ANDROMOUS

ANDROMOUS
FOURTEEN



Satu tahun sudah Andromous lewati tanpa kehadiran Jesselyn. Kondisi mulai seperti semula walau setiap Andromous makan bersama akan ada satu bangku yang dikosongkan. Yaffa sudah sangat membaik keadaannya, dia bahkan menyelesaikan ujian dengan hasil yang sempurna. Keenan yang sudah selesai mengenyam pendidikan dan lulus bersama Saguna, Zayden dan Kirei.


Sibuk memang sudah mengikat mereka selama satu tahun terakhir ini tapi jika salah satu dari Andromous berkata ingin menceritakan sesuatu maka di saat yang sama pula mereka akan beramai-ramai meninggalkan kegiatan mereka terkecuali jika hal itu tidak bisa ditinggal.


Tapi hari ini mereka berkumpul bukan karena ingin mendengar keluh kesah satu sama lain, melainkan untuk merayakan keberhasilan si bungsu, kelulusan Jeremy, Abian dan Terra, Keenan, Saguna, Zayden dan Kirei, serta Orabelle yang di terima di Universitas favorite-nya. Juga Hikaru, Brian, Winola dan Shanaya yang berhasil mendaftarkan diri dalam konteks pekerjaan.


Jadwal mereka adalah menuju kampus kakak-kakak Andromous lainnya dan makam Jesselyn untuk tempat singgah Andromous sebelum makan bersama.


Di makam yang sekarang masih terlihat bersih dan rapih itu Andromous berdoa dan berbicara seolah sedang mengobrol dengan Jesselyn secara langsung. Setelah hampir 3 jam mereka berjongkok dan berkumpul di sekitar makam Jesselyn, Andromous sudah harus meninggalkan daerah tersebut karena hampir terlewat jam makan apalagi untuk anggota penderita maag.


Dengan kendaraan yang tidak sedikit karena kebanyakan memilih untuk memakai motor dan hanya Richard juga Carel yang memilih mobil sebagai kendaraan, Andromous menetapkan pilihan pada tempat makan favourite mereka sedari awal pertemuan. Bahkan pemilik dari tempat Andromous makan sudah sangat mengenal mereka saking seringnya mereka makan disana. Warung Bakso, Mie ayam dan Pecel lele serta ayam milik seorang bapak-bapak asli Malang yang sudah lama berdagang.


"Pakdhe, kita bawa kendaraan banyak tadi jadi kita izin taruh di lapangan kosong ya." Jeremy menyibak spanduk yang menutupi pandangannya dan berjalan kearah pemilik warung tersebut.


Pakdhe mengangguk, beliau membiarkan Jeremy mencium tangannya dan berkata, "Yo wes ra masalah. Suruh kesini saja sudah, aman kok kendaraan kalian disana." tepukan Pakdhe beri pada pundak Jeremy sebelum bangkit menuju gerobak dimana dia membuat pesanan dari pembelinya, menyalakan kompor dan bersandar pada pohon di dekat gerobaknya.


Jeremy mengikuti perintah dari Pakdhe, memanggil anggota Andromous dan kembali ke dalam bersama. Andromous mulai heboh memesan makanan untuk mengisi perut mereka sendiri. Sampai-sampai pekerja Pakdhe yang mencatat pesanan Andromous pusing dan bingung karena kehebohan 17 orang itu. Pakdhe dibuat tertawa karenanya. Pakdhe tak repot-repot memisahkan mereka jika terjadi adu mulut malah menonton dengan hikmat sambil menunggu pertikaian usai, laki-laki yang menghabiskan waktu sedari kecil untuk berdagang itu selalu saja merasa terhibur jika Andromous datang.


Andromous membutuhkan waktu hampir 15 menit untuk memesan makanan serta minuman yang mereka inginkan. Tapi dalam kurun waktu itu Pakdhe memandangi keseluruhan anggota Andromous dengan senyum dan tawanya.


Pesanan Andromous dibuat dengan segera, mereka bercanda gurau yang diselingi kejahilan satu sama lain sambil menunggu, dan saat makanan yang dipesan sudah jadi, Andromous langsung merapihkan meja dan membantu Pakdhe menata makanan dan minuman mereka diatas meja.


Andromous sudah tidak heran dengan kelakuan Saguna dan Galen yang seperti kucing dan anjing yang tak pernah akur. Padahal jika salah satu dari mereka tidak ada, pihak lain pasti akan mencarinya dan merasa sangat khawatir dengan keadaan yang lain. Sudah seperti hubungan kakak dan adik kandung. Jadi tidak ada yang memisahkan, bahkan Andromous tidak terganggu sama sekali.


"I tabok ya you, jangan tabok-tabok I kalau ketawa!" cerocos Richard sambil mendorong tubuh Galen hingga Galen hampir jatuh ke belakang, menimbulkan tawa dari Andromous, Pakdhe dan pekerja Pakdhe.


Richard tidak terganggu kalau harus mendengar keributan Saguna dan Galen karena jika itu Galen maka seharusnya tidak ada yang perlu di pertanyakan. Tapi sedari tadi, Richard yang menjadi korban Galen saat tertawa, mengingat kebiasaan tertawa Galen memukul-mukul orang disebelahnya. Richard yang akan menuang sambal sampai harus menahan tangannya agar tidak menumpahkan sambal tersebut setelah punggungnya ditepuk kencang oleh Galen. Berakhir dia mendorong Galen saking kesalnya.


Galen menatap Richard sinis, "Lu parah banget dah. Ga temen kita." sungut Galen sambil menunjuk Richard.


Kini malah Richard dan Galen yang ribut, bahkan Keenan sampai mencubit keduanya agar kembali tenang seperti semula sebelum meracik makanannya dengan berbagai saus yang tersedia. Sesekali Keenan akan mengoper saus yang diminta oleh anggota lain dan membantu Ayyara serta anggota Andromous lainnya untuk membuka bungkus yang tidak bisa mereka buka termasuk bungkus obat.


Setelah kondisi cukup tenang, Saguna memimpin Andromous untuk berdoa sesuai kepercayaan masing-masing sebelum mulai memakan makanan mereka. Doa usai dan Andromous mulai makan dengan cukup tenang seperti biasa karena sudah diomeli oleh Kirei terlebih dahulu.


Tidak menjadi masalah bagi orang sekitar tapi Andromous juga paham tentang tata krama di depan makanan jadi mereka mengikuti apa yang keluar dari mulut Kirei. Tenang, makan tidak terburu-buru, berbicara jika mulut sudah kosong tapi jika tidak terlalu penting lebih baik diam. Hal ini juga yang selalu diajari oleh Jesselyn jadi Andromous sudah terbiasa.


Hari mereka lalui dengan tawa bersama. Tidak lagi ada tangisan terkecuali mereka benar-benar sudah lelah dengan segala masalah yang dialami. Cerita dari salah satu anggota akan selalu didengarkan meskipun anggota Andromous lain merasa kelelahan setelah jadwal yang cukup menguras energy. Perlahan masing-masing anggota Andromous menemukan titik terang dari masalah keluarga mereka.


Carel yang bebas memilih untuk bersama siapa setelah orangtuanya bercerai, Hikaru dan Ayyara yang sudah bertemu dengan kerabat mereka dan keduanya diadopsi oleh kerabatnya itu, Winola sudah menemukan kebenaran dari pertanyaannya selama ini yaitu perihal siapa Ayah kandungnya, Terra yang akhirnya bebas dari keanehan sang Papa yang selalu memaksa dengan alasan mengundangnya datang untuk menghadiri acara tidak penting bagi Terra dan Galen yang akhirnya bisa tinggal bersama dengan kakak kandungnya tanpa ada orangtua mereka.


Andromous benar-benar menepati janji mereka, menyehatkan keluarga mereka yang terbilang beragam. Walau baru beberapa anggota saja yang menemui solusi dan jalan keluarnya, mereka tetap akan selalu menemani dan membimbing anggota lain untuk menemukan jalan keluar agar mereka dapat sama-sama keluar dari masalah yang mereka hadapi.