melamun sambil menatap televisi yang kini menayangkan film Moana. Membiarkan Saguna mengambil alih pembicaraan.
"Orangtua lo gimana, Rel?" kali ini target Saguna adalah Carel. Laki-laki yang juga jarang memberi kabar tentang keluarganya. Tapi mereka menghargai Carel jadi tidak ada yang menyinggung tentang hal ini. Berbeda dengan Saguna. Karena dia juga sudah mengatakan pada anggota Andromous lain bahwa segala masalah harus diceritakan. Saguna tidak ingin kejadian Yaffa terulang lagi.
Carel yang tidak menyangka akan ditanya nampak sedikit linglung, "Ya.. baik? Kan mereka sibuk sama selingkuhannya." jawaban Carel terdengar tidak yakin. Carel tidak bertemu lagi dengan orangtuanya setelah dia memilih untuk tinggal di apartment seperti Saguna.
Mengerti dengan maksud Carel, Saguna mengangguk. Menatap satu persatu anggota lain yang berkumpul saat ini kecuali Jeremy, karena Jeremy memilih untuk tetap menjaga Jesselyn. Mata Saguna lebih dahulu berhenti di Galen, "Galon, lo gimana?" pertanyaan itu membuat Galen membuka kelopak matanya, menatap Saguna bingung.
"Gue ga apa-apa dah bang. Cuma emang empat orang itu aja yang bikin gila." jawab Galen malas. Anak itu bahkan tidak memikirkan lagi tentang jawaban apa yang akan dia lontarkan.
"Kamu ga usah nanyain keadaan orang kak, kalau keadaan kamu lebih parah." suara Brian menyebabkan Saguna tertawa. Pasalnya suara lelaki itu terdengar sumbang akibat pilek yang sempat menyerang Brian. Tapi pernyataan Brian membuat Saguna diam beberapa saat sebelum menjawab.
"Kan gue udah dibuang. Buat apa mikirin keadaan mereka."
Andromous bukan hanya berisi anak-anak broken home, tapi juga terdapat anak-anak yang menjadi korban keegoisan orangtuanya ataupun korban dari permasalahan keluarga.
Dibalik canda tawa mereka terdapat tangis pilu yang sering mereka keluarkan disaat sedang bersama. Diantara tubuh kekar dan fisik sempurna terdapat banyak luka mendalam yang selalu mereka sembunyikan dari orang asing. Di balik kepintaran dan prestasi mereka terdapat luka batin dan mental yang rusak. Karena kenyataannya mereka tidak sesempurna itu. Mereka memiliki kekurangan yang harus ditutupi demi keluarga mereka. Beberapa dari mereka harus berjuang menghidupi diri sendiri.
Tidak ada yang meninggalkan kala sedih, tidak ada yang saling menjelekan dan selalu berjuang bersama tanpa mempedulikan latar belakang keluarga. Itulah yang di namakan teman. Andromous lah teman dan rumah bagi mereka. Rumah dengan sejuta obat bagi pesakitan mereka.