ANDROMOUS

ANDROMOUS
NINETEEN



Orabelle menunduk di hadapan Brian, menahan air matanya yang hendak kembali keluar meski berujung gagal.


"Ko, anggota Andromous lain bakalan baik-baik aja kan?" suara lirihnya tertuju pada Brian yang hanya dapat bungkam menatap pintu UGD rumah sakit yang masih tertutup rapat, menunggu pintu itu terbuka dan membawa berita melegakan untuk keduanya dan juga Hikaru, Keenan, Yaffa, Galen, Abian serta Ayyara.


Pukul 03.25 tadi, delapan anggota Andromous tersebut dikabari bahwa anggota lain yang hendak ke tempat koas Hikaru mengalami kecelakaan beruntun. Mereka semua di evakuasi dengan keadaan sang penabrak yang meninggal di tempat dan setengah dari mereka mengalami luka yang lumayan parah. Diantaranya adalah Carel yang mengalami benturan cukup kencang di kepalanya, dan Saguna yang terkena pecahan jendela mobil hingga menancap sangat dalam di beberapa bagian tubuhnya. Sementara anggota lain mengalami kondisi yang bisa dibilang lebih parah.


Pikiran ke-delapan orang itu kacau. Sangat kacau. Kejadian ini pernah dialami oleh Andromous dan mengharuskan Jesselyn terbawa pergi hingga tidak lagi dapat kembali. Luka ini masih ada, masih terlihat nyata meski sudah sedikit terobati.


Kondisi Jesselyn yang sedang bertaruh nyawa pada saat itu sudah cukup membuat mereka cemas, takut dan khawatir. Terlebih sekarang ke-delapan anggota Andromous ini harus menghadapi bahwa 9 anggota mereka mengalami kecelakaan, seolah kejadian ini menjadi pengingat dan pembuka luka bagi seluruh anggota.


Delapan orang itu membagi tugas, empat anggota menetap di depan ruang UGD dan empat anggota lainnya menunggu di depan ruang operasi. Iya, karena kecelakaan ini beberapa anggota harus mengikuti prosedur operasi.


Wajah-wajah mereka sangatlah bengkak, entah karena baru saja bangun saat mendapat kabar ini atau karena sempat menangis setelah mendengar kabar tentang kecelakaan anggota Andromous lain. Tidak ada yang memakai pakaian selain pajama dan kaus santai untuk tidur. Bahkan masih ada yang berbungkus selimut saat datang ke rumah sakit ini.


"Mas Keen, mau makan dulu? Jangan mikirin lainnya ya. Aku sekalian mau kebawah dulu, mau ke kantin rumah sakit, beli kopi." Ayyara berusaha untuk membuat Keenan yang diam sedari tadi dan sama sekali tidak beranjak dari tempatnya.


Ayyara sudah menyerah, baru hendak melangkah tapi Keenan telah menahannya terlebih dahulu, "Jangan kopi. Susu aja, sekalian tolong beliin roti buat yang lain." Keenan mengeluarkan dompet miliknya dan menyerahkan pada Ayyara sebelum kembali ke kegiatan awalnya. Diam.


Ayyara nampak kikuk tapi dia tetap mengangguk dan mengikuti perintah Keenan.


Hikaru dan Abian yang merasa Keenan hanya diam dan kebanyakan melamun, menghela nafas secara bersamaan. Sedari tadi Hikaru serta Abian memperhatikan Ayyara yang mencoba membuat Keenan berbicara. Meski berhasil di akhir percobaan, Keenan akan tetap kembali seperti beberapa menit lalu. Lelah, mereka lelah dengan agenda baru di pagi hari ini. Yakni membuat Keenan mengeluarkan suara dan berekspresi seperti saat sedang mencari ribut dengan Saguna dan anggota lain. Tapi mereka mengerti, Keenan pasti merasa kehilangan walau anggota Andromous yang sedang di tangani oleh dokter dan para tenaga medis dikatakan masih dapat selamat.


Kala Ayyara kembali dengan beberapa susu kotak dan roti dalam jumlah yang sama, Keenan tetap tidak bergeming. Abian dan Hikaru menggeleng bersamaan saat Ayyara menatap mereka.


Kosong, sudah pasti hal ini sangat terasa. Bayangkan saja ketika ke-delapan anggota itu tertidur setelah mengabari bahwa mereka tidak dapat ikut untuk pergi ke tempat koas Hikaru, Brian mendapat telepon dari nomor Jeremy. Dengan kondisi yang setengah sadar, Brian menerima panggilan telepon tersebut. Hanya sesaat setelah Brian menyapa, terdengar suara ricuh dan sebuah untaian kalimat yang tak pernah terbayang olehnya.


Sesudah mengabari anggota lain dengan perasaan yang tercampur aduk, Brian memutuskan untuk menjemput Orabelle, Galen dan Ayyara. Sementara Keenan bersama Yaffa dan Hikaru bersama Abian. Mereka berangkat dari rumah masing-masing dan bertemu di rumah sakit kemudian membagi tugas.


Oleh sebab itu, kecelakaan ini masih seperti mimpi bagi Andromous. Bermodalkan baju tidur yang tak sempat diganti serta dengan sandal, ke-delapan anggota yang tidak ikut bersama 9 anggota lainnya.


Ke-empatnya benar-benar diam. Frustasi, kesal, sedih, dan emosi yang dituju untuk sang Penabrak masih jelas tertanam di kondisi hati mereka. Galen dan Yaffa yang biasanya akan saling menempel satu sama lain kini malah berjauhan. Seperti pasangan yang tengah bertengkar.


"Emang bener ya kata orang." mendengar Galen yang tiba-tiba berucap, ketiga orang lainnya turut menoleh kearah Galen. Melihat bagaimana dengan tatapan kosong nya, Galen bersuara sumbang, "Kalau lagi seneng jangan berlebihan, siapa tau habis itu ada masalah." lanjut Galen. Kali ini Galen mengangkat ujung bibirnya.


Bukannya menjawab, ketiga anggota lainnya malah merenungi ucapan Galen yang terasa seperti sebuah peringatan. Sebelum Jesselyn pergi, Andromous bahagia karena Yaffa sudah jauh lebih baik. Mereka sempat merayakannya meski dengan pikiran yang cukup kacau. Lalu sebelum kejadian kecelakaan ini, Andromous sempat mengadakan acara menginap bersama di tempat biasa mereka menginap ketika pergi ke daerah situ. Ucapan Galen benar adanya, tapi mereka tidak mau mengakui hal ini. Karena mereka takut kejadian Jesselyn terulang dengan korban yang jauh lebih banyak dari sebelumnya.


"Udah-udah, makan dulu itu roti yang dibeliin Ayya." kata Brian mencoba untuk menghentikan percakapan menyinggung yang bahkan belum di mulai oleh anggota lain.


Dengan cekatan, Brian membantu membuka bungkus roti dan memberi roti yang sudah terbuka bungkusnya pada tiga anggota lain. Kali ini Brian sedikit memaksa Yaffa, Galen dan Orabelle untuk makan, takut nantinya Saguna mengomel jika tau mereka tidak mau makan. Namun tetap saja, anggota Andromous dapat menjadi korban ocehan para tertua karena tidak mau makan. Seperti tradisi turun temurun.


Setelah memastikan ketiga anggota yang lebih muda darinya mulai memakan roti pemberian Ayyara, Brian mulai merasa sedikit lega. Entah apa penyebab.


Setidaknya dengan roti ini, ke-delapan orang itu dapat teralihkan sebentar. Tak lagi berfokus pada pintu ruangan didepan mereka dengan lampu berwarna yang masih menyala. Trauma akan kepergian Jesselyn masih berbekas, jika mereka sampai kehilangan satu anggota lagi maka bisa saja keadaan Andromous tidak akan baik-baik saja. Sebab setiap anggota merupakan pilar, memiliki peran utama tersendiri dan tugas masing-masing untuk diri mereka. Saling mengajarkan arti kehidupan, mempelajari karakter satu sama lain, ketakutan terbesar setiap anggota pasti sudah diketahui seluruhnya.